Episode 18 Rasa simpatik

Setelah mie instan itu masak. Maura dan Rafa yang akhirnya sama-sama memakan mie instan dengan mereka duduk di sofa yang menghadap televisi. Mereka berdua sama-sama bersila kaki yang duduk bersebelahan sembari menonton televisi.

"Pasti ada alasan yang sangat besar sampai kamu berpikiran jika aku meracuni kamu," ucap Rafa yang masih sangat penasaran alasan Maura dengan kejadian yang baru saja terjadi.

"Aku tidak bisa percaya kepada siapapun soal makanan. Aku takut dengan makanan sembarangan dan apalagi masakan pemberian orang lain," jawab Maura dengan suara bergetar yang masih takut.

"Kenapa pikiran seperti itu ada di benakmu. Pasti ada sesuatu yang membuat kamu takut dengan makanan pemberian orang lain?" tanya Rafa.

Maura menundukkan kepala melihat mei instan itu.

"Aku tidak berani memakan, makanan yang aneh dan juga makanan yang terlalu mewah. Aku terbiasa makan dengan makanan sederhana dan juga makanan yang aku masak sendiri. Aku tidak bisa memasak dan hanya bisa memasang mie instan," ucap Maura.

"Kenapa kamu sampai memiliki ketakutan seperti itu?" tanya Rafa lagi yang belum mendapatkan jawabannya.

"Karena dulu saat aku kecil, aku pernah keracunan makanan. Saat itu sedang diadakan acara ulang tahun Jesslyn dan aku sangat bahagia dengan makanan yang begitu banyak disediakan di acara ulang tahun Jesslyn. Tapi aku tidak tahu jika semua makanan yang aku makan membuatku koma sampai 5 hari karena keracunan makanan," ucap Maura dengan jujur yang menceritakan ada rasa trauma sendiri bagi dirinya atas makanan yang diberikan orang lain.

"Mama mengatakan ini peringatan untuk ku, agar lain kali tidak boleh makan-makan sembarangan, tidak boleh makan makanan dari orang lain, makan di tempat lain dan memakan makanan yang terlalu mewah. Mama mengatakan jika lambung ku tidak cocok dan lebih baik makan yang ada saja," jelas Maura.

Rafa tiba-tiba terbayang saat Rafa makan malam di rumah Maura. Saat itu dia sangat banyak memperhatikan Maura. Di juga melihat Maura yang hanya makan dengan ayam goreng dan tidak memakan makanan yang begitu banyak disediakan di meja makan dari makanan nusantara sampai makanan western.

"Sejak kecil kau melakukan itu?" tanya Rafa memastikan. Maura menganggukkan kepalanya.

"Astaga..." Rafa sampai tidak bisa berkata-kata.

"Gila, ini sungguh gila," batin Rafa yang geleng-geleng kepala seakan mengetahui apa yang dirasakan wanita yang duduk di samping.

"Maafkan aku dengan tingkahku tadi yang membuat kamu tersinggung. Aku sama sekali tidak bermaksud," ucap Maura yang merasa bersalah.

"Lalu kamu akan selamanya seperti itu yang terbayang dengan apa yang terjadi pada masa kecil kamu?" tanya Rafa.

"Tapi aku masih ingin hidup," ucap Maura dia memperlihatkan wajah yang sangat prihatin.

"Astaga Maura. Jangan bilang jika kamu tidak pernah makan di Restaurant?" tanya Rafa. Maura terdiam dan sudah membenarkan semua pemikiran Rafa.

"Ini benar-benar sangat gila. Aku tidak tahu bagaimana wanita ini selama 24 tahun hidup di rumahnya. Apa lagi yang dia alami dan samapi makanan saja bisa takut seperti itu," batin Rafa yang tidak bisa berkata-kata.

Maura yang kembali melanjutkan makan itu dengan tangan yang masih tetap bergetar. Rafa terus saja memperhatikan Maura dengan semakin iba melihat wanita itu yang sangat malang itu.

Maura anak orang kaya. Tetapi seperti orang miskin yang tidak pernah merasakan hidup enak.

*******

Jesslyn menuruni anak tangga yang menghampiri Jessica yang duduk di ruang tamu sembari membaca majalah.

"Mah, aku tidak melihat kak Maura sejak kemarin. Kemana dia?" tanya Jesslyn yang duduk di samping Jessica.

"Biarkan saja dia keluyuran di luar dan tidak pulang ke rumah ini. Dia itu wanita bodoh dan tidak akan bisa hidup lama-lama di luar, dia akan kelaparan dan ketakutan. Jadi biarkan saja dan jangan tanya-tanya. Karena itu yang pantas untuk wanita yang berani pada kita," jawab Jessica.

