Semenjak melakukan pesugihan pak Min memang di larang shalat itu semua sebagai tanda berbakti kepada Jin yang merasa pelihara.
Jika pak Min melanggar maka keturunannya akan terus di minta pertanggungjawaban dari anak hingga ke cucu-cucu nya kelak.
Hati kecil pak Min masih ada rasa ingin untuk shalat ke masjid atau hanya sekedar dirumah, hanya saja pak Min tidak ingin anak-anak dan cucu menjadi tumbal atas perbuatan dirinya.
Tak lama pak Min keluar dari kamar dalam keadaan sudah bersih.
"Bapak shalat dirumah?" Fahmi bertanya karena masih penasaran
"Iya, bapak kesiangan" alibi pak Min
"Pak, kenapa nggak melarang ibu pergi" Fatimah
"Biarkan saja ibu menikmati waktu selagi bersama bapak" pak Min ke arah dapur
"Apa maksud bapak, emangnya ibu mau ninggalin kita" Fatimah bingung
"Ambigu itu ucapan bapak" sahut Fahmi cemberut
Bu Intan pergi kerumah Ki Idam menggunakan taxi online dan harga kerumah Ki Idam sebenarnya hanya sekitar 100rb kurang lebih.
Sampai dirumah Ki Idam, bu Intan masih menikmati minuman dan cemilan yang di sediakan bu Lastri.
"Apa Ki Idam lagi ada pasien" tanya bu Intan
"Nggak ada bu, hanya saja bapak lagi memerintahkan jin nya untuk segera bekerja" bu Lastri
"Tolong bilang Ki Idam, saya sudah datang" bu Intan terlalu malas untuk kerumah ini tetapi dia terpaksa
"Ki Idam pasti sudah tau kedatangan ibu, sebab rumah ini full dengan cctv" Lastri meninggalkan bu Intan
"Hah, cctv. Aku nggak pernah sadar kalau dirumah ini ada kamera" terkejut lah bu Intan
Seperti biasa bu Intan datang hanya untuk melayani Ki Idam, selesai melayani bu Intan hendak pergi lebih cepat.
"Buru-buru sekali" Ki Idam tersenyum
"Saya itu bilang nya hanya sebentar perginya" alasan bu Intan
"Nanti sore aja pulang nya, saya akan kasih kamu jajan" Ki Idam menahan bu Intan
"Berapa Ki Idam mau memberikan saya jajan?" bu Intan mulai tergiur
"Kamu mau berapa sayang" Ki Idam menjawil dagu bu Intan
"5 juta, bagaimana?" bu Intan mengambil kesempatan
"Boleh, tapi layani saya lagi sampe sore" Ki Idam
"Saya minta uangnya di awal" bu Intan tidak kau kecolongan kalau uang belakangan takutnya Ki Idam berbohong agar dirinya mau melayani
Ki Idam membuka brangkasnya dan sangat terlihat uang yang menumpuk di dalam sana, mata bu Intan bahkan tidak berkedip melihat pemandangan yang sangat indah.
Setelah mengambil uang 5 Juta, Ki Idam melemparkan ke kasur tepat di depan bu Intan.
"Lunas, sayang" Ki Idam tersenyum kembali menutup brangkas
"Kalau begini urusan lancar, Ki" bu Intan senang
"Jin saya bilang, persembahan darah mu kurang. Jadi dia minta tumbal anak laki-laki berusia 3 sampai 5 tahun lalu kamu berikan lagi darahmu. Anak manusia hanya sekali aja" Ki Idam santai
"Anak manusia, dari mana saya bisa dapat anak manusia" pikir bu Intan
"Itu urusan mu, jika mau lebih cepat sukses harus rela berkorban bukan. Apa kamu nggak punya keponakan" Ki Idam melirik
"Keponakan punya, masa iya saya jadikan tumbal" lirih bu Intan
"Waktu mu hanya di bulan ini" Ki Idam mulai menyebrang bu Intan untuk melayani nya
Bu Intan saat melayani Ki Idam sangat tidak fokus, karena pikirannya mencari anak yang mau di jadikan tumbal. Rasanya tidak mungkin!
Dirumah Ki Idam bukan hanya bu Intan, tetapi ada juga bu Sarah dan satu perempuan lain. Masing-masing di kamar yang berbeda.
Dan kedua perempuan itu di larang keluar, jika butuh apapun bisa langsung menghubungi bu Lastri lewat telepon yang di sediakan.
