Dimensi lain.

Nara mulai bingung Saat hujan mulai turun membasahi tubuh nya, selepas melabrak kedua Siluman itu, Nara datang ke tempat kerja nya, Ternyata dirinya sudah di pecat karena hampir dua minggu libur, dan tidak izin cuti padahal Atasannya hanya memberikan izin pada Nara delapan hari.

Upaya apapun sudah Nara jelaskan Namun hasilnya tetap Sama di pecat juga,

mungkin ini yang di Maksud bagai tersambar petir di siang bolong, Nara melamun sambil merasai Air hujan yang mulai Menetes dari wajah nya.

ingin pulang Namun malu dengan Mak dan bapak, pekerjaan hilang calon suami juga tidak ia dapatkan, Namun juga jika Nara menjelaskan pasti Dirinya Akan segera di nikahkan dengan si Madi pastinya.

pandangan Nara mulai kabur saat ia merasakan Ada sebuah cahaya yang mengsilaukan Matanya Tiba-tiba di pelupuk Mata nya, ia melihat terjun yang pernah ia lihat dalam mimpi nya.

Tubuh Nara tiba-tiba saja kaku, bahkan ia sendiri sampai tidak bisa seimbang pada dirinya sendiri Bahkan Suara kendaraan lalau lalang yang tadinya Nara dengar begitu jelas kini sudah menghilang berganti dengan Suara Air gemericik.

" Aku sebenarnya dimana? " Batin Nara, yang merasakan tubuh nya mulai bisa ia gerakan.

karena pikir nya, mungkin tadi dirinya mengalami kram, makanya tubuh nya tidak bisa ia Gerakan, Namun ternyata Salah perlahan Nara membuka Matanya dirinya kaget Saat sekarang ia sudah duduk di rumput liar dan di tengah hutan.

" Hah Aku dimana? " ucap Nara bingung.

padahal tadi watu hujan ia merasa Masih ada di pinggir jalan, dan posisi nya sudah Malam, kenapa sekarang hari Nampak Masih sore?

ia mengigit bibir nya karena bingung, " Apa aku pindah ke Alam lain yah? " Nara bingung tapi tetap berusaha Agar tidak panik.

Suara Air terjun juga terdengar seperti dekat dari tempat nya berdiri, Nara berusaha mencari Namun tidak ia Dapatkan seperti Ada magnet yang menempel Sudah tiga kali putaran ia masih berada di tempat Yang sama.

" Ya allah...Ya allah...gimna ini " Nara hampir putus Asa,

mulutnya terus kamat-kamit membaca Dzikir yang ia bisa, Nara mengambil ponsel yang Ada di saku nya, jam menunjukan pukul 17.33 berati sudah jam setengah Enam.

Nara mulai panik, Saat Menyadari Ada yang tidak beres dengan semua nya, daun yang ia pegang nyata, kakinya juga Masih menginjak tanah, bahkan dia sempat menampar pipi nya sendiri juga terasa Sakit.

" Ya allah Aku dimana? " seluruh tubuh nya bergetar hebat, ketakutan nya jika ia di mangsa binatang buas.

Namun dirinya juga tidak Habis fikir kenapa dia Sampai di hutan." Apa tadi Aku berjalan sambil merem yah? Apa aku tertabrak dan Mati, Apa sekarang Aku jadi hantu yang gentayangan Karan hatiku penuh dengan Dendam? " Nara merengek Antara takut dan juga sedih.

" tapi kalau Aku sudah Mati, kenapa Aku ngak terbang kaya yang ada di filem filem? "

Otak nya mulai tidak Normal, Saat Menyadari semua nya janggal Namun ia juga belum bisa memecahkan sebenarnya Apa yang membuat ia sampai ada di Tengah Hutan.

Langka demi langkah ia Lalui sampai tiba di depan Air terjun yang ada di dalam mimpi nya.

" ini bener Ada Air terjun yang Aku lihat dalam mimpi " Batin Nara

Namun ia mengingat waktu di dalam mimpi nya, ia melihat Ada sayatan luka di kaki nya, Nara langsung menoleh ke bawah ternyat Aman tidak ada gigitan Atau Sayatan.

" Kaya Ada suara kuda Meringkuk "

Tidak lama terdengar Suara jejak kuda, bukan hanya satu tapi terdengar seperti sampai beberapa rombongan.

Nara mundur saat suara jejak kuda Makin dekat, Tubuh Ramping nya, bersembunyi di balik pohon pinus Besar.

" Apa memang Di dalam hutan ini Ada penduduk? Apa jangan jangan Maklum halus? " Nara bergidik ngeri Saat Suara pedang mulai berdenting

" Apa mereka sedang Syuting Filem kolosal? " Batin nya bertanya tanya, sambil mengintip dari dedaunan yang rindang.

" Aaghhhrrr....silan kau Jaka " Ucap laki-laki gagah yang lengan nya tersayat pedang.

