Nara memasuki hutan Rindang yang sama persis dengan Apa yang ia lihat tadi sore, Mata nya, Amat penasaran dengan Cahaya apa yang ada di hutan, Nara berjalan dengan kaki yang sedikit berjingkrak
Terlihat ada luka di bagian kaki kirinya, seperti Sayatan benda tajam, Nara tidak putus Asa, ia tetap melangkah mencari Cahaya itu semakin Nara jauh melangkah Cahayanya mulai meredup.
Hinga saat tiba di bagian aliran Air terjun cahaya itu hilang, Nara menengok Sekeliling Namun tidak ada cahaya Misterius itu lagi.
" terjun..." Nara melihat dengan jelas karna cahaya yang ada di hadapannya sekarang sudah tidak ada, berganti dengan Air terjun.
hari yang belum terlalu gelap, jadi Nara bisa melihat dengan jelas apa yang ada di hadapannya Sekarang.
" Air nya jernih sekali, " Ucap Nara kagum.
" Ahhggg...perih " Nara menyadari luka di kakinya terkena Air Rasanya nyeri dan panas.
Nara membasuh nya dengan Air yang mengalir perlahan. tiba-tiba Saja ada ular yang berukuran cukup besar bagi Nara, Dan mematuk Kaki nya..
" Aaaaa...huhuhuhu.." Nara terbangun dari tidurnya ternya ini hanyalah mimpi.
Ia mengecek kaki nya, Namun tidak ada luka atau pun bekas patukan Ular " Ya ampun ternya cuman mimpi." Nara mengusap keringat di kening nya.
Hendak memejamkan mata lagi namun susah sekali, Nara melihat Ke Arah jam ternya baru jam dua malam,
menyadari mimpinya terlalu Aneh untuk di cerna Akal seperti nyata, Namun juga dirinya menggap ini hanyalah bunga tidur, mungkin karena pikiran ya sedang kacau akhir akhir ini makanya mimpinya ngawur
Nara berusaha kembali memejamkan Matanya, hinga sampai suara Ayam berkokok pagi membangun nya bersamaan dengan suara Emak nya.
" Nara...." Mak mengendor pintu Kamar Nara.
" Iyah Mak ia..." Nara beranjak dari ranjang tidurnya, ia mengusap wajah kusut bangun tidurnya Meskipun usianya Sudah memasuki Dua puluh empat tahun tapi Nara Masih tetap Cantik,
Tubuh Ramping dan kulit putih bersih, seperti layaknya Seorang keturunan bangsawan.
" Kamu bangun Aja siang, Gimana mau cepat dapat jodoh.." Cletuk emak Pada Nara.
" Kan kemarin Sudah mau dapat Mak..cuman kan dianya saja yang edan.." Tugas Nara, Sambil membantu emak meracik Sayuran.
" sudah-sudah, Kamu sekarang panggil bapak di belakang kita Makan bareng " perintah ibu pada Nara.
Meskipun Nara bukan Anak kecil lagi, Tapi kedua orang Tua nara Sangat menyayangi Nara, Karna Nara anak satu satunya pak Darman dan bu Aeni.
Nara menghampiri bapak yang sedang membuka ikatan kayu yang baru saja ia cari Dari hutan, karena pekerjaan pak Darman sehari hari, mencari kayu bakar untuk kebutuhan Memasak.
Melihat nya, Nara ikut membantu bapak menyusun Kayu.
" Pak ini kayu bapak cari di hutan." Ucap Nara sambil mengangkat beberapa kayu bakar.
" Iyah Nduk.."
" Dari hutan Sana? " Nara menoleh ke Arah hutan.
" iyah nduk, tapi yah cuman di sekitar Yang dekat Saja." jelas bapak.
" Bapak di dalam hutan Sana ada Air terjun nya yah pak? " Nara mendekati bapak Sambil berbicara seperti Orang berbisik.
" Air terjun? " bapak bingung dengan Apa yang di maksud Nara,
Karna selama dua puluh Empat tahun Nara belum pernah masuk lebih jauh kedalam hutan itu, karna bapak dan Emak melarangnya.
" Tidak Ada Nara, lagi pula hutan ini sangatlah luas, jadi bapak meskipun Sudah lama tingal disini, tapi bapak tidak pernah pergi terlalu jauh masuk kedalam hutan."
