Jaka Masih Berperang Dengan Emosi nya. ia berharap Nara Akan kembali pada nya. setelah Nanti Nara Melihat yang Sebenar nya kalau Arya yang ia Cintai Sudah menghamili Putri Murti itu Sendiri.
Sudah ada Tiga Prajurit Mansion nya. yang ia kerahkan Untuk Mencari Nara di Kerajaan linggar Sari, Namun Sampai Sekarang Juga Mereka Belum Kembali.
Membuat Jaka makin Frustrasi, Terpaksa Dia Berburu ke Hutan seorang Diri, Sambil Berbekal Panah Legenda nya. dan juga Pedang Emas Kebanggan nya.
" Semuanya Tidak Becus, Biar ku Cari putri Murti sendiri Saja " Hardik Jaka Dengan Nada yang Datar
" Tuan Bahaya jika hanya seorang Diri, Jika terjadi Apa-apa bagai mana? Sedangkan perang Akan di langsungkan Besok " Cegah sang Penasehat nya.
" Diam Kau jangan Halangi Aku " Jaka malah Membentak nya.
Tumenggung Nya tidak Berani Melawan Jika Jaka sudah Berkeinginan Ia Akan Melakukan Apa pun untuk itu.
" Aku bukanlah Seorang pengecut, Ku pastikan petang Nanti Aku akan Kembali membawa kepala Rusa " Bentak Jaka pada nya.
Yang Ada di Dalam Ruang Tersebut, Terdiam Membiarkan Pemimpin nya pergi Seorang Diri.
" Ayo Lembayung Kita Pergi " Jaka menepuk Kuda Kesayang nya. yang ia beri nama Lembayung.
Jaka Memasuki Arah Hutan Dan Segera Memasuki ke dalam hutan Belantara, yang terkenal Mencekam Dan juga Banyak Mahluk Tak Kasatmata. Namun Hewan Disana Masih Sangat banyak Keberadaan nya.
Kuda Mulai Meng Ringkih Saat sudah Sampai di Tengah Hutan.
Jaka memasang Wajah Waspada, Mata nya Seketika Setajam Elang, yang Akan Memangsa.
Panah nya. Mulai ia Siapkan Saat mulai terdengar Jejak langkah Kaki Rusa, yang memang ia Cari keberadaan nya.
Setttttttt.....
Satu Senapan Panah Terkena Di Tubuh Rusa Jantan. Yang sudah memiliki Tanduk yang Cukup Bagus
" Cek,,,,Berhasil " Jaka tersenyum Datar
Ia senang Karna Rusa Buruan nya, Tak Berdaya terkena Senjata nya. Jaka Segera Turun Dari kuda nya, Menuju ke Arah Rusa yang sudah Tak Berdaya.
" Sial ternyata Tanduk nya, Patah Satu " Jaka membuang Wajah Kesal. Saat melihat Rusa tersebut Tidak sesuai lagi Dengan Harapan nya.
Saat Jaka Sedang Merasakan kekesalan yang begitu luar biasa Tiba-tiba Terdengar Suara kuda nya Meringkuk Seperti Ada Tamu yang tidak Di Undag.
" Lembayung,,,," Jaka Segera Beranjak Dan memastikan ke Arah kuda nya.
" tidak Ada Apa pun! kenapa kau Berisik " Jaka menepuk kepala Kuda nya.
Benar Saja Tidak lama kemudian Terdengar Suara Hentakan Kuda yang Langkah nya Terdengar Cukup Dekat.
" Aku Harus, Segera Pergi " Lugas Jaka Saat ia Mulai mendengar Suara Riuh yang Mulai Dekat
" Sedang Apa Kau Ki sanak Di Tengah Hutan Begini? " ucap Bapak Separuh Baya yang tampak Heran Melihat Gelagat Jaka
" Haruskah Aku yang Bertanya pada Mu, Kenapa Kau bisa Ada disini? "
" Tidak Ada, Aku hanya Mencari Orang Hilang , Dan jika Aku Menemukan nya. Aku dapat imbalan yang Sangat Banyak " Ujar Sang bapak dengan tawa menggema.
" Siapa yang kau maksud Akan membayar mu? " ucap Jaka tampak Sinis
Karna Jaka sudah Faham Sebagai Perampok Ulung, Pasti Tidak Akan Mudah bagi orang Menyerahkan Sawah Dan Juga Uang, Serta Hewan Ternak.
" Dia Seorang Wanita Pekerja di Rumah Bordir Dan dia Menghilang, Sayembara ini Berlaku Untuk Siap Pun. Karna yang Memberikan Hadiah nya Sang Putra Mahkota nya Langsung " Ujar Sang Bapak Namun Tampak Berbisik
Jaka membatin Sejenak " Kenapa Seorang Putra Mahkota Bisa Beragul Dengan Pe*la*r ? " Ujar Jaka Tampak Heran Karna Ada seorang Pria bangsawan Yang Tampak Rendahan.
