Episode 2 Di Antara

Mereka yang mulai mengambil makanan mereka masing-masing.

"Kak Rafa biar Jesslyn ambilkan!" sahut Jesslyn dengan tiba-tiba mengambil alih saat Rafa ingin mengambil nasi.

"Saya bisa sendiri," sahut Rafa menolak dan hal itu tidak biasa bagi Rafa.

"Tidak apa-apa kak Rafa," sahut Jesslyn yang tetap mengambilkan nasi tersebut.

Jessica tampak tersenyum melihat kemanisan tersebut. Tetapi berbeda dengan Bian yang malah datar seperti tidak suka melihat kedekatan Jesslyn dan Rafa. Untung saja ekspresi Bian yang seperti itu tidak diperhatikan oleh Maura yang sekarang sudah fokus makan.

"Kak Rafa mau lauk apa?" tanya Jesslyn.

"Aku akan ambil sendiri," jawab Rafa.

"Baiklah," sahut Jesslyn.

"Maura apa hari ini acara kamu berjalan dengan lancar?" tanya Darius.

"Iya pah, semua lancar," jawab Maura.

"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Darius.

"Aku sama Bian akan melanjutkan atau fitting baju pengantin setelah acara pembukaan galeri," jawab Maura.

"Pah, sangat tidak etis membicarakan hal lain saat ada tamu seperti ini," sahut Jessica menegur suaminya.

"Tidak apa-apa Mah!" sahut Jesslyn yang memotong pembicaraan itu.

"Lagi pula biar sekalian kita undang Kak Rafa ke acara pernikahan Kak Maura dan Kak Bian," sahut Jesslyn dengan tersenyum yang melihat ke arah Rafa dengan Jesslyn yang tersenyum seolah mengagumi pria yang duduk di sampingnya itu.

"Kak Rafa tidak masalah kan mendapatkan undangan dari kami?" tanya Jesslyn memastikan.

"Mereka akan menikah?" tanya Rafa yang bergantian melihat Bian dan Maura.

"Iya benar. Kak Maura akan melangsungkan pernikahan dalam bulan ini dan biasanya setelah kakak pertama menikah maka adik akan cepat menyusul," sahut Jesslyn dengan tersenyum yang seperti memberikan kode dan membuat Jessica ikut tersenyum.

"By the way. Kenapa Kakak mempertanyakan mereka akan menikah. Apa Mereka terlihat bukan seperti pasangan?" tanya Jesslyn yang membuat pandangan Maura melihat ke arah Jesslyn.

"Maksud kamu?" Rafa kembali bertanya.

"Memang banyak yang mengatakan jika mereka berdua bukan seperti pasangan. Kata orang-orang jika Kak Maura memiliki cinta yang lebih besar daripada kak Bian. Kak Maura aku masih merasa lucu dengan cerita kamu yang mengejar-ngejar Kak Bian sejak dulu," ucap Jesslyn yang punya dunianya sendiri untuk berbicara.

"Benarkah Maura kamu mengejar-ngejar Bian. Atau kamu juga yang melamar Bian," Jessica ikut-ikutan dalam pembicaraan anak muda itu.

"Kak Rafa bagaimana tanggapan kakak dengan seorang wanita yang memiliki cinta lebih besar dibandingkan seorang pria?" hanya Jesslyn yang melempar kepada Rafa.

"Tidak ada masalah wanita dan pria mempunyai hak masing-masing untuk mencintai atau dicintai. Jadi itu bukan suatu hal yang aneh," sahut Rafa menjawab dengan singkat.

"Oh iya begitu. Tapi aku belum pernah mendengar Kak Maura bercerita jika Kak Bian mengungkapkan rasa cintanya kepada kakak atau bagaimana cara melamar Kakak," sahut Jesslyn. Entah apa maksud Jesslyn membahas hal itu di meja makan.

Maura hanya memperhatikan adiknya itu yang sangat tenang bicara. Namun kata-kata itu memiliki makna tersendiri yang membuat perasaan Maura jadi aneh.

"Bagaimana Kak Maura?" tanya Jesslyn lagi.

"Jesslyn cinta itu tidak perlu diucapkan. Yang merasakan cinta itu hanya diri sendiri dan kita tahu pria itu mencintai kita atau tidak," sahut Maura dengan simple yang membuat mata Rafa melihat ke arahnya.

"Hmmm, aku setuju. Memang di zaman sekarang ini tidak perlu dengan ucapan cinta. Tetapi kita akan tahu pria itu mencintai kita atau tidak dari cara dia menatap kita dengan sangat dalam dan mengeluarkan senyum dan maka kita akan bisa melihat seberapa besar cinta seseorang dari tatapan matanya," sahut Jesslyn dengan tersenyum yang memberikan tanggapannya.

