Antara Dua Pilihan

Dalam Tidur Nya, Nara Bermimpi Berada Di Dekat Air Terjun Yang pernah ia lihat sebelum nya. Saat Dirinya Sedang Melihat Sekeliling nya. Tiba-tiba Saja Ada Seekor Ular Putih yang Berekor Mas menghampiri nya.

" Aaaaaaaaaa,,,,Janagn Mendekat " Nara berteriak Sekuat Tenaga.

" Tenang Lah, Aku tidak Akan menyakiti mu "

Tiba-tiba Ular itu Berbicara Pada Nara, Nara kaget bukan Main Saat Menemui Hewan yang Bisa Berbicara pada Dirinya.

" Apa Ia Adalah Bangsa Jin " Batin Nara Bergidik Ngeri

Bulu Roma nya Berdiri Halus, Saat Ular Itu Mulai. mengangkat Kepala nya, Dan Menggeluarkan Lidah panjang nya.

" Apa Mau mu Janagn Mendekat " Bentak Nara pada Sang Ular Bermahkota

" Apa Kau Tersesat Anak manusia? "

" Ap-a yang kau Tau tentang ku " Ucap Nara terbata.

" Tenang lah, Aku Akan membantu mu, kembali ke Dunia Mu, Asalkan kau bisa membantu ku "

Nara Terdiam Sejenak Memikirkan Kesepakatannya dengan Sang Ular

" Syarat Apa yang kau mau? "

" Aku menginginkan Keris Mas milik istana Indra Loka " Ucap Sang Ular Dengan Jelas nya.

" Apa yang kau mau? Aku tidak Tahu Diman Letak Keris Itu "

" Aku Akan memberikan mu petunjuk, Asalkan Kau mau memenuhi Syarat nya. Setelah kau dapatkan Keris itu bawalah keris itu pada Ku, Dan Aku Akan membantu mu keluar Dari Hutan Alam ini " Ucap Sang Ular Tiba-tiba menghilang Bersamaan dengan Terbangun nya Nara.

" Hahahhahhh,,,," Nara Terbangun Dari Tidur nya, Namun Nafas nya Tersengal Seperti Habis Berlari.

" Apa yang Tadi Terjadi pada ku? " Nara mengusap Kening nya. yang Penuh dengan peluh, Ia mengusap Nya perlahan. Namun Ada Sebuah Kejanggalan yang ia Temui Di balik Telapak Tangan nya.

" Apa ini? " Nara beranjak.

Lebih mendekati ke Cahaya Api, Gambar di tangan nya sangat Jelas. terlihat Ada Tulisan Aksara Jawa Kuno yang Sangat Khas. Namun ia tidak Bisa membaca nya.

" Tulisan Apa ini? Apa ini petunjuk Tempat yang Ular itu maksud? " Batin Nara Menerka-nerka.

🍁

🍁

🍁

Pagi menjelang matahari Menerobos Celah kamar, Terlihat Beberapa Dayang Sedang Membereskan Tanaman bunga Mawar biru yang Sangat Indah

" Putri ku sekarang kau tidak lagi meracik wewangian? " ucap ibunda nya.

" iyah " ujar Murti. Gugup Saat mereka duduk Bersama.

Murti Gelagapan, Karan Pikir nya Wanita itu Tidak Bertindak sejauh ini.

" Ternyata Wanita itu Bukan hanya Merebut Hati Arya Tapi Juga Hati Ibunda ku " Batin Murti Kesal.

Terlihat ibunda nya memperhatikan wajah Murti yang terlihat tampak kesal.

" Apa kau Baik-baik Saja? " ibunda ratu Mengelus Pundak Murti

" Tidak papa Ibunda. "

Murti yang tampak Kesal, Karna mendengar ibunda nya Terus Mengingatkan hal Apa yang Wanita itu lakukan Membuat Murti Makin Kesal dan Ingin sekali menghajar nya.

" Sepertinya wanita itu sangat lancang mengunakan peran Ku, Liat saja nanti " Batin Murti tangan nya mengepal Hebat Emosi nya meletup-letup.

Ia segera berpamitan pada Ibunda nya. Beralaskan ingin beristirahat kembali, Namun sebenarnya Dirinya Akan memberi pelajaran Pada Nara.

