Pak Min Kesal

Keesokan harinya sudah sesuai rencana Fahmi harus buka jam sebelum jam 11 siang.

"Kamu ngapain sih buru-buru" pak Min heran dengan anaknya

"Ini pak ada pesanan nanti jam 11 di ambil sama ojek" Fahmi menunjukan bon yang sudah di tulis

"5 box" pak Min menatap anaknya

"Iya pak, alhamdulillah penglaris pertama" Fahmi senang

"Kalau kamu sudah masuk sekolah bagaimana ya, bapak" pikir pak Min duduk lesu

"Sebelum berangkat sekolah Fahmi akan membereskan terlebih dahulu, pulang sekolah Fahmi kesini langsung bantu bapak" Fahmi memberi pengertian

"Kamu fokus aja dengan sekolah, urusan jualan tanggungjawab bapak" pak Min menepuk bahu anaknya

Kedai belum buka tetapi pesanan sudah antri. Pak Min dan Fahmi sangat keteteran melayani pembeli.

📱Fahmi

Teh bantuin di kedai atuh

📱Fatimah

Teteh juga baru pulang ini belum sampai rumah. Minta aja ibu untuk ke warung

📱Fahmi

Ibu nggak bisa ditelepon

📱Fatimah

Aduh gimana ini. Tunggu angkot pasti lama

📱Fahmi

Loh teteh nggak bawa motor?

📱Fatimah

Ibu bilangnya mau pakai, makanya teteh nggak bawa motor

📱Fahmi

Lain kali nggak usah dikasih pinjam motor si ibu, riweh sendiri

📱Fatimah

Sudah terlanjur, teteh naik ojol aja deh. Sabar ya

📱Fahmi

Segera ya teh

Fatimah memesan ojek online agar cepat sampai kedai.

"Pak pesanan saya belum ya" pembeli bertanya

"Bapak nomor berapa" Fahmi membantu menjawab

"Saya nomor 18" pembeli menunjukan nomor antrian

"Belum ya pak, ini masih nomor 12 lagi dibuatkan" Fahmi menjawab dengan ramah

"Nomor 12 pesan berapa box?" tanya pembeli lain

"10 box bu" Fahmi mencoba menenangkan pembeli

"Yang penting dapat mie nya nggak apa-apa, jangan sudah tunggu lama pakai nomor antrian ternyata nggak kebagian" pembeli

"Inshaallah semua aman. Makanya ini stop di nomor 20" Fahmi dengan tenang

Akhirnya pembeli lain mulai tenang dan antri teratur. Fatimah datang segera mencuci tangan dan memakai sarung tangan membantu bapaknya.

"Teteh nggak lelah?" tanya pak Min merasa kasihan

"Inshaallah nggak, pak. Fokus aja meracik mie supaya rasanya tetap enak" Fatimah tersenyum

"Pak nggak ada bonus gitu" seloroh pembeli

"Bonus apa" pak Min bingung

"Bonus foto gratis dengan anak bapak" goda pembeli

"Boleh, sini hp nya" Fahmi langsung berdiri di depan pemuda yang meminta bonus foto

"Bukan kamu, tapi itu yang berdiri dekat bapakmu" pembeli tersenyum

"Oh kalau mau foto dengannya harus ada syarat" Fahmi menatap tidak suka dengan pemuda ini

"Apa syaratnya" pembeli itu semangat

"Kakak ku itu calon guru agama, minimal kamu baca surah Ar-Rahman sekarang tanpa melihat" Fahmi sengaja memberikan syarat agar melindungi kakaknya

"Ya mana bisa saya" ucap pembeli

"Kalau nggak bisa mundur wir, jangan berani minta-minta foto" Fahmi kembali sibuk melayani pembeli

Pak Min hanya tersenyum melihat anak bungsunya sudah mulai berani untuk melindungi kakak perempuan.

"Lihat adikmu, teh" bisik pak Min tersenyum dengan Fatimah

"Suka-suka Fahmi, pak. Yang penting dia masih berucap sopan dengan orang lain apalagi di atas dia usianya" Fatimah ikut tersenyum

Bu Intan belakangan ini jarang sekali dirumah, membuat Fahmi serta Fatimah kesal.

"Assalamualaikum" Agus mengunjungi kedai bapaknya

"Wa'alaikumussalam, tau dari mana kamu" pak Min menjawab

"Fatimah memberitahu kalau bapak jualan disini" Agus mencium tangan orangtuanya

"Untuk apa Fatimah kasih tau kamu" pak Min dengan sinis

"Eh aa datang juga kesini" Fahmi mencium tangan abangnya

"Sekolah kamu gimana?" tanya Agus duduk dan melihat sekeliling kios

"Lancar dong, aa tenang aja" Fahmi

"Ibu kemana?" Agus mencari sosok ibu nya yang bawel

"Belakangan ini ibu sering pergi dan nggak bantuin bapak" bisik Fahmi

Agus sangat terkejut dengan penuturan adiknya. Biasanya ibu Intan itu paling rajin membantu bapak berjualan apalagi melihat kedai ramai dia akan sangat senang.