Mata Bian ternyata sejak tadi tidak lepas menatap Jesslyn. Bian bahkan sampai tersenyum seolah kagum dengan kata-kata yang keluar dari mulut Jesslyn. Saat Maura ingin minum pandangan mata itu tertuju pada Bian dan masih memperlihatkan ekspresi yang sama.

"Apa pendapatku bisa diterima," sahut Jesslyn.

"Aku setuju dengan pendapat kamu. Menatap orang yang dicintai juga satu hal yang sangat indah," saut Bian yang berbicara tidak lepas menatap Jesslyn. Maura melihat hal itu menelan salivanya yang tiba-tiba perasaannya berdebar yang tidak mengerti apa yang dia rasakan.

Rafa yang sudah makan melihat ekspresi dari dari Bian yang melihat Jesslyn yang tersenyum-senyum dan juga melihat wajah Maura yang sangat datar. Rafa mendengus kasar melihat eksperesi itu dan kembali melanjutkan makannya.

"Sudah-sudah kita lanjutkan saja makan. Apapun itu semoga semua diberi kelancaran dan untuk pasangan yang akan menikah semoga bisa saling mencintai," sahut Darius.

Jesslyn mengangguk dan juga mengambil nasi ke dalam piringnya yang tadi memang sangat sibuk berbicara sampai tidak sempat makan. Tangan Jesslyn mengambil salah satu jenis lauk.

"Jangan dimakan Jesslyn!" tiba-tiba Bian mencegah Jesslyn yang kembali membuat perhatian orang-orang melihat ke arah Jesslyn dan Bian.

"Aku sudah mencobanya dan ada campuran ikan giling di dalamnya dan itu bisa membuat kulit kamu merah-merah," sahut Bian

"Oh benarkah!" sahut Jesslyn yang tidak jadi mengambil makanan itu.

"Kenapa Bibi sembarangan sekali memasak. Apa dia tidak tahu jika kamu alergi dengan ikan," sahut Jessica tampak kesal.

"Kamu banyak tahu sekali tentang Jesslyn!" sahut Rafa tiba-tiba.

"Kak Rafa jelas sangat banyak tahu. Kami berdua tumbuh sejak kecil," sahut yang menjawab pertanyaan itu.

"Begitu rupanya," sahut Rafa dengan mengangguk-angguk saja.

Maura menghela nafas yang kembali minum dan entah mengapa tenggorokannya begitu sangat kering.

*********

Acara makan malam yang akhirnya sudah selesai dan Maura yang mengantarkan Bian keluar rumah menuju mobil.

"Kamu langsung pulang?" tanya Maura.

"Iya!" jawab Bian yang membuka pintu mobil dan hendak masuk tetapi tiba-tiba tidak jadi.

"Maura!" ucap Bian.

"Ada apa?" tanya Maura.

"Rafa, tamu yang tadi ikut makan malam. Apa dia CEO dari Perusahaan Unity?" tanya Bian yang terlihat penasaran.

"Iya kamu benar," jawab Maura.

"Apa ada hal besar dengan kedatangan dia ke rumah ini dan sampai diajak makan malam. Atau menyusun kerjasama bersama papa kamu?" tanya Bian yang seperti ingin mengetahui sesuatu.

"Entahlah aku juga tidak tahu. Aku mendengar Jesslyn dan dia menjalin kedekatan dan juga berencana untuk bertunangan," jawab Maura.

"Bertunangan!" pekik Bian yang terlihat begitu kaget.

Maura memperhatikan ekspresi sang kekasih yang ada rasa ketidaksukaan dalam mendengar hal tersebut yang membuat Maura bingung.

"Kenapa?" Tanya Maura

"Tidak apa-apa!" jawab Bian dengan mengeluarkan senyum tampak terpaksa.

"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu," sahut Bian. Maura menganggukkan kepala yang melihat kepulangan Bian yang sudah memasuki mobil dan melajukan mobil itu yang keluar dari pekarangan rumah mereka.

Maura tiba-tiba mengingat pembicaraan di meja makan tadi bagaimana perkataan Jesslyn yang membicarakan tentang seorang pria yang mencintai dari tatapan mata.

Huhhhhhh

Maura membuang nafas begitu panjang dan membalikkan tubuhnya dengan melangkah memasuki rumah. Namun langkah Maura berhenti ketika berpapasan dengan Rafa yang tampaknya juga ingin pulang.

Langkah mereka berdua sama-sama berhenti dengan mereka berdua yang saling melihat satu sama lain. Tetapi tidak lama hal itu dengan Maura menundukkan kepala dan langsung pergi dari hadapan Rafa.

Tetapi hal itu membuat kepala Rafa menoleh ke belakang yang melihat kepergian wanita itu yang memasuki rumah sampai tidak terlihat lagi. Rafa hanya menghela nafas yang tidak tahu apa yang telah dia pikirkan dan langsung pergi meninggalkan kediaman Maura.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

muna aprilia

muna aprilia

lnjut

2024-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!