Episode 16 Pendekatan.

Toko bunga.

"Bukankah saya sudah memesan kepada kamu saya ingin bunga tulip. Lalu kenapa kamu malah menjualnya kepada orang lain!" terlihat seorang wanita paruh baya yang terlihat sangat elegan dengan pakaian yang bermerek yang ia kenakan.

Wanita sekitar berusia 50 tahunan itu marah-marah kepada pelayan toko bunga yang sejak tadi hanya menunduk.

"Kamu sama sekali tidak menghargai saya sebagai customer yang sudah lama di tempat ini. Kamu seenaknya menjual bunga tulip yang saya mau," wanita itu tampak begitu kesal.

"Maaf Bu. Tapi tadi wanita yang mengambil bunga tulip itu memohon kepada saya," ucap pelayan itu dengan rasa takut-takut.

"Lalu apa itu adalah urusan saya," sahut wanita itu emosi.

"Permisi!" di tengah keributan itu tiba-tiba Maura ada di sana dengan boucket bunga yang telah dia pegang di lengannya.

"Hmmm, maaf apa bunga ini yang dimaksud?" tanya Maura dan wanita itu melihat kearah bunga itu yang memang terlihat boucket bunga tulip yang indah.

"Iya ini adalah bunga yang saya pesan dan apa kamu pembeli yang membeli bunga ini tiba-tiba?" tanya wanita itu.

"Iya Bu, memang Nona ini yang membelinya tadi," sahut pelayan itu.

"Hmmm, Tante bukannya Tante Jinan?" tanya Maura menebak-nebak terlihat sangat memastikan.

"Kamu mengenal saya?" tanya wanita itu yang memang sepertinya bernama Jinan.

"Iya. Saya Maura, anak dari Darius Utama," Maura langsung mengeluakan tangannya untuk berkenalan. Jinan yang masih terlihat kesal tetapi tetap mengulurkan tangannya.

"Jadi kamu anak Darius," sahut Jinan yang pasti juga mengenal siapa Papa Maura.

"Benar Tante dan saya mengenal Tante Karena saya pernah melihat foto tante di ponsel Rafa. Jadi saya senang sekali bisa bertemu tante di sini," ucap Maura dengan sangat sopan dan begitu ramah.

Jinan hanya diam saja dengan dahi mengkerut.

"Hmmm, saya tidak tahu jika bunga ini sudah Tante pesan terlebih dahulu. Maaf Tante saya memang memaksa pelayan toko bunga ini untuk memberikan saya bunga ini. Karena Saya ingin membawa ke makam almarhum nenek saya. Kebetulan nenek saya sangat suka sekali dengan bunga tulip," ucap Maura dengan memperlihatkan wajah yang sangat sedih.

"Tapi tidak apa-apa jika Tante, memang menyukai bunga ini. Jadi ini untuk Tante saja dan saya akan mencari lagi di tempat lain," ucap Maura yang menyerahkan dengan sangat ramah dan juga memberikan senyuman yang indah.

Wajah Jinan terlihat berpikir yang antara ingin menerima bunga itu atau tidak. Bunga tulip memang menjadi kesukaan Jinan. Tetapi melihat wajah Maura membuat Jinan jadi kasihan.

"Sudahlah kamu bawa saja bunga itu. Nanti saya akan cari tempat lain," sahut Jinan yang ternyata menolak pemberian dari Maura.

"Tante tidak marah jika saya mengambil bunga yang sudah Tante pesan terlebih dahulu?" tanya Maura.

"Itu sama sekali bukan salah kamu dan itu kesalahan pelayan di tempat ini," sahut Jinan.

"Maafkan saya Bu," pelayan yang tetap masih ada di sana masih terus meminta maaf dengan menundukkan kepala.

"Sudahlah! lupakan semuanya. Lain kali kamu jangan seperti itu," sahut Jinan yang langsung pergi begitu saja.

Maura tiba-tiba saja mengeluarkan senyum yang melihat kepergian wanita itu.

"Maura Tante Jinan hari ini sedang ke toko bunga dia akan mengambil pesanan bunga tulip yang sudah dia pesan dua hari yang lalu. Tante Jinan sangat menyukai bunga tulip dan ini kesempatan kamu untuk melakukan sesuatu," Maura tiba-tiba teringat dengan telepon sahabatnya pagi-pagi sudah memberikan informasi kepada.

Jadi Maura yang benar-benar memutar otaknya, dia bersandiwara di depan pelayan itu agar mendapatkan bunga tersebut dan akhirnya pelayan itu kasihan dan Maura datang di waktu yang tepat di saat Jinan marah-marah dan dari tempat itu Maura orang memperkenalkan dirinya.

"Awal yang bagus dan aku yakin pelan-pelan akan bisa masuk ke dalam keluarga Rafa. Lalu Mama dan Jesslyn tidak akan bisa meremehkanku. Karena aku memang menikahi seorang pria dan keluarga pria itu menerimaku dengan baik," batin Maura dengan tersenyum yang penuh dengan rencana.

