Bukankah itu sangat banyak?

Rumah tua keluarga Fen terlihat sangat sepi, hanya ada tiga orang. Fen Hua, Fen Jiao, dan Meng Yi Ibu mertua Fen Hua. Ketiganya duduk di ruang tamu dengan tenang, mereka sedang membicarakan pembajakan ladang untuk ditanami padi.

"Sepertinya pekerjaan tambahan Corvee akan berakhir di panen berikutnya, pajak Corvee mungkin akan digunakan sebagai cadangan makanan militer."pak tua Fen Jiao menyesap teh nya.

"Ayah mertua benar, aku sangat lega jika panen padi yang akan menjadi terakhir kali nya pajak Corvee selesai."sayangnya Fen Hua masih gelisah.

"Itu terlalu awal untuk merasa lega nak, musim dingin akan segera tiba begitu panen padi selesai. Rumah mu perlu direnovasi agar bisa bertahan dari badai salju."Liu Meng Yi menatap menantunya cemas.

Bagaimana pun rumah menantunya tidak memiliki dinding bata yang kokoh, dan atap yang tidak bisa terbang oleh angin besar. Tapi nyatanya atap jerami sudah mulai lapuk dinding nya terbuat dari kayu juga sudah termakan usia. Rumah tua mereka tidak memiliki banyak uang untuk merenovasi rumah menantu ketiganya.

"Ibu mertua jangan khawatir, aku akan mencari cara agar bisa merenovasi rumah ku."Fen Hua tersenyum pahit.

Dalam hati dia gelisah dan takut, anak-anak nya akan kedinginan di musim dingin. Lalu atap yang roboh saat tidak tahan oleh tumpukan salju. Dia tidak bisa membiarkan kondisi rumah mereka yang buruk terus menerus. Fen Hua merasa harus membicarakan ini dengan suaminya.

"Aku akan membantu mu sebisa mungkin,"Pak tua Fen Jiao tersenyum hambar.

Fen Hua merasa tidak enak berlama-lama dirumah tua, mengundurkan diri dan pamit. Dia harus menyiapkan makan sore, saat tiba dirumah bergegas menuju dapur. Mengecek persediaan makanan, ada daun singkong muda yang dipetik tadi siang oleh Fen Qian, dan kentang serta ubi yang mereka panen di ladang dekat kaki gunung.

Keluarga mereka memutuskan untuk meminta ladang penuh batu itu pada kepala desa, meskipun memerlukan banyak waktu untuk menggempur tanah. Itu tidak sia-sia, tanah disana sangat subur. Hanya harus berhati-hati saja agar tidak terkena serangan binatang liar. Fen Xiang memasang banyak jebakan di sekeliling ladang agar binatang liar tidak merusak tanaman mereka.

Jika beruntung mungkin umbi yang mereka tanam selamat dari serangan babi hutan, tangan nya meraih kendi kecil terbuat dari tanah liat. Matanya melebar saat melihat kendi itu terisi penuh oleh garam kasar, dia segera memeriksa kendi satunya. Dan kendi itu berisi minyak canola meksipun tidak penuh itu adalah barang berharga.

"Siapa yang membeli ini?"tanyanya heran.

Lalu teringat dengan kejadian tadi pagi, dia yakin ini pasti perbuatan Fen Hui. Ujung bibirnya terangkat, untuk pertama kalinya wanita itu merasa senang karena memiliki garam yang banyak dan minyak canola. Baginya membeli keduanya membutuhkan waktu yang lama, uangnya tidak cukup paling bisa hanya membeli garam kasar sedikit.

"Anak itu benar-benar pintar mencari uang."sorot matanya berubah sendu.

Dia berharap Fen Hui membawa keberuntungan dan perubahan pada keluarganya. Dia juga tidak berharap banyak, putri keduanya harus menabung untuk mahar. Saat ini ia sedang menabung mahar untuk Fen Qian dan Fen Xiang. Meskipun membutuhkan waktu lama , tapi sebentar lagi anak - anaknya akan menikah dan itu membutuhkan mahar.

Sebenarnya pihak wanita tidak perlu menyiapkan mahar, tapi bagaimana jika pihak lelaki menginginkan mahar dari pihak perempuan juga? di zaman sekarang wanita yang tidak laku, pasti akan mengajukan lamaran lebih dahulu dari pada pihak lain melalui Mak comblang.

"Aniang! Mereka bertiga telah datang."Fen Qian muncul diambang pintu dapur.

"Baik, bawakan minum terlebih dahulu, kakak dan adik mu pasti haus"

"Ya."angguk Fen Qian.

Fen Hua bergegas masuk kedalam rumah, melihat ketiga anaknya tidur terlentang diatas karpet anyaman. Dengan wajah kelelahan membuat nya semakin tidak tega untuk membiarkan mereka pergi kekabupaten.

"Apa kalian baik-baik saja?"Fen Hua duduk diatas karpet.

Fen Hui tersenyum lebar, tentu sangat baik. Dia mendapatkan banyak uang. Lebih banyak dari sehari yang lalu, karena ada item tambahan lengkuas dan blueberry. Gadis itu mendapatkan 4 Jiao 6 sen, untuk menggaji kakak dan adiknya sebanyak 4 sen. Sisanya 4 Jiao 2 sen, tentu masih sisa banyak membuat hatinya merasa meledak-ledak.

"Kami baik-baik saja Aniang, tidak perlu khawatir."jawab Fen Xiang.

