Awal Mula

Mie ayam becek ini bermula awalnya hanya berjualan di gerobak pinggir jalan berteduh di bawah pohon rindang dari sepi hingga ramai dan memakai nomor antrian untuk bisa makan mie ayam tersebut.

Merasa mie ayam nya sudah laris dan banyak pembeli maka pak Min menyewa kios di dekat tersebut.

Ternyata semakin lama pembeli mie ayam berkurang tidak seramai saat dibawah pohon.

Di kios hanya bertahan 2 bulan dan pak Min harus mencari lapak lagi untuk berjualan karena lapak yang dibawah pohon sudah di isi oleh pedagang martabak manis.

"Pindah kemana ya, Bu?" tanya pak Min pada istrinya

"Bapak sih terlalu gegabah pakai segala sewa kios" jawab bu intan

"Ya mana bapak tau kalau ternyata mie ayam mulai sepi peminat" Pak Min

"Coba bapak cari-cari sekitar pohon itu lagi aja mungkin sisi kanan nya, seperti nya memang pohon itu pembawa rezeki deh. Buktinya martabak itu sekarang yang laris" bu Intan

"Huft, jadi nyesel bapak pindah ke kios" pak Min dengan lesu

"Agus carikan bapak mu lapak lagi untuk berjualan" bu Intan pada anak tertua nya

"Bukannya sudah ada kios?" Agus dengan bingung

"Kios itu nggak bawa rezeki pembeli bapak pada hilang" bu Intan kesal

"Sudah Agus ingatkan jangan mudah tergiur sama kios murah nikmati aja jualan di bawah pohon" Agus santai

"Bapak itu mikirnya supaya yang beli mie ayam nyaman duduk saat makan ataupun menunggu makanan" pak Min

"Mau daerah mana cari lapaknya?" Agus melihat kearah orangtuanya

"Kalau bisa bawah pohon itu lagi" bu Intan

"Nggak bisa dong bu, itu sudah ada yang isi" Agus

"Ya usahakan dulu sana kalau memang nggak dapat cari yang dekat pohon itu berendengan dengan tukang martabak juga nggak apa" bu Intan

"Nanti Agus bantu cari tempat. Agus kesini cuma mau kasih ini mie ayam yang lagi viral itu dekat lapangan, Agus pulang dulu ya kasihan Namira lagi hamil sendirian dirumah" Agus memberikan 2 box mie ayam viral setelah itu dia pulang.

Namira adalah istri Agus. Dulu pak Min menolak Namira karena orangtuanya juga penjual mie ayam gerobak biasa.

Pak Min dan orangtua Namira saingan dalam berjualan tetapi hanya pak Min aja yang merasa saingan sedangkan orangtua Namira biasa aja tidak menanggapi bahwa besannya adalah saingan berjualan.

Bu Intan dan Pak Min hanya menatap kotak mie ayam tersebut.

"Mau di coba nggak, pak?" bu Intan

"Buka aja dulu satu box" pak Min tidak berselera

Saat box dibuka wangi dari mie ayam itu keluar dan membuat tergiur.

"Wangi sekali" lirih bu Intan

"Mie ayam kok ada level kepedasannya bu" pak Min penasaran dengan rasanya

"Iya, ibu juga bingung ini yang dibuka hanya level 1 satu box lagi level 2" bu Intan

"Buka kedua nya lalu di bedakan rasa pedasnya sama aja atau memang ada perubahan" pak Min

Keduanya menikmati mie ayam viral tersebut yang menggugah selera dari saat membuka box nya doang. Hingga tak tersisa mie ayam itu habis dimakan.

"Bapak punya ide, bu" pak Min

"Ide apa?" bu Intan

"Mau buat mie ayam yang berbeda, mie ayam becek jadi becek nya itu dari kuah kaldu dan juga sambal sesuai level" pak Min semangat

"Jangan gegabah lagi dalam bertindak" bu Intan

"Kita coba bikin satu porsi lalu cicipi apabila enak maka kita lanjut jualan dengan menu baru bapak akan pergi ke percetakan untuk cetak mie ayam baru" pak Min senang

Karena stok mie ayam selalu ada jadi bu Intan membuat 1 porsi mie sesuai level kepedasan.

