Hari ini kota pusat kabupaten kecil terlihat ramai, gerbang kota dipenuhi oleh kereta yang terlihat sederhana dan mewah. Sebagian besar adalah pedagang dan sisanya para pelajar, mereka hendak kembali ke akademi setelah selesai membantu panen gandum keluarganya.
Fen Xiang mengajak kedua adiknya turun, dan berjalan kaki. Ada dua barisan orang yang ingin masuk ke kota, satu khusus untuk pengendara kereta dan satu lagi untuk pejalan kaki. Tentu saja pejalan kaki lebih cepat ketimbang kereta. Fen Mei menatap semua orang dengan senang, dia memasuki kota kabupaten bersama kedua Kakak nya.
"Disini ada dua pasar, mana yang akan kalian pilih?"tanya Fen Xiang membuat Fen Hui terkejut.
"Bukankah hanya satu? Aku pikir hanya ada satu disini."
Mendengar penuturan adiknya Fen Xiang tercengang, memangnya adik ke tiganya tidak pernah mencari tahu hal itu? Dia pikir adiknya sudah tau. Fen Mei juga baru mengetahui nya jadi hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kemarin kalian ke pasar mana?"Fen Xiang tidak sabar untuk segera sampai.
Mereka sangat lelah karena menempuh perjalanan yang jauh. Fen Mei menunjuk kearah barat. Fen Xiang segera menuntun kedua adiknya. Di kabupaten kecil ini ada 2 pasar, satu pasar ternak dan satu lagi pasar biasa pada umumnya. Para petani biasanya pergi ke pasar ternak untuk membeli lembu atau kuda dan keledai sesuai kebutuhan yang mereka mau.
Saat tiba di pasar, tempat yang biasa di jadikan Fen Hui berdagang sudah dikerumuni banyak orang. Salah satunya adalah Paman pemilik restoran kemarin, wajah mereka terlihat murung. Salah satu dari mereka melihat kedatangan Fen Hui langsung bersemangat.
"Gadis kecil itu datang!"
"Ah benar, ya tuhan untung saja dia datang."
Mereka menatap kedatangan Fen Hui dengan wajah lega. Fen Hui tidak tau kenapa mereka seperti itu, dia meminta Fen Xiang meletakkan keranjang anyaman di tanah.
"Aku pikir kau tidak akan berjualan hari ini."ucap Paman Tian cemas.
Masalahnya akhir-akhir ini pelanggan nya menyukai babi guling, sementara kunyit yang segar dan murah hanya ada di gadis kecil ini. Pedagang lain memiliki kunyit yang tidak segar dan sedikit kering. Dia tidak menyukai itu sulit mendapatkan kunyit segar disaat semua orang sibuk memanen gandum dan membajak kembali ladang mereka.
Di kabupaten ini para petani hanya fokus pada gandum dan padi mereka, tidak pada rempah-rempah. Jadi rempah-rempah hanya bisa di dapatkan dari pedagang luar kabupaten.
"Kami semua menunggu mu saat mendengar kau menjual kunyit segar."ucap yang lainnya.
Fen Xiang tidak menyangka, adiknya memiliki banyak pelanggan saat ini. Semua orang langsung meneriakkan jumlah kunyit dan jahe sesuai keinginan mereka. Dengan cekatan Fen Hui melayani mereka satu per satu.
"Wah apa ini blueberry liar? Apa rasanya manis?"
"Aku tidak tahu, aku membawanya saja tidak menyicipi nya sama sekali."Fen Hui mempercepat gerakan tangannya, saat tiba di bagian Paman Tian. Pria itu meminta 5kg kunyit, melihat adanya lengkuas langsung menambah pesanan nya. 1 kg untuk lengkuas, cocok menghilangkan bau amis dari daging.
"Jika anda, mau silahkan dicicipi terlebih dahulu Nyonya."Fen Hui meminta Fen Mei memisahkan blueberry liar ke kantong nilon.
Memberikan satu buah blueberry liar pada wanita disampingnya."ah, apanya yang nyonya, panggil aku bibi Zhou saja!"
"Ini Bibi Zhou, Mei'er yakin rasanya sangat manis."
Wanita yang di panggil Bibi Zhou itu merasa gemas melihat mata besar milik Fen Mei menatapnya penuh keyakinan, dia menerima buah itu dan memakannya. Rasa manis dengan sedikit asam, memenuhi lidahnya. Dia menyukai rasa itu!
"Rasanya manis dan sedikit asam, gadis kecil berikan semua ini pada ku! Ini bisa dibikin sup segar blueberry di cuaca yang panas."
Fen Xiang terperangah mendengar nya, semudah itu Bibi Zhou membelanjakan uangnya tanpa berpikir itu adalah pemborosan. Dia tidak bisa berkata-kata lagi, adik ketiganya langsung melayani Bibi Zhou dan semua pelanggan nya dengan sekejap. Dia merasa adiknya sangat cekatan dan cepat saat melayani seorang pelanggan. Bahkan tanpa sungkan memberikan bonus, pelanggan yang dilayaninya akan tertawa senang.
"Hoho.. jika ada buah buahan segar lagi, beritahu aku ya."Bibi Zhou melenggang pergi.
