Tidak Mudah Bagi Nara Menyerahkan Suasana hati nya, di dalam Kegundahan Yang ia Alami Terjebak Di Dunia lain, di dipermainkan Oleh Takdir Kehidupan Bahkan sekarang Diri nya Juga Sedang Mendapatkan Cinta Baru dari Jaka.
Entah Karena Terlalu Sering Melihat Nara, Jaka Diam-diam Sering memperhatikan Nara Bahkan Sesekali Mencuri Pandang Saat Bersama.
Jika ingin bertemu Saja Jaka Harus berpura-pura Membentak Nara Agar Nara Takut Dan Mau Keluar Bersama Nya.
Di Dalam kamar Nara sedang Berfikir Keras Agar terbebas Dari Kerajan Jaka Dan menemui Arya, Karena Terlalu Sering Jaka mengajak Nara keluar di istana Justru Nara Malah Diam-diam Menghafalkan Jalan nya.
" Aku Harus Cepat Pergi Sebelum Jaka Tahu " Batin Nara, Sambil Bersiap Membawa senjata keris Kecil yang Ia selipkan Di bagian Pinggang nya.
Nara mengintip Ke celah Pintu, Melihat Dayang Yang berjalan lalu Lalang Membuat Hati nya Semakin Gelisah, Mengingat Jika Dia Kabur Jaka Akan Menghukum Nya.
" Aku Harus Diam-diam, tapi Bagai Mana Caranya Agar tidak Ketahuan " Nara kesal ia sampai Tersimpuh di Bawah Ranjang Tidur nya.
Tidak Berselang lama Ada Dayang Yang memang Selalu Mengunjunginya Setiap Jam.
" Tuan Putri? Ada apa Tuan Putri Kenapa Bersimpuh " Dayang Menghampiri Nara karena panik Melihat Nara Duduk Di bawah
Nara Malah Memanfaatkan Keadan, Merasa Dayang telah Tertipu Dengan Kekesalan nya.
" Dayang Aku Sedikit Pusing " Tutur Nara Sambil Memijat Kening nya.
" biar hamba bantu Tuan Putri " Sang Dayang Yang Memang Sudah Akrab Dengan Nara langsung Tidak Canggung Membantu Nara.
Nara Terdiam Sejenak Sambil memikirkan langkah Selanjutnya, Membiarkan Dayang itu Memijat Kening nya.
" Jaka sedang berada Dimana? " Ucap Nara Sambil Memejamkan Mata nya.
" Tuan Sedang Bertugas Di Luar " Jelas nya.
Mendengar itu Nara Merasa makin Ada kesempatan Untuk Kabur Dari Sana. Karena jika Jaka sedang tidak Dalam istana Nara Akan lebih Leluasa Dan Merasa tidak Ada pengawasan untuk diri nya.
" Bibi Apa di luar Ada Cahaya Matahari? "
" Ada Tuan Putri " ucap Dayang tersenyum Ramah.
" Bisakah Aku Keluar Bi? Aku Sangat Bosan Di Dalam, Sudah Satu Minggu Aku Tidak Melihat Cahaya MataHari " Keluh Nara nada nya Di Buat Iba.
" tapi Putri, Hamba Takut Tuan Akan Murka " Ucap Sang Dayang Sambil Menunduk
" Bi Tolong lah, lihat lah Kulit ku Sudah seperti Mayat Karena tidak terkena Cahaya, Tolong bantu Aku bi, Hanya Sebentar Saja " Nara memohon Pada Sang Dayang yang Sudah Separuh Baya.
" Baik lah, kita Lewat Pintu Belang Yah Putri "
Akhirnya Sang Dayang Membantu Nara keluar Dari kamar nya, Dan Melewati Pintu Belakang untuk Melihat Cahaya Mata hari.
" Ayo Nara bisa Yuk, Bentar lagi Kamu Bebas " Batin Nara Berharap Rencana nya sesuai dengan Apa yang ia Harapkan.
perlahan Dayang Dan Nara Berjalan Melewati Pintu Rahasia yang Memang Di pakai Akses Untuk lebih Cepat Sampai Ke bawah melihat Langsung Cahaya MataHari.
Jantung Nara Bergemuruh Kencang, ia terus Mengucapkan Syukur Agar semuanya bisa berjalan Dengan lancar Nara berpura-pura Tetap Tenang Menjalani Peran nya.
" Disini Hamba Rasa Sudah Cukup Mendapatkan Cahaya Putri, Silahkan berjemur " Tutur Sang Dayang sambil membantu Nara Duduk.
