Arya terdiam sejenak Memilih Kata-kata Untuk ia sampaikan pada Ayah handa nya.
Agar ia bisa menjelaskan Sesuai dengan Apa yang ia Rasakan.
" Maafkan aku Ayah Handa. Hamba Sendiri Juga Tidak tahu Siapa bapak Dari Bayi yang di kandung Putri Murti "
" Dan Soal Wanita itu, Apa mereka Percaya kalau kala itu Dia Adalah Murti? " Kini Pertanyaan Ayah handa nya malah memperlambat Waktu nya.
" Ayah Handa, Tolong Percaya Pada ku " Ucap Arya memohon.
" Ayah masih Bingung Nak dengan Semua ini, " Ayah Handa Mawa termenung sejenak
bingung dengan Semuanya, bukan hanya Soal itu Saja namun juga jika Semuanya Tahu Arya akan di Hukum
" Ayah Tolong izinkan Aku, Jika Nanti hamba harus melepas Jabatan Hamba Sebagai Seorang Raja Hamba Ikhlas Ayah handa, Tapi Tolong Izinkan Hamba membebaskan Wanita itu Ayah Handa " Arya memohon Dengan Segala Kesungguhannya Bahkan Ia sampai Bersimpuh di hadapan Ayah Handa nya.
" Baik lah, Putra ku. pergilah Tepatilah Janji mu kepada Wanita itu " Ayah Handa Mawa tersenyum Memberikan Restu Untuk Arya
Arya Mengucapkan Banyak Terimakasih Karna Ayah Handa nya sudah Memberikan Izin pada nya. disaat Dirinya sedang menjalankan Tugas Sebagai Seorang Raja.
Setelah Arya Bersalam. ia beranjak Dari Duduk nya. dan Segera Berpamitan pada Ayah handa nya.
" Hati-hati Putra ku, Jaga diri mu Baik-baik "
" Sendiko dawuh Ayah Handa "
Arya langsung pergi. Bersama prajurit nya Kembali, Ke istana Indra Loka. Padahal hari Sudah Mulai malam, Namun Arya Tetap Kokoh Menempuh Perjalan ke Arah Indar Loka.
Malam tidak Menjadi Pantangan. Malam tidak Menjadikan Sebuah Ketakutan bagi Arya, Karna cinta nya pada Nara Sudah mendarah Daging. Bahkan Alasan ia memasukan Nara kedalam penjara karna Agar Dirinya Bisa Membebaskan Nara. karna yang ia khawatirkan Jika Nara Pergi Dari nya lagi seorang diri Arya takut Sesuatu Terjadi pada Nya.
" Maafkan Kanda, Dinda Kanda lakukan ini karna Demi Kamu. Kanda Akan berusaha Membebaskan mu Dari Penjara Itu. dan Kanda akan membawa Mu pulang pada Masa Depan. karna Kanda tidak Sanggup Jika harus Melihat Mu Di sini Tersiksa " Semakin Lama Arya Menggumam Semakin lama ia Rasakan Sakit Yang Mendalam Karna akan Berpisah dengan Nara.
🌷
🌷
🌷
Jaka Berbalik Badan Saat mendengar Ucapan dari pak Tua itu.
" Siapa kau bilang tadi? " ucap Jaka berbalik Badan.
" iyah-Namanya Murti Sari " Nada nya Sedikit Terkekeh. Seperti Menganggap semua Adalah Lelucon Belaka.
" Siapa Nama Putra Raja itu? " ucap Jaka, Matanya Penuh Selidik.
" Mahesa Putra Dari Wijaya Saka " ucap pak Tua namun tampak Berbisik
Jaka Terdiam Mengingat Nama Tersebut Seperti Tidak Asing. Bahkan memang kerajaan Itu Terkenal Dengan Raja nya yang Memiliki banyak istri dan Juga kepemimpinan nya. yang Sanggat tidak makmur Rakyat nya.
" Pantas Saja Putra Mahkota nya Seperti Ba**an " Gerutu Jaka Sambil Bersidekap.
Tampa bicara lagi, Jaka Segera Menaiki Lembayung Dan memacu nya. Karna Hari sudah mulai malam. dan Meninggalkan Pak Tua Itu Kembali.
" Jangan Lupa Anak Muda Jika Bertemu Wanita itu Ajak Saja dia pada ku " Pekik nya sambil tertawa Beringas
Jaka masih Fokus mengendalikan Lembayung. Sambil sesekali Menepuk Pundak Lembayung karna kuda nya semakin lambat berjalan karna lelah.
" Ayo lah kawan,,,Sebentar lagi Kita Akan Sampai, Bertahan lah. Nanti disana Aku Akan memberikan mu Buah Apel Segar " Ucap Jaka pada Kuda nya.
