Perjuangan Nara untuk Arya

Sementara Di Dalam Mansion Milik Jaka sedang Riuh Karena Mereka Kaget Saat mendapati Putri yang ia fikir Adalah Murti Hilang, Namun sang Dayang Yang Mengajak Nara berjemur Tidak mengakui kalau ia yang melihat kejadian yang sebenar nya.

" Bagai mana ini, sebentar lagi pasti Tuan akan Kembali " Timpal Salah Seorang Dayang memasang Raut wajah Panik

Bahkan Prajurit yang Sudah Di kerahkan mencari nya. Juga tidak menemukan Rimba nya.

Benar Saja Beberapa Saat Kemudian Terdengar Sura langkah Kuda di Depan Mansion Milik Jaka. ia Beriringan Dengan Adipati Dan juga Tumenggung Kerajan nya.

" Prajurit Bukakan Pintu nya " Hardik Sang Adipati nya

Gerbang Langsung Di buka, Oleh Rombongan Prajurit yang di Tugaskan Berjaga Di Depan Gerbang Mansion.

Mereka membuka nya Dengan Raut Wajah yang tampak Khawatir

Jaka Masih Merasa Tenang Bahkan Ingin Segera Bertemu Nara mengungkapkan Perasan nya, Kepada Nara Wanita yang sudah Ia Sekap Beberapa Minggu ini

Jaka Menuruni Kuda nya, Berjalan Santai Ke Arah singasana nya. Bahkan Melupakan Kejadian Yang Baru Saja Terjadi Melihat Wanita yang Pernah Ada Di hatinya Telah Hamil, Bersama Pria yang sangat ia benci

" Dayang Pangilkan putri Murti di Tempat nya " Pekik Jaka pada Dayang pribadi Nara,

Ia kaget wajah nya pucat, Bahkan semua yang ada di Ruangan itu Ketar-ketir

" Menggapa Kalian Semua Diam? " Hardik Membentak Semua nya.

Hingga Hening Sekejap, Dan Ada Satu orang yang berani Membuka Sura.

" Sendiko Dawuh Gusti, Beribu-ribu Ampun,,,,Putri Murti Menghilang " Ujar nya memasang wajah Gugup.

Jaka menghela Nafas Antara sedih dan memang sudah menduga Akan terjadi hal seperti ini.

" Hahaha... " Jaka Jaka Tertawa Membuat Seisi Ruangan Menjadi syok

Berprasangka Pasti Tuan nya Akan Marah pada Mereka.

" Ampun Tuan, Ampun " Para Dayang Yang menjaga Nara Merasa Takut dengan Hal ini.

" Sudah biarkan Saja Pasti Dia Akan kembali " Ujar Jaka Sambil Menatap Nanar ke Arah pintu Utama.

🌺

🌺

🌺

Langkah Nara mulai Terhenti Lagi, Saat Dirinya sudah Merasa Lelah, Mengingat perjalan yang Cukup Jauh Membuat Tenaga nya. Terkuras Habis

" Hummm,,,,Sumpah Aku cape Banget " Nara mengusap Wajah nya, yang basah Kuyup Karena Terkena Hujan.

Bahkan Pakian yang di kenakan Juga Sudah Hampir Mengering Karena Terkena Tiupan Angin.

Nara Duduk di Atas Batu yang Cukup Besar Tangan nya Memeluk Lutut yang Gemetar, Ia berkeringat Sampai Merasakan Dingin.

" Apa Aku Masuk Angin yah " Nara merasa Mual, ia Segera mengusap Tengkuk nya.

Berharap lekas Menemukan Arah jalan yang benar Untuk Menuju istana Indra Loka.

Tiba-tiba terdengar suara Langkah kuda, Membuat tubuh nya keringat dingin, Nara segera berlari porak-poranda mengumpat di balik alang-alang yang menjulang tinggi. tangan nya Berdzikir Mulut nya terus Komat-kamit, " Ya Allah gimna kalau Jaka yang Datang " Gugup Nara Dalam persembunyian nya.