"Lalu bagaimana jika terjadi sesuatu?" tanya Jesslyn.

"Bukankah itu hal yang bagus dengan begitu kamu bisa menikah dengan Rafa. Wanita itu terlalu percaya diri yang akan merasa bisa menikah dengan Rafa. Dia pikir semudah itu untuk masuk ke dalam keluarga hebat seperti Rafa. Dia sama sekali tidak sadar siapa dirinya dan sekarang berani-beraninya tidak pulang ke rumah ini dan kamu pikir dia akan baik-baik saja. Dia akan semakin menderita karena ulahnya sendiri," ucap Jessika dengan yakin.

"Anak bodoh yang mau pergi dari rumah ini, makan saja kau tidak bisa. Kau hanya akan kelaparan sama seperti gelandangan di pinggir jalan," batin Jessica dengan tersenyum miring.

"Lalu bagaimana jika kak Maura benar-benar akan menikah dengan kak Rafa. Mama tidak dengar apa yang dikatakan kak Rafa kemarin. Dia memang terlihat seperti sangat menyukai kak Maura dan bahkan memanfaatkan diriku hanya untuk bisa dekat dengan kak Maura," ucap Jesslyn dengan rasa khawatir.

Jessica mengusap lembut rambut putrinya itu dan tersenyum pada Jesslyn.

"Kamu harus percaya kepada Mama, hal itu tidak akan mungkin pernah terjadi. Kamu tahu jika Mama akan melakukan apa saja untuk kamu. Kamu yang akan menikah dengan Rafa. Karena hanya kamu yang pantas mendapatkan semua itu dan bukan Maura. Jadi kamu tidak boleh memikirkan hal-hal negatif," ucap Jessica meyakinkan Jesslyn.

"Tapi Papa juga setuju dan mendukung mereka berdua. Papa bahkan tidak peduli dengan perasaanku dan menyetujui semua itu di depanku," ucap Jesslyn.

"Jesslyn untuk papa kamu. Kamu serahkan pada mama," ucap Jessica meyakinkan dan Jesslyn yang langsung memeluk Jessica.

"Aku tidak terima jika kak Maura akan menikah dengan laki-laki yang aku inginkan. Aku tidak bisa membiarkan orang lain merebut milikku dan aku akan berusaha untuk mempertahankan milikku," ucap Jesslyn.

"Mama juga tidak bisa membiarkan orang lain untuk memiliki apa yang kamu mau dan Mama juga akan berusaha untuk melakukan semuanya. Kamu jangan pernah sedih-sedih lagi dan tetap harus semangat, kamu harus pikirkan kesehatan kamu dan jangan memikirkan Maura. Biar mama mengurus anak kita," tegas Jessica. Jesslyn menganggukkan kepala.

**

Rafa yang berada di dalam mobil yang baru saja pulang menemui Maura. Tadi Rafa hanya ingin membahas Maura yang sudah mulai mendekati keluarganya. Rafa sampai membawakan makanan. Tetapi niat Rafa tidak tersampaikan dan malah melihat keanehan terjadi di depan matanya.

Rafa yang terbayang kembali dengan Maura yang penuh ketakutan. Maura yang dulu yang begitu polos dan saking polosnya menganggap semua orang baik dan akhirnya dirinya yang tersakiti.

Hahhhhhhhh.

Rafa menghela nafas kedepan dengan perlahan. Lalu Rafa meminggirkan mobilnya. Rafa mengeluarkan ponselnya dan langsung melihat kontak panggilan Maura dengan langsung menghubungi Maura.

"Hallo!" suara lembut yang terdengar itu yang terlihat sudah baik-baik saja yang membuat Rafa tampak lega.

"Kamu sudah tidur?" tanya Rafa.

"Sudah mau tidur," jawab Maura.

"Kalau begitu istirahatlah," ucap Rafa.

"Kamu kenapa menelponku malam-malam seperti ini?" tanya Maura bingung.

"Tidak apa-apa!" jawab Rafa yang langsung mematikan panggilan telepon tersebut tanpa mengatakan apa-apa.

Rafa menghela nafas kedepan dan kembali meletakkan ponselnya pada tempatnya. Rafa hanya ingin mengetahui bagaimana kondisi Maura setelah dia meninggalkan Maura. Tetapi setelah mendengar suara Maura yang terlihat baik-baik saja Rafa tampak lega.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!