Bu Intan Mulai Berbohong

"Ada apa bu, aa sampe meminta kita ke sama?" Namira bertanya

"Malik mau di sunat, teh. Kemarin aa kesini bilang itu ke ayah dan ibu" Arifin menimpali

"Namira belum tau bisa apa nggak bu, aa Agus pasti kan bekerja" Namira melirik suaminya

"Kalau nggak bisa Agus titip salam aja sama aa ya bu" Agus ikut menyaut

"Iya tenang aja, aa juga nggak maksa untuk kalian hadir yang penting aa sudah mengundang kalian" ayah menjawab dengan santai

"Takutnya Agus menjanjikan datang tetapi meleset dengan kegiatan lebih nggak enak sama aa Arfan" Agus kembali bicara

"Ayah dan ibu yang datang juga sudah cukup" Ayah

"Ipin harus ikut temani ayah dan ibu kalau kami nggak bisa ikut ya" Agus menatap adiknya

"Inshaallah" Ipin hanya menjawab singkat

"Harus Pin, masa mau membiarkan ayah sama ibu berduaan doang apalagi naik bus" Namira menegur

"Iya teh, pasti Ipin temani" Ipin

"Yah, bu. Namira sama aa pulang dulu ya keburu malam ini" Namira tanpa aba-aba pamitan pada orangtuanya lalu mengajak Agus untuk berdiri

"Sudah malam juga kasihan Agam itu, Agus juga harus kerja lagi besok" ibu mengelus kepala cucu nya yang lagi makan coklat

"Om besok main kerumah Agam ya" sahut Arifin

"Bawa coklat banyak ya" Agam menjawab dengan senang

"Om bawa buah doang" ledek Arifin yang biasa dipanggil Ipin itu

Agam cemberut dia tidak mau buah. "Agam mau coklat" ucapnya

"Lihat besok aja ya" Ipin mencium pipi Agam yang gembul

"Jangan kebiasaan mencium keponakan mu disaat lagi makan, pipi nya bau amis tau" tegur Ayah marah pada Arifin

"Hehehe, iya maaf khilaf" Arifin hanya nyengir

"Sekali lagi ayah tabok kamu" ayah kesal dengan Arifin selalu bertingkah konyol

Arifin dan Fahmi usianya sama masih jenjang SMA. Arifin jurusan IPA sedangkan Fahmi IPS di tempat yang berbeda.

Rumah pak Min

Saat Fatimah, Fahmi dan pak Min tiba dirumah, melihat ibu nya sedang asik menonton tv.

"Ibu sejak kapan dirumah?" Fahmi bertanya dengan jutek

"Dari sore" bu Intan menjawab tanpa dosa

"Astaghfirullah ibu, kita itu lagi kerepotan di kedai. Ibu santai disini nonton tv" Fatimah tidak habis pikir dengan ibu Intan

"Lebay kalian, yang penting kalian disana membantu bapak. Ini semua juga demi masa depan kalian" bu Intan kesal kesenangannya di ganggu

"Masa depan seperti apa yang ibu maksud kalau membiarkan Fahmi terus membantu bapak, harusnya Fahmi belajar bu. Sebentar lagi ujian kelulusan" Fatimah mencoba menasehati ibu nya

"Anak juga harus berbakti pada orangtua, ya anggap saja kalian berdua sedang berbakti cari pahala" bentak bu Intan menatap Fahmi dan Fatimah

"Fatimah, Fahmi masuk ke kamar lalu istirahat" pak Min melerai berdebatan dirinya juga lelah jualan di tambah keadaan rumah gaduh

"Tapi pak.." Fatimah ingin menjawab lagi tetapi di larang oleh pak Min

"Masuk" tegas pak Min

Bu Intan kembali menikmati sinetron kesukaannya.

Fahmi dan Fatimah hanya patuh masuk ke dalam kamar dengan hati yang kesal.

Tring!!! Suara pesan masuk ke ponsel Fatimah

✉️ Aa Agus

Neng, apa bapak ngasih bumbu nya asal ya. Mie yang buat aa tadi rasanya sangat nggak enak banget pahit dan hambar

✉️ Fatimah

Masa sih a. Harusnya tadi aku cobain dulu terus siapa yang makan mie nya?