Apa yang perlu dikhawatirkan? Adiknya tertawa seperti orang gil* saat di kereta, tangannya menghitung uang koin membuat penumpang lain di kereta sangat iri. Fen Hui bangkit menatap ibunya dengan gembira, tangan kurus miliknya merogoh tas kain serut. Mengambil 1 Jiao dan memberikan nya pada Fen Hua.

"Aniang terima lah, ini sebagian hasil penjualan ku."

"Tidak, tidak usah! Aniang tidak berani mengambil nya. Kamu begitu bekerja keras, simpan saja uang ini."Fen Hua menolak dengan tegas.

Putri keduanya cemberut mendengar penolakan dari ibunya,"aniang jangan khawatir, aku menghasil kan banyak uang. Ini hanya sedikit dari penghasilan ku saja pakai uang ini untuk membeli makanan enak."

Fen Hui terus memaksa hingga Fen Hua menerimanya dengan enggan, dia tidak bisa menolak saat melihat wajah memelas Fen Hui. Kalau begitu biar dirinya saja menyimpan uang putrinya, digunakan saat butuh saja.

"Aniang, apa kita perlu membuat ulang atap jerami nya? Jerami gandum masih ada banyak, jika mau aku akan membuat nya agar atap rumah kita bisa diganti."Fen Xiang bangkit dan duduk menatap ibunya serius.

Fen Hua mengangguk."besok pagi ambil semua jeraminya di ladang, kita akan membuat nya dan meminta Ayah mertua membantu memasangkan nya.

"Baiklah."

Fen Qian datang dengan membawa air minum, kedua adik perempuan nya berebut gelas seakan air yang disediakan hanya sedikit. Sesekali menasihati kedua adiknya agar tidak melakukan hal sembrono.

"Ahh...segarnya, Dajie memang baik."Fen Hui menenggak satu gelas air dalam beberapa tegukan.

"Itu sudah keharusan, berapa banyak penghasilan hari ini adik?"

Kakaknya sangat penasaran, adik pertamanya mengacungkan 4 jari. Membuat matanya membulat lucu,"4 Jiao?"Fen Qian menatap Fen Hui ragu.

"Itu benar!"seru Fen Mei bersemangat."dia menghasilkan banyak uang."

Kakaknya menggeleng tak percaya,"bukankah itu sangat banyak?"

Tangannya gemetar saat menunjuk tumpukan koin tembaga yang dikeluarkan oleh Fen Hui, adiknya benar-benar menghasilkan banyak uang! Dia merasa sangat senang akan hal itu.

"Ini tidak banyak,"Fen Hui menggeleng tak setuju."ini tak seberapapun dibandingkan dengan 20 Yuan."

Kali ini Fen Qian tidak membantah, dia membelai rambut hitam kusut milik Fen Hui dan Fen Mei. Kepala besar dan tubuh kurus bagaikan tauge, membuat nya merasa bersalah karena hanya bekerja di ladang tidak bisa memasakkan masakan enak dan bernutrisi lengkap untuk kedua adiknya.

...----------------...

*Pajak Corvee> Tenaga kerja yang diminta oleh pemerintah daerah dengan upah yang sedikit atau tanpa bayaran atau sebagai pengganti pajak dan digunakan terutama dalam pemeliharaan jalan.

Ada banyak jenis penjelasan pajak Corvee, lebih lengkap jika kalian memeriksa nya di googl*.

Terpopuler

Comments

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

mantap banget ceritanya 👍🏻👍🏻❤

2024-08-06

2

lihat semua
Episodes
1 Nasib nya terlalu buruk
2 Langkah awal; Menjual Kunyit dan Jahe
3 Lelaki itu datang
4 Perkara Daging!
5 Aniang, aku akan menjelaskan
6 Semua Orang Menunggu Mu
7 Bukankah itu sangat banyak?
8 Ayah mertua, jangan membebaninya
9 Makan malam ini sangat spesial
10 Membuat mie panjang umur
11 Selamat ulang tahun Lao Ye
12 Langkah kedua: sesuatu dalam daun pisang
13 Mengapa begitu mahal?
14 Telaga bening Fen Xiang terlanjur terluka
15 Aku membencinya, bolehkah aku memukulnya?
16 Hari terakhir berjualan rempah
17 Niat buruk mereka
18 Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi?
19 Aniang, maaf...
20 Aku tidak sedang bermain-main
21 Dia sudah bertobat,Dage
22 Bertemu kembali
23 Itu Hadiah untuk mu Hui'er
24 Jadi siapa yang dekat dengannya?
25 Bermainlah seperti anak seusia mu
26 Menyulam itu membosankan
27 Mengapa begitu sulit menjumpai mu
28 Mereka membawa Aniang pergi
29 Fu Qin aku tidak mau mengikat mu lagi
30 Dia sangat kekanakan
31 Paman Kusir itu sangat mencurigakan
32 Gong nya telah ditabuh
33 Kobaran api itu memakan salah satunya
34 Mereka terlalu banyak
35 Jadi semua ini ulah mu?
36 Hari ini, hari spesial mu
37 Fu Qin menangis
38 Bawa dia kemari
39 Merasa bimbang
40 Malam tahun baru
41 Jangan menolak
42 Suratnya telah sampai
43 Soda ini untuk mu
44 Lepas kendali
45 Desa Shushu; amarah Pemimpin utama
46 Ini lebih buruk dari bubur tanpa rasa
47 Pergi ke kabupaