Episode 13 Di kurung

"Jadi aku membutuhkanmu untuk bisa masuk ke dalam keluarga Rafa. Karena kamu sahabatku yang bisa membantuku," ucap Maura.

"Maura kamu berbicara seolah bisa saja menaklukkan hati Rafa," sahut Ellin.

"Untuk masalah Rafa sudah aman. Karena kami memang sepakat untuk menikah," sahut Maura.

"What!" pekik Ellin.

"Aku tidak bisa menjelaskan lebih lanjut lagi. Sekarang aku hanya ingin kamu membantuku untuk melakukan pendekatan dengan keluarga Rafa!" tegas Maura.

"Kamu yakin. Maura mengangguk.

"Baiklah! Demi sahabatku. Aku akan melakukan semua itu," sahut Ellin yang ternyata tidak keberatan sama sekali.

"Makasih Ellin. Aku tidak salah bisa mengenal kamu dan kamu sahabatku yang terbaik," ucap Maura.

"Dan akan lebih terbaik lagi jika makanan yang di atas meja ini kamu yang bayar," sahut Ellin yang menggunakan kesempatan dalam kesempitan.

"Jangankan untuk makanan di meja ini, makan siang berikutnya aku juga akan membayar jika semua rencanaku berhasil," sahut Maura.

"Wauhhhh, keren sekali sahabatku ini. Apa ada yang sudah merasuki pikiran sahabatku ini. Apa kodam nya masuk?" sahut Ellin yang sejak tadi memang sangat takjub melihat sosok berbeda dari Maura.

"Kamu kebanyakan scroll tiktok. Jadi apa-apa Kodam," sahut Maura.

"Hmmm, apa pun yang kamu lakukan. Aku akan mendukung kamu dan semua yang kamu lakukan adalah benar dan kamu jangan pernah takut. Karena kamu melangkah di jalan yang tepat dan semua ini sudah saatnya," ucap Ellin memberikan dukungan penuh kepada sahabatnya itu.

Dia memang selalu tahu apa yang terjadi dan justru membuat dia keram dengan Maura yang tidak pernah peduli dengan orang-orang di sekitarnya yang sebenarnya menyakiti dia.

Sekarang orang yang telah berubah membuat Ellin sangat bahagia. Mata Ellin melihat makanan yang di depan Maura tidak di makan dan sejak tadi Maura hanya menyeruput es jeruk saja.

"Maura kamu tidak makan?" tanya Ellin.

"Tidak!" jawab Maura dengan tersenyum.

"Heran melihat anak ini. Tidak pernah mau makan di luar. Lalu apa gunanya meneraktir ku," gerutu Ellin di dalam hati.

Tetapi apapun itu dia sangat bahagia dengan perubahan Maura.

*********

Maura kembali kerumah, saat membuka pintu Maura langsung di hadapkan dengan Jessica yang berdiri di depan pintu dengan kedua tangan yang di lipat dada dengan wajah yang terlihat sangat menyeramkan. Sorot mata yang begitu tajam yang sangat menakutkan.

Maura yang terlihat santai mengabaikan wanita itu dan langsung melewati Jessika begitu saja. Tetapi Jessica langsung menahan lengan Maura dan mencengkram begitu kuat. Maura berusaha untuk melepaskan cengkraman itu.

"Lepas!"

"Sakit!"

"Lepas!"

"Maura berusaha dengan keras. Tetapi semakin berusaha Jessica semakin tidak peduli.

"Hentikan semua ulahmu yang konyol itu!" tegas Maura.

"Aku tidak akan menghentikan apapun," tegas Maura.

"Kau benar-benar ingin menantangku. Kau tidak takut denganku hah!" tegas Jessica yang semakin menguatkan cengkraman tangan itu dan mungkin sudah memerah pergelangan tangan Maura.

"Aku memang tidak punya alasan untuk takut dengan mu!" tegas Maura.

"Kau!" Jessica yang semakin marah dan melepaskan kasar tangan itu dengan dorongan kuat yang membuat Maura jatuh kelantai dalam posisi terduduk dengan kaki melipat kebelakang.

"Auhhhh!" keluhan sakit yang di rasakan Maura saat belakang sikutnya yang tergores.

"Itu pelajaran untuk anak tidak tahu malu seperti mu!" tegas Jessica.

"Ada apa ini?" tiba-tiba Darius datang melihat apa yang dilakukan Jessica. Apa-apaan kamu Jessica?" tanya Darius.

"Aku harus melakukan semua ini untuk memberikan pelajaran kepada dia yang semakin melawan. Dia bukan hanya merebut calon suami Jesslyn. Tetapi juga dia membuat Jesslyn terpuruk, dia berkata-kata kasar pada Jesslyn. Semua yang dia lakukan bisa merusak mental Jesslyn!" tegas Jessica yang sekarang mempengaruhi suaminya.