Fatimah yang memang mendegar suara abangnya langsung membuatkan minum dan memberikannya.

"Minum dulu a" Fatimah memberikan es teh manis

"Makasih manis" ledek Agus melihat adiknya semakin cantik

"Ini sudah tutup ya" tanya Agus lagi melihat keluarga nya hanya duduk

"Alhamdulilah sudah habis padahal Fahmi sudah menambah jumlah mie lebih banyak" Fatimah senang

"Mashaallah semoga ramai terus, baru aa mau beli buat istri dan anak aa" Agus melirik ke arah bapaknya

"Pak bikinin aja, itu kan masih ada 2 porsi" sahut Fahmi semangat

"Katanya kamu mau kenapa jadi kasih ke aa mu" pak Min seperti tidak rela

"Aku bayar pak" Agus segera menimpali

Fahmi dan Fatimah hanya melihat ke arah Agus dan Agus pun tersenyum. Pak Min membuatkan mie terakhir yang tersisa 2 porsi.

"Maaf kan bapak ya, a" Fatimah berucap pelan di dekat Agus

"Aa sudah biasa dicuekin bapak" Agus mengelus kepala adiknya

"Bagaimana kalau bapak tau, sebenarnya sekolah kita aa yang tanggung" Fahmi menjawab dengan lesu dan pelan

"Jangan bahas itu" Agus menegur adiknya

Selama ini Fahmi dan Fatimah memang berbohong bahwa mereka dapat keringan dari sekolah membayar spp hanya setengah harga, padahal semua nya Agus yang bertanggungjawab sebagai anak pertama dari pak Min dan bu Intan.

"Fatimah sudah bekerja a, hitung-hitungan membantu meringakan beban aa" Fatimah tersenyum menampilkan lesung pipi nya

"Fokus aja sama pendidikan, jangan terlalu lelah nanti yang ada kuliah mu beratakan" Agus mengingatkan adiknya

"Fatimah juga ingin membantu bapak dan ibu" Fatimah

"Iya boleh, tapi nanti setelah lulus kuliah" Agus

"Ini mie nya" pak Min memberikan pada Agus

"Terimakasih pak" Agus mengeluarkan uang dari saku jaketnya

"Kembalinya buat jajan Fahmi sekolah" Agus kembali bicara

"Alhamdulillah dapat rezeki" Fahmi senang mendapat uang jajan

"Ibu kemana pak" tanya Agus kali ini pada bapaknya

"Ada urusan" pak Min menjawab singkat

"Oh jad bapak tau ibu pergi" Agus

"Ya jelas tau, emangnya ibu mu pergi begitu aja" pak Min emosi

"Agus pamit pulang dulu ya" Agus berdiri mencium kepala adik-adik nya lalu mencium tangan bapaknya

"Ingat bapak masih nggak suka dengan mertua mu" pak Min mengingatkan lagi

"Agus sangat ingat pak, tapi Agus berharap agar bapak nggak terlalu benci dengan besan sendiri. Mertua Agus juga nggak pernah mengusik bapak dan ibu selama ini" Agus

"Nggak perlu belain mertua mu di depan bapak" pak Min kesal

"Istighfar pak, jangan sampai kebencian bapak menghancurkan bapak sendiri" Fatimah ikut nimbrung

"Kamu diam saja nggak tau apa-apa, ini urusan bapak degan Agus dan keluarga mertua nya Agus" tegur pak Min

"Astaghfirullah" lirih Agus "Agus pamit, pak. Assalamualaikum" Agus mencoba menenangkan hatinya

Bersambung...

...🍓Happy Reading🍓...

Terpopuler

Comments

❅𝖊£ios⚜🖤

❅𝖊£ios⚜🖤

Buah jatuh jauh dari pohonnya ya ini🙂 Bapak dan anak beda🙂

2024-09-05

1

𝓐𝔂⃝❥ɳαɳƈყ

𝓐𝔂⃝❥ɳαɳƈყ

pak min ini aneh , besan gak ganggu kok bisa dimusuhi dasar engga jelas

2024-09-04

0

🪐🦁§͜¢◌ᷟ⑅⃝ͩ●ⁿᶦᵗᵃᴸᵉᵉ●⑅⃝ᷟ◌ͩ🍁❣️

🪐🦁§͜¢◌ᷟ⑅⃝ͩ●ⁿᶦᵗᵃᴸᵉᵉ●⑅⃝ᷟ◌ͩ🍁❣️

wihhhh keren cara melindungi kk nya.... cara halus dia...

