Jaka meninggalkan Nara yang Masih Menangis, Nara terjatuh Lunglai Seketika ingat nya. Teringat pada Awal Mulai Ia datang Ke hutan Ini. Dan bertemu Dengan ARYA NARENDRA yang Telah menjadi Suami nya.
Tiba-tiba Saja tenggorokan Nara terasa tercekik, Mata Nara Memanas pandangan nya Kabur, karna Nara Menangis Dalam Diam kini Nara tidak Sadar dan Jatuh Pingsan.
Dayang Yang melihat Ini langsung Membawa Nara kembali Ke kamar nya.
Dan melaporkan Hal ini Pada Jaka...
" Tuan Putri Murti Pingsan " Turut Sang Dayang Sangat Hati-hati
" Apa Pingsan, Baik Aku Akan Segera datang " Tegas Jaka Dengan Rahang yang Tegap
Jaka langsung Mendatangi Kamar Nara, Benar Saja disana Nara Jatuh Pingsan.
" Sial...." Jaka membuang Nafas kesal Saat melihat Nara lemas Tidak Sadarkan Diri.
" Kalian Semua tinggalkan Aku Disini " Bentak Jaka, dengan Suara Lantang nya.
Semua Dayang Langsung Patuh, keluar dari Kamar Nara meninggalkan Jaka Dan Nara Dalam Ruangan itu.
" Apa Dia Memang Bukan Murti Kekasih Ku " Batin Jaka Masih Saja Ragu.
Dari Berdiri Hinga Duduk, mengamati Wajah Nara lagi Dengan Jeli, Meskipun Sebenarnya Jaka Perampok Yang Jahat Tapi Jaka tidak sejahat itu Apa lagi Merusak seorang Wanita. yang Sedang pingsan
" Sungguh Ternyata Dia Memang Benar Bukan Murti Ku, Lalu Sekrang Apa yang harus Aku lakukan Pada nya? " Kini Perampok Ulung Yang Hatinya Beku merasa Iba Pada Seorang Nara.
Jaka Bertekat Akan mencari Tahu Kabar Kerajaan indra Loka. barang kali Saja Putri Murti Yang Asli Telah di Temukan.
🍂
🍂
🍂
sementara Kini Kabar di Istana Indra Loka Telah Berbahagia Karna Anak Sang Raja Putri Murti telah Mengandung Anak pertama nya.
Bahkan Ibunda Ratu juga sudah Bertitah Pada Arya, Bahwa kehamilan Murti Biarkan Saja Murti Tingal Di istana Indar Loka Untuk Saat ini. dan Sampai Anak Mereka Lahir Nanti
" Bagi mana Kalian Sudah Mempersilakan Diri menjadi Orang Tua? " Tatap Sang Raja indra Loka Pada Arya Dan Murti
" Sudah Ayah handa " Kini Murti yang Menjawab nya.
Sang Raja melempar Senyuman Pada Keduanya...
Sementara Batin Arya terus bergejolak Ingin Berkata yang sebenarnya Pada Sang Raja Namun Mulut nya Sangat Gama untuk Bicara,
Di Tambah Murti kini Mulai luluh Pada Arya dirinya Makin Di Buat Bingung Oleh Keadaan yang Ada.
☘
☘
☘
" Arya Sedang Apa kamu Disini? " ucap Murti yang Melihat Arya Sedang Menatap Bulan yang Sangat Membulat
" Aku Sedang mengingat Seseorang " ucap Arya tampa Menoleh Ke Arah Murti
" Apa di kekasih Mu? " langkah Murti Mulai Mendekat Ke Arah Arya
" Naraya Sekar Sari " lirih Arya, Suara nya tampak Sedih.
" Apa kau Tidak Bisa Mencintai Ku lagi Arya? " ucap Murti Perlahan.
Mata nya terbelalak Menatap Wajah Arya Yang nampak Sekali memunculkan Kerinduan.
" bukan kah Kau pergi Dari Pernikahan Kita karna Kau tidak mencintai ku? " Arya mengerutkan Kening nya.
" Ternyata kau Tidak seburuk yang Aku pikirkan Arya, Bisakah Kau membuka hati Untuk Ku? dan Melupakan Wanita Yang kau Bicarakan Tadi " Murti Menunduk Sedih.
Entah ini Bohong Atu serius, Apa karna Hanya Murti Sedang Malu mengandung Anak Tampa suami?
Dan Beruntung Saja Saat Dirinya Di Nyatakan Hamil Dan Kembali Murti Di Nyatakan Sudah Menikah dengan Arya.
" Jadi Maksud Mu kau Akan menganggap Aku yang Harus bertanggung Jawab Atas Semua nya? "
" memang nya Apa lagi yang Harus kau Katakan pada. Semua Orang tuan Arya Bukankan kita memang Sudah Menikah? "
" Tapi Ini bukan Anak Ku, ini bukan Darah Daging Ku " Arya menunjuk Ke Arah Perut Murti
Arya langsung pergi Meninggalkan Murti Yang Masih Mematung Disana!
