Praktek Pertama

Akhirnya rencana untuk menemui orang pintar menurut mereka sudah terjadwal. Bu Intan sedang bersiap akan bertemu dengan bu Sarah di persimpangan jalan.

"Mau kemana bu?" Fatimah melihat ibunya sangat heran, kenapa harus dandan secantik itu katanya hanya mau bertemu dengan bu Sarah

"Ada urusan drngan bu Sarah" bu Intan

"Cantik banget sampai dandan begitu heboh" sindir Fatimah

"Ibu mau diajak ketemuan sama teman bu Sarah jadi wajar saja jika ibu harus dandan dan berpakaian rapih" bu Intan

"Ketemuan dimana?" Fatimah masih mencecar ibu nya

"Ya mana ibu tau mau ketemuan dimana. Sudah deh jangan bawel" bu Intan kesal dengan Imah seperti nya anak itu tidak percaya pada dirinya

"Aku baru saja mau main bu" sahut Fatimah

"Mau main ya tinggal main aja, apa urusan dengan ibu. Ibu berangkat dulu" bu Intan meninggalkan Fatimah agar tidak ada obrolan lain lagi

"Ibu ini tingkahnya semakin menjadi deh" Fatimah kembali ke dalam kamar

Bu Intan berjalan dengan tergesa takut Fatimah mengikuti dirinya.

Dor!!!

"Nah ketahuan, ibu mau kemana?" Fahmi mengagetkan ibu nya di ujung gang

"Ini anak ya kurang ajar sama orangtua, ngapain kamu disini bukannya langsung pulang kerumah" bu Intan sangat terkejut melihat anak bungsunya di depan

"Ibu mau kemana?" Fahmi menatap tajam ibu nya

"Mau kerumah bu Sarah mau diajak kumpul sama teman arisan dia" bu Intan

"Kenapa buru-buru jalannya pasti ada sesuatu, hem pinisirin aku jadinya" Fahmi memicingkan matanya

"Dosa kamu berburuk sangka sama ibu" bu Intan memang selalu susah berkelak di depan Fahmi

"Bagi uang dulu sebelum pergi, ibu pasti nggak masak dirumah kalau pun masak pasti begitu-begitu aja" Fahmi menodongnya

"Anak ini benar-benar ya bikin darah tinggi orangtua aja" bu Intan sangat kesal dengan Fahmi yang selalu mengganggu nya

Dengan terpaksa bu Intan memberikan uang pada Fahmi agar cepat bisa menemui bu Sarah.

"Bapak tau ibu mau pergi" tanya Fahmi menghitung uang dari ibu

"Kalau nggak tau mana mungkin ibu pergi, Fahmi" geram bu Intan

"Ya kali aja bapak nggak tau" Fahmi nyengir

"Pulang sana bantu teteh dirumah, jangan lupa jemur cucian yang ada di dalam mesin" bu Intan

"Teteh aja yang jemur" sahut Fahmi meninggalkan bu Intan

"Awas ya kamu Fahmi, ibu potong uang jajan mu kalau nggak bantu teteh" ancam bu Intan

Fahmi berbalik melihat ke arah ibu nya lalu memeletkan lidah untuk meledek dan langsung kabur berlari.

Sampai di persimpangan jalan, bu Intan masih harus menunggu bu Sarah. Hanya menunggu sekitar 10 menit bu Sarah datang membawa mobil.

Tin!!!

"Ayo naik" bu Sarah

Perjalanan ke tempat orang pintar hampir 2 jam lebih, kondisi jalan hari ini luar biasa macet yang biasanya hanya di tempuh sekitar 1 jam.

"Gara-gara macet parah kita jadi agak malam kesini" bu Sarah

Sebenarnya bu Sarah sengaja mengajak jalan sore agar terkena macet dan rencana nya ternyata berhasil.

"Ini masih jauh ya" bu Intan mulai lelah perjalanan

"Itu sebentar lagi 5 menit" bu Sarah tersenyum

Rumah yang dituju tidak terlalu kecil cukup luas dan bagus juga apalagi untuk di daerah desa begini.

"Itu rumahnya? Bagus juga seperti bukan rumah orang begitu" bu Intan jadi tambah penasaran

"Ayo masuk kita udah ditunggu" bu Sarah berjalan lebih dulu menuju pintu masuk

Tok!!! Tok!!!

Ceklek!!!

