Meninggal

Malam harinya sebelum tutup warung bu Intan sering datang ke kedai untuk mengecek semua penjualan perhari nya.

"Ayo bu, pulang" ajak pak Min

"Iya pak" bu Intan

"Pak, penglaris kita berhasil ya" bu Intan berbisik

"Bicara dirumah aja" pak Min

Dirumah setelah membersihkan diri, pak Min selalu menyempatkan waktu diskusi dengan anak-anak.

"Fahmi, mana?" pak Min tidak melihat anak bungsu

"Belum pulang" Fatimah menjawab apa adanya

"Biasanya sudah ada dirumah berkumpul" heran dengan Fahmi yang tidak seperti biasa

"Lagi banyak tugas, pak" bu Intan menimpali

Pak Min membuka layar hp mencari kontak Fahmi.

📱Bapak

Dimana?

📱Fahmi

Di jalan, pak

📱Bapak

Pulang ya, hari ini bapak belum belanja. tunggu kamu di kedai nggak datang-datang.

📱Fahmi

Maaf pak

📱Bapak

Iya hati-hati di mengendarai nya.

Agus hanya melihat adiknya.

"Fahmi pulang, a" ucap Fahmi mencium tangan aa dan teteh nya sebelum pulang

"Jagain bapak dan teteh mu" Agus menepuk bahu Fahmi

Sekitar pukul 22.00 malam, Fahmi baru saja sampai rumah. Fatimah sudah menunggu cukup lama.

"Mau bicara berdua?" Fatimah melihat Fahmi

"Lagi nggak mood" Fahmi masuk ke dalam rumah

"Sebenarnya teteh masih kesal sama kamu. Kok tega membentak ibu cuma perkara ibu meminta mu datang ke kedai" ungkapan Fatimah

"Apa aku salah?" tanya Fahmi melirik Fatimah

"Masih bertanya salah? kamu punya pikiran dan bisa berpikir, bukan?" Fatimah

"Aku ada alasan sendiri kenapa melakukan itu pada, ibu." sahut Fahmi meninggalkan Fatimah seorang diri

Ada apa dengan anak itu. lirih Fatimah

"Adik mu sudah pulang?" tanya pak Min

"Sudah ada di kamar" Fatimah senyum

"Tolong panggil, bapak mau bicara" pak Min duduk bersandar

Fahmi duduk di depan bapak dengan santai seolah tidak ada masalah.

"Ibu cerita..." pak Min belum sempat berbicara panjang sudah di potong oleh anak

"Apapun yang ibu bicarakan pada bapak dan teteh, itu selalu menyudutkan aku. Jadi terserah dengan kalian apabila percaya ibu" sahut Fahmi menatap bapak tanpa rasa takut

"Huft" hembusan nafas bapak

"Bapak hanya minta tolong, jangan menyakiti perasaan ibu dan harus akur sebagai adik kakak" pak Min terlalu lelah

"Suatu saat, Fahmi akan membuktikan pada bapak dan teteh kenapa hari ini Fahmi melakukan kesalahan pada ibu" Fahmi masuk kamar lebih dulu

"Apa yang adikmu tau tetapi kamu nggak tau" pikir bapak melihat anak kedua.

"Fatimah akan mencari tau juga alasan Fahmi marah dengan ibu. Fahmi itu bukan anak yang melawan kalau hanya sekedar di minta bantuin bapak. Pasti ada alasan kuat" Fatimah menenangkan bapak

"Ibu bilang belakangan ini Fahmi bergaul dengan Arifin, adik ipar aa mu" pak Min kepikiran apa benar Arifin menghasut Fahmi

"Perubahan Fahmi bukan karena orang tetapi karena diri dia sendiri yang mulai goyah" Fatimah mencoba mengajak bapaknya agar tidak berburuk sangka sebelum ketahuan semua.

"Bapak istirahat dulu, ibu mu sudah tidur juga" pak Min mencium kepala Fatimah

Tring!!!

✉️ xxx

Fatimah

✉️ Fatimah

Nomor siapa ya ini?

✉️ xxx

Ternyata kamu belum save nomor ku, aku Mutiara

✉️ Fatimah

Astaghfirullah, maaf ya aku lupa banget.

✉️ Mutiara

Besok jadi ketemuan, oke. Aku tunggu jam 2 siang di cafe

✉️ Fatimah

Bagaimana kalau merayakan pertemuan kita di adakan di kedai bapak ku

✉️ Mutiara

Boleh dong, share aja lokasinya besok aku meluncur ke sana

✉️ Fatimah

Siap😊

Fatimah dan Mutiara adalah sahabat dari SMP hingga SMA. Saat kuliah Mutiara lebih memilih ke luar negeri sekalian untuk menekuni bisnis kakek nenek nya.

Bagaimana saat Mutiara tau jika orangtua dari sahabat memiliki penglaris atau pesugihan di kedai miliknya?