Pemandangan Barusan sukses membuat Nara syok dan langsung mengbungkam mulut nya. " Ini bukan sedang Syuting ini Nyata, Ya allah lindungi Aku " Nara menangis dalam diam,

Rasa takut dan cemas Akan ketahuan membuat Dirinya lekas ingin keluar dari hutan ini. peperangan di dekat Terjun membuat banya korban berjatuhan, Lutut Nara ngilu melihat Darah segar mulai Menetes dimana mana.

Memang tidak mudah di situasi Nara sekarang harus melihat banyak Mayat yang tergeletak Mungkin setelah ini Nara akan merasa Trauma karena dalam hidup nya ia baru saja melihat tragedi yang mengerikan.

" Ayo bubar...kita Menang " ucap nya Sambil mengangkat. pedang, laki-laki yang bernama Jaka mungkin.

Nara Memperhatikan nya, yang terbaring lemah kaki, wajah, dan tangan nya bersimbah Darah, " tolong siapa pun, tolong..." ucap

pria, dengan Rahang Tegap.

" Aku tolong ngak yah? " Nara kebingungan Antara Takut dan Kasihan.

Nara beranjak dari jongkok nya, Namun kaki nya Malah tidak sengaja memijak Ranting.

" Aduh.." Nara menepuk kening nya, Merasa terlalu ceroboh karena sudah ketahuan dari persembunyian nya.

" tolong Saya...Apa ada orang disana? " Teriak nya.

laki-laki itu Kaget saat melihat Nara keluar dari Balik pohon, " Tolong Aku " Rintih nya.

Nara mendekati nya Perlahan Namun juga bingung Apa yang Akan dia lakukan padanya. karena dia juga bukalah Dokter yang punya Resep obat.

" Tolong Ambilkan Saya dedaunan yang Ada di pinggir Sana, Tumbuk dan Oleskan di bagian luka Saya " Titah nya.

Nara segera bergegas mencari tumbuhan Merambat di sebrang Air terjun karena ini daun yang di Maksud oleh nya, Nara langsung memetik dan menumbuk nya.

lukanya Cukup Parah, Nara langsung menempelkan Daun yang sudah di tumbuk, ia langsung mencari kain di tas nya.

Untung saja ia menemukan cardigan, tak butuh waktu Lama Nara langsung mengikatkan nya pada lengan dan kaki nya yang terluka.

" Terimakasih.." Nadanya lembut

Nara mengangguk, Antara percaya dan tidak karena dirinya Sekarang bersama pria Asing di dalam Hutan. Nara membantu nya beranjak dan mencari tempat lain, karena hari yang mulai Gelap.

" Kamu duduk disini sebentar Aku Akan mencari kayu bakar " Ucap Nara padanya.

ia menganguk, tak butuh Waktu lama Nara sudah mendapatkan kayu nya, dan langsung menyalahkan Api unggul, untung Saja di Tas nya Nara membawa korek Api dan juga Bekal roti serta sisa gorengan yang ia beli waktu sebelum melabrak Nadia dan Irawan.

bermalam dengan Laki-laki tampan membuat nya Makin geregetan, " Ya Ampun ganteng banget " Batin nya menahan debar Saat berhadapan dengan laki-laki di depan nya Sekarang jarak mereka cukup dekat hanya di pisahkan oleh Api di hadapan nya.

happy reading...!!!!

