Kamar gelap dan sempit dengan bau busuk menyengat hidung, membuat Fen Hui mengerut kening. Tampaknya tidak ada yang mengurus Ayahnya sama sekali, bahkan bau kotoran menjamur di celananya membuat gadis itu ingin muntah. Sekejam apa Kakak dan Ibunya?
Mata Fen Lang menyipit, saat secercah cahaya masuk kedalam kamarnya. Sosok anak perempuan berdiri diambang pintu dengan hidung tertutup oleh tangannya. Ada sedikit kegembiraan dan rasa kesal yang memuncak.
"Hui'er?"Fen Lang menatap Puteri nya bak Dewi penyelamat.
Fen Hui tak menyahut, dia menatap Fen Lang waspada. Tangannya menggenggam potongan tongkat bambu kecil dengan sisi tajam, berjaga-jaga jika Ayahnya mengamuk. Saat ini rumah sedang sepi dia berniat melancarkan aksinya untuk mendisiplinkan Fen Lang.
"Fu Qin, bagaimana kabar mu?"
"A-aku baik-baik saja."
Gadis itu mendekati, melepas ikatan Fen Lang. Lalu menekan pelan leher lelaki itu dengan tongkat bambu tajam. Fen Lang terdegun, saat kaki puteri nya menginjak perutnya. Dia sontak hendak memukul kaki Fen Hui, sesuatu di lehernya bergerak mengoyak leher secara perlahan.
"Apa kau ingin membunuh ku?"Fen Lang menatap Fen Hui waspada.
Dia merasa gadis itu berubah, tidak seperti Fen Hui yang penurut dan lemah. Tidak ada sorot ketakutan dimata gadis itu, sesuatu telah merubahnya.
"Ya, atau mungkin tidak."Fen Hui tersenyum manis.
Fen Lang merinding saat mengetahui senyum gadis itu tidak mencapai mata, sorot matanya begitu dingin. Seakan jika menatapnya langsung dia akan membeku.
"Bersihkan diri mu dengan baik, lalu bereskan kamar mu. Mari kita diskusikan sesuatu."
Fen Hui menarik kaki dan tangannya dia berjalan meninggalkan Fen Lang yang masih termenung diam. Gadis itu menoleh dan tertawa pelan,"Fu Qin, kau berhutang nyawa pada ku. Jangan main-main lagi."
Blam...
Pintu tertutup keras, Fen Lang tersentak kaget. Dia buru-buru bangun. Tubuhnya bisa bergerak membuat nya kesenangan, dia tidak sadar dengan bau tubuhnya yang menyengat. Serta bau kotoran lain. Indera penciuman nya seperti sudah tumpul, dia membuka pintu dan pergi ke kamar mandi. Matanya melihat sosok Fen Hui duduk di atas karpet anyaman dengan meja kayu kecil. Tangannya masih menggenggam tongkat bambu, dia menunduk sedang memikirkan sesuatu dengan serius.
Dia segera membersihkan tubuhnya, mengganti pakaian nya dengan pakaian bersih. Membereskan kamar nya yang berantakan seperti kapal pecah, mengepel lantai semen di kamar dan membuang beberapa kain kotor yang tak terselamatkan. Perabot yang rusak dia juga membuangnya, setelah selesai Fen Lang duduk dihadapan Fen Hui. Sambil berpikir untuk memukuli gadis itu sama seperti ia memukulinya. Sekarang dengarkan saja dulu ocehan tak berguna putrinya.
"Jangan berpikir untuk membalas dendam, Fu Qin. Itu hanya membuat mu semakin terjebak dengan sesuatu yang merepotkan."bisik Fen Hui.
Lagi-lagi Fen Lang di kejutkan dengan perkataan putri nya, bagaimana tidak? Fen Hui seakan mengetahui isi pikirannya.
"Kau tau baik tentang ku,"Fen Lang menatap sinis Fen Hui.
"Aku Puteri mu, tentu saja tau seperti apa kau."
Fen Lang tidak bisa berkata-kata, tangannya mengepal erat siap untuk memberikan pelajaran pada Fen Hui.
"Fu Qin, kita disini untuk diskusi bukan berkelahi."Fen Hui menodongkan tongkat bambunya di leher Fen Lang.
Lelaki itu terkejut dengan gerakan cepat tangan Fen Hui, dia tidak menyadari tangan kecil dan kurus itu sudah menodong lehernya. Siap menusuk kapan pun dia mau, entah kapan ujung nya yang tumpul menjadi runcing.
"Baik, baik. Aku mengalah, kau pasti sudah puas memukuli ku."Fen Lang menahan emosi nya.
Dia melihat Fen Hui tidak main-main dengan perkataan nya sama sekali, wajahnya terlihat begitu tenang. Tidak ada ekspresi ketakutan dan sikap gelisah. Tubuhnya tidak gemetar setiap kali mereka bertemu.
"Kita mulai saja."Fen Lang tidak mau diperpanjang lagi.
"Mari kita buat kesepakatan."Fen Hui duduk dengan tegap, menatap Fen Lang penuh percaya diri.
"Apa yang ingin kau rencanakan?"Fen Lang menatap Fen Hui curiga.
Dia bisa saja mencekik leher Fen Hui sekarang, tapi terdengar menarik saat anak itu ingin membuat kesepakatan.
