Nara melongo Saat mendapati Arya malah menuduhnya Sebagai putri Murti Sari.
padahal Waktu di depan para Dayang istana dan juga pengawal tidak Ada yang mengenal nya Bahkan Wajah Mereka Terlihat Sungkan dan Takut Saat Melihat nya Datang.
Apa jangan-jangan Puti Murti Sari Adalah putri yang Antagonis. " Mak...Nara pengin pulang " Batin Nara Sambil matanya berkaca-kaca.
" Putri ku..." Raja indra loka, Meminta Nara mendekatinya.
ingin Rasanya Nara berteriak kalau dirinya Adalah Nara bukan Murti Sari Anak mereka yang hilang. " Baik Arya sekarang Apa Kamu Sudah Siap? " Tutur Sang Raja
" Siap yang Mulia..."
" Mintalah Ayah handa mu, Menemui Kami Besok, Untuk membicarakan Pernikahan mu, Dengan Putri ku Murti Sari "
Ucapan Sang Raja membuat Nara makin Bingung, karena Ternyata Arya Adalah calon Suaminya. " Eh- Maksudnya calon Sumi Murti "
Raja indra loka dan Sangat Ratu Lastri, Sangat Senang karna putrinya yang hilang Telah kembali, ia meminta Para Pelayan Untuk Mengantarkan Nara beristirahat di kamar nya, Karna Mereka pikir Nara Adalah Murti, Meskipun Ragu dan kesal pada Arya tapi juga ja tidak mengetahui Apa Alasan Arya menggap Dirinya Adalah Murti
" Apa waktu kami Bertemu Arya juga menanggap kalau Aku Murti? tapi Rasanya tidak Mungkin karena saat Bersama, Arya tampak seperti Orang yang baru kenal dengan ku "
" Aduh Aku mau dibawa kemana lagi? " Nara di tuntut Oleh Dua orang yang di Tugaskan sebagai Dayang nya.
Nara gugup Karna tatak Rama kerajaan saja Nara tidak tahu harus bagai Mana. " Apa aku pura-pura Amnesia Saja yah? " kali ini Nara hanya bisa mengobrol Dengan Dirinya sendiri
" silahkan Tuan putri kami Akan membantu Anda Mandi " ucap Dayang yang berada di sana siap membantu Nara Mandi
Nara kikuk karena biasanya Dia Mandi hanya Sendiri, tapi disini dirinya di bantu orang, Meskipun Sesama perempuan tetap Saja bagi Nara ini Sangatlah canggung.
dan dengan Terpaksa Nara juga Membuka pakian nya di hadapan mereka, Nara langsung berjalan ke kolam khusus pemandian Dirinya, Disana sudah Terdapat bunga Mawar dan juga Air hangat yang bercampur Dengan Susu.
Tubuhnya yang sudah dia hari Tidak Tersentuh Air Terasa Rileks Saat berendam, Apa lagi di Dunia nya Nata tidak pernah luluran, disini ia Merasakan hal itu.
Sejenak ia sangat Menikmati nya, dan juga bau Aroma bunga yang meruap Dari Tubuh nya, membuat Fikiran nya tenang Dan ingatan nya Kemarin pada Dua Manusia keong Racun itu bisa pudar seketika, Ternyata kehidupan Barunya membuatnya untung,
Setelah Selesai Berendam Nara di beri kalian yang mirip Dengan handuk, Namun lebih lembut Seperti terbuat dari bulu Macan Atau kambing Atau memang Sutra Asli.
Nara di dudukan di kursi Rias setelah Dirinya di tata Rapih Oleh Dua dayang nya. Mereka tersenyum haru karena biasanya Putri Murti sangatlah banyak berkomentar jika sedang di Rias namun berbeda Dengan Nara yang kalem dan Angun
" Ternyata setelah tuan putri hilang tuang putri jadi Lebih cantik Dan putih " ucap Dayang itu.
Namun dayang satunya mengedipi nya " Maaf putri Saya sudah lancang " ucapnya Ragu
" Tidak papah " Nara tersenyum simpul membuat keduanya Heran.
karena biasanya jika Ada yang berani mengomentari kulitnya, Murti Akan murka dan dengan teganya ia Akan Mengjambak nya.
" Sungguh ini putri Murti? " ucap Satu Dayang yang sepertinya sudah Legendaris.
karena Biasanya Putri Murti Akan Selalu Marah Besar Dan jarang sekali kalem, Apa lagi Berkata Lembut.