Kuda yang seperti tahu Ucapan Tuan nya. Semakin semangat lagi Berjalan Karna Memang Kedekatan Jaka dan Lembayung Sangat lah Dekat. Bahkan bisa di katakan Lembayung Adalah Sahabat Setia Jaka.
Sepanjang perjalan Pikiran Jaka Makin kacau karna Nara Belum Ada kabar Dan juga bingung dengan Ucapan pak Tua yang Ada di Tengah Hutan. Antara percaya dan Tidak nya Pada Pak Tua itu. karna pikir nya Juga Murti memang Pernah Hilang Dan juga Tiba-tiba Dalam Keadaan hamil.
" Apa Benar Putri Murti yang di maksud Pak tua itu? "
lagi-Lagi Jaka merasa Kesal karna tidak pernah bisa memecahkan Masalah dalam Hidup nya Sejak kecil hidupnya Sudah Rumit. Namun ia Tetap Tegar hingga Menjadi Laki-laki yang berdarah dingin. Bahkan tidak ada wanita yang kala itu bisa meluluhkan hati nya. Namun Saat bertemu dengan Murti Jaka bisa langsung Jatuh Cinta.
Dan harapan nya Musnah. Saat tahu kala itu Murti dan Arya mengadakan pesta pernikahan. karna pikir nya kala itu putri Murti benar-benar Menikah dengan Arya, Namun Aslinya Arya Menikah Dengan Nara Wanita yang Sekarang Juga ia inginkan.
Karna Saking banyak nya Pikiran Jaka tidak Sadar kalau Dirinya sudah Sampai Di Halaman Depan mansion nya.
Jaka yang Tersadar segera Turun Dari Kuda nya. dan Berbicara Pada bawah nya. Kalau Besok Tidak Akan Terjadi Peperangan. Karna Jaka Akan Fokus Bersemedi Untuk Mencari keberadaan Nara.
" Menggapa Di Undur Tuan? " Ucap Nya tampak Ragu.
" Lakukan Saja Perintah Ku " Jawab Jaka dengan Nada Datar nya.
" Lalu bagai mana Dengan Perjanjian Kita Dengan Tuan simon? "
Ucapan Nya. Membuat langkah Jaka berhenti Dan Segera Berbalik Badan Kembali Menghampiri nya.
" Lakukan Saja Apa yang Ku perintahkan, Dan Kalian Bisa langsung pergi ke kediaman Tuan Simon agar ia Tak menunggu ku " Tegas nya.
Tidak Banyak Bicara Jaka Segera Bergegas Pergi Ke Kamar nya. Untuk Beristirahat Karna Hari sudah Larut Malam.
🍃
🍃
🍃
Arya Berjalan Mengendap Memasuki Pintu Belangak dan Langsung Masuk Kedalam Kamar, Terlihat Murti Sudah Tertidur Pulas, di Ranjang nya.
Memang Arya Dan Murti Tidak Pernah Satu Ranjang. Bahkan Berulang Kali Murti Membujuk Arya. Arya Tetap Kekah Engan Tidur Berdua Bersama Murti. karna Cinta nya pada Murti Telah Memudar saat penolakan nya kala itu Terang-terangan.
Arya Langsung Berbaring di Kursi panjang Di kamar ini. Terlihat Cahaya Bulan Menembus Celah Jendela Kamar Hati nya Seakan Bergetar Saat mengingat Kekasih nya telah kembali namun Tidak Bisa Bersama malam ini, Hanya bayangan Semua yang Dapat Arya Rasakan Saat Melihat Wajah yang seharusnya Berada di Ranjang Adalah Wajah Nara Bukan Wajah Murti.
" Bersabarlah Sayang Ku, Kanda Sayang Pada mu " Arya menggenggam Erat tangan nya sendiri Mendekapkan ke dada nya. berharap Nara sekarang berada Dalam pelukan nya.
Rasa bersalah terus Saja mengganjal Dalam hati nya. menyesal seharusnya tidak Melakukan hal ini pada Nara.
🌺
🌺
🌺
Malam nya hawa Dingin makani menusuk Ulung hati. Beruntung Nara di berikan kain yang Terbuat Dari kulit Harimau Asli.
Untuk Menutupi Separuh Tubuh nya.
Nara duduk Sambil Memeluk Lutut nya, Beruntung Tempat Nara Juga di Beri Cahaya Api Oleh Prajurit yang Di Tugaskan oleh Arya. membuat Nara mengusir Rasa Takut nya.
" Semoga Saja Besok Benar-benar Kau akan membebaskan ku Kanda. Semoga Saja Harapan Ku tidak Semu " Batin Nara. sambil Terus memeluk Lutut nya.
🌷 happy reading 🌷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Ayu Rahma
nangis aku baca nya😭
2024-10-11
0
Seri Rahayu
cinta beda alam part2
2024-09-10
1