"Nyari siapa bu?" tanya wanita paruh baya

"Mau ketemu sama Ki Idam, sudah janjian" bu Sarah dengan ramah

"Silahkan masuk! Tunggu sebentar saya akan panggilkan Ki Idam" seru wanita paruh baya

"Rumahnya bagus ya" kelakar bu Intan

"Hum" jawaban bu Sarah dengan santai

"Sampai juga kalian kesini" tutur Ki Idam dengan senyum khas nya

"Apa kabar, Ki" bu Sarah cipika-cipiki dengan Ki Idam

"Selalu sehat, apalagi mau ketemu bidadari cantik seperti kalian berdua" Ki Idam tersenyum menggoda

Ki Idam tidak terlalu tua, usianya sekitar 50 tahun.

"Bu Intan tunggu disini aja ya, aku masih ada urusan dengan Ki Idam setelah itu baru dengan bu Intan" bu Sarah pergi dengan Ki Idam ke lantai dua rumah.

Apa ruangan untuk melakukan pesugihan di atas ya. Gumam bu Intan penuh dengan tanda tanya

Hampir satu jam Ki Idam dan bu Sarah belum juga terlihat.

"Maaf bu mau tanya, ini Ki Idam lama sekali ya" bu Intan dengan ramah bertanya kepada wanita paruh baya yang mengurus rumah Ki Idam

"Nanti juga ibu akan tau" jawab wanita itu dengan tersenyum kemudian meninggalkan bu Intan

Lantai 2

Bu Sarah baru saja selesai melayani Ki Idam untuk melakukan hubungan terlarang.

"Ki, saya udah bawa orang baru berarti sesuai dengan kesepakatan ya bahwa saya selesai melayani Ki Idam dan juga amalan-amalan Ki Idam untuk toko saya jangan di lepas" tutur bu Sarah

Dahulu saat bu Sarah ingin melakukan pesugihan syarat pertama adalah melayani Ki Idam dalam hubungan badan selama bu Sarah masih memakai jin peliharaan milik Ki Idam setelah itu Ki Idam meminta kesanggupan bu Sarah ingin memberika tumbal apa yang akan diberikan kepada jin tersebut.

Bu Sarah bebas dalam hubungan terlarang apabila bisa membawa pasien baru atau mangsa baru yang ingin melakukan pesugihan.

Dengan sangat kebetulan sekali bu Intan datang ingin membuat pesugihan agar mie ayam nya terus laris.

"Ya sesekali boleh dong kamu tetap kesini untuk menemani" lirik Ki Idam

"Sudah ada bu Intan untuk melayani Ki Idam" bu Sarah memakai pakaiannya kembali

"Kalau bisa dua kenapa harus satu, Sar" Ki Idam tertawa

"Pokoknya dengan saya selesai, Ki. Terus itu bagaimana bu Intan mau sekarang apa Ki Idam istirahat dulu" bu Sarah

"Suruh langsung ke sini aja, penasaran dengan orang itu" Ki Idam memejamkan matanya untuk mengatur nafas

Bu Sarah keluar dari kamar dan turun ke lantai satu menemui bu Intan.

"Bu Sar, lama sekali" bu Intan berdiri menghampiri bu Sarah

"Biasa lah aku ingin sedikit meningkat toko ku" bu Sarah menjawab sedikit berbohong

"Oh gitu" lirih bu Intan

"Kamu di panggil Ki Idam di atas masuk aja ke kamar yang pintunya warna hijau" bu Sarah memberikan arahan

"Ruang prakteknya disana ya?" bu Intan bertanya sebelum naik

"Hum" deheman bu Sarah merebahkan dirinya di sofa karena lelah melayani Ki Idam

Demi harta aku rela melakukan apapun. ucap bu Sarah dalam hati

Langkah kaki bu Intan terus berjalan menuju kamar hijau.

Bersambung...

...🐧Happy Reading🐧...

Terpopuler

Comments

❅𝖊£ios⚜🖤

❅𝖊£ios⚜🖤

Hadehh sudah mulai gila rupanya 😮‍💨 usaha lain aja

2024-09-05

1

𝓐𝔂⃝❥ɳαɳƈყ

𝓐𝔂⃝❥ɳαɳƈყ

whatt ini aki2 minta hubungan badan baru ngasih amalan buat kelancaran usaha nya kok segitu nya

2024-08-14

0

🔵 ⍣⃝ꉣꉣ𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍁ariista❣️

🔵 ⍣⃝ꉣꉣ𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍁ariista❣️

busyeet dah amalannya kok gitu, harus rela melayani si ki idam, ini pak min apa mau mau aja gitu istrinya seperti itu dengan ki idam.. ealahh.. serem amat