2024-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Kedai Mie
2 Awal Mula
3 Praktek Pertama
4 Menunggu Hasil
5 Pembeli Pertama
6 Ludes Tak Tersisa
7 Pak Min Kesal
8 Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9 Bu Intan Mulai Berbohong
10 Perempuan Selain Sarah & Intan
11 Protes Rahayu
12 Kedai Yang Lebih Luas
13 Mutiara Melihat
14 Nasehat Untuk Jeje
15 Fahmi Melawan
16 Cerita Fahmi
17 Meninggal
18 Keanehan
19 Merasa Di Fitnah
20 Ada Rasa Menyesal
21 Mengikuti Bu Intan
22 Tutup Lebih Awal
23 Berkumpul
24 Mimpi Fahmi
25 Kejujuran Fahmi
26 Pengumuman
27 Menemui Mutiara
28 Bu Intan Kembali
29 Mencari Cara
30 Ada Apa Dengan Fahmi?
31 Bu Intan Gelisah
32 Tragis
33 Kekacauan
34 Celaka
35 Kondisi Tenang
36 Keresahan Namira
37 Ustadz Ilham
38 Berulah Terus
39 Kematian
40 Ternyata...
41 Pemakaman
42 Tidak Nyaman
43 Kejiwaan Pak Min
44 Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45 Jualan Laris
46 Mencari Yang Tak Tau Dimana
47 Menemukan Ponsel
48 Kenyataan Baru
49 Canda Tawa Keluarga Namira
50 Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51 Ki Idam Di Ancam Istri
52 Pak Min Sadar
53 Bertemu Zahwa
54 Bertemu Pak Sumitro
55 Kemana Keluarga Zahwa?
56 Musibah
57 Pak Sumitro Bebas
58 Petunjuk Selanjutnya
59 Perjalanan
60 Kejadian
61 Iwan Tidak Mau Ikut
62 Iwan Tidak Salah
63 Misi Penyelamatan
64 Bilik
65 Ada Apa Dengan Rudy?
66 Titik Temu
67 Wajah Intan Nampak
68 Ada Yang Hilang
69 Di Serang Hewan
70 Pertarungan Ustadz Arifin
71 Bertemu
72 Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73 Rudy Kembali Sadar
74 Pulang
75 Keputusan Besar
76 Diskusi Keluarga Sudirman
77 Keputusan Agus
78 Pak Min Kurang Setuju
79 Bandara
80 Bertemu Paman dan Bibi
81 Beradaptasi
82 Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Kedai Mie
2
Awal Mula
3
Praktek Pertama
4
Menunggu Hasil
5
Pembeli Pertama
6
Ludes Tak Tersisa
7
Pak Min Kesal
8
Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9
Bu Intan Mulai Berbohong
10
Perempuan Selain Sarah & Intan
11
Protes Rahayu
12
Kedai Yang Lebih Luas
13
Mutiara Melihat
14
Nasehat Untuk Jeje
15
Fahmi Melawan
16
Cerita Fahmi
17
Meninggal
18
Keanehan
19
Merasa Di Fitnah
20
Ada Rasa Menyesal
21
Mengikuti Bu Intan
22
Tutup Lebih Awal
23
Berkumpul
24
Mimpi Fahmi
25
Kejujuran Fahmi
26
Pengumuman
27
Menemui Mutiara
28
Bu Intan Kembali
29
Mencari Cara
30
Ada Apa Dengan Fahmi?
31
Bu Intan Gelisah
32
Tragis
33
Kekacauan
34
Celaka
35
Kondisi Tenang
36
Keresahan Namira
37
Ustadz Ilham
38
Berulah Terus
39
Kematian
40
Ternyata...
41
Pemakaman
42
Tidak Nyaman
43
Kejiwaan Pak Min
44
Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45
Jualan Laris
46
Mencari Yang Tak Tau Dimana
47
Menemukan Ponsel
48
Kenyataan Baru
49
Canda Tawa Keluarga Namira
50
Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51
Ki Idam Di Ancam Istri
52
Pak Min Sadar
53
Bertemu Zahwa
54
Bertemu Pak Sumitro
55
Kemana Keluarga Zahwa?
56
Musibah
57
Pak Sumitro Bebas
58
Petunjuk Selanjutnya
59
Perjalanan
60
Kejadian
61
Iwan Tidak Mau Ikut
62
Iwan Tidak Salah
63
Misi Penyelamatan
64
Bilik
65
Ada Apa Dengan Rudy?
66
Titik Temu
67
Wajah Intan Nampak
68
Ada Yang Hilang
69
Di Serang Hewan
70
Pertarungan Ustadz Arifin
71
Bertemu
72
Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73
Rudy Kembali Sadar
74
Pulang
75
Keputusan Besar
76
Diskusi Keluarga Sudirman
77
Keputusan Agus
78
Pak Min Kurang Setuju
79
Bandara
80
Bertemu Paman dan Bibi
81
Beradaptasi
82
Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!