Langkah kuda semakin dekat-semakin banyak Terdengar di Telinga nya, Perlahan Nara mengintip Di balik Semak-semak

" Hah,,,,,," Nara kaget

Ia langsung menutup Mulut nya. dengan kedua tangan sekuat nya, Bahkan sampai terdengar hening Agar ia tidak Ketahuan.

Yang datang Adalah pasukan Belanda, Nara takut Bukan Main Saat melihat Banyak Pasukan yang bersenjata.

" Apa mereka Sudah muali memberontak? Atau Sedang Berburu " Batin Nara

Nara menormalkan Detak Jantung nya. Saat Pasukan Belanda Sudah muali pergi Dari pandangan Mata nya.

" Huh,,,Huh,,,huh,,," Nara segera Berdiri

Menarik Nafas nya Dalam, Dalam dan membuang nya. Nara Melanjutkan perjalanan nya, Saat Dirinya Merasa Sudah Aman.

Nara mengikuti Bekas Jejak langkah Kuda, tidak lama kemudian, Nara bertemu dengan sebuah curug yang Air nya tampak jernih.

" Aku akan meminum Air ini semoga saja Aman " Nara mengambil Air dari kedua tangan nya

" Ya Ampun Segar sekali " Berkali-kali Nara meminum nya.

Sampai Merasa Tenggorokan yang Awal nya kering. kini berubah basah saat bibir mungil nya sudah di basahi Air curug

Nara mengikuti langkah Air mengalir Insting nya, Air yang mengalir berharap sampai ke sebuah pemukiman yang terjamah Manusia.

" Suami ku, Tunggu aku, Aku kembali " Mata Nara berbinar Saat Pandang nya sudah mulai melihat Kerajan Indra Loka.

Merasa kepergian nya Dari Kastil Jaka tidak sia-sia. bahkan kaki nya Saja Sampai Gemetar Saat Dirinya Sudah Sampai di Gerbang istana Indra Loka

" Permisi Tolong Aku " Ujar Nara Saat Dirinya Sudah Sampai Di Depan Gerbang

Kondisi nya yang Lemah Ia langsung Ambruk, di hadapan Para prajurit, Prajurit yang melihat nya langsung Memanggil Raja nya.

Nara segera di Bawa masuk kedalam istana, Ibu Ratu menyadari Ada yang janggal dengan Semua nya. Karena Mereka Melihat Dua putri Murti

Arya Dan Murti yang penasaran langsung melihat nya, Benar Saja Arya merasa Tersentak Saat ia Sadar kalau wanita yang selama ini ia Cari Belum Kembali Ke Masa Depan.

" Nara " Batin Arya sedih Namun ia tidak bisa Bertindak

Perlahan Nara membuka Mata Saat mendengar Suara Riuh Di Telinga nya. orang pertama yang ia lihat Adalah Arya, Nara langsung Memeluk Arya Dengan Erat nya.

" Kanda " Pekik Nara melengking. Dan spontan langsung Memeluk Nara.

Raja Dan Ratu, Serta Murti Melihat Heran Ke Arah Arya dan Nara.

" Siapa Dia Kanda? " Ujar Murti menatap Sinis Nara

Nara yang mendengar Sura itu seperti tidak Asing Suara nya Mirip Dengan Nadia, Namun Wajah nya Mirip Dengan nya.

" Apa Dia putri Murti sungguhan. " Gumam Nara Dalam Hati.

hidup Nara seakan Runtuh Seketika Saat Arya malah Merasa Heran Dan Seolah Tidak Mengenal Dirinya.

" Kanda Apa kanda ingat pada ku? " Ucap Nara berusaha Meyakinkan Arya.

" Siapa kau, Dia Adalah suami ku, Dia Raja, Prajurit lekas Usir Wanita ini " Ucap Murti Sinis

" Hah,,,Kanda Aku Nara kanda " ucap Nara Nada nya sedikit Terisak.

Namun Arya Malah membisu Seolah tidak Pernah Melihat nya.