"Ini pak" bu Intan menyajikan mie ayam di atas mie jelas ada potongan dadu daging ayam dan juga wijen

"Pakai wijen bu?" tanya pak Min aneh melihat mie ayam pakai wijen

"Supaya menarik dan membuat orang tergiur ini kan mau di foto terus bapak cetak gambarnya" bu Intan

"Imah" teriak pak Min memanggil anak perempuan nya yang bernama Fatimah

"Ada apa pak" Imah

"Foto mie ayam ini dengan bagus, menu baru bapak ini" pak Min masih semangat 45

Fatimah hanya patuh karena memang untuk kebutuhan jualan bukan yang aneh-aneh juga.

"Sudah bagus belum menurut bapak?" Imah

"Cakep ini, nak. Anak bapak memang bisa diandalkan" pak Min memandang foto mie ayam

"Pak" bisik bu Intan

"Ada apa?" tanya pak Min tanpa melihat istrinya

"Ibu punya ide tambahan" bu Intan

"Apa?" pak Min

"Takutnya mie ayam ini juga hanya sebentar ramainya setelah itu redup lagi. Ibu jadi kepikiran bagaimana kalau kita coba cari orang dan meminta amalan agar dagangan kita ramai terus" bu Intan berbicara sangat pelan agar tidak di dengar oleh Fatimah apalagi orang lain

"Ibu yakin mau berurusan dengan begituan?" pak Min ragu

"Demi usaha dan anak kita pak. Fatimah masih kuliah baru masuk belum Fahmi udah mau naik kelas 3 SMA pasti butuh biaya untuk persiapan dia kuliah" bu Intan merayu suaminya

"Tapi dimana kita bisa menemukan orang-orang seperti itu yang punya kemampuan" pak Min

"Jika bapak sudah yakin dan setuju ibu akan coba tanya teman yang memang menggunakan amalan begitu" bu Intan

"Demi kesuksesan anak-anak bapak setuju aja bu" pak Min pasrah

"Tunggu kabar dari ibu ya. Sekarang kita susun rencana buat jualan mie ayam becek terbaru milik kita" bu Intan senang sekali

Bu Intan mencari informasi tentang orang pintar pada teman-teman nya.

"Bu Intan serius ingin pakai pesugihan?" tanya teman bu Intan bernama Sarah

"Iya, kamu juga pakai itu kan untuk usaha agen mu" bu Intan sangat berharap

"Aku memang pakai bu, Alhamdulillah sampe sekarang masih selalu ramai" bu Sarah celingak-celinguk

"Kenalin ke aku" bu Intan tidak sabar

"Aku tanya sekali lagi, apa ibu yakin?" bu Sarah memastikan keyakinan bu Intan kembali

"Iya Sarah, aku sangat yakin 1000%. Kamu seperti meragukan aku" bu Intan kesal sudah kesekian kali di tanya dengan pertanyaan yang sama terus menerus

"Kapan bu Intan ada waktu nanti kita sama-sama kesana sekalian aku masih rutin kesana 2 minggu sekali" bu Sarah

"Apa harus rutin ke sana?" bu Intan

"Kalau berhasil kita harus berkunjung kesana" bu Sarah

"Bagaimana kalau lusa, aku mau bilang dulu sama suami" bu Intan

"Oke, sekalian yakin kan kembali hati ibu ya untuk pergi dengan ku" bu Sarah

"Apa kita hanya berdua, aku perlu bawa suami nggak?" tanya bu Intan

"Cukup kita berdua" bu Sarah dengan cepat menjawab pertanyaan bu Intan

Bersambung...

...🌶️Happy Reading🌶️...

Terpopuler

Comments

范妮·廉姆

范妮·廉姆

hai semua ak mampir ya ..
penasaran ma cerita ini....
jgn lupa mampir jg di Terlanjur sakit hati makasih all

