Murti yang mendengar penjelasan ibunda nya tidak Percaya Ia hampir Saja Tersedak oleh Saliva nya Sendiri. Matanya Saja hampir Memanas Laki-laki Yang tidak Pernah Murti Cintai Sekarang malah Menjadi Suami nya.
" Gila ini semua tidak Mungkin, bagai Mana Aku bisa Menikah Dengan Pangeran Arya " Batin Murti tangan nya mengepal Kuat kuat
Tidak Sadar Murti Terlalu Emosi perutnya Sampai Kram ia pusing Dan Tiba-tiba saja Mual.
Wuuuek........
Murti yang tidak Kuat langsung Muntah Di Sana. DAYANG langsung bergegas membantu murti beranjak dari Ruangan Raja
Di kamar Arya memangil tabib Untuk putri Murti, Sedangkan Sebenarnya Sedari Tadi Arya terus mengamati pergerakan Wanita yang sedang Berbaring.
" Apa Dia putri Murti Sesungguhnya? " Batin Arya menatap Wajah lurus ke Arah murti
Tabib Memeriksa Keadan Putri Murti, Dan Tidak berselang Lama Tabib Menobatkan Bahwa putri Murti Tengah Hamil
" yang Muali Raja, Ratu Murti Tengah Hamil " ucap tabib kepercayan Istana
Arya Heran Murti Kaget, Ibunda Ratu dan juga Ayah handa Senang Mendengar ini. Bahkan Berita kehamilan Murti Sudah Terdengar Di Dalam Istana
Arya Ragu-ragu Namun Juga Senang Jika Benar istrinya Telah hamil, Namun putri Murti yang ada di Hadapnya sekarang Sungguh sangat Berbeda Dengan Istri nya Nara
Raja dan Ratu Mengucapkan Selamat Pada keduanya. Dan Mereka meninggalkan Mereka berdua di dalam Kamar
Di kamar ini Murti langsung Beranjak menatap Wajah Arya penuh Selidik. berbalik dengan Arya yang langsung memeluk nya
" Nara Terimakasih karna kau sudah mau Mengandung Benih Ku " Tutur Arya
Namun Tiba-tiba putri Murti melepaskan Pelukan Arya dan langsung mencekik Arya.
" Apa yang kau lakukan Arya Aku bukan Nara " Bentak Murti tatapan nya Penuh emosi
Arya terpaksa Menampar tangan Murti yang Kuat Mencekik nya.
" lalu Siap kau Sebenarnya? " ucap Arya setelah tangan Murti berhasil Terlepas
" Sudah Aku jelaskan Aku Adalah Murti. Aku Murti yang memang Sengaja Meninggalkan Pesta pernikahan Yang kau inginkan " Suara Murti Penuh dengan Kebencian Kepada Arya
" lalu Bagai mana kau Bisa kembali, dan Kau bisa hamil? " kini Arya berbalik bertanya penuh Selidik
Murti Gelagapan Menjawab Perkataan Arya yang memang saat kejadian Dirinya Kabur dari pesta pernikahan nya dengan Arya Murti kabur Di tengah Hutan ia tersesat Dan Dirinya Bertemu Dengan komplotan Perampok bertopeng Ia fikir itu Adalah kekasih nya Jaka.
Namun Murti Salah Mereka Adalah Perampok Dari Negri Seberang Murti Di lecehkan Dan Disana Murti langsung Di jual Pada Memilik Tempat ( Sebut Saja Rumah Bordir ) Disana Tidak ada yang mengenali Murti Sebagi Anak dari Seorang Bangsawan
Murti Di Pakai dan di bayar Mahal oleh Laki-laki Hidung Belang. Bahkan Ada anak Raja yang Sangat Sering Mendatangi nya.
Murti yang Sudah Tidak Tahan Akhirnya Dia kabur, Beruntung Ada Kakek Tua yang mau membantu nya. kebetulan Murti Juga memberi imbalan Pada nya
" Kenapa Kau Diam Tuan Putri? " Arya mencondongkan wajah Nya pada Putri Murti yang nampak Pucat
Putri Murti Terdiam. mengingat Dirinya Sudah tidak Gadis Lagi Dan Sedang Hamil Entah Bapak dari si jabang Bayi ini siapa?
" katakan Pada ku Siapa yang Telah Menghamili Mu? " Ucap Arya penuh Tekanan.
Kini Malah Putri Murti Meneteskan Air Mata nya. namun Arya masih Sungkan Dengan Peran yang di maikan oleh Putri Murti
Arya yang Kesal meninggalkan Murti yang Tersedu Di dalam Kara nya.