Dengan langkah Yang sangat tergesa-gesa, Murti berjalan Ke Arah penjara, ia hendak menemui Nara dan ingin Rasanya Segera Menampar Nara.

Namun Ada hal yang Sangat ia tidak disangka...

" Maaf Putri, Anda Tidak di izinkan masuk kedalam " Hadang Sang Prajurit

" Apa-apan ini kalian melarang ku " Murti menjawab dengan Nada datar nya.

" Minggir "

Terlihat ke empat Prajuritnya tidak bisa menghalangi Putri Murti....

Benar Saja di dalam nya. Terlihat Arya juga Ada disana, Sedang memegangi Erat tangan Nara, sepertinya mereka berdua sedang Melepaskan kerinduan nya.

" Arya Apa yang kau lakukan disini? " Bentak Murti

Membuat Nara Dan Arya menatap ke Arah Murti yang Semakin Dekat menghampirinya.

" Dasar kamu Wanita Murahan " Tiba-tiba Murti Memaki Nara di Depan Arya langsung.

" Apa yang kamu lakukan " Arya menangkis Tangan Murti yang Hendak Mencakar Tangan Nara

" Arya Apa yang kau lakukan, Dia Bukan Siap-Siapa kau, Dan Identitas nya Juga sangat Tidak Jelas " Ucap Murti Nada nya Sedikit Datar

" Dia istri ku " Sahut Arya dengan Suara yang Geregetan.

" Apa Aku tidak Salah Dengar Hah? " Murti Menegaskan Nada Bicara Nya.

" Sudah Cukup, Tinggalkan Aku sendiri Disini " Nara Berteriak Menghentikan Perdebatan Antara Murti Dan Arya yang Semakin Sengit

Alih-Alih ingin Mendapatkan Sebuah Kerinduan Dengan Sang Arya, Nara Malah Di Buat Kesal Karna Murti Malah menyusul Arya

Akhirnya Nara Di tinggalkan Sendiri Lagi di dalam Penjara, Sebelum Pergi Arya Berpesan Pada nya. kalau ia Akan Segera membebaskan Nara Sore ini, Setelah Nanti Selesai Rapat Pertemuan Para Raja Sebrang.

" Bagai Mana soal Mimpi Ku Semalam? " Kini Nara malah memikirkan Mimpi nya Semalam.

Karna perdebatan Tadi Nara Juga Sampai Lupa Menanyakan Apa Arti Tulisan Di tangan nya itu Pada Arya.

🌹

🌹

🌹

Jaka Bersiap Menemui Mahesa Karan Ada Alasan Tersendiri yang Akan ia Sampaikan Pada Mahesa...

" Tuan Apa Kita Akan menemui Pangeran Mahesa Sekarang? " Ujar Sang Prajurit

" Iya Jika tidak Sekarang kapan Lagi waktu Kita Tidak Banyak " Tegas Jaka dan Langsung Memacu Kuda nya.

Jaka Dan ke Empat Prajuritnya menuju Kerajaan Jaya Wijaya, Karna Kerjaan itu Sebenarnya Tidak Terlalu Jauh Dari Tempat nya. Hanya Saja Di Penghujung Antara Kerajaan Jaya Wijaya Dan Mansion nya Berbatasan Oleh Aliran Sungai yang Cukup Panjang, Jika Sedang Dalam Masa penghujan Aliran Air Nya Akan semakin Deras dan Sangat Sulit Jika mengunakan Kuda Meskipun Sungai nya Tidak Terlalau Dalam Namun Sangat sulit Di lalui Jika Aliran Air nya Sangat Deras.

Tak berselang Lama, Jaka Dan Ke Empat Prajuritnya Akhirnya Sampai Di Kerajaan Jaya Wijaya.

Beberapa Prajurit yang Menjaga Gerbang Depan Istana, Berjaga-Jaga Karna Merasa Jaka Adalah Seorang Tamu Yang Sangat Asing.

" Ki Sanak Siapa kau? " Tegur Salah Satu Prajurit

" Bukakan Saja Aku Ada Perlu Dengan Anak Raja Mu " Ucap Jaka Dengan Rahang Tegap nya.

Para Prajurit yang Berjaga di kerajaan Jaya Wijaya Saling Menatap Ke Arah Gerombolan Jaka.

Jaka Terdiam Melihat Prajurit Saling Berbisik.