2024-12-27

0

EsTehPanas SENJA

EsTehPanas SENJA

hmmm ini dia biang wal awalnya 😶

2025-02-10

0

❅𝖊£ios⚜🖤

❅𝖊£ios⚜🖤

Mungkin di real juga saingan seperti itu ya😑

2024-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Kedai Mie
2 Awal Mula
3 Praktek Pertama
4 Menunggu Hasil
5 Pembeli Pertama
6 Ludes Tak Tersisa
7 Pak Min Kesal
8 Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9 Bu Intan Mulai Berbohong
10 Perempuan Selain Sarah & Intan
11 Protes Rahayu
12 Kedai Yang Lebih Luas
13 Mutiara Melihat
14 Nasehat Untuk Jeje
15 Fahmi Melawan
16 Cerita Fahmi
17 Meninggal
18 Keanehan
19 Merasa Di Fitnah
20 Ada Rasa Menyesal
21 Mengikuti Bu Intan
22 Tutup Lebih Awal
23 Berkumpul
24 Mimpi Fahmi
25 Kejujuran Fahmi
26 Pengumuman
27 Menemui Mutiara
28 Bu Intan Kembali
29 Mencari Cara
30 Ada Apa Dengan Fahmi?
31 Bu Intan Gelisah
32 Tragis
33 Kekacauan
34 Celaka
35 Kondisi Tenang
36 Keresahan Namira
37 Ustadz Ilham
38 Berulah Terus
39 Kematian
40 Ternyata...
41 Pemakaman
42 Tidak Nyaman
43 Kejiwaan Pak Min
44 Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45 Jualan Laris
46 Mencari Yang Tak Tau Dimana
47 Menemukan Ponsel
48 Kenyataan Baru
49 Canda Tawa Keluarga Namira
50 Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51 Ki Idam Di Ancam Istri
52 Pak Min Sadar
53 Bertemu Zahwa
54 Bertemu Pak Sumitro
55 Kemana Keluarga Zahwa?
56 Musibah
57 Pak Sumitro Bebas
58 Petunjuk Selanjutnya
59 Perjalanan
60 Kejadian
61 Iwan Tidak Mau Ikut
62 Iwan Tidak Salah
63 Misi Penyelamatan
64 Bilik
65 Ada Apa Dengan Rudy?
66 Titik Temu
67 Wajah Intan Nampak
68 Ada Yang Hilang
69 Di Serang Hewan
70 Pertarungan Ustadz Arifin
71 Bertemu
72 Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73 Rudy Kembali Sadar
74 Pulang
75 Keputusan Besar
76 Diskusi Keluarga Sudirman
77 Keputusan Agus
78 Pak Min Kurang Setuju
79 Bandara
80 Bertemu Paman dan Bibi
81 Beradaptasi
82 Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Kedai Mie
2
Awal Mula
3
Praktek Pertama
4
Menunggu Hasil
5
Pembeli Pertama
6
Ludes Tak Tersisa
7
Pak Min Kesal
8
Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9
Bu Intan Mulai Berbohong
10
Perempuan Selain Sarah & Intan
11
Protes Rahayu
12
Kedai Yang Lebih Luas
13
Mutiara Melihat
14
Nasehat Untuk Jeje
15
Fahmi Melawan
16
Cerita Fahmi
17
Meninggal
18
Keanehan
19
Merasa Di Fitnah
20
Ada Rasa Menyesal
21
Mengikuti Bu Intan
22
Tutup Lebih Awal
23
Berkumpul
24
Mimpi Fahmi
25
Kejujuran Fahmi
26
Pengumuman
27
Menemui Mutiara
28
Bu Intan Kembali
29
Mencari Cara
30
Ada Apa Dengan Fahmi?
31
Bu Intan Gelisah
32
Tragis
33
Kekacauan
34
Celaka
35
Kondisi Tenang
36
Keresahan Namira
37
Ustadz Ilham
38
Berulah Terus
39
Kematian
40
Ternyata...
41
Pemakaman
42
Tidak Nyaman
43
Kejiwaan Pak Min
44
Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45
Jualan Laris
46
Mencari Yang Tak Tau Dimana
47
Menemukan Ponsel
48
Kenyataan Baru
49
Canda Tawa Keluarga Namira
50
Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51
Ki Idam Di Ancam Istri
52
Pak Min Sadar
53
Bertemu Zahwa
54
Bertemu Pak Sumitro
55
Kemana Keluarga Zahwa?
56
Musibah
57
Pak Sumitro Bebas
58
Petunjuk Selanjutnya
59
Perjalanan
60
Kejadian
61
Iwan Tidak Mau Ikut
62
Iwan Tidak Salah
63
Misi Penyelamatan
64
Bilik
65
Ada Apa Dengan Rudy?
66
Titik Temu
67
Wajah Intan Nampak
68
Ada Yang Hilang
69
Di Serang Hewan
70
Pertarungan Ustadz Arifin
71
Bertemu
72
Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73
Rudy Kembali Sadar
74
Pulang
75
Keputusan Besar
76
Diskusi Keluarga Sudirman
77
Keputusan Agus
78
Pak Min Kurang Setuju
79
Bandara
80
Bertemu Paman dan Bibi
81
Beradaptasi
82
Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!