Setelah Nara membawa Semua Mawar yang Ada di taman khusus Ibunda Ratu. Mawar Biru itu sedang Tumbuh dengan subur nya. Bahkan memanen Nya saja sampai butuh waktu setengah jam.
karena Rencananya ibunda Ratu Akan membagikan wewangian itu. pada Teman-teman Belanda nya.
" Ibunda Apa ibunda sangat Akrab dengan mereka? " ucap Nara penasaran karena ia Merasa mungkin ini awal mula penjajahan.
" iyah Mereka sangat Ramah, bahkan mereka berjualan di separuh pulau jawa ini " jelas Ibunda Ratu.
Nara terdiam mulai Panik, karena seram juga jika harus kembali ke masa penjajahan. mungkin Akan banyak pertumpahan darah yang Akan terjadi.
" Apa ada Masalah Dengan mu? wajah mu Nampak Pucat? " ujar ibunda ratu
" Tidak Bunda, Aku Sudah selesai Memanen Mawar nya. Boleh Saya izin Pamit menemui Kakanda Raja Ibunda "
" Iyah Silahkan Putri Murti " ibunda ratu Mempersilahkan Nara
Nara berjalan di temani Oleh Beberapa Dayang. Rasanya ia ingin Segera berbicara Pada Arya soal kedatangan Penjajah Agar Arya menyampaikan Pada Ayah handa nya. dan mertua nya.
Nara mencari Arya yang ternyata Sedang beristirahat Di Kamar nya.
" Aku mencari Mu ke seluruh Tempat kamu Ternyata Di Sini." ucap Nara kesal
" Eh-maaf istri ku. Aku fikir Kamu Sedang pergi Bersama ibunda Ratu "
" Kamu tau ngak Aku khawatir " Rengek Nara.
Arya langsung menarik Tubuh Nara kedalam Pangkuan nya. Mata mereka langsung Saling pandang Memang bukan pertama kalinya namun Disetiap Hari nya. Arya selalu memberikan Cinta yang Bertambah Untuk Nara.
" Aku selalu Menyayangi mu Istriku " Bisik Arya lirih
Nara terjatuh Hangat dalam Dekapan Tubuh Arya yang Bidang dan membuat Candu
Arya bukan hanya Tampan Namun juga paket komplit. baik, perhatian, Romantis, lembut.
Arya Adalah Laki-laki yang paket komplit
🍂
🍂
🍂
Arya membantu Nara meracik wewangian yang memang sudah di pilih sebagian bunga yang kemarin Sudah Nara rebus dan di lakukan Penyulingan
" Adinda kamu tahu meracik semua ini Dari Mana? "
" Di dunia ku, Aku pernah Bekerja Di pabrik Parfum Kanda " ucap Nara tampa menoleh
" jadi istri ku Bekerja? " Arya mencium ubun-ubun nara.
" Iyah Kanda "
" Apa di dunia mu, perempuan Dan Laki-laki Sama Dinda? "
" maksud Kanda? " ucap Nara menatap ke Arah suami nya...
" Maksud kanda Apa di dunia kamu, setelah menikah juga Wanita Akan tetap bekerja? "
Nara tersenyum menjawab pertanyaan Suaminya...
" tidak harus seperti itu juga kanda, jika setelah menikah Faktor Ekonomi menjadi pemicu Juga wanita pasti Akan bekerja membantu Suaminya " jelas Nara
" Tapi jika kanda Ada di Duani mu, kanda tidak Akan membiarkan istri kanda bekerja " jelas Arya
Nara tersenyum Getir....
" sudah kanda jangan banyak Bicara, lekas bantu Aku Agar cepat Selesai "
Arya langsung membantu mengambil uap dari Bunga Mawar dan Rempah lain yang di Campurkan...
" Kanda Apa disini Ada Alkohol? " ucap Nara memegang tangan Suaminya
" Alkohol Maksud Dinda Arak? "
" Iyah kanda "
" untuk Apa Dinda? "
" Dinda berniat mencampurkan Alkohol Agar wewangian yang menempel Awet kanda " ucap Nara penuh Harapan.
" tunggu sebentar Dinda kanda akan mencarikan nya. " ucap Arya langsung bergegas meninggalkan Nara
Nara melanjutkan meracik bunga dan juga penyulingan beberapa Kali. agar mendapatkan warna yang ia harapkan dan Aroma yang khas.
Sudah lama Nara menunggu Namun Arya belum kunjung Tiba. " kanda lama banget yah, mana pinggang ku sudah pegal " gerutu Nara kesal.