2024-08-13

0

lihat semua
Episodes
1 Kedai Mie
2 Awal Mula
3 Praktek Pertama
4 Menunggu Hasil
5 Pembeli Pertama
6 Ludes Tak Tersisa
7 Pak Min Kesal
8 Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9 Bu Intan Mulai Berbohong
10 Perempuan Selain Sarah & Intan
11 Protes Rahayu
12 Kedai Yang Lebih Luas
13 Mutiara Melihat
14 Nasehat Untuk Jeje
15 Fahmi Melawan
16 Cerita Fahmi
17 Meninggal
18 Keanehan
19 Merasa Di Fitnah
20 Ada Rasa Menyesal
21 Mengikuti Bu Intan
22 Tutup Lebih Awal
23 Berkumpul
24 Mimpi Fahmi
25 Kejujuran Fahmi
26 Pengumuman
27 Menemui Mutiara
28 Bu Intan Kembali
29 Mencari Cara
30 Ada Apa Dengan Fahmi?
31 Bu Intan Gelisah
32 Tragis
33 Kekacauan
34 Celaka
35 Kondisi Tenang
36 Keresahan Namira
37 Ustadz Ilham
38 Berulah Terus
39 Kematian
40 Ternyata...
41 Pemakaman
42 Tidak Nyaman
43 Kejiwaan Pak Min
44 Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45 Jualan Laris
46 Mencari Yang Tak Tau Dimana
47 Menemukan Ponsel
48 Kenyataan Baru
49 Canda Tawa Keluarga Namira
50 Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51 Ki Idam Di Ancam Istri
52 Pak Min Sadar
53 Bertemu Zahwa
54 Bertemu Pak Sumitro
55 Kemana Keluarga Zahwa?
56 Musibah
57 Pak Sumitro Bebas
58 Petunjuk Selanjutnya
59 Perjalanan
60 Kejadian
61 Iwan Tidak Mau Ikut
62 Iwan Tidak Salah
63 Misi Penyelamatan
64 Bilik
65 Ada Apa Dengan Rudy?
66 Titik Temu
67 Wajah Intan Nampak
68 Ada Yang Hilang
69 Di Serang Hewan
70 Pertarungan Ustadz Arifin
71 Bertemu
72 Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73 Rudy Kembali Sadar
74 Pulang
75 Keputusan Besar
76 Diskusi Keluarga Sudirman
77 Keputusan Agus
78 Pak Min Kurang Setuju
79 Bandara
80 Bertemu Paman dan Bibi
81 Beradaptasi
82 Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Kedai Mie
2
Awal Mula
3
Praktek Pertama
4
Menunggu Hasil
5
Pembeli Pertama
6
Ludes Tak Tersisa
7
Pak Min Kesal
8
Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9
Bu Intan Mulai Berbohong
10
Perempuan Selain Sarah & Intan
11
Protes Rahayu
12
Kedai Yang Lebih Luas
13
Mutiara Melihat
14
Nasehat Untuk Jeje
15
Fahmi Melawan
16
Cerita Fahmi
17
Meninggal
18
Keanehan
19
Merasa Di Fitnah
20
Ada Rasa Menyesal
21
Mengikuti Bu Intan
22
Tutup Lebih Awal
23
Berkumpul
24
Mimpi Fahmi
25
Kejujuran Fahmi
26
Pengumuman
27
Menemui Mutiara
28
Bu Intan Kembali
29
Mencari Cara
30
Ada Apa Dengan Fahmi?
31
Bu Intan Gelisah
32
Tragis
33
Kekacauan
34
Celaka
35
Kondisi Tenang
36
Keresahan Namira
37
Ustadz Ilham
38
Berulah Terus
39
Kematian
40
Ternyata...
41
Pemakaman
42
Tidak Nyaman
43
Kejiwaan Pak Min
44
Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45
Jualan Laris
46
Mencari Yang Tak Tau Dimana
47
Menemukan Ponsel
48
Kenyataan Baru
49
Canda Tawa Keluarga Namira
50
Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51
Ki Idam Di Ancam Istri
52
Pak Min Sadar
53
Bertemu Zahwa
54
Bertemu Pak Sumitro
55
Kemana Keluarga Zahwa?
56
Musibah
57
Pak Sumitro Bebas
58
Petunjuk Selanjutnya
59
Perjalanan
60
Kejadian
61
Iwan Tidak Mau Ikut
62
Iwan Tidak Salah
63
Misi Penyelamatan
64
Bilik
65
Ada Apa Dengan Rudy?
66
Titik Temu
67
Wajah Intan Nampak
68
Ada Yang Hilang
69
Di Serang Hewan
70
Pertarungan Ustadz Arifin
71
Bertemu
72
Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73
Rudy Kembali Sadar
74
Pulang
75
Keputusan Besar
76
Diskusi Keluarga Sudirman
77
Keputusan Agus
78
Pak Min Kurang Setuju
79
Bandara
80
Bertemu Paman dan Bibi
81
Beradaptasi
82
Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!