" Lekas Bawa pergi Dia dari Sini " Hardik Murti memicingkan Mata nya.

" Kanda Apa kanda Lupa Dengan janji Kanda, Kanda ingatlah Aku Kanda " Nara Memohon.

Wajah Arya berubah Drastis Jujur saja lidah nya Kelud, Antara Akan mengaku Namun Dia takut Jabatan dan Gelar nya Sekarang.

" Kanda Tolong Aku Kanda, Bukankah kanda Sudah Berjanji Akan Memilih ku di Banding Wanita ini " Nara menangis Kali ini malah ia terlihat lemah, Tidak Seperti Sedang Melabrak Irawan Dan Nadia kala itu.

Tangan Nara menggoyahkan Pundak Arya Memohon Agar Arya memilih Dirinya.

" Prajurit Masukan ia Kedalam Penjara " Tegas Arya membuat Hati Nara Merasa Tersambar Petir Di siang Bolong

" kanda Apa yang Kanda Lakukan, Tolong lepaskan Aku " Nara berteriak Sekuat tenaga.

Raja dan Ratu Tampak Bingung, Namun Melihat Murti Juga tampak Merengek Ingin Wanita itu di masukan kedalam Bui

" Maafkan Kanda Dinda, Setelah ini Kanda akan mencari jalan keluar " Arya membatin Menatap Nara yang sedang di tarik akan di masukan kedalam Penjara