Bu Sarah masih selalu datang karena di iming-imingi barang mewah dan sangat berharga jadi dia rela melakukan dengan Ki Idam.
Sedangkan perempuan yang satu nya adalah istri sah Ki Idam yang selama ini selalu di sembunyikan, bahkan sebenarnya istri Ki Idam tinggal di rumah lain yang jaraknya memakan waktu hampir 8 jam. Hanya seminggu sekali main ke rumah Ki Idam selebihnya Ki Idam yang datang kerumah sang istri.
Selama ini istri Ki Idam tidak pernah tahu apa yang dilakukan suami nya. Pernah beberapa kali di ajak oleh Ki Idam dengan alasan membicarakan usaha yang sedang di rintis.
Istri Ki Idam wanita paling patuh, apa yang suaminya katakan selalu dituruti. Ki Idam juga sudah memilik 2 anak laki-laki hanya dari istri sah. Kedua anak Ki Idam juga tidak ada yang peduli pekerjaan bapaknya yang penting bapaknya masih bertanggungjawab dengan anak istri.
Kamar
Rahayu itulah nama istri sah Ki Idam. "Mas Idam lama sekali, aku mau minta tolong hubungi Harry" istri Ki Idam begitu gelisah hanya berdiam diri di kamar
Ponsel Rahayu tertinggal di dalam mobil, sudah berapa kali menghubungi Lastri tetapi tidak di angkat. Mungkin Lastri masih sibuk dengan pekerjaan nya apalagi rumah Ki Idam cukup luas bagian dalam dan halaman.
Ceklek!!!
"Hei, kenapa gelisah begitu" kebetulan sekali Ki Idam masuk ke kamar untuk melihat istrinya
"Mas, tolong ambilkan ponsel ku di mobil. Aku mau hubungi Harry" pinta Rahayu memegang lengan sang suami
"Harry? Ada apa dengan anak itu" Ki Idam menatap istrinya
"Nggak ada apa-apa, aku itu pesan kue untuk anak pak ustadz Zafran hari ini tunangan. Mau minta tolong Harry ambil kue itu lalu berikan kekeluargaannya ustadz Zafran" Rahayu dengan suara lembutnya
"Pakai ponsel mas. Nanti mas akan ambilkan di mobil ponsel milik mu" Ki Idam memberikan ponsel khusus keluarga nya saja lalu keluar kamar
📱Rahayu
Harry tolong ambil kue di bu Nilam nanti kamu antar kerumah pak ustadz Zafran ya
📱Harry
Iya bun. Bunda berapa lama di rumah dinas ayah
📱Rahayu
Besok bunda pulang, kuliah yang bener Har.
📱Harry
Pasti Harry akan belajar yang benar bun. Oh iya bun Harry malam ini izin pergi ya
📱Rahayu
Mau kemana?
📱Harry
Nongkrong doang, bun.
📱Rahayu
Nggak perlu itu nongkrong-nongkrong. Kamu dulu nongkrong di wc ngeluh capek sampe minta wc duduk
📱Harry
Ya beda dong bun, ini tuh kumpul-kumpul dengan teman saling bercanda tawa curhat segalanya deh
📱Rahayu
Bunda nggak izinkan untuk saat ini, karena bunda lagi jauh dengan mu
📱Harry
Tapi disini mas Teguh selalu memantau aku bahkan istri mas Teguh juga sering negur
📱Rahayu
Tetap saja beda, di undur nongkrong nya tunggu bunda pulang
📱Harry
Bunda nggak asik deh
📱Ki Idam
Patuh dengan apa yang bunda mu ucapkan, jangan banyak bantah bisa?
📱Harry
Hehehe, iya ayah maaf. Tapi Harry minta beliin laptop dong
Rahayu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya.
📱Ki Idam
Besok beli lah dengan bunda. Ayah nggak suka kamu selalu membantah apa yang bunda perintahkan. Mas Teguh mu itu dari kecil nggak pernah membantah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
EsTehPanas SENJA
hmmm kan! ga enak pesugihan itu.... duh kebayang ga boleh sholat tuh rasanya 😶
2025-02-11
0
❅𝖊£ios⚜🖤
Apa bedanya sama jual annu ya Bu intan🤔 pesugihan emang harus begitu ya🤔
2024-09-05
1
𝓐𝔂⃝❥ɳαɳƈყ
ya ampun aki2 idam ternyata punya anak sama istri sah. kayak gitu masih aja main sama yang lain
2024-09-04
0