Ayah mertua, jangan membebaninya

Matahari sudah tepat berada di atas kepala, Pak tua Fen Jiao dan Fen Li anak pertamanya tengah bekerjasama sama memasang atap jerami baru, mereka berhati-hati agar gubuk rapuh milik Fen Hua tidak rusak sedikit pun. Tadi pagi menantu perempuan nya datang ke rumah tua untuk meminta bantuan memasang atap jerami. Pak tua Fen Jiao dengan senang hati membantu menantunya.

Putera ketiga nya tidak kompeten, hanya mementingkan reputasi di kabupaten kecil dan berusaha mengikuti ujian kerajaan agar bisa menjadi Sarjana. Tujuannya memang mulia tapi cara yang digunakan anak itu salah. Pak tua Fen Jiao sudah lebih ratusan kali menasihati anaknya. Sangat disayangkan Fen Lang tidak mendengarkan nasihat Ayahnya sama sekali.

Menelantarkan keluarga, dan mengeruk uang. bukankah itu mengecap dirinya sendiri sebagai seorang bajing*n? Huh, sudahlah tidak ada gunanya lagi membicarakan Fen Lang yang tidak berguna.

"Kakek, berhati-hatilah."teriak Fen Qian dari bawah pohon.

Fen Jiao hanya menunduk dan tersenyum, cucunya sangat perhatian sekali. Itu membuat nya semakin bersemangat untuk memasang atap jerami yang baru. Dia pikir akan lebih baik mengganti atap jerami dengan genting, dan dinding setengah terbuat dari anyaman bambu akan lebih baik juga di ganti dengan batu bata. Rumah kokoh tidak akan roboh oleh badai salju, dan bisa menahan dingin.

"Sayangnya, menantu perempuan ketiga ku tidak beruntung."Fen Jiao menghela nafas berat.

Dia turun dari tangga begitu selesai memasang atap baru, Fen Li dan Fen Qian tengah duduk diatas kursi panjang samping rumah. Memakan kentang kukus dan meminum air, Fen Jiao tidak menahan diri lagi untuk makan dan minum. Menantunya telah menyediakan itu, dia tidak akan menolak sama sekali.

"Maaf kami hanya bisa menyediakan ini."Fen Hua menunduk malu.

Bagaimana pun dirumahnya hanya ada kentang saja, ubi ungu belum bisa di panen kembali. Sayuran liar yang baru dipetik didekat kaki gunung akan di masak sore nanti, saat Fen Hui pulang. Gadis itu bilang akan membawa 5 kati beras merah, dia sudah melarang. Melihat kerutan di kening puteri keduanya sudah bisa ditebak, gadis itu akan membawa barang yang dia mau tanpa memperdulikan larangan Ibunya.

"Tidak apa-apa, ini saja sudah cukup."Pak tua Fen Jiao mengibaskan tangan kanannya.

Dia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari dua sosok tauge kecil, karena keberadaan dua cucu perempuan nya tidak ada membuat nya heran.

"Kemana perginya Fen Hui dan Fen Mei? Apa mereka berdua sedang bermain dengan anak-anak lainnya?"Pak tua Fen Jiao terlihat penasaran.

Dia sering mendengar anak-anak di desa menjauhi Kakak beradik itu, mereka tidak mau berdekatan dengan anak termiskin di desa! Belum lagi badan mereka terlihat kucel dan kusam. Rambut lengket terlihat tidak pernah dicuci, memangnya siapa yang mau berdekatan dengan kedua Kakak beradik itu?

"Fen Hui dan Fen Mei sedang pergi kekabupaten."

"Adik, ada keperluan apa mereka berdua kesana?"tanya Fen Li penasaran.

Fen Hua tersenyum."mereka sedang berdagang, ada Fen Xiang yang menemani."

"Apa? Berdagang?"wajah Fen Li terlihat tidak percaya.

Pak tua Fen Jiao juga tidak percaya dengan itu, gadis kecil yang tidak pernah berkomunikasi dengan anak-anak lainnya. Memutuskan untuk berdagang di kabupaten kecil. Dia ragu dagangan kedua gadis itu akan laris, semoga saja kedua gadis kecil nya tidak kecewa saat barang dagangan mereka tidak laku.

"Apa yang mereka berdua jual?"Pak tua Fen Jiao menatap menantu perempuan nya penasaran.

"Hanya kunyit liar, jahe dan lengkuas liar."Fen Hui tidak berani membicarakan penghasilan anaknya.

Takut kedua orang itu tidak percaya, biarkan saja sampai Fen Hui yang berbicara sendiri tentang penghasilan nya.

"Itu bagus, setidaknya Fen Hui sudah mau keluar dari rumah. Sudah beberapa tahun gadis itu tidak pernah mau bertemu orang luar, meskipun Fen Mei sangat periang dan aktif anak itu juga tidak pernah mau jauh dari rumahnya."Pak tua Fen Jiao meraih kentang berukuran sedang dan memakannya.