Terpopuler

Comments

Msubhan Sahil

Msubhan Sahil

fantasi banget Thor

2025-01-24

1

lihat semua
Episodes
1 Batal nikah
2 cahaya Misterius
3 Dimensi lain.
4 Bermalam Di Hutan
5 Menjadi Putri Bangsawan
6 Hari Pernikahan
7 Kencan di Dunia Kerajaan
8 Bertemu Dengan Jaka
9 Suami istri Sungguhan
10 Siapa Sebenarnya?
11 Hilang dan kembali
12 Putri Arogan
13 Berusaha Hidup
14 Mulai di jajah
15 Jaka Mulai Jatuh Hati
16 Perjuangan Nara untuk Arya
17 Nelangsa
18 Waktu yang Menentukan
19 Harapana Yang Semu
20 Antara Dua Pilihan
21 Dilema Hati dan perasa'an
22 Petunjuk Untuk Pulang
23 Nestapa Dan Prahara
24 Sebuah Firasat
25 Kembali ke Dunia nyata
26 Apa semua nyata?
27 Memulai Hidup Baru
28 Bertemu Di Dunia Nyata
29 Wijaya Kusuma
30 Air Terjun Keabadian
31 Mengenal Keluarga Wijaya Kusuma
32 Pengorbanan Wijaya Kusuma
33 Pernikahan Nara Dan Wijaya
34 Mimpi Wijaya Kusuma
35 Acara Unduh Mantu
36 Bunga Misterius
37 Antara Arya Dan Wijaya
38 Kembali Ke Masa Lampau
39 Menemui Orang Pintar
40 Mencari Keberadan Nara
41 Terjerat Cinta Dunia Lain
42 Pertemuan Arya Narendra Dan Naraya
43 Rencana Pernikahan Naraya Dan Arya
44 Pernikahan Naraya dan Arya
45 Menabur Benih Cinta
46 Sabana Rumpun Dan Bunga Mawar
47 Taman Sriwedari dan Terjun Keabadian
48 Awal Mula Di pisahkan
49 Kehilangan Separuh Jiwa
50 Ketika Takdir Tidak Berpihak
51 Ke'adaan Telah Berubah
52 Memanfaatkan Peran
53 Ketabhan Hati
54 Menghapus Jejak Cinta
55 Cinta Yang Tersembunyi
56 Jati Diri Sesungguhnya
57 Kebahagiaan Naraya, Kegundahan Untuk Arya
58 Kejutan Manis Dari Jaka
59 Kecurigaan Arya
60 Ziarah Bersama
61 Bermalam Bersama
62 Rasa Yang Telah Sirna
63 Hari Bahagia Jaka Arum
64 Hari Pernikahan
65 Malam Pengantin
66 Ciuman pertama
67 Tindakan Arya Narendra
68 Rencana Yang Telah Di Susun
69 Pengakuan Putri Murti
70 Rahasia yang Mulai Terbongkar
71 Semua Telah Berakhir
72 Penyesalan Yang Sia-Sia
73 Demi Buah Hati
74 Pilihan Yang Salah
75 Cinta Harus Setara
76 Intimidasi
77 Ungkapan Rasa Yang Ada
78 Penyerangan Istana Arum
79 Berpisah Untuk Selamanya
80 Kisah Akhir Masa Lampau
81 Mengubah Takdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Batal nikah
2
cahaya Misterius
3
Dimensi lain.
4
Bermalam Di Hutan
5
Menjadi Putri Bangsawan
6
Hari Pernikahan
7
Kencan di Dunia Kerajaan
8
Bertemu Dengan Jaka
9
Suami istri Sungguhan
10
Siapa Sebenarnya?
11
Hilang dan kembali
12
Putri Arogan
13
Berusaha Hidup
14
Mulai di jajah
15
Jaka Mulai Jatuh Hati
16
Perjuangan Nara untuk Arya
17
Nelangsa
18
Waktu yang Menentukan
19
Harapana Yang Semu
20
Antara Dua Pilihan
21
Dilema Hati dan perasa'an
22
Petunjuk Untuk Pulang
23
Nestapa Dan Prahara
24
Sebuah Firasat
25
Kembali ke Dunia nyata
26
Apa semua nyata?
27
Memulai Hidup Baru
28
Bertemu Di Dunia Nyata
29
Wijaya Kusuma
30
Air Terjun Keabadian
31
Mengenal Keluarga Wijaya Kusuma
32
Pengorbanan Wijaya Kusuma
33
Pernikahan Nara Dan Wijaya
34
Mimpi Wijaya Kusuma
35
Acara Unduh Mantu
36
Bunga Misterius
37
Antara Arya Dan Wijaya
38
Kembali Ke Masa Lampau
39
Menemui Orang Pintar
40
Mencari Keberadan Nara
41
Terjerat Cinta Dunia Lain
42
Pertemuan Arya Narendra Dan Naraya
43
Rencana Pernikahan Naraya Dan Arya
44
Pernikahan Naraya dan Arya
45
Menabur Benih Cinta
46
Sabana Rumpun Dan Bunga Mawar
47
Taman Sriwedari dan Terjun Keabadian
48
Awal Mula Di pisahkan
49
Kehilangan Separuh Jiwa
50
Ketika Takdir Tidak Berpihak
51
Ke'adaan Telah Berubah
52
Memanfaatkan Peran
53
Ketabhan Hati
54
Menghapus Jejak Cinta
55
Cinta Yang Tersembunyi
56
Jati Diri Sesungguhnya
57
Kebahagiaan Naraya, Kegundahan Untuk Arya
58
Kejutan Manis Dari Jaka
59
Kecurigaan Arya
60
Ziarah Bersama
61
Bermalam Bersama
62
Rasa Yang Telah Sirna
63
Hari Bahagia Jaka Arum
64
Hari Pernikahan
65
Malam Pengantin
66
Ciuman pertama
67
Tindakan Arya Narendra
68
Rencana Yang Telah Di Susun
69
Pengakuan Putri Murti
70
Rahasia yang Mulai Terbongkar
71
Semua Telah Berakhir
72
Penyesalan Yang Sia-Sia
73
Demi Buah Hati
74
Pilihan Yang Salah
75
Cinta Harus Setara
76
Intimidasi
77
Ungkapan Rasa Yang Ada
78
Penyerangan Istana Arum
79
Berpisah Untuk Selamanya
80
Kisah Akhir Masa Lampau
81
Mengubah Takdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!