Pukul 02.00 dini hari.

"Dimana aku?" bu Intan berjalan menyusuri hutan

"Intan" ada yang memanggil namanya

"HEI, SIAPA KAMU" teriak bu Intan ketakutan

"HAHAHA" ketawa

"STOP!!! JANGAN GANGGU AKU" bu Intan masih berteriak menyusuri jalan setapak

"Aku butuh yang baru, Intan. HAHAHA" suara lantang

"Aku nggak paham" bu Intan berputar mencari sosok yang berbicara

"TUMBAL!!! ATAU KAU AKAN MATI" menggema suara itu

"AAAHHH NGGAK MAU. JANGAN" bu Intan berteriak dalam tidurnya dan membuat pak Min terganggu

"Bu, bangun" panggil Pak Min menggoyangkan tubuh istri

"JANGAN!!" bu Intan masih berteriak

"Astaghfirullah, bu. Bangun dong jangan bikin bapak takut" masih menggoyangkan tubuh bu Intan sedikit lebih keras

"Hah, hah" bu Intan ngos-ngosan seperti habis berlari

"Istighfar, bu" pak Min memberikan air minum

"Ibu kenapa? Mimpi apa sampai berteriak ketakutan" cecar pak Min

"Ibu mimpi, Fahmi memukuli ibu" berbohong demi tidak ketahuan

"Mana mungkin Fahmi melakukan itu, bu. Ini pasti karena ibu lagi kesal dengan anak itu" pak Min tidak habis pikir istrinya bermimpi yang tidak masuk akal

"Buktinya hari ini dia berani membentak ibu, pak" kekeh bu Intan

"Sudah lah istirahat lagi. Buang jauh-jauh pikiran jelek mu itu sama anak sendiri. Fahmi bukan anak yang pembangkang apalagi durhaka sama orangtua" lantang pak Min kembali tidur

Bagaimana ini, jin itu kembali minta tumbal. Ki Idam bilang hanya sekali doang tumbal anak manusia. Kalau aku abaikan apa yang terjadi dengan ku, aku nggak mau mati lebih dulu. Aku belum puas menikmati apa yang sudah di dapat saat ini. Dalam hati bu Intan akan berkonsultasi lagi dengan Ki Idam

Pagi hari yang sejuk dan dingin karena hujan mengguyur bumi ini membuat manusia-manusia enggan untuk beranjak dari tempat tidur mereka.

Innalilahi wa innailaihi roji'un. Telah meninggal dunia ibu Sarah Widyawati warga Rt 09 Rw 12 keluarga dari bapak Sumitro.

Terkejut bukan main saat mendengar pengumuman dari masjid.

"Itu bu Sarah yang teman ibu bukan?" tanya Fatimah

"Iya" bu Intan syok dengan apa yang dia dengar

"Emang sakit, bu. Beliau?" pak Min juga penasaran

"Kemarin teteh ketemu di warung depan sehat-sehat aja deh, pak" Fatimah yang menjawab

"Itu nama nya takdir. Seseorang nggak bisa mengubah sebuah takdir, tetapi seseorang masih diberikan kesempatan untuk mengubah nasib" timpal Fahmi memakai jas hujan

Fahmi hendak belanja kebutuhan kedai.

Pak Min dan Fatimah hanya menganggukan kepala menyetujui ucapan Fahmi.

"Hati-hati, ini masih hujan jalanan licin" perhatian Fatimah

"Bapak mau takziah deh ke rumah pak Sumitro, mau tau juga bu Sarah sakit apa. Ayo bu" pak Min bergegas bersiap sementara bu Intan masih diam membeku

"Bu, itu bapak ngajak takziah" Fatimah mengelus bahu ibu. Dia mengerti mungkin ibu nya tidak percaya apa yang dia dengar dari pengumuman masjid

Bersambung...

...🍈Happy Reading🍈...

Terpopuler

Comments

🍁FAIZ❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁FAIZ❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

klo gak bisa menyediakan tumbal maka pelaku pesugihan sendiri yang jadi tumbal

2024-09-05

1

𝓐𝔂⃝❥EᷤIᷴNᷫAͥ●⑅⃝ᷟ◌ͩ🏡 ⃝⃯᷵Ꭲᶬ

𝓐𝔂⃝❥EᷤIᷴNᷫAͥ●⑅⃝ᷟ◌ͩ🏡 ⃝⃯᷵Ꭲᶬ

wahh setelah dpt mimpi buruk,bestie nya pula yg meninggal, rasa2 kenapa yaa kok tiba2 hurmm.