Dia merasa ada hal positif terjadi pada tauge-tauge kecilnya, tidak perlu dipikirkan. Setidaknya anak-anak sudah mau melihat dunia luar. Tidak terikat pada masa lalu mereka sama sekali. Suara langkah kaki menyita perhatian mereka berempat, dua anak perempuan kurus dengan muka berseri-seri muncul. Bersama Fen Xiang yang menggendong keranjang anyaman.

Didalam keranjang itu terdapat bungkusan, berisi 5 kati beras merah. Dan ada beberapa camilan lezat hadiah dari para pelanggan. Mereka bermulut manis agar bisa mendapatkan beberapa bagian barang untuk esok harinya! Fen Hui tidak menolak persediaan barang dagang nya masih banyak. Dia juga meminta Fen Xiang untuk menggempur halaman belakang rumah besok untuk menanam kunyit, jahe, dan lengkuas.

"Aniang...aniang! Kami sudah pulang."Fen Mei berteriak keras.

Dia sangat senang hari ini, mendapatkan camilan lezat dari paman Tian. Dia juga mendapatkan sup blueberry manis dari Bibi Zhou, apa lagi barang dagangan Kakak nya cepat habis karena banyak pembeli berdatangan.

"Jangan berlari, nanti terjatuh."Fen Hua menangkap Fen Mei, gadis kecil itu hendak jatuh didepan Ibunya. Kaki kecil dan kurus miliknya tersandung batu.

"Hehehe..."

Fen Mei memeluk Ibunya dengan senang, jantungnya berdebar-debar karena rasa senang nya tak terbendung. Melihat anak bungsunya begitu bahagia, Fen Hua menebak pasti ada hal yang membuat nya begitu.

"Kamu kembali lebih awal sekali, apa dagangan nya sudah habis?"

"Itu benar Aniang, kami baru saja datang dan pelanggan kami sudah menunggu lebih awal."jawab Fen Lang.

Dia meletakkan keranjang kayu dan memberi salam pada Kakeknya, mata Pak tua Fen Jiao melirik isi keranjang. Ada beras merah 5 kati, dan beberapa camilan lezat.

Fen Hui menatap Kakeknya dengan senyum mengembang, dia mengambil bungkusan camilan dan membukanya. Menaruhnya diatas kursi panjang, aroma harum merebak ke udara, tercium bau manis membuat mulut mereka semua hendak meneteskan air liur.

"Nah, makanlah! Kakek juga bisa memakannya, Paman juga. Ayo ambil jangan malu-malu, Aniang! Dage dan Dajie harus mencobanya."Fen Hui mempersilahkan semua orang untuk memakan camilan manis.

Fen Mei mendahului semua orang, dia adalah yang paling tidak tahan untuk memakannya! Pak tua Fen Jiao tertawa kecil melihat pipi Fen Mei mengembung, dia mengambil satu dan memakannya. Sangat enak, makanan Kabupaten memang patut diacungi jempol.

"Apakah dagangan mu sangat laris nak?"tanya Pak tua Fen Jiao pada Fen Hui.

"Iya tentu,"Fen Hui tersenyum manis.

Dia tidak mau berkata banyak, menghasilkan banyak uang akan membuat orang-orang iri. Diluar dugaan Kakeknya tertawa keras dan menepuk bahunya.

"Bagus..bagus... Kumpulkan uangnya untuk renovasi rumah mu sebentar lagi musim dingin tiba penghujung tahun."

Bibir Fen Hua melengkung kebawah, dia tidak suka Ayah mertua nya menyinggung hal itu. Jika Fen Hui menganggap mengumpulkan uang untuk renovasi adalah sebuah kewajibannya. Itu sangat memberatkan, penghasilan Fen Hui harus ditabung untuk kebutuhan anaknya sendiri. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan renovasi rumah.

"Ayah mertua, anda tidak boleh berkata seperti itu. Renovasi rumah tanggung jawab saya, penghasilan Fen Hui itu miliknya. Jadi jangan membebani anak kecil."Fen Hua sangat tidak setuju.

Pak tua Fen Jiao, merasa bersalah dengan ucapannya. Dia menutup mulutnya dan tersenyum canggung.

"Aku hanya bercanda saja menantu."

"Kakek, Aniang benar tanggung jawab renovasi rumah adalah orang tuanya, tapi sebisa mungkin saya akan membantu."Fen Hui tidak bisa diam.

Kakeknya pasti sangat khawatir pada keluarga mereka, Fen Hui harus bekerja keras agar menghasilkan uang banyak lebih cepat.

"Baiklah... adik ipar, kami pamit dulu."Fen Li mengajak Ayahnya untuk segera pergi.

Dia merasa tidak enak dengan perkataan ayahnya, merasa adik iparnya pasti tersinggung karena perkataan Pak tua Fen Jiao. Tidak baik untuk menetap lebih lama, takut Ayahnya berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu.

Terpopuler

Comments

Sita Sit

Sita Sit

untung bapak mertua sama kakak iparnya baik ,pengertian ,

2024-10-24

0

Solekah

Solekah

fen hui gak bisa beladiri ya thor?

