Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri

Lagi dan lagi, pak Min membuat Agus tidak nyaman karena selalu menyindir atau menjelekan mertua nya. Padahal selama menikah dengan Namira tidak sedikit pun mertuanya berkata buruk atau bercerita buruk pada Namira.

Agus selama ini berusaha untuk selalu menghargai dan mendukung bapak, tapi kenapa seolah Agus adalah musuh atau mata-mata yang membuat bapak harus waspada terhadap Agus. Gumam hati dengan perasaan sedih

Agus kembali pulang menggunakan kendaraan roda dua dengan pikiran yang tidak karuan. Alhamdulillah sampai dirumah dalam keadaan selamat. Agus tidak langsung masuk ke kamar kost nya, dia memilih duduk sejenak di parkiran motor.

"Aa sudah pulang" sapa Namira istri Agus

"Alhamdulillah sudah, neng dari mana?" tanya Agus terkejut melihat istrinya dari luar

"Ini Agam rewel minta jajan" Namira mencium tangan suaminya begitu juga dengan Agam.

Agam anak laki-laki pertama Agus, usia nya sudah 3 tahun.

"Jagoan bapak kenapa rewel" Agus menggendong Agam dan bertanya baik-baik

"Agam mau jajan" dengan menundukan kepalanya Agam takut melihat bapaknya

"Lain kali Agam bisa tunggu bapak pulang ya" Agus mengingatkan anaknya

"Biar atuh a, neng juga nggak apa-apa. Bukannya kata dokter lebih baik banyak jalan sedikit-sedikit" Namira membela Agam

"Tapi aa khawatir neng" terlihat dari tatapan Agus untuk Namira bahwa dia sangat khawatir

"Kita masuk kedalam" ajak Namira, karena tidak enak diparkiran motor ada cctv. Agus juga tidak lupa membawa mie ayam.

"Lelah" Agus bertanya pada istrinya

"Nggak, untungnya kita sudah pindah ke kamar bawah" Namira tersenyum

"Itu karena aa takut neng naik turun, makanya aa ambil kamar yang bawah ini" Agus memberikan bungkusan

"Apa ini?" Namira menerima bungkusan tersebut

"Tadi mampir ke rumah bapak, di buatkan mie ayam sama mie becek" Agus membantu anaknya membuka bungkus biskuit

"Seperti nya enak ini" Namira sudah tidak sabar untuk memakan nya

"Makan mie biasa aja berdua Agam, yang pedas untuk aa" Agus memperingati istrinya agar tidak makan pedas

"Cuma level 1, icip sedikit nggak apa atuh a." Namira cemberut melihat Agus

"Oke, tapi jangan banyak-banyak" Agus mengalah demi Namira

Namira mulai mengaduk mie agar rata dengan bumbu. Pertama yang di coba mie ayam biasa.

"Bismillah" Namira

Suapa pertama Namira tampak diam dan merasakan sedikit pahit, tetapi dia tidak ingin bilang dengan suaminya. Suapan kedua mencoba mie becek dan rasanya hambar dan biasa saja.

Apa bapak bikinnya asal ya karena untuk aa. Batin Namira

Agus memperhatikan istrinya, dari wajah yang cerita tiba-tiba terlihat aneh.

"Ada apa?" Agus bertanya

"Aa cobain, apa mulut neng yang salah" Namira menyuapkan ke mulut suaminya

Mie biasa terasa sangat pahit di mulut Agus begitu juga dengan mie becek yang pahit dan hambar.

Aku yakin ini kerjaan bapak. Segitu benci nya sama aku dan Namira, pak. Gumam Agus dalam hati

Dengan tergesa Agus membungkus kembali mie itu dan membuangnya ke tong sampah.

Ya Allah maaf sekali, bukannya ingin membuang rezeki. Aku tau banyak diluar sana yang kesusahan untuk makan tetapi makanan ini memang sedikit aneh dan tidak bisa masuk ke dalam mulut kami. Sekali lagi maaf ya Allah. lirih Agus sebelum membuang ke dalam tong sampah

"Harusnya jangan di buang, a" Namira

"Itu nggak enak, masa kita mau paksakan untuk makan" Agus kesal mengingat rasa mie ayam yang tidak enak itu

"Aa mau makan apa, neng masakin masih ada bahan sedikit di kulkas" Namira berusaha untuk bangun dari duduknya

"Hari ini kita makan pecel ayam aja yuk di luar" Agus tidak tega apabila istri masih harus masak karena terlihat diluar kamar ada jemuran berarti Namira habis mencuci pakaian hari ini

"Mau sekarang?" tanya Namira

"Aa mau mandi dulu, sebentar doang ya itu Agam pakai kan jaket aja" Agus bergegas membersihkan diri

Rencana nya Agus akan bertanya pada Fatimah atau Fahmi, kenapa mie ayam bapak rasanya pahit tidak seperti biasanya.