" Apa aku cari Aja keluar yah? " Batin Nara
Nara mematikan penyulingan nya. dan segera keluar dari ruangan. mencari keberadaan Arya yang tidak kunjung kembali padahal sudah setengah Jam Nara menunggu nya.
" Bi...Apa kau melihat Baginda Raja Arya? "
" Punten yang Mulai, Baginda Raja tadi Saya melihatnya ke kandang Kuda belakang " jelas sang Dayang
" Apa perlu Saya Antar Yang Mulia? "
" tidak Apa Bi... saya Akan menemui Baginda Raja sendiri "
Nara langsung berjalan menyusuri koridor Istana Mencari Kandang kuda yang Dayang Maksud. karena Nara berfikir Arya sedang mencari sesuatu Disana.
sesampainya Di Kandang Kuda, Nara mencari keberadaan Arya yang Entah Dimana? karena begitu banyak nya Jenis kuda
" Raja...kakanda....Kamu Dimana? " Nara menyusuri Kandang
Namun suasana sepi. bahkan prajurit yang di tugaskan Menjaga Kandang juga tidak nampak batang hidung nya
" Arya kemana Dia? " Batin Nara kesal.
Nara merasa di permainan kan Oleh Arya, Nara berfikir jika Arya memegang ponsel mungkin Nara Akan segera mengirim pesan jika tidak yah menelfon nya.
hingga Nara sampai mencari Bagian paling Ujung yang sangat berbatasan Dengan hutan dan tumbuhan Alang Alang.
" Siapa Disana? " Pekik Nara karena sepertinya mendengar jejak Kaki berlari
Nara memasang Mata jaga-jaga. ia taku jika Ada penyusup yang hendak mengincar dirinya, Nara mundur Namun langkah kaki Terdengar dari belakang Nara.
Benar Saja tangan memegang Pundak Nara, Nara kaget karena pikir nya itu Adalah Arya..
" kanda jangan Main petak umpet Dengan ku " ucap Nara Sambil menengok ke belakang
Betapa terkejutnya Nara Saat Yang Ada di hadapannya Sekarang Adalah Jaka musuh Bebuyutan Suaminya.
" Apa yang kau lakukan disini? " Nara berjingkrak kaget
" Apa kau menyusup? enyah pergi dari sini sebelum Aku berteriak " bentak Nara matanya membulat sempurna
" percuma Saja kau berteriak. semua yang berjaga disini sudah Aku habisi termasuk Arya mu " ucap Jaka dengan senyum licik nya
" Apah? " Arya menutup mulut nya
" kau berbohong Kau licik Jaka " Pekik Nara dengan lantang nya
Matanya memanas tangan nya gemetar ia tidak percaya Arya telah terbunuh Oleh Jaka. bukan kan Arya sudah berjanji pada Nara Akan hidup bersama dan memiliki keturunan dari Nara
" kau jahat jaka, kau pengecut " Nara berteriak sambil maju ke Arah Jaka
dan berusaha memukul jaka dengan tenaga yang dia punya. Air Mata telah Jatuh di pipi putih Nara. Nara kesal Emosi, campur Aduk menjadi Satu Memukul Jaka
Jaka terdiam Dia mengamati Wajah Nara dengan Detail.
" Cukup " jaka langsung merampas Tangan Nara dan Menotok Nara dan langsung membawa Nara pergi Dari Sana.
Nara tidak bisa berkutik Berada di genggaman Jaka, jaka membawa Nara pergi Dari Istana..
Sementara Arya memang tadi sempat berada di Kandang kuda, karena Akan memakai kuda untuk ke Rumah kecil mengambil Arak disana, Namun Arya kaget Saat kembali ke Ruangan Nara sudah tidak Ada disana!
" Nara istri ku..." Pekik Arya mencari sekeliling.
Beberapa Dayang mencari keberadaan Nara Ada yang melapor pada Baginda Raja kalau Nara sempat menuju kandang Kuda. Arya langsung menghampiri ke Sana.
Dan betapa terkejutnya Saat Arya melihat penjaga Kandang kuda sudah Mati terbunuh.
" Siapa yang melakukan semu ini? Dimana istri ku " Arya berteriak
Sementara Suasana istana Jadi kacau karena Hilang nya Nara secara Tiba-tiba. padahal para prajurit sudah berjaga dengan Ketat. Namun tetap Saja Ada penyusup yang bisa Masuk....
🍂 happy reading 🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Ayu Rahma
🤗❤
2024-08-19
0