"Itu bohong Pah. Aku tidak mengatakan apa-apa kepada dia. Dia yang berlebihan," bantah Maura.

"Kamu masih mengelak. Jesslyn pulang kerumah ini dengan menangis dan tidak tahu apa yang kamu lakukan kepadanya. Kamu bisa-bisa menghancurkan mental Jesslyn!" tegas Jessica

"Sudah-sudah. Kamu kenapa Maura harus sama-sama keras kepala dengan adik kamu. Sudahi semua ini. Jangan seperti ini lagi, semua ini tidak ada gunanya. Kamu sebagai kakak harus mengalah dan bukan malah semakin keras kepala!" tegas Darius.

"Aku sudah cukup mengalah dan aku tidak peduli dengan apapun. Aku jangan pernah mengubah keputusanku untuk tetap menikah dengan Rafa!" tegas Maura dengan penuh penekanan. Dia bukan hanya melawan Jessica. Tetapi juga melawan Darius.

"Kau benar-benar harus di beri pelajaran!"

"Angga!"

"Angga!" teriak Jessica.

Pria yang bernama Angga itu akhirnya muncul. Pria berjas dengan berwajah tegap.

"Iya Nyonya!" sahut Angga.

"Seret dia ke kamarnya dan kurung dia. Kau akan di bebaskan. Jika kau menyadari kesalahanmu dan membatalkan niat konyol mu itu!" tegas Jessica

"Aku tidak akan pernah membatalkan niatku!" tegas Maura yang keras kepala.

"Bawa dia cepat!" sentak Jessica yang semakin naik darah. Angga mengangguk dan langsung memegang tangan Maura yang mengajak Maura berdiri.

"Lepaskan aku!"

"Aku tidak mau!"

"Lepas!"

Mau tidak mau Angga harus memaksa Maura dengan menaiki anak tangga. Maura terus memberontak dan mencari-cari dan bahkan Darius tidak mengatakan apa-apa atau mencegah kejahatan Jesslyn.

"Aku melakukan semua ini untuk memberi pelajaran pada Maura dan demi kebaikan dia dan entah apa yang telah membuat dia seperti ini," Jessica langsung memberikan alasan kepada suaminya sebelum suaminya berbicara.

Darius hanya menghela nafas dan langsung pergi yang tidak mengatakan apapun dan bahkan membiarkan Maura sejak tadi berteriak dengan suara yang kencang.

Maura yang di seret kekamar dan langsung di hempaskan ketempat tidur dan pria itu langsung keluar dari kamar.

Maura tampak kaget dengan pintu yang di tutup membuat Maura langsung berdiri berlari ke arah pintu. Maura tidak sempat mencegah Angga menutup pintu tersebut yang sudah dikunci

"Buka pintunya!"

"Buka!"

Maura menggedor-gedor.

"Aku tidak mau di kurung, buka pintunya!

"Buka!" teriak Maura.

Suara yang semakin habis itu hanya sia-sia saja. Karena tidak ada yang membuka pintu itu sama sekali.

"Arghhh sial!" umpat Maura dengan nafas berat yang menyibak rambutnya kebelakang.

"Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak mau berada di kamar ini. Aku harus pergi dari sini. Aku tidak akan membiarkan mereka menindasku. Aku harus keluar dari kamar ini," Maura dengan panik yang mencoba untuk berpikir secepat mungkin dengan apa yang ingin dia lakukan!"

***********

Rafa yang berada di dalam mobil sembari menyetir dengan menatap lurus ke depan.

Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.

Ponsel Rafa tiba-tiba berdering yang membuat Rafa melihat panggilan masuk itu dengan nomor yang tidak di kenal itu.

Tanpa berpikir. Rafa langsung mengangkat panggilan telpon itu.

"Tolong aku!" Rafa mengkerutkan dahinya ketika mendengar suara itu, suara yang sangat tidak asing baginya.

"Maura!" Rafa yang ternyata sangat cepat mengenali suara Maura.

"Aku di kurung di kamar dan akan di keluarkan. Jika aku membatalkan pernikahan kita. Jadi aku mohon keluarkan aku dari tempat itu," suara ketakutan yang terdengar itu membuat Mahendra panik.

"Kamu kenapa diam saja. Kamu tidak mendengarku?" tanya Maura yang tidak mendapatkan respon apa-apa.

"Kamu sebaiknya tenang!" ucap Rafa yang langsung mematikan panggilan telpon itu.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

duh kok salah nma terus thor

2024-11-06

0

Dwi Setyaningrum

Dwi Setyaningrum

duh nama siapa lg yg muncul ini

2024-10-11

0

MyBby🍓

MyBby🍓

udah yura . mona, ayeuna mahendra😅

2024-10-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!