" Baik, Tunggu Sebentar " Ucap Sang Prajurit

Dua Prajurit Menemui pangeran Mahesa Yang Sedang Asik Duduk Di Pijat Oleh Beberapa Dayang, Dengan Sedikit Mata terpejam Karna Mahesa Seperti menikmati Sentuhan Para Dayang nya.

" Sendiko Dawuh' Tuan " Tutur Sang Prajurit sambil Bersimpuh Hormat

" Ada Apa Kau Menggangu ku Saja " Mahesa Membuka Mata nya.

" Ampun Tuan, Ada yang Ingin Bertemu Dengan Tuan Di Depan Istana "

" Siapa Dia? "

" Suruh Masuk Dan Temui Aku Di Balai perjamuan " Sambung Mahesa

Selang Beberapa Menit Jaka Dan Mahesa Sudah Duduk Berhadap Hadapan.

" Ada Apa Ki sanak Berkenan Datang Di Kerajaan ini? " Ucap Mahesa Memecahkan Keheningan.

" Hem,,,,Tujuan Awal ku Datang Adalah, Karna Aku Melihat Woro-Woro yang kau Buat Tempo Hari " ucap Jaka Tampa Senyum

Mahesa Meningat Pengumuman yang pernah Ia Buat Tempo Hari,

" Bagai Mana Apa kau Sudah Ingat yang Mulia Pangeran " Jaka mengulang kembali Perkataan nya.

" Oh-iyah Aku ingat, Bagai mana Apa kau Tahu Kabar nya Wanita itu sekarang? " Mahesa Menatap Jaka Dengan Mimik wajah Sangat Serius

" Iyah Aku Tahu Wanita itu " ucap Jaka membuang Nafas nya Perlahan.

" Bisakah kau Tunjukan Pada Ku, Dimana Keberadaan nya Sekarang, Karna yang Ku Tahu Ternyata Dia Adalah Anak Seorang Raja " ucap Mahesa mengangkat Sebelah Alis nya.

" Aku Bisa Saja memberitahu mu, Tapi Ada Syarat nya. " Kini Jaka yang malah Memberikan Tawaran Pada Mahesa

" Hemmm....Baik katakan Apa syarat nya "

" Syaratnya...."