Nara terduduk, Mata nya Celingak-celinguk Melihat Nanar ke Arah semak Belukar yang Hampir Mirip Seperti Saat Dirinya Memandang ke Arah Hutan, Dan di kastil Tempat Jaka Adalah Rumah nya, Karena tempat itu Sangat Persis Dengan Apa yang pernah ia lihat.
Tiba-tiba Air mata nya Luruh, tidak Sanggup ia bendung lagi, mengingat mak dan Bapak yang sudah lama ia tingal kan, Mungkin perjalan Nara Di dalam Dunia yang asing ini sudah hampir Hingga Empat Bulan Atau lebih, Karena tidak Ada kalender Bahkan Ponsel nya Saja sudah mati dan tertinggal Di tas nya di Kerjaan Indra Loka, ia Menyembunyikan Di tempat Penyulingan Parfum
" Putri kenapa menangis " Sang Dayang mendekati Nara.
Tiba-tiba Nara berteriak Sambil mengeluarkan keris kecil yang ia sembunyikan Di kemben nya,
" jangan Mendekat Atau aku akan Mengakhiri Diri " Nara mengopat-Apit keris kecil nya.
Wajah Sang Dayang Tiba-tiba Saja pucat. jelas Saja dia panik karena Nara Mendadak mengluarkan Keris nya.
" Apa yang Tuan Putri lakukan, Hamba mohon jangan lakukan ini " sang Dayang berusaha Membujuk Nara Sebisa nya.
" Katakan Saja pada Tuan Mu, Aku akan pergi Meninggalkan istana nya, Aku Bukan Murti Aku Adalah Nara sesorang Yang terjebak Disini Aku dari Dunia masa depan " Bentak Nara, Nafas nya tersengal Sengal.
Sang Dayang kelud Dia tidak Berani Mendekat ke Arah Nara, Nara memanfaatkan keadaan, Nara segera Berlari sekuat Tenaga Meninggalkan Sang Dayang yang Mematung sambil wajah nya tampak panik.
" Duh Gusti Bagai mana Kalau tuan Jaka Murka " ucap sang Dayang Menahan Debar
Langkah Nara Se'akan Gama Saat Tiba-tiba langit yang Cerah mendadak Mendung Dan Langsung Turun Hujan Saat langkah nya sudah Sampai di Tengah Hutan. Nara berhenti Sejenak Di bawah pohon yang tampak Lebat Daun nya.
" kenapa Tiba-tiba Hujan Ya Tuhan " Nara menghembuskan Nafas Kasar mengingat Sudah semangat Jalan Kini Malah Turun Hujan
Membuat pandangan nya kabur, Karena mata nya terkena Air, " Setelah ini Tolong Tunjukan Jalan ke istana ya Allah " Ucap Nara pada dirinya sendiri
Mulut nya komat-Kamit membaca doa Sebisa nya, Karena Tiba-tiba, hujan Turun Makin Deras, Mengingat Ia di tengah Hutan hanya Sesorang Diri, mendengar Suara ranting Jatuh Saja jantung nya hampir copot kaget bukan Main.
" Sialan Buat kaget Aja, ihhhhhh " Gerutu Nara kesal Sambil Memegangi Dada nya.
Nara berjalan Merangkak Perlahan karena Hujan Sudah Mulai Terang.
🌷
🌷
🌷
Jaka yang Baru Saja pulang Dari Menyelidik Kerajan Indra Loka Merasa hampa karena Pulang Dengan Membawa ingatan yang Membekas, saat dirinya Melihat Murti Sudah Hamil.
" Jadi Sebenarnya Peran Apa yang Sedang Kau mainakan Bajingan " Gerutu Jaka kesal Sambil Menunggangi kuda nya.
Jaka Merasa tidak Terima Perempuan yang pernah Ada di Dalam Hatinya juga di hamili oleh Arya, Dan juga Arya merusak Kegadisan Nara, Jaka Merasa Lebih Rakus Dari Dirinya
Dan dengan ini Jaka Merasa Yakin ia Akan mengungkapkan Perasan nya pada Nara Karena Meningat Murti Telah kembali ke istana.
" Aku yakin Kau sudah Tidak Di harapkan Arya lagi Nara, Karena Pasti Arya akan Memilih Jabatan nya sebagai Raja, Dari pada mengakui mu Sebagi Istri, Lagi pula Murti Juga sudah Kembali, tidak Ada gunanya lagi Kamu berharap Pada Arya Nara. hidup lah bahagia Bersama Ku " Batin Jaka Sambil memacu Kuda nya menuju kastil Nya.
" Tunggu Aku Nara,,,Dan aku akan Mengungkapkan perasan ini pada mu " Batin Jaka dengan Semangat nya Memacu Kuda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments