Pertemuan antara Fatimah serta Mutiara tidak berjalan dengan baik. Fatimah pulang membawa rasa marah dan kecewa terhadap Mutiara. Sementara Mutiara membawa rasa penyesalan telah memberitahukan apa yang ada di dalam kedai milik keluarga Fatimah.
Rumah Ki Idam
"Bu Lastri, Ki Idam ada?" tanya Bu Intan
"Ki Idam sudah seminggu nggak pulang, bu" Bu Lastri menjawab jujur
"Kira-kira kemana Ki Idam pergi?" bu Intan
"Kurang tau, bu. Ki Idam kalau pergi nggak pernah bilang sama saya atau pun dengan yang lain" bu Lastri
"Hp nya juga nggak bisa dihubungi" pikir bu Intan
"Nanti kalau Ki Idam pulang saya kabari" bu Lastri
"Boleh saya numpang buang air kecil" alibi bu Intan
"Silahkan" bu Lastri tidak curiga sama sekali
Bu Intan masuk ke dalam rumah Ki Idam, mencari sesuatu agar bisa bertemu Ki Idam.
"Ponsel siapa ini?" Bu Intan melihat situasi jangan sampai dirinya ketahuan bu Lastri kalau dia membawa ponsel tersebut
"Bu Lastri, terima kasih ya. Saya pulang aja kalau begitu, kabari jika Ki Idam pulang" bu Intan dengan ramah
Bu Intan naik mobil online saat pulang kerumah nya. Selama di perjalanan dia mengotak atik ponsel tersebut.
Mas Idam♥️
"Ponsel siapa ini sebenarnya, kenapa menyimpan kontak Ki Idam dengan sebutan mas. Apa aku coba hubungi Ki Idam pakai nomor ini" bu Intan tersenyum senang mendapat ide
Ring!!!
Rumah Rahayu
"Aku ingat, sebelum pulang kesini aku titipkan ponsel ku sama mas Idam" kekeh Rahayu
"Tapi mas nggak merasa pegang ponsel bunda" Ki Idam
"Lalu ponsel ku diman" Rahayu sedih
"Sudah lah, hanya perkara ponsel doang, besok kita beli yang lebih bagus dari sebelumnya" Ki Idam membujuk Rahayu
"Di ponsel tersebut banyak foto-foto kita, mas" Rahayu
"Kalau bunda ingat gmailnya, file di ponsel lama bisa masuk ke ponsel baru. Jaman sekarang sudah canggih" Ki Idam
Ring!!!
"Siapa sih yang telepon ganggu aja" gerutu Ki Idam
My Wife
Kenapa nomor Rahayu bisa menghubungi ku, apa ada orang yang menemukan nya. Dalam hati Ki Idam
"Siapa yang menelepon, mas?" Rahayu bertanya
"Ini teman kerja, mas." Ki Idam berbohong
"Baru juga sebentar sama aku udah sibuk dengan pekerjaan" kesal Rahayu selama ini hanya di nomor dua kan oleh Idam
"Nggak boleh bicara begitu dong, bun. Bagaimana pun..." ucap Ki Idam terhenti
"Iya, iya aku paham. Dari dulu juga aku memang selalu di nomor duakan sama kamu, urus saja sana pekerjaan mu" Rahayu meninggalkan Ki Idam
"Bun" panggil Ki Idam mencoba menahan istrinya tapi gagal.
Ponsel Ki Idam berdering terus.
📱Ki Idam
Halo, siapa ini (tegas)
📱Intan
Akhirnya bisa juga dihubungi, Ki Idam dimana? saya butuh Ki Idam
📱Ki Idam
Intan? Kamu Intan?
Ki Idam merasa aneh, kenapa nomor Rahayu bisa sama Intan?
📱Intan
Iya Ki. Ki Idam hari ini bu Sarah meninggal
📱Ki Idam
HAH!!! Meninggal kenapa?
Cukup terkejut mendengar partner ranjangnya meninggal.
📱Intan
Di siksa sama suaminya karena ketahuan jalan sama Ki Idam
📱Ki Idam
Kapan jalan sama saya, saya lagi sibuk dengan yang lain sebulan ini
📱Intan
Lalu bu Sarah jalan sama siapa?
📱Ki Idam
Bukan urusan saya, lalu kamu mau apa?
Bu Intan menceritakan bahwa diri nya belakangan ini sering di ganggu oleh makhluk besar tinggi hitam.
📱Ki Idam
Lalu, bu Intan mau apa?