Arya merasa Muak Di buat Murti, Dirinya Merasa di Permainkan Oleh Peran nya Sendiri, jika Saja Ia tahu Murti Akan kembali Mungkin Arya Tidak Akan Mau memperkenalkan Nara sebagi Murti, Kini Malah Dirinya yang Terpisah dengan Nara yang Sangat ia Cintai.
untuk Membuang Rasa Muak Di Dalam Istana, Arya Menaiki Kuda putih Kebanggaan nya.
Arya memacu Kuda nya dengan Bebas Keluar Istana Tampa di kawal Oleh Prajurit dan Menuju ke Dasar Terjun.
Kuda Mengikuti Dengan Arah yang Berpacu Arya yang Gagah Pemberani Seketika Menangis sambil Menunggangi Kuda.
Air Mata nya Tiba-tiba jatuh Saat mengingat kenangan Bersama Nara, tiba di Air terjun Arya menuruni kuda nya. Kenangan nya Dengan Nara Makin Terasa Arya yang Menyandang Gelar Sebagai Di Kerajaan Linggar Sari Yang Sangat Mashur kepemimpinan nya.
Kini Rajanya Takluk Jatuh Menangis Pilu Menangisi Wanita Yang Ia yakini Dari Dunia Lain Dari peradaban Yang ia Yakini Moderen
" Adinda Apa Kah Memang Benar Kau Sudah Kembali Ke Dunia Mu? " Arya berteriak Berkali-kali Memanggil Nama Nara mengarah Pada Air Terjun Dan Alam Seisi nya.
Tidak Ada jawaban Dari Sana, Hanya Sesautan Angin yang berhembus Kencang mengusap Lembut Wajah Tampan Arya
" Adinda....Kanda Sangat merindukan Mu " Arya Luruh Lagi.
Tidak Berhenti Arya meraung Disana, Namun tidak Berselang Lama Terdengar Suara langka Kuda yang Makin Dekat Jejak nya.
" Sepertinya Ada yang Datang " Mata Arya penuh Selidik Dan Waspada.
Arya Segera Beranjak Dari Duduk nya, Dan Segera Menunggangi Kuda putih Nya.
" Apa kau Yakin Disini Arah Menuju Kerajan Linggar Sari? " Ucap Nya Yang Kentara Dengan Suara Orang Luar Negri.
Yah Benar Saja...Yang Datang Adalah Kapten Simon Mereka Semua Adalah Orang Belanda yang menawarkan Barang jualan nya Pada Kerajan-Kerajan Di Indonesia.
Arya Masih Bersembunyi Hanya Saja Ia tetap Waspada Dengan Gerak-Gerik Orang Asing. Apa lagi Sekarang Arya Adalah Raja nya.
Sebelum Mereka Sampai Di Kerajaan Arya mengambil Jalan pintas Agar lebih cepat sampai Di Kerajaan nya.
" Aku harus Lebih Dulu Sampai " Ucap Arya tergesa-gesa
Arya memacu Kuda nya Dengan Kencang, Beruntung Ada Jalan Setapak Yang Rumput Nya Tidak Terlalu Lebat Untuk Di injak Kuda nya.
" Aku Takut Ramlan Yang Di Katakan Nara Akan menjadi Nyata " Arya makin Kencang Memacu kuda nya.
Arya Mengingat Ucapan Nara tempo Hari.
Hari itu Arya Dan Nara yang Sedang Meracik Wewangian Bersama Bercerita Pada nya, jika Kelak Semua Kerajaan Musnah Karena Para Penjajah Dan Pemberontakan.
Arya Menelan Saliva nya Kaget bukan Main. mendengar Ucapan Nara yang ia Ceritakan Karna Nara Adalah Orang Dari Masa Depan
" Memang Dinda Yakin Mereka Akan Menjajah? " Ucap Arya Saat itu
" Aku Tidak Bohong Kanda, Sungguh Semua yang Aku Ceritakan Pada kanda Itu ada di Buku Sejarah Masa Depan " Ucap Nara memandang Wajah suaminya
" Tapi Apa Buku Yang Dinda Baca itu Benar Kebenaran Nya? " Ucap Arya Sambil Memilah Bunga Mawar Kala itu.
" Benar Kanda, Mungkin Nanti Kanda Akan Menyaksikan nya Sendiri. " Ucap Nara Mengulum Senyum.
Dan Nara juga Bergidik Ngeri karan Dirinya Malah Terjebak Di Masa Lalu....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Malihatu Rahma
yah Salah Mu Dewek Murti😅
2025-03-13
0
Malihatu Rahma
eeeeeeaaaaaa Siii Beku akhirnya Luluh😅
2025-03-13
1