10 Menit mandi akhirnya Agus dan keluarga makan pecel ayam pinggir jalan. Warung tenda ini tidak jauh jaraknya dari rumah bapak dan ibu.

"Mau mampir ke rumah ibu nggak, a." Namira bertanya sambil makan

"Yang ada kelamaan, aa besok masih kerja jadi langsung pulang aja habis makan" Agus menjawab dengan pura-pura lelah

Namira mengerti kalau suaminya sedang lelah apalagi tadi niatnya makan mie ayam bapaknya saja udah cukup tetapi ternyata rasanya di luar ekspektasi kedua nya.

Tanpa sepengetahuan Namira, Agus memesan ayam dan nasi uduknya untuk mertua dan adik ipar. Di perjalanan pulang Namira bingung kenapa harus belok kanan sedangkan kost tempatnya masih lurus.

"Untuk apa kerumah ayah" Namira bingung bilangnya lelah tapi mampir ke rumah orangtuanya

"Sebentar doang, ayo ah masuk" ajak Agus memegang tangan Namira sambil menggendong Agam

Motornya di parkir kan di pinggir jalan dekat ujung gang. mereka berjalan kaki masuk ke dalam gang yang hanya pas untuk 2 motor saja.

"Assalamualaikum, yah" Agus dan Namira

"Wa'alaikumussalam" Ayah dan ibu serta adiknya

"Lagi kumpul nih" Agus menurunkan Agam agar mendekati kakeknya

"Ayah habis pulang dagang" ibu menerima uluran anak mantu nya untuk mencium tangan

"Malam banget, yah" Agus merasa kasihan

"Alhamdulillah di kasih waktu sedikit lama untuk memandang jalan raya" Ayah Namira memang selalu positif

"Mashaallah" Agus terharu dengan mertua

"Tadi Namira makan pecel ayam, rasanya enak. Ingat ayah makanya Namira beliin juga buat disini" Agus memberikan bungkusan hitam berisi pecel ayam

Namira menatap suaminya sebab dia tidak pernah bilang ingat ayah atau mau membelikan ayam untuk keluarga, Agus hanya mengedipkan sebelah matanya.

"Ibu mu baru aja mau beli ceker goreng sama usus ayam tepung untuk bapak" ayah Namira senang

"Ya sudah makan ini aja. Arifin juga tadi di beliin sama si teteh" Agus mengajak adik iparnya

Namira mempunyai 1 abang laki-laki dan 1 adik laki-laki sedangkan dirinya anak kedua perempuan satu-satunya.

"Ipin lagi masak mie" sahut Arifin

"Ya nggak masalah makan campur mie nasi sama pecel ayam, nanti malam tidur nyenyak deh" Agus menggoda Ipin

"Gendut yang ada makan mie pakai nasi juga" Arifin

"Sama saja seperti kamu makan mie pakai telur, bikin gendut" Namira menimpali dan menjewer Ipin

"Aduh teteh, sakit tau" Ipin mengelus telinga yang terasa panas

"Oh iya hari sabtu malam minggu, aa Arfan minta tolong sama kita untuk datang kerumah dia" ibu berbicara sambil menyediakan makanan untuk ayah

bersambung...

...🍒Happy Reading🍒...

Terpopuler

Comments

❅𝖊£ios⚜🖤

❅𝖊£ios⚜🖤

sepertinya ya kak bukan seperti nya, koreksi dikit gpp kan🙂

2024-09-05

2

𝓐𝔂⃝❥ɳαɳƈყ

𝓐𝔂⃝❥ɳαɳƈყ

kan ketahuan mie ayam sm mie becek pak min enak kalo makan ditempat aja.makanya yang dibawa agus amburadul rasanya

2024-09-04

0

🪐🦁§͜¢◌ᷟ⑅⃝ͩ●ⁿᶦᵗᵃᴸᵉᵉ●⑅⃝ᷟ◌ͩ🍁❣️

🪐🦁§͜¢◌ᷟ⑅⃝ͩ●ⁿᶦᵗᵃᴸᵉᵉ●⑅⃝ᷟ◌ͩ🍁❣️

karena kamu dan istrimu makan mengucapkan doa makanya persugihan bapak dan ibumu luntur...