Setelah Selesai Di Hias Nara Langsung di Antarkan Menuju Perjamuan istana, Kebetulan Disana Terdapat Sudah Ada ibunda Ratu Lastri Iyalah Ibunda Dari Putri Murti Sari.
" Silahkan Tuan Putri " Ucap Para Dayang dan berlalu
" Aduh Untung Saja Aku bisa Makan enak, dan menjadi Putri Bangsawan " Gumam Nara
Namun Dibalik itu Nara juga bingung karena tatak Cara makan di istana sangatlah berbeda, Jika biasanya Nara makan dengan tangan Dan bahkan duduk Menekuk sebelah kakinya.
" Kenapa Murti? Silahkan Ambil Makanan Apa yang kamu Suka? " ucap Ibunda Ratu penuh wibawa
Nara keluh, menggigit bibir bawahnya Merasa sangat bingung " Aku malau " ucap Nara lirih
" Kenapa Harus malau Sayang, Biasanya kau Akan mengambil Makanan Sesuka mu " Tutur Ayah handa
Merasa iba Dengan Sifat Anaknya yang sekarang Menjadi Pemalu Ibu Ratu memilihkan lauk untuknya.
Ibu Ratu dan baginya Makan, Nara langsung mengikuti Caranya.
" Sialan Arya Awas Saja kalau ketemu nanti " Batin Nara kesal
Selesai Makan, Bibi Mengajak ku berkeliling Istana, Di Taman istana Nara meminta mendekat Kesana dan memetik Bunga yang begitu Indah. " Bi..Bibi tahu Tidak Kapan Arya Akan datang lagi? " ucap Nara Saat mereka Serdang bersama Di Taman kerajaan
" Mungkin Lusa Putri, karena kan juga Raja indra loka, Dan Raja Mawan Akan menetapkan Tangal pernikahan Puteri Dan Pangeran Arya " Tutur Bibi
Nara tersentak Mengingat Ia pernah berbicara Dalam Hati nya, Ingin Mengajak Arya pulang kedunianya Dan Menjadikan dan ia Suaminya, Namun hal ini benar Terjadi disini, Nara semakin Gundah karena dia Harus menikah Antara nyata Atau tidak.
🌹
🌹
🌹
Hari ini Adalah Hari Pertemuan Para Raja karena Akan Membicarakan Pernikahan Nara Dan Arya,
Di Kamarnya putri Murti Alias Nara Sedang di hias Secantik Mungkin karena Akan menemui Pangeran Arya. Nara juga Tampak pangling saat melihat dirinya di Cermin begitu Angun
di dunia Asli dirinya sangat jarang sekali memakai Riasan yang full, Bahkan jika akan berkerja Nara hanya mengunakan Lip-Glos saja dan sedikit sentuhan Bedak, karena kulit Nara yang Memang sudah cukup Putih jadi ia Merasa tidak perlu memakai Cream.
setelahnya Nara di tuntun dan di kawal oleh beberapa Dayang yang Akan mengantar nya ke pertemuan Dua Raja sekaligus Calon Suaminya.
Terlihat Arya Menunggu Dengan gugup, Antara Takut jika Nara Akan membuka kedok nya, bahwa yang ia bawa ke istana Adalah Orang lain bukan Putri Murti sendiri
" Semoga Saja Dia tidak membuka mulut " Batin Arya
Arya Terpana saat melihat Nara datang dengan mengunakan pakian khas Kerajaan Membuatnya Semakin tampak Cantik dan juga Anggun. bahkan ibunda Ratu Sampai terkejut melihat Putrinya yang begitu pangling memaki Riasan
" wah...Dia lebih Cantik Dari Putri Murti " Batin Arya Sambil berusaha mengontrol perasaan ya.
Nara duduk dengan Angun di Hadapan Sang Raja dan Arya, dan di temani Oleh Ayah handa nya, dan juga ibunda Ratu
" Bagi Mana kapan kita Akan melangsungkan Pernikahan Ini? " Ucap Raja Marwan
" besok Saja Ayah " ucap Arya tampa Ragu.
kami semua memandang Arya hinga Wajahnya Seperti Menahan Debar, Jelas Saja karena keinginan Arya Untuk Menikah Dengan Nara Terlalu Cepat.
🌹🌹🌹... happy reading...🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
💖 sweet love 🌺
senior mungkin maksudnya thor
2025-02-09
0
Usmi Usmi
kenapa si Nara diam ajakl dia manusia aneh juga
2024-12-05
1