Sementara Batin Arya hanya mengingat Nara yang Selalu ia Rindukan. Bahkan setiap Detik Bayangan Nara terus Melintas Pikiran nya.
" Adinda dimana Kamu? " Batin Arya bersedih
Sejak Nara hilang Arya terus mencari Nara tampa Putus Asa. Bahkan dia Rela setiap Hari nya Bolak-balik ke Arah Air terjun untuk Mendapatkan Jejak Nara disana.
🌷
🌷
🌷
Sementara Nara di bawah Sekapan Jaka Nara Merasa Sangat Tertekan. dia Mogok Makan Dan Tubuh nya Kini Mulai Kurus Serta kulit Putih nya Sudah Muali Buluk karna jarang Mandi
Jaka yang melihat Pemandangan Ini Merasa Bersalah Karna Telah Melakukan Hal ini pada seorang Perempuan.
Setelah Beberapa hari Nara tidak Pernah Melihat cahaya matahari. Kini Jaka membantu Nara Berjemur pagi di awal matahari Pertama.
Tampa bicara dayang yang menjaga Nara Di Bawah Kekuasaan Jaka Membawa Nara Berjemur
" Mau Dibawa kemana Lagi Aku Ini? Biarkan saja Aku mati membusuk Disini, karna memang Raja kalian yang sudah Gila menyekap ku " Teriak Nara pada kedua Dayang itu
Dayang tidak menghiraukan Karna memang mereka sudah Di Tugaskan Oleh Jaka untuk membantu Nara, Sebelum Berjemur Nara di Bawa Mandi Oleh Kedua nya. mereka menganti pakaian Nara dengan yang Baru
Nara Terdiam Sekrang Ia tampak malas Bicara Merasa Di permainan Oleh Alam Semesta. sedang bahagia Dan Tiba-tiba Ada saja yang merusak nya
Setelah itu Mereka Membawa Nara ketempat yang Di perintahkan Oleh Jaka. Nara duduk tenang Tubuh nya terkena Sinar mata Hari pagi Yang sangat Hangat Bahkan Nara sampai Meneteskan Air Mata nya
Jaka yang sedari Tadi memang Memantau Nara ia segera bergegas Menuju Ke Arah Nara Mengusap Air Mata yang menetes Disana.
" Jangan Bersedih Maafkan Aku " Jaka mengusap Air Mata Nara dengan Ibu Jari nya
Nara menoleh ke Arah Jaka Mendengarkan Suara Berat Jaka di hadapannya. dan Perlahan Nara menatap Wajah Jaka dengan Air Mata yang Masih Mendera
" Minta Maaf? untuk Apa kau sungguh Jahat Jaka kau tidak Punya Hati Nurani " Bentak Nara
" Kau tidak tahu yang Sebenarnya Nara, " kini Jaka sudah bisa menyebut Nama Nara
" Aku memang Tidak Tahu Apa masalah Mu dengan Arya Dan aku juga tidak Tahu seberapa jauh nya hubungan mu Dengan putri Murti " Ucap Nara Sambil Menangis
" Aku benci Arya, Aku benci Dia ibu dan Ayah ku meninggal Krena Ayahnya Raja Mawa yang telah Membunuh nya " ucap Jaka penuh Amarah.
Kini Nara melihat sorot Mata Jaka penuh Dengan Kebencian...
" lantas Apa masalah nya Dengan Mu? yang bersalah Adalah Raja nya. bukan Arya " Nara memberanikan Diri
" Meskipun Arya. tidak Bersalah Tapi Dia juga Anak seorang Membunuh Orang Tua ku, Dan Arya Juga hampir Merebut Kekasih Ku Dari tangan Ku " Pekik Jaka Di hadapan Nara
Nara ketakutan Karna Suara Jaka penuh Tekanan. bahkan Jaka tertawa Sangat nyaring Hinga Nara menutup Kedua Telinga nya dengan tangan.
Nara menangis, Jaka masih Tertawa dengan keras nya.
" Mengapa Kau menangis? "
" Lepaskan Aku Jaka Aku Mohon " Nara Sampai berlutut di kaki Jaka
Jaka terdiam. tak Berselang Lama Meminta Nara Beranjak Dan Berdiri Di hadapan nya.
" Kamu jangan Khawatir Aku pasti Akan melepaskan Mu. Tapi kau harus menunggu Putri Murti yang sesungguhnya Kembali Pada ku, Dan kau ingat jangan berusaha kabur Dari Istana ku " Bentak Jaka dan langsung meninggalkan Nara
yang Masih menangis pilu Meratapi Nasib nya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Malihatu Rahma
ada Loh Novel Se Keren Ini Berasa Baca Nya langsung Merasa Diri Ini menjadi Nara😅
2025-03-13
0