Jaka membuang Saliva nya sembarangan Karna Merasa Jiji Dengan Tingkah laku Sang Putra Mahkota.
" Bagai Mana Anak Muda? Apa Kau tidak Tertarik Dengan Hal ini? "
" Tidak Sama Sekali " Ujar Jaka kesal.
" Hey,,,Anak Muda. Hadiah nya Sangat Menguntungkan Krena Sang Putra Mahkota Juga mencari Nya Karna Akan Menikahinya " Jelas Pak Tua itu.
Jaka Masih Tidak Menggubris Ucapan nya...
" Namanya Murti Sari Jika kau Bertemu dengan nya di Jalan Bawalah ia pada ku Anak Muda, Karna Aku Sangat Butuh banyak Uang " Lugas pak Tua.
Mendengar Nama Murti Sari. tubuh Jaka Juga Tiba-tiba Kaku, ia sadar kalau Kala itu Murti Juga pernah hilang Dan Apa yang di maksud pak tua itu Adalah Putri Murti?
☘
☘
☘
Arya gugup Saat sudah sampai di hadapan Ayah handa nya. hatinya berdegup kencang. Nafas nya tersenggal-senggal karena Efek terlalu Lelah di sepanjang perjalanan.
" Ayah Handa " Ucap Arya membuang Nafas nya Perlahan.
Raja Mawa yang melihat putra Semata wayang nya datang ia segera menyambutnya kedatangan nya.
" Putra ku, Kapan kau sampai Apa dengan Rombongan Istana? "
" Ayah ada yang Mau aku sampaikan " ucap Arya masih terbata
" Bicaralah Perlahan putra ku... "
Arya membenarkan posisi Duduk nya. menarik Nafas nya Dalam-dalam baru ia bisa berbicara Sesui Apa yang Akan ia sampaikan.
" Rai,,,Mohon izin Ayah Handa, Mungkin untuk Beberapa waktu Aku meminta Ayah handa yang mengantikan posisi ku " ucap Arya menunduk
Raja Mawa terdiam sejenak, mengamati putra nya yang kini sudah Mengemban Status Raja dan juga suami
" Ada apa Putra ku? katakanlah yang sebenarnya " Ayah Handa Mawa seperti membaca Fikiran Arya
Arya memberanikan Diri Menatap Wajah Ayah handa nya.
" Ada Hal penting Yang Akan Rai Sampaikan "
" katakan Lah,,,"
" Maafkanlah Rai Ayah handa. Rai Telah Lancang " Arya tersendu.
Ayah handa nya. tidak mengerti Apa Maksud Dari putra nya.
" Ada apa sebenernya? Tenangkanlah dirimu Sebelum Bicara "
Arya masih Terdiam, Belum ada kejelasan, Padahal Waktu yang ia Gunakan Sangatlah tidak Banyak
" Ayo Arya katakan Saja yang Sejujur nya " Arya menggerutu Dirinya sendiri karena Belum bisa Bicara Jujur
" Ayah Maafkan Aku, Sebenarnya yang kala itu Aku ajak ke istana Indra Loka Bukanlah putri Murti sungguhan "
Sang Ayah handa masih tidak tahu maksud Dari Ucapan Anak nya.
" Ayah percayalah Pada ku, Wanita itu Aslinya Bernama Nara Ayah Dan ia hilang Saat putri Murti yang Asli nya Kembali Ayah " kini pembicaraan Arya tampak serius
Meskipun Itu Ayah handa nya tetap setia mendengarkan Putra nya
" lalu Apa sebenarnya yang terjadi putra ku? " Ayah Handa Mawa mengusap Wajah nya
" Jadi ia sekarang Ada di dalam Penjara istana Di indra loka Ayah, ia kembali lagi setelah Aku fikir ia sudah Tidak Ada, Namun ternyata dugaan ku Salah Ayah dia kembali demi Aku. dan aku sudah berjanji akan membawa ia pergi dari sana Sebelum mata hari tengelam esok " Jelas Arya tampak serius
Terlihat Raja Mawa juga bingung. ia menatap manik mata dan juga wajah Arya Penuh Keyakinan.
" Lalu, Anak siapa yang Sedang di kandung putri Murti Apa itu anak mu juga? " Tiba-tiba pertanyaan Ayah handa nya Langsung mengarah kesana!
❤❤❤ happy reading ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Msubhan Sahil
terpesona sama novel mu thor
2025-01-24
0
Malihatu Rahma
maraton baca nya
2025-03-13
0