2024-09-04

0

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

Takut menyusul Bu Sarah ya 😝

2024-08-06

0

lihat semua
Episodes
1 Kedai Mie
2 Awal Mula
3 Praktek Pertama
4 Menunggu Hasil
5 Pembeli Pertama
6 Ludes Tak Tersisa
7 Pak Min Kesal
8 Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9 Bu Intan Mulai Berbohong
10 Perempuan Selain Sarah & Intan
11 Protes Rahayu
12 Kedai Yang Lebih Luas
13 Mutiara Melihat
14 Nasehat Untuk Jeje
15 Fahmi Melawan
16 Cerita Fahmi
17 Meninggal
18 Keanehan
19 Merasa Di Fitnah
20 Ada Rasa Menyesal
21 Mengikuti Bu Intan
22 Tutup Lebih Awal
23 Berkumpul
24 Mimpi Fahmi
25 Kejujuran Fahmi
26 Pengumuman
27 Menemui Mutiara
28 Bu Intan Kembali
29 Mencari Cara
30 Ada Apa Dengan Fahmi?
31 Bu Intan Gelisah
32 Tragis
33 Kekacauan
34 Celaka
35 Kondisi Tenang
36 Keresahan Namira
37 Ustadz Ilham
38 Berulah Terus
39 Kematian
40 Ternyata...
41 Pemakaman
42 Tidak Nyaman
43 Kejiwaan Pak Min
44 Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45 Jualan Laris
46 Mencari Yang Tak Tau Dimana
47 Menemukan Ponsel
48 Kenyataan Baru
49 Canda Tawa Keluarga Namira
50 Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51 Ki Idam Di Ancam Istri
52 Pak Min Sadar
53 Bertemu Zahwa
54 Bertemu Pak Sumitro
55 Kemana Keluarga Zahwa?
56 Musibah
57 Pak Sumitro Bebas
58 Petunjuk Selanjutnya
59 Perjalanan
60 Kejadian
61 Iwan Tidak Mau Ikut
62 Iwan Tidak Salah
63 Misi Penyelamatan
64 Bilik
65 Ada Apa Dengan Rudy?
66 Titik Temu
67 Wajah Intan Nampak
68 Ada Yang Hilang
69 Di Serang Hewan
70 Pertarungan Ustadz Arifin
71 Bertemu
72 Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73 Rudy Kembali Sadar
74 Pulang
75 Keputusan Besar
76 Diskusi Keluarga Sudirman
77 Keputusan Agus
78 Pak Min Kurang Setuju
79 Bandara
80 Bertemu Paman dan Bibi
81 Beradaptasi
82 Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Kedai Mie
2
Awal Mula
3
Praktek Pertama
4
Menunggu Hasil
5
Pembeli Pertama
6
Ludes Tak Tersisa
7
Pak Min Kesal
8
Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9
Bu Intan Mulai Berbohong
10
Perempuan Selain Sarah & Intan
11
Protes Rahayu
12
Kedai Yang Lebih Luas
13
Mutiara Melihat
14
Nasehat Untuk Jeje
15
Fahmi Melawan
16
Cerita Fahmi
17
Meninggal
18
Keanehan
19
Merasa Di Fitnah
20
Ada Rasa Menyesal
21
Mengikuti Bu Intan
22
Tutup Lebih Awal
23
Berkumpul
24
Mimpi Fahmi
25
Kejujuran Fahmi
26
Pengumuman
27
Menemui Mutiara
28
Bu Intan Kembali
29
Mencari Cara
30
Ada Apa Dengan Fahmi?
31
Bu Intan Gelisah
32
Tragis
33
Kekacauan
34
Celaka
35
Kondisi Tenang
36
Keresahan Namira
37
Ustadz Ilham
38
Berulah Terus
39
Kematian
40
Ternyata...
41
Pemakaman
42
Tidak Nyaman
43
Kejiwaan Pak Min
44
Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45
Jualan Laris
46
Mencari Yang Tak Tau Dimana
47
Menemukan Ponsel
48
Kenyataan Baru
49
Canda Tawa Keluarga Namira
50
Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51
Ki Idam Di Ancam Istri
52
Pak Min Sadar
53
Bertemu Zahwa
54
Bertemu Pak Sumitro
55
Kemana Keluarga Zahwa?
56
Musibah
57
Pak Sumitro Bebas
58
Petunjuk Selanjutnya
59
Perjalanan
60
Kejadian
61
Iwan Tidak Mau Ikut
62
Iwan Tidak Salah
63
Misi Penyelamatan
64
Bilik
65
Ada Apa Dengan Rudy?
66
Titik Temu
67
Wajah Intan Nampak
68
Ada Yang Hilang
69
Di Serang Hewan
70
Pertarungan Ustadz Arifin
71
Bertemu
72
Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73
Rudy Kembali Sadar
74
Pulang
75
Keputusan Besar
76
Diskusi Keluarga Sudirman
77
Keputusan Agus
78
Pak Min Kurang Setuju
79
Bandara
80
Bertemu Paman dan Bibi
81
Beradaptasi
82
Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!