Ucapan bapak cukup mengurungkan Niat Nara bercerita soal mimpi nya Semalam.
" Ayo makan dulu..." Mak berteriak lewat jendela dapur.
Nara dan bapak langsung menghentikan Aktivitasnya kari hari juga Sudah menjelang siang.
sudah jadi Adat istiadat Di Rumah ini jika Makan selalu dengan Sambal mentah dan lalapan tidak ketinggalan, setelah selesai Makan Nara membantu Mak mencuci piring di dapur nya.
" Mak Nara mau bekerja lagi yah ke kota " Ucap Nara.
" Ngak mau Menikah Saja? " Tawar Emak
" Dengan si Madi? Anaknya Pak syarif yang tiga bulan lalu melamar Kesini? " Ucap Nara rentetan.
" iyah dari pada. harus Menjadi perawan Tua " cletuk Mak sambil mencubit pingang Nara.
Nara mengaduh..." Mak Apa sih...Nara malas banget harus menjadi istri kedua nya." Rengek Nara.
" yah terus mau bagai mana? Nanti mak bilang ke bapak suruh terima lamaran dari Madi " ucap Mak sambil tertawa..
" Mak jangan lah...Nara janji deh Nanti di kota Nara bakal cari calon Mantu buat Mak Nanti Nara bawa pulang " Nara merengek.
Alih alih ingin Bekerja lagi ke Kota Aslinya Nara ingin melabrak irwan Dan Nadia, Karna ternya mereka sudah menghianati Mereka berdua.
" Mak...Bapak Nara pamit yah.." Ucap Nara bersiap setelah motor yang menjemput nya sudah sampai di halaman Rumah.
Nara mencium punggung Tangan, kedua orang Tua nya, dan langsung Menaiki motor yang siap membawa ia ke Terminal.
" Nara minta Maaf pak Mak, Nara sebenarnya bukan Mau kerja tapi Akan melabrak kedua Manusia siluman itu..." Gumam nara penuh tekanan.
Motor yang membawa nya sampai tepat di Alamat Rumah Nadya, Nara langsung memaki Topi Penutup mulut, dan juga kacamata.
Kini penyamaran nya, Makin sempurna.
Nara berjalan perlahan mencari tempat di mana Irwan dan pelakor nya bersembunyi
Dengan langkah yang cekatan, dan juga Dulu Nara pernah belajar ilmu bela diri jadi Kali ini, ia bersiap Akan meninju wajah irwan dan mempermalukan nya di depan umum.
Agar mereka dapat merasakan hal yang sama, seperti Apa yang dirasakan oleh nya.
" hhhaappp....ketemu kan loh.." Gumam Nara saat menemukan Irwan dan Nadya.
Dengan Mesranya irwan sedang membelai pingan Nadya, padalah posisi Nadya sedang menjemur pakaian.
" Apa mereka tidak Malu jika dilihat hal umum? " Batin Nara.
" eh...Mereka kan memang Urat malunya sudah terputus..."
Tampa pikir panjang Nara Langsung Menendang ember Cucian Nadya..
" Nar...Nara.." Mereka berdua Menoleh kaget Saat Nara membuka Masker dan kaca matanya..
" ngapain kamu disini? " Wajah Irwan terlihat panik.
" sudah jelas Aku akan menghajar mu..."
Tanpa Aba aba, Nara langsung menendang nya, hinga irwan tersungkur di tanah.
" jangan siksa dia Pukul saja Aku " Bantah Nadya.
" Diam kamu perempuan Si*lan..." Ucap Nara lantang.
berkali kali Nara meninju wajah irwan hinga babak belur. " penghianat... " ucap nya dengan Nafas memburu.
Tiba-tiba saja Nadya berteriak minta tolong..
Nara panik karna nanti Akan di sangka maling, padahal di hanya menghajar sang penghianat, Nara langsung beranjak pergi
sebelum warga berdatangan yang Ada nanti dia. juga babak belur karena di hakimi Warga.
Setelah di Rasa sudah berlari cukup jauh, Nara terduduk dan meneguk sebotol Air minum yang di bawa nya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Mutia Kurnia
seru thor kisah nya
2024-10-22
4