💐 happy reading 💐

Terpopuler

Comments

Malihatu Rahma

Malihatu Rahma

Narraaaa Berrtahan Lah😓

2025-03-13

0

Msubhan Sahil

Msubhan Sahil

ngk berperasaan

2025-01-24

2

Frianty Frianty

Frianty Frianty

sakit banget hati gw

2024-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 Batal nikah
2 cahaya Misterius
3 Dimensi lain.
4 Bermalam Di Hutan
5 Menjadi Putri Bangsawan
6 Hari Pernikahan
7 Kencan di Dunia Kerajaan
8 Bertemu Dengan Jaka
9 Suami istri Sungguhan
10 Siapa Sebenarnya?
11 Hilang dan kembali
12 Putri Arogan
13 Berusaha Hidup
14 Mulai di jajah
15 Jaka Mulai Jatuh Hati
16 Perjuangan Nara untuk Arya
17 Nelangsa
18 Waktu yang Menentukan
19 Harapana Yang Semu
20 Antara Dua Pilihan
21 Dilema Hati dan perasa'an
22 Petunjuk Untuk Pulang
23 Nestapa Dan Prahara
24 Sebuah Firasat
25 Kembali ke Dunia nyata
26 Apa semua nyata?
27 Memulai Hidup Baru
28 Bertemu Di Dunia Nyata
29 Wijaya Kusuma
30 Air Terjun Keabadian
31 Mengenal Keluarga Wijaya Kusuma
32 Pengorbanan Wijaya Kusuma
33 Pernikahan Nara Dan Wijaya
34 Mimpi Wijaya Kusuma
35 Acara Unduh Mantu
36 Bunga Misterius
37 Antara Arya Dan Wijaya
38 Kembali Ke Masa Lampau
39 Menemui Orang Pintar
40 Mencari Keberadan Nara
41 Terjerat Cinta Dunia Lain
42 Pertemuan Arya Narendra Dan Naraya
43 Rencana Pernikahan Naraya Dan Arya
44 Pernikahan Naraya dan Arya
45 Menabur Benih Cinta
46 Sabana Rumpun Dan Bunga Mawar
47 Taman Sriwedari dan Terjun Keabadian
48 Awal Mula Di pisahkan
49 Kehilangan Separuh Jiwa
50 Ketika Takdir Tidak Berpihak
51 Ke'adaan Telah Berubah
52 Memanfaatkan Peran
53 Ketabhan Hati
54 Menghapus Jejak Cinta
55 Cinta Yang Tersembunyi
56 Jati Diri Sesungguhnya
57 Kebahagiaan Naraya, Kegundahan Untuk Arya
58 Kejutan Manis Dari Jaka
59 Kecurigaan Arya
60 Ziarah Bersama
61 Bermalam Bersama
62 Rasa Yang Telah Sirna
63 Hari Bahagia Jaka Arum
64 Hari Pernikahan
65 Malam Pengantin
66 Ciuman pertama
67 Tindakan Arya Narendra
68 Rencana Yang Telah Di Susun
69 Pengakuan Putri Murti
70 Rahasia yang Mulai Terbongkar
71 Semua Telah Berakhir
72 Penyesalan Yang Sia-Sia
73 Demi Buah Hati
74 Pilihan Yang Salah
75 Cinta Harus Setara
76 Intimidasi
77 Ungkapan Rasa Yang Ada
78 Penyerangan Istana Arum
79 Berpisah Untuk Selamanya
80 Kisah Akhir Masa Lampau
81 Mengubah Takdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Batal nikah
2
cahaya Misterius
3
Dimensi lain.
4
Bermalam Di Hutan
5
Menjadi Putri Bangsawan
6
Hari Pernikahan
7
Kencan di Dunia Kerajaan
8
Bertemu Dengan Jaka
9
Suami istri Sungguhan
10
Siapa Sebenarnya?
11
Hilang dan kembali
12
Putri Arogan
13
Berusaha Hidup
14
Mulai di jajah
15
Jaka Mulai Jatuh Hati
16
Perjuangan Nara untuk Arya
17
Nelangsa
18
Waktu yang Menentukan
19
Harapana Yang Semu
20
Antara Dua Pilihan
21
Dilema Hati dan perasa'an
22
Petunjuk Untuk Pulang
23
Nestapa Dan Prahara
24
Sebuah Firasat
25
Kembali ke Dunia nyata
26
Apa semua nyata?
27
Memulai Hidup Baru
28
Bertemu Di Dunia Nyata
29
Wijaya Kusuma
30
Air Terjun Keabadian
31
Mengenal Keluarga Wijaya Kusuma
32
Pengorbanan Wijaya Kusuma
33
Pernikahan Nara Dan Wijaya
34
Mimpi Wijaya Kusuma
35
Acara Unduh Mantu
36
Bunga Misterius
37
Antara Arya Dan Wijaya
38
Kembali Ke Masa Lampau
39
Menemui Orang Pintar
40
Mencari Keberadan Nara
41
Terjerat Cinta Dunia Lain
42
Pertemuan Arya Narendra Dan Naraya
43
Rencana Pernikahan Naraya Dan Arya
44
Pernikahan Naraya dan Arya
45
Menabur Benih Cinta
46
Sabana Rumpun Dan Bunga Mawar
47
Taman Sriwedari dan Terjun Keabadian
48
Awal Mula Di pisahkan
49
Kehilangan Separuh Jiwa
50
Ketika Takdir Tidak Berpihak
51
Ke'adaan Telah Berubah
52
Memanfaatkan Peran
53
Ketabhan Hati
54
Menghapus Jejak Cinta
55
Cinta Yang Tersembunyi
56
Jati Diri Sesungguhnya
57
Kebahagiaan Naraya, Kegundahan Untuk Arya
58
Kejutan Manis Dari Jaka
59
Kecurigaan Arya
60
Ziarah Bersama
61
Bermalam Bersama
62
Rasa Yang Telah Sirna
63
Hari Bahagia Jaka Arum
64
Hari Pernikahan
65
Malam Pengantin
66
Ciuman pertama
67
Tindakan Arya Narendra
68
Rencana Yang Telah Di Susun
69
Pengakuan Putri Murti
70
Rahasia yang Mulai Terbongkar
71
Semua Telah Berakhir
72
Penyesalan Yang Sia-Sia
73
Demi Buah Hati
74
Pilihan Yang Salah
75
Cinta Harus Setara
76
Intimidasi
77
Ungkapan Rasa Yang Ada
78
Penyerangan Istana Arum
79
Berpisah Untuk Selamanya
80
Kisah Akhir Masa Lampau
81
Mengubah Takdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!