2024-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Kedai Mie
2 Awal Mula
3 Praktek Pertama
4 Menunggu Hasil
5 Pembeli Pertama
6 Ludes Tak Tersisa
7 Pak Min Kesal
8 Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9 Bu Intan Mulai Berbohong
10 Perempuan Selain Sarah & Intan
11 Protes Rahayu
12 Kedai Yang Lebih Luas
13 Mutiara Melihat
14 Nasehat Untuk Jeje
15 Fahmi Melawan
16 Cerita Fahmi
17 Meninggal
18 Keanehan
19 Merasa Di Fitnah
20 Ada Rasa Menyesal
21 Mengikuti Bu Intan
22 Tutup Lebih Awal
23 Berkumpul
24 Mimpi Fahmi
25 Kejujuran Fahmi
26 Pengumuman
27 Menemui Mutiara
28 Bu Intan Kembali
29 Mencari Cara
30 Ada Apa Dengan Fahmi?
31 Bu Intan Gelisah
32 Tragis
33 Kekacauan
34 Celaka
35 Kondisi Tenang
36 Keresahan Namira
37 Ustadz Ilham
38 Berulah Terus
39 Kematian
40 Ternyata...
41 Pemakaman
42 Tidak Nyaman
43 Kejiwaan Pak Min
44 Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45 Jualan Laris
46 Mencari Yang Tak Tau Dimana
47 Menemukan Ponsel
48 Kenyataan Baru
49 Canda Tawa Keluarga Namira
50 Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51 Ki Idam Di Ancam Istri
52 Pak Min Sadar
53 Bertemu Zahwa
54 Bertemu Pak Sumitro
55 Kemana Keluarga Zahwa?
56 Musibah
57 Pak Sumitro Bebas
58 Petunjuk Selanjutnya
59 Perjalanan
60 Kejadian
61 Iwan Tidak Mau Ikut
62 Iwan Tidak Salah
63 Misi Penyelamatan
64 Bilik
65 Ada Apa Dengan Rudy?
66 Titik Temu
67 Wajah Intan Nampak
68 Ada Yang Hilang
69 Di Serang Hewan
70 Pertarungan Ustadz Arifin
71 Bertemu
72 Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73 Rudy Kembali Sadar
74 Pulang
75 Keputusan Besar
76 Diskusi Keluarga Sudirman
77 Keputusan Agus
78 Pak Min Kurang Setuju
79 Bandara
80 Bertemu Paman dan Bibi
81 Beradaptasi
82 Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Kedai Mie
2
Awal Mula
3
Praktek Pertama
4
Menunggu Hasil
5
Pembeli Pertama
6
Ludes Tak Tersisa
7
Pak Min Kesal
8
Merasa Di Kerjain Orangtua Sendiri
9
Bu Intan Mulai Berbohong
10
Perempuan Selain Sarah & Intan
11
Protes Rahayu
12
Kedai Yang Lebih Luas
13
Mutiara Melihat
14
Nasehat Untuk Jeje
15
Fahmi Melawan
16
Cerita Fahmi
17
Meninggal
18
Keanehan
19
Merasa Di Fitnah
20
Ada Rasa Menyesal
21
Mengikuti Bu Intan
22
Tutup Lebih Awal
23
Berkumpul
24
Mimpi Fahmi
25
Kejujuran Fahmi
26
Pengumuman
27
Menemui Mutiara
28
Bu Intan Kembali
29
Mencari Cara
30
Ada Apa Dengan Fahmi?
31
Bu Intan Gelisah
32
Tragis
33
Kekacauan
34
Celaka
35
Kondisi Tenang
36
Keresahan Namira
37
Ustadz Ilham
38
Berulah Terus
39
Kematian
40
Ternyata...
41
Pemakaman
42
Tidak Nyaman
43
Kejiwaan Pak Min
44
Mie Ayam Becek Rasa Mangga
45
Jualan Laris
46
Mencari Yang Tak Tau Dimana
47
Menemukan Ponsel
48
Kenyataan Baru
49
Canda Tawa Keluarga Namira
50
Bertamu Ke Rumah Bu Sarah
51
Ki Idam Di Ancam Istri
52
Pak Min Sadar
53
Bertemu Zahwa
54
Bertemu Pak Sumitro
55
Kemana Keluarga Zahwa?
56
Musibah
57
Pak Sumitro Bebas
58
Petunjuk Selanjutnya
59
Perjalanan
60
Kejadian
61
Iwan Tidak Mau Ikut
62
Iwan Tidak Salah
63
Misi Penyelamatan
64
Bilik
65
Ada Apa Dengan Rudy?
66
Titik Temu
67
Wajah Intan Nampak
68
Ada Yang Hilang
69
Di Serang Hewan
70
Pertarungan Ustadz Arifin
71
Bertemu
72
Selamat dan Kembali Ke Desa Hideung
73
Rudy Kembali Sadar
74
Pulang
75
Keputusan Besar
76
Diskusi Keluarga Sudirman
77
Keputusan Agus
78
Pak Min Kurang Setuju
79
Bandara
80
Bertemu Paman dan Bibi
81
Beradaptasi
82
Mendapat Informasi Tentang Pak Min
83
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!