"Ini kesepakatan sederhana tidak merugikan kita berdua,"sudut bibir Fen Hui terangkat, membuat Ayahnya merasa sesuatu tak enak akan terjadi.
"Anda hanya perlu menuruti semua perkataan saya,"mendadak cara bicara Fen Hui menjadi sopan.
Fen Lang semakin curiga dan waspada, dia yakin bocah di depannya merencanakan sesuatu yang buruk untuknya.
"Aku menolak, harga diri ku sebagai laki-laki akan hancur jika menuruti perempuan."
Apanya yang hancur? Bukankah itu sebuah kehormatan? Fen Hui melesat kan ayunan tongkat pada bahu Fen Lang.
Plak ...
"Kau!"Fen Lang sudah berusaha menahan kesabaran nya, dia sudah melayang kan tangan hendak menepuk wajah Fen Hui keras. Tapi pukulan tongkat tajam itu lebih dulu memukul punggung tangannya.
"Fu Qin, dengarkan terlebih dahulu dengan baik. Lelaki dan wanita itu memiliki derajat yang sama, kalian para lelaki sangat meremehkan kekuatan kami."sorot mata Fen Hui terlihat menghina."kalau kau menganggap kalian sangat kuat dan pantas di junjung tinggi, kami juga bisa menginjak kalian dengan otak kami jika mau."
Fen Lang ternganga lebar mendengar perkataan Fen Hui, pemikiran liar dari mana itu? Sejak dahulu wanita selalu di anjurkan untuk patuh pada Lelaki. Patriarki sangat di junjung tinggi di kekaisaran mana pun! Dia terkejut Fen Hui berani memikirkan hal gila seperti itu, setara apanya? Wanita sangat lemah.
"Hei, jangan menatap saya seperti itu."tegur Fen Hui saat mengetahui Ayahnya menatap dirinya jijik.
"Tahun depan, kalau anda mau menuruti perintah saya dan patuh. Tahun depan saya akan membantu anda lolos tes pertama ujian sarjana."senyum Fen Hui mengembang."saya bisa menghasilkan banyak uang, anda hanya perlu belajar lebih giat dan mengurus rumah."
Lelaki didepannya tak percaya, dia ingin mengorek isi telinga nya. Siapa tau dia salah dengar, memangnya sebanyak apa uang yang bisa di keluarkan gadis kecil ini?
"Kau harus hati-hati dengan ucapan mu."Fen Lang menatap Fen Hui tak suka."kau hanya perempuan, bagaimana bisa menghasilkan banyak uang, huh?"
"Kau tidak perlu tau cara ku menghasilkan uang, pelajari banyak cara memasak dan membereskan rumah dari Aniang. Bersikap patuh pada ku, maka tahun besok baik persoalan uang ataupun metode belajar aku bisa melakukan nya."
Deretan gigi putih Fen Hui membuat mata Fen Lang nyaris buta, melihat Fen Hui merasa percaya diri. Tidak ada salahnya mencoba, tapi bersikap patuh padanya, sama saja menghancurkan harga diri seorang pria!
Melihat Ayahnya setengah tersenyum dan menekan bibir sedikit mengernyit. Fen Hui yakin pria didepannya akan menolak mentah-mentah. Dia juga enggan menggunakan bahasa formal dan sopan pada Ayahnya, tidak ada timbal balik sama sekali.
"Fu Qin, ini kesempatan langka. Mengapa tidak mencobanya? Kau bahkan tidak tau cara menghasilkan uang, faktanya Aniang lah yang mencari uang, harga diri mu sudah tidak ada!"
"Apa kau berani mengatakan hal itu pada ku?"Fen Lang menatap Fen Hui marah.
Kenyataan nya kalau dipikirkan lagi harga diri Fen Lang memang sudah hancur, warga desa menganggap pecundang karena mengeruk uang dari wanita. Bahkan hanya tahu belajar, tapi tidak tau menghasilkan uang seperti apa.
"Aku tidak main-main, Fu Qin."Fen Hui tersenyum menyebalkan.
Fen Lang benar-benar ingin menenggelamkan wajah Fen Hui di parit, dia menggertakkan gigi.
"Baik, aku menyetujui kesepakatan yang kau ajukan."
"Nah, kalau begitu tolong tanda tangani ini."Fen Hui tersenyum lebar, mengeluarkan selembar kertas dan kuas serta tinta.
Peralatan belajar milik ayahnya sendiri, Fu Qin nya nyaris meledakkan amarah. Kertas dan tinta sangat mahal! Fen Hui berani menggunakan nya tanpa merasa sayang sama sekali.
Dia mencengkram erat kuasnya dan menandatangani kontrak yang ditulis puteri nya sendiri, entah dari mana gadis itu belajar. Mungkin saja dia diam-diam masuk kedalam kamarnya, dan mencoba mempelajari buku-buku yang dia tinggalkan dikamar.
"Sudah!"
Fen Hui mengangguk puas, budak kontrak tanpa gaji sudah dia dapatkan kali ini. Dia benar-benar merasa senang bukan kepalang, pendisiplinan ayahnya akan dimulai nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Murni Dewita
double up thor
2024-07-13
3
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuuuutttt
2024-07-13
1