Entahlah apalagi yang akan dia lakukan untuk melancarkan semua rencananya agar berjalan dengan baik. Karena memang tugas itu dia yang harus menyelesaikannya.

*********

Kediaman Rafa.

Rafa menuruni anak tangga yang seperti biasa siap-siap ingin berangkat ke kantor. Di ruang tamu ada Jinan, nenek Rafa yang sekitar berusia 75 tahunan tetapi masih terlihat sangat segar.

"Papa sudah berangkat Mah?" tanya Rafa.

"Sudah barusan saja," jawab Jinan yang sejak tadi membaca majalah.

"Rafa kamu sebelum ke kantor sarapan dulu!" titah Eyang.

"Baiklah!" Rafa menuju meja makan yang hanya mengambil setangkap roti untuk mengganjal perut.

"Permisi Nona!" tiba-tiba asisten rumah tangga datang dengan membawakan boucket bunga tulip.

"Bunga siapa ini?" tanya Jinan berdiri dari tempat duduknya melihat bunga tulip yang besar itu sampai menutupi wajah pembantu rumah tangganya itu.

"Tadi kurir paket memberikan kepada saya dan ini untuk Nyonya," jawab Bibi.

Jinan menyerngitkan dahi dan mengambil boucket tersebut. Lalu asisten rumah tangga itu yang langsung pergi.

Jinan cukup heran yang pagi-pagi seperti itu sudah mendapatkan boucket bunga. Jinan juga melihat ada kartu ucapan dalam bunga itu.

..."Selamat menjalankan aktivitas dengan baik Tante. Maura!"...

Ternyata pengirim dari boucket itu adalah Maura.

"Gadis itu," batin Jinan. Dia juga mengingat kemarin dia bertemu dengan Maura di toko bunga

"Dari siapa mah! pagi-pagi sudah dapat kiriman bunga," tegur Indira menuruni tangga. Dokter Indira Kakak Rafa.

Jinan masih tetap diam dengan pemikirannya yang tidak menjawab pertanyaan dari Indira.

"Aku berangkat dulu!" Rafa yang sudah selesai sarapan dengan singkat yang ingin berpamitan untuk pergi yang mencium punggung tangan Neneknya.

"Mama kenapa bengong seperti itu?" tanya Rafa yang mencium punggung tangan Jinan.

"Mama kamu mendapatkan bunga mungkin saja dari selingkuhannya makanya terlihat seperti itu," sahut Eyang yang asal bicara yang membuat Indira dan Rafa tersenyum.

"Selingkuhan apa," sahut Jinan dengan kesal.

"Ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu, ini sudah hampir telat," ucap Rafa.

"Tunggu dulu Rafa!" cegah Jinan

"Ada apa mah?" tanya Rafa.

"Apa hubungan kamu dengan Maura?" tanya Jinan. Rafa menyerngitkan dahi yang pasti bingung tiba-tiba sang Mama menyebutkan nama Maura dan sementara dirinya belum pernah memperkenalkan Maura sama sekali.

Indira juga heran dengan wajah yang terlihat begitu penasaran.

"Maura siapa?" tanya Eyang yang sepertinya baru pertama kali mendengarkan nama itu

"Anak Darius. Kenapa dia sampai bisa melihat ponsel kamu. Kamu pasti memiliki hubungan bukan dengan wanita itu?" tanya Jinan dengan tatapan mengintimidasi.

"Bunga itu dari Maura!" tebak Rafa.

"Iya," jawab Jinan. Hal itu membuat Rafa mendengus dengan tersenyum.

Rafa pasti tidak menyangka jika Maura gercep melakukan hal itu dan padahal tidak berdiskusi apapun kepadanya.

"Mama kemarin bertemu dengan Maura di toko Bunga. Jadi Maura membeli bunga yang sudah Mama memesan terlebih dahulu dan dia kembali lagi ke toko itu dan menegur mama. Dia mengenal Mama karena mengatakan jika dia melihat foto kamu dan mama ada di ponsel kamu," jelas Jinan.

"Sejak kapan aku mempunyai foto Mama di ponselku," batin Rafa.

"Kamu jangan senyum-senyum seperti itu. Kamu ada hubungan sesuatu dengan gadis itu?" tanya Jinan memastikan.

"Jika bisa melihat ponsel Rafa, itu artinya mereka memang memiliki hubungan sesuatu," sahut Indira menyimpulkan sendiri.

"Aku kekantor dulu," ucap Rafa yang langsung pergi dan tidak menjawab pertanyaan Jinan yang membuat Jinan semakin penasaran.

"Apa-apaan sih tuh anak dan malah pergi begitu saja," ucap Jinan dengan kesal.

"Jadi Rafa dekat dengan wanita. Wah itu akan menjadi hal yang baik," sahut Eyang yang terlihat suka.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!