Fen Mei melambaikan tangannya."baik Bibi Zhou, berhati-hatilah dijalan."
"Sangat manis."Bibi Zhou merasa gadis kecil itu pintar menarik perhatian nya.
Pelanggannya sudah pergi semua yang tersisa hanya Paman Tian, Fen Hui menatapnya curiga. Kenapa Paman Tian tidak pergi sama sekali.
"Ada apa Paman? Apa ada yang ingin dibicarakan?"
Lelaki itu tersenyum malu."aku lupa menanyakan nama mu, dan siapa pemuda dibelakang mu itu?"
"Nama ku Fen Hui, dia Kakak ku Fen Xiang dan yang kecil ini Fen Mei."
"Bagus ini memudahkan ku untuk memanggil kalian."Paman Tian menatap Fen Hui penasaran"kemarin kau tidak berjualan, apa ada sesuatu yang buruk menimpa mu?"
"Semenjak kau tidak datang kemarin, banyak pelanggan mu kecewa karena tidak mendapatkan kunyit, sebagian besar yang datang kepadamu itu pedagang makanan seperti rumah makan kecil ataupun jamu."jelas Paman Tian."keberadaan mu tentu saja menyebar, Kepara pedagang makanan. Itu berarti saingan ku ada banyak."
Fen Hui tersenyum kaku, pantas saja dagangan nya langsung ludes begitu datang."Paman tenang saja, bagian Paman selalu ku amankan."
Mendengar itu Paman Tian tersenyum lega."kabari saja kalau ada sesuatu yang buruk, aku pergi dulu."
"Ya, berhati-hatilah dijalan Paman Tian."
Lelaki itu hanya mengangguk dan pergi, sementara Fen Xiang masih tak percaya karena dagangan mereka langsung habis dengan cepat. Dia menatap adiknya dengan mata berbinar.
"Hei, adik berapa sen yang kau hasilnya saat ini?"
"Aku belum menghitung uang nya, bagaimana jika kita pergi ke kedai teh sambil menghitung uang dan beristirahat."
Dahi Fen Xiang mengerut tak suka, itu pengeluaran tidak bermakna. Bukankah adiknya membawa sebotol minum?
"Kita hitung saja dirumah, tidak perlu membuang-buang uang mu."Fen Xiang mengibaskan tangan.
Fen Hui pasrah saat diseret lagi oleh Fen Xiang pulang, Fen Mei menatap Fen Xiang tidak suka. Dia belum membeli panekuk lobak sama sekali! Dan Fen Hui tidak sempat memberikan 2 sen padanya. Huh, saat ini Fen Mei merasa sebal dengan kakaknya.
"Panekuk... Panekuk..."gadis kecil itu berjalan dengan lemas.
Matanya berkaca-kaca, dia ingin panekuk lobak tapi tidak untuk hari ini. Jari jemarinya menarik ujung baju Fen Hui, gadis itu menoleh melihat adiknya hendak menangis.
"Tunggu sebentar Dage, adik kecil kita mau menangis karena kau!"
Fen Xiang menoleh dan menunduk menatap adik bungsunya, mata besar milik gadis itu berkaca-kaca. Dia langsung panik, Fen Xiang tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang. Dia juga tidak tau penyebab adiknya mau menangis.
"heuk..huuu... panekuk!"
Tangisan Fen Mei pecah, Fen Xiang semakin panik."adik jangan menangis, jangan menangis kita akan pulang."
Reaksi Fen Xiang membuat Fen Hui ingin menendang kaki pemuda itu. Dia mengeluarkan 2 sen, tangannya menepuk pelan kepala Fen Mei.
"Jangan menangis, Kakak lupa memberikan uang untuk mu. Berhenti menangis dan pergi beli panekuk kesukaan mu."Fen Hui menaruh 2 sen di tangan mungil Fen Mei.
Tangisan Fen Mei berhenti saat mata sembabnya melihat dua sen ditangan nya, dia berbalik dan berlari pergi ke penjual Panekuk lobak.
"Mengapa kau memberikan nya 2 sen? Itu pemborosan."Fen Xiang menatap Fen Hui tidak suka.
"Kakak, 2 sen untuk adik kita tidak termasuk pemborosan. Itu adalah uang gajinya, setiap aku berjualan gadis itu mendapatkan bagiannya dan tidak baik membiarkan nya menelan keinginan kecil."ucap Fen Hui, dia merasa keluarga nya memiliki pemikiran semakin hemat semakin baik.
Tapi seharusnya tidak terlalu keras, mereka juga harus memberi sedikit kepuasan pada diri mereka. Tidak perlu terlalu sering, sesekali saja sudah membahagiakan.
"Kakak juga mendapat dua sen hari ini."bibir Fen Hui menyeringai, tangannya menyelipkan dua sen kedalam genggaman tangan Fen Xiang.
Membuat Kakaknya tidak bisa berkata-kata, dia tidak menolak uang itu. Sementara Fen Hui merasa puas mendapatkan pembantu seperti Fen Xiang dengan harga murah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Sita Sit
keren bgt thor
2024-10-24
0
RJ 💜🐑
ceritanya sangat bagus, semangat buat karyanya thor 💪🏻💪🏻👍🏻❤❤
2024-08-06
2