2024-10-15

0

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

Ehh....
Fen Lang???
bkannya Fen Xiang ya

2024-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 Nasib nya terlalu buruk
2 Langkah awal; Menjual Kunyit dan Jahe
3 Lelaki itu datang
4 Perkara Daging!
5 Aniang, aku akan menjelaskan
6 Semua Orang Menunggu Mu
7 Bukankah itu sangat banyak?
8 Ayah mertua, jangan membebaninya
9 Makan malam ini sangat spesial
10 Membuat mie panjang umur
11 Selamat ulang tahun Lao Ye
12 Langkah kedua: sesuatu dalam daun pisang
13 Mengapa begitu mahal?
14 Telaga bening Fen Xiang terlanjur terluka
15 Aku membencinya, bolehkah aku memukulnya?
16 Hari terakhir berjualan rempah
17 Niat buruk mereka
18 Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi?
19 Aniang, maaf...
20 Aku tidak sedang bermain-main
21 Dia sudah bertobat,Dage
22 Bertemu kembali
23 Itu Hadiah untuk mu Hui'er
24 Jadi siapa yang dekat dengannya?
25 Bermainlah seperti anak seusia mu
26 Menyulam itu membosankan
27 Mengapa begitu sulit menjumpai mu
28 Mereka membawa Aniang pergi
29 Fu Qin aku tidak mau mengikat mu lagi
30 Dia sangat kekanakan
31 Paman Kusir itu sangat mencurigakan
32 Gong nya telah ditabuh
33 Kobaran api itu memakan salah satunya
34 Mereka terlalu banyak
35 Jadi semua ini ulah mu?
36 Hari ini, hari spesial mu
37 Fu Qin menangis
38 Bawa dia kemari
39 Merasa bimbang
40 Malam tahun baru
41 Jangan menolak
42 Suratnya telah sampai
43 Soda ini untuk mu
44 Lepas kendali
45 Desa Shushu; amarah Pemimpin utama
46 Ini lebih buruk dari bubur tanpa rasa
47 Pergi ke kabupaten Kaiyang
48 Dimana kau sembunyikan dia?
49 Mereka bukan pengemis Fu Qin!
50 Surat undangan
51 Paman anda salah paham!
52 Berusaha kabur
53 Apa kamu mau menunggu ?
54 Jaga diri mu baik-baik
55 Tanpa sadar menjadi akrab
56 Mengapa menjadi terbalik?
57 Kenangan masa lalu
58 Kakek cemburu
59 Maksud kedatangan kami
60 Hari spesial telah tiba
61 End; Musim semi itu milik ku
62 Pengumuman
63 Promosi karya baru
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Nasib nya terlalu buruk
2
Langkah awal; Menjual Kunyit dan Jahe
3
Lelaki itu datang
4
Perkara Daging!
5
Aniang, aku akan menjelaskan
6
Semua Orang Menunggu Mu
7
Bukankah itu sangat banyak?
8
Ayah mertua, jangan membebaninya
9
Makan malam ini sangat spesial
10
Membuat mie panjang umur
11
Selamat ulang tahun Lao Ye
12
Langkah kedua: sesuatu dalam daun pisang
13
Mengapa begitu mahal?
14
Telaga bening Fen Xiang terlanjur terluka
15
Aku membencinya, bolehkah aku memukulnya?
16
Hari terakhir berjualan rempah
17
Niat buruk mereka
18
Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi?
19
Aniang, maaf...
20
Aku tidak sedang bermain-main
21
Dia sudah bertobat,Dage
22
Bertemu kembali
23
Itu Hadiah untuk mu Hui'er
24
Jadi siapa yang dekat dengannya?
25
Bermainlah seperti anak seusia mu
26
Menyulam itu membosankan
27
Mengapa begitu sulit menjumpai mu
28
Mereka membawa Aniang pergi
29
Fu Qin aku tidak mau mengikat mu lagi
30
Dia sangat kekanakan
31
Paman Kusir itu sangat mencurigakan
32
Gong nya telah ditabuh
33
Kobaran api itu memakan salah satunya
34
Mereka terlalu banyak
35
Jadi semua ini ulah mu?
36
Hari ini, hari spesial mu
37
Fu Qin menangis
38
Bawa dia kemari
39
Merasa bimbang
40
Malam tahun baru
41
Jangan menolak
42
Suratnya telah sampai
43
Soda ini untuk mu
44
Lepas kendali
45
Desa Shushu; amarah Pemimpin utama
46
Ini lebih buruk dari bubur tanpa rasa
47
Pergi ke kabupaten Kaiyang
48
Dimana kau sembunyikan dia?
49
Mereka bukan pengemis Fu Qin!
50
Surat undangan
51
Paman anda salah paham!
52
Berusaha kabur
53
Apa kamu mau menunggu ?
54
Jaga diri mu baik-baik
55
Tanpa sadar menjadi akrab
56
Mengapa menjadi terbalik?
57
Kenangan masa lalu
58
Kakek cemburu
59
Maksud kedatangan kami
60
Hari spesial telah tiba
61
End; Musim semi itu milik ku
62
Pengumuman
63
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!