📱Intan
Saya nggak mau mati konyol, gimana mengehentikan ini semua
📱Ki Idam
Hahaha, telat bu Intan. orang yang sudah memberikan darahnya untuk jin seumur hidup nggak akan pernah bisa lepas begitu saja 7 turunan
📱Intan
Ki Idam jangan bercanda, saya nggak mau mati konyol apalagi mengorbankan anak-anak saya
📱Ki Idam
Dulu kamu rela mengorbankan keponakan mu sendiri, apa karena bayi itu cacat. Hahaha
📱Intan
Keluarga bapak anak itu malu punya cucu cacat dari pada dibuang lebih baik saya beli untuk di jadikan tumbal. Kalau untuk anak-anak saya sendiri jelas saya sangat nggak rela
📱Ki Idam
Tapi bu Intan juga nggak bisa lepas begitu saja. Seumur hidup bu Intan harus mengabdi pada Jin
📱Intan
Jangan usik anak-anak saya, cara lain agar anak saya tetap aman
📱Ki Idam
Bersetubuh lah dengan Jin itu setiap malam rabu, sediakan sajen serta darah bu Intan seperti biasa. Lalu bu Intan mandi dengan sajen dan tetesan darah tersebut selesai mandi tidur lah di atas kasur tanpa busana sampai jin tersebut menikmati tubuh bu Intan
📱Intan
Ini sungguh gila, saya harus tidur dengan Ki Idam sekarang dengan Jin gila (teriak)
Driver mobil tersebut hanya diam tidak berani komentar, ya kebetulan sekali drivernya wanita kalau laki-laki mungkin bu Intan sudah di perko**sa di dalam mobil.
📱Ki Idam
Tenang bu Intan. Setelah bu Intan sama jin itu, saya nggak akan meminta bu Intan lagi sebab itu pantangan buat usaha ibu agar nggak gulung tikar (berbohong)
Dengan begini, jin dalam tubuh ku berkurang. Batin Ki Idam tertawa senang
📱Intan
Aaahhh kenapa begini sih Ki.
📱Ki Idam
Lakukan dari pada anak-anak mu menjadi korban
Ki Idam mematikan panggilan secara sepihak lalu menonaktifkan nomor tersebut sementara waktu.
Saat ini aku hanya ingin bersama dengan Rahayu dan Harry serta cucu-cucu ku. Batin Ki Idam
"Ki Idam breng**sek, kenapa jadi seperti ini" bu Intan mengamuk dalam mobil
"Bu, maaf apa tujuan kita sesuai aplikasi?" tanya driver pelan
"Carikan saya kontrakan" bu Intan mengatur emosi
"Lebih mudah cari kost di bandingkan kontrakan bu" jawab Driver
"Boleh, apa saja" bu Intan bingung harus apa yang di lakukan terlebih dahulu
Aku harus ada tempat untuk melakukan itu, aku nggak mau Fahmi atau Fatimah menjadi korban pesugihan ku. Gumam hati bu Intan
"Nggak jadi cari kost, antar saya pulang saja sesuai aplikasi" pikir bu Intan
Supir ini pasti sudah mendengar obrolan ku dengan Ki Idam, lebih baik aku cari kost sendiri aja. Repot ada orang luar yang sudah mengetahui rahasia ku selama ini. Pikir bu Intan melihat driver wanita itu.
Sekitar pukul 23.17 bu Intan baru sampai rumah. Fatimah menunggu kepulangan ibu nya.
"Bu, ya Allah. Dari masa, aku sama bapak cariin ibu bilangnya mau ke ikut tahlil ke rumah bu Sarah tapi nggak pulang-pulang" Fatimah khawatir
"Bicaranya besok aja, ibu lelah mau tidur" bu Intan masuk ke dalam kamar dan melihat suaminya terlelap
Maafkan ibu ya, pak. Lagi-lagi harus berbohong dan mengecewakan bapak. Tapi ibu lakukan ini dari awal demi masa depan anak-anak, nggak ada maksud untuk menduakan bapak apalagi harus melakukan dengan Jin nggak terpikir sedikit pun oleh ibu sebelumnya. Ibu yang memulai dan ibu juga berusaha mengakhiri ini semua. Bu Intan sedih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
🍁FAIZ❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
Dulu saat mau ambil pesugihan gak mikir masak-masak akibatnya, sekarang baru menyesal, yo rasakno dewe
2024-09-07
0
𝓐𝔂⃝❥EᷤIᷴNᷫAͥ●⑅⃝ᷟ◌ͩ🏡 ⃝⃯᷵Ꭲᶬ
untung ibu intan masih mikir anak2 ngak tega mau korban anaknya, huh ngak tahu aja dibohongi ki idam kau intan haish.
2024-09-04
0
🍒⃞⃟🦅🥑⃟puyobocahucul
smpe matiii ga akn slmt kluarga mu intan oh intan
2024-08-09
0