Happy Reading 🌷🌷🌷🌷

Episodes
1 Batal nikah
2 cahaya Misterius
3 Dimensi lain.
4 Bermalam Di Hutan
5 Menjadi Putri Bangsawan
6 Hari Pernikahan
7 Kencan di Dunia Kerajaan
8 Bertemu Dengan Jaka
9 Suami istri Sungguhan
10 Siapa Sebenarnya?
11 Hilang dan kembali
12 Putri Arogan
13 Berusaha Hidup
14 Mulai di jajah
15 Jaka Mulai Jatuh Hati
16 Perjuangan Nara untuk Arya
17 Nelangsa
18 Waktu yang Menentukan
19 Harapana Yang Semu
20 Antara Dua Pilihan
21 Dilema Hati dan perasa'an
22 Petunjuk Untuk Pulang
23 Nestapa Dan Prahara
24 Sebuah Firasat
25 Kembali ke Dunia nyata
26 Apa semua nyata?
27 Memulai Hidup Baru
28 Bertemu Di Dunia Nyata
29 Wijaya Kusuma
30 Air Terjun Keabadian
31 Mengenal Keluarga Wijaya Kusuma
32 Pengorbanan Wijaya Kusuma
33 Pernikahan Nara Dan Wijaya
34 Mimpi Wijaya Kusuma
35 Acara Unduh Mantu
36 Bunga Misterius
37 Antara Arya Dan Wijaya
38 Kembali Ke Masa Lampau
39 Menemui Orang Pintar
40 Mencari Keberadan Nara
41 Terjerat Cinta Dunia Lain
42 Pertemuan Arya Narendra Dan Naraya
43 Rencana Pernikahan Naraya Dan Arya
44 Pernikahan Naraya dan Arya
45 Menabur Benih Cinta
46 Sabana Rumpun Dan Bunga Mawar
47 Taman Sriwedari dan Terjun Keabadian
48 Awal Mula Di pisahkan
49 Kehilangan Separuh Jiwa
50 Ketika Takdir Tidak Berpihak
51 Ke'adaan Telah Berubah
52 Memanfaatkan Peran
53 Ketabhan Hati
54 Menghapus Jejak Cinta
55 Cinta Yang Tersembunyi
56 Jati Diri Sesungguhnya
57 Kebahagiaan Naraya, Kegundahan Untuk Arya
58 Kejutan Manis Dari Jaka
59 Kecurigaan Arya
60 Ziarah Bersama
61 Bermalam Bersama
62 Rasa Yang Telah Sirna
63 Hari Bahagia Jaka Arum
64 Hari Pernikahan
65 Malam Pengantin
66 Ciuman pertama
67 Tindakan Arya Narendra
68 Rencana Yang Telah Di Susun
69 Pengakuan Putri Murti
70 Rahasia yang Mulai Terbongkar
71 Semua Telah Berakhir
72 Penyesalan Yang Sia-Sia
73 Demi Buah Hati
74 Pilihan Yang Salah
75 Cinta Harus Setara
76 Intimidasi
77 Ungkapan Rasa Yang Ada
78 Penyerangan Istana Arum
79 Berpisah Untuk Selamanya
80 Kisah Akhir Masa Lampau
81 Mengubah Takdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Batal nikah
2
cahaya Misterius
3
Dimensi lain.
4
Bermalam Di Hutan
5
Menjadi Putri Bangsawan
6
Hari Pernikahan
7
Kencan di Dunia Kerajaan
8
Bertemu Dengan Jaka
9
Suami istri Sungguhan
10
Siapa Sebenarnya?
11
Hilang dan kembali
12
Putri Arogan
13
Berusaha Hidup
14
Mulai di jajah
15
Jaka Mulai Jatuh Hati
16
Perjuangan Nara untuk Arya
17
Nelangsa
18
Waktu yang Menentukan
19
Harapana Yang Semu
20
Antara Dua Pilihan
21
Dilema Hati dan perasa'an
22
Petunjuk Untuk Pulang
23
Nestapa Dan Prahara
24
Sebuah Firasat
25
Kembali ke Dunia nyata
26
Apa semua nyata?
27
Memulai Hidup Baru
28
Bertemu Di Dunia Nyata
29
Wijaya Kusuma
30
Air Terjun Keabadian
31
Mengenal Keluarga Wijaya Kusuma
32
Pengorbanan Wijaya Kusuma
33
Pernikahan Nara Dan Wijaya
34
Mimpi Wijaya Kusuma
35
Acara Unduh Mantu
36
Bunga Misterius
37
Antara Arya Dan Wijaya
38
Kembali Ke Masa Lampau
39
Menemui Orang Pintar
40
Mencari Keberadan Nara
41
Terjerat Cinta Dunia Lain
42
Pertemuan Arya Narendra Dan Naraya
43
Rencana Pernikahan Naraya Dan Arya
44
Pernikahan Naraya dan Arya
45
Menabur Benih Cinta
46
Sabana Rumpun Dan Bunga Mawar
47
Taman Sriwedari dan Terjun Keabadian
48
Awal Mula Di pisahkan
49
Kehilangan Separuh Jiwa
50
Ketika Takdir Tidak Berpihak
51
Ke'adaan Telah Berubah
52
Memanfaatkan Peran
53
Ketabhan Hati
54
Menghapus Jejak Cinta
55
Cinta Yang Tersembunyi
56
Jati Diri Sesungguhnya
57
Kebahagiaan Naraya, Kegundahan Untuk Arya
58
Kejutan Manis Dari Jaka
59
Kecurigaan Arya
60
Ziarah Bersama
61
Bermalam Bersama
62
Rasa Yang Telah Sirna
63
Hari Bahagia Jaka Arum
64
Hari Pernikahan
65
Malam Pengantin
66
Ciuman pertama
67
Tindakan Arya Narendra
68
Rencana Yang Telah Di Susun
69
Pengakuan Putri Murti
70
Rahasia yang Mulai Terbongkar
71
Semua Telah Berakhir
72
Penyesalan Yang Sia-Sia
73
Demi Buah Hati
74
Pilihan Yang Salah
75
Cinta Harus Setara
76
Intimidasi
77
Ungkapan Rasa Yang Ada
78
Penyerangan Istana Arum
79
Berpisah Untuk Selamanya
80
Kisah Akhir Masa Lampau
81
Mengubah Takdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!