✉️ Aa Agus

Terpaksa aa buang, neng. Tadinya si teteh maksa mau makan tapi aa kasihan

✉️ Fatimah

Besok aa ada waktu nggak? Kalau ada datang lagi ke kedai bawa yang baru sebelumnya nanti Fatimah cobain lebih dulu

✉️ Aa Agus

😔 Sebenarnya aa malas ke sana, ujung-ujungnya berdebat dengan bapak

✉️ Fatimah

Fatimah yang anterin ke kost aa besok selesai dagang ya. Semangat aa

✉️ Aa Agus

Nuhun atuh, aa jadi ngarepot keun neng

✉️ Fatimah

Kawas saha wae

✉️ Aa Agus

Abdi bade nambihan deui padamelan, hahaha

✉️ Fatimah

teu kunanaon, neng suka

Jahat banget si bapak ngerjain aa, ngeracik mie nggak bener. Lirih Fatimah kesal dengan bapaknya

Kamar

Pak Min merebahkan tubuhnya yang lelah.

"Pak jangan tidur dulu" bu Intan masuk ke dalam kamar

"Bapak lelah bu" sahut pak Min memejamkan matanya

"Bentar atuh pak, ini masalah pesugihan" lirih bu Intan dan pak Min langsung duduk

"Apa ada masalah" pak Min khawatir dengan keluarga

"Lain itu, besok tuh ibu harus menemui Ki Idam lagi sama bu Sarah" bu Intan berniat meminta ongkos

"Apa harus besok? Bapak baru ingin minta ke ibu bantuin bapak di kedai" pak Min lesu

"Ya nggak bisa atuh pak, pesugihan kita berjalan sampai detik ini jadi ibu harus memberikan 20 ekor ayam dan harus di bawa ke tempat Ki Idam" bu Intan berbohong

"Banyak banget" pak Min tidak habis pikir

"Mau gimana lagi, itu permintaan penunggu dandang mie ayam milik kita" bu Intan tersenyum kecil

"20 ekor ayam berapa duit jadinya" pak Min mengambil dompet

"Ya bapak kali kan saja se ekornya 27rb yang ukuran kecil" bu Intan sudah menadah ke depan pak Min

"Untung bapak sudah belanja kebutuhan besok" pak Min kesal

"Nanti juga dapat yang lebih pak" bu Intan mengintip ke arah dompet pak Min

"Ini nggak ada lagi, pakai tabungan ibu aja sisanya" pak Min sengaja memberikan uangnya kurang 150rb

"Ya ampun pak perhitungan banget" bu Intan kesal

"Bukan perhitungan, kita belum nabung untuk kebutuhan anak-anak sekolah. Ini pegangan besok takut butuh sesuatu di kedai, pakai dulu duit ibu nanti kalau ada lebih besok bapak ganti" pak Min

"Ongkos ibu mana?" bu Intan masih menadahkan tangannya

"Ya Allah bu, kamu bilang nya pergi sama bu Sarah tetapi kenapa minta ongkos" pak Min tidak habis pikir dengan tingkah istrinya

"Numpang terus malu, pak. minimal kasih bensin 100rb" sinis bu Intan

"Pakai aja duit ibu, bapak mau istirahat" pak Min kembali merebahkan diri

"Pelit banget bapak ini" gerutu bu Intan

Lumayan besok aku minta ganti ongkos sama Ki Idam. Batin bu Intan tersenyum

Subuh

"Perasaan aku nggak ketemu bapak di masjid" Fahmi cerita ke Fatimah

"Masa, biasa bapak nggak pernah mau kelewatan shalat di masjid" pikir Fatimah

"Lagi lelah kali ya, Teh. Ibu juga tumben banget nggak mau bantuin bapak dagang lagi" Fahmi kesal

"Ibu ini seperti lagi puber kedua deh, semenjak bergaul sama bu Sarah" tebak Fatimah

"Masa iya ibu pacaran lagi, nggak mungkin banget kan" Fahmi mencoba menepis semua yang ada di pikiran tentang sang ibu

Bersambung...

...🍄Happy Reading🍄...

Terpopuler

Comments

❅𝖊£ios⚜🖤

❅𝖊£ios⚜🖤

Hmm masak GK tau harus berkata apa dengan Bu intan dan pak min, 🙄

2024-09-05

1

𝓐𝔂⃝❥ɳαɳƈყ

𝓐𝔂⃝❥ɳαɳƈყ

parah bu intan keenakan sama ki idam yah makanya sampai bohong gitu mana gamau bantu jualan

2024-09-04

0

🪐🦁§͜¢◌ᷟ⑅⃝ͩ●ⁿᶦᵗᵃᴸᵉᵉ●⑅⃝ᷟ◌ͩ🍁❣️

🪐🦁§͜¢◌ᷟ⑅⃝ͩ●ⁿᶦᵗᵃᴸᵉᵉ●⑅⃝ᷟ◌ͩ🍁❣️

dihhhh buk intan sok sekali sekarang...sombong mentang2 hasil persugihan

2024-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Kedai Mie
2 Awal Mula
3 Praktek Pertama
4 Menunggu Hasil
5 Pembeli Pertama
6 Ludes Tak Tersisa
7 Pak Min Kesal
8 Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9 Bu Intan Mulai Berbohong
10 Perempuan Selain Sarah & Intan
11 Protes Rahayu
12 Kedai Yang Lebih Luas
13 Mutiara Melihat
14 Nasehat Untuk Jeje
15 Fahmi Melawan
16 Cerita Fahmi
17 Meninggal
18 Keanehan
19 Merasa Di Fitnah
20 Ada Rasa Menyesal
21 Mengikuti Bu Intan
22 Tutup Lebih Awal
23 Berkumpul
24 Mimpi Fahmi
25 Kejujuran Fahmi
26 Pengumuman
27 Menemui Mutiara
28 Bu Intan Kembali
29 Mencari Cara
30 Ada Apa Dengan Fahmi?
31 Bu Intan Gelisah
32 Tragis
33 Kekacauan
34 Celaka
35 Kondisi Tenang
36 Keresahan Namira
37 Ustadz Ilham
38 Berulah Terus
39 Kematian
40 Ternyata...
41 Pemakaman
42 Tidak Nyaman
43 Kejiwaan Pak Min
44 Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45 Jualan Laris
46 Mencari Yang Tak Tau Dimana
47 Menemukan Ponsel
48 Kenyataan Baru
49 Canda Tawa Keluarga Namira
50 Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51 Ki Idam Di Ancam Istri
52 Pak Min Sadar
53 Bertemu Zahwa
54 Bertemu Pak Sumitro
55 Kemana Keluarga Zahwa?
56 Musibah
57 Pak Sumitro Bebas
58 Petunjuk Selanjutnya
59 Perjalanan
60 Kejadian
61 Iwan Tidak Mau Ikut
62 Iwan Tidak Salah
63 Misi Penyelamatan
64 Bilik
65 Ada Apa Dengan Rudy?
66 Titik Temu
67 Wajah Intan Nampak
68 Ada Yang Hilang
69 Di Serang Hewan
70 Pertarungan Ustadz Arifin
71 Bertemu
72 Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73 Rudy Kembali Sadar
74 Pulang
75 Keputusan Besar
76 Diskusi Keluarga Sudirman
77 Keputusan Agus
78 Pak Min Kurang Setuju
79 Bandara
80 Bertemu Paman dan Bibi
81 Beradaptasi
82 Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Kedai Mie
2
Awal Mula
3
Praktek Pertama
4
Menunggu Hasil
5
Pembeli Pertama
6
Ludes Tak Tersisa
7
Pak Min Kesal
8
Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9
Bu Intan Mulai Berbohong
10
Perempuan Selain Sarah & Intan
11
Protes Rahayu
12
Kedai Yang Lebih Luas
13
Mutiara Melihat
14
Nasehat Untuk Jeje
15
Fahmi Melawan
16
Cerita Fahmi
17
Meninggal
18
Keanehan
19
Merasa Di Fitnah
20
Ada Rasa Menyesal
21
Mengikuti Bu Intan
22
Tutup Lebih Awal
23
Berkumpul
24
Mimpi Fahmi
25
Kejujuran Fahmi
26
Pengumuman
27
Menemui Mutiara
28
Bu Intan Kembali
29
Mencari Cara
30
Ada Apa Dengan Fahmi?
31
Bu Intan Gelisah
32
Tragis
33
Kekacauan
34
Celaka
35
Kondisi Tenang
36
Keresahan Namira
37
Ustadz Ilham
38
Berulah Terus
39
Kematian
40
Ternyata...
41
Pemakaman
42
Tidak Nyaman
43
Kejiwaan Pak Min
44
Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45
Jualan Laris
46
Mencari Yang Tak Tau Dimana
47
Menemukan Ponsel
48
Kenyataan Baru
49
Canda Tawa Keluarga Namira
50
Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51
Ki Idam Di Ancam Istri
52
Pak Min Sadar
53
Bertemu Zahwa
54
Bertemu Pak Sumitro
55
Kemana Keluarga Zahwa?
56
Musibah
57
Pak Sumitro Bebas
58
Petunjuk Selanjutnya
59
Perjalanan
60
Kejadian
61
Iwan Tidak Mau Ikut
62
Iwan Tidak Salah
63
Misi Penyelamatan
64
Bilik
65
Ada Apa Dengan Rudy?
66
Titik Temu
67
Wajah Intan Nampak
68
Ada Yang Hilang
69
Di Serang Hewan
70
Pertarungan Ustadz Arifin
71
Bertemu
72
Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73
Rudy Kembali Sadar
74
Pulang
75
Keputusan Besar
76
Diskusi Keluarga Sudirman
77
Keputusan Agus
78
Pak Min Kurang Setuju
79
Bandara
80
Bertemu Paman dan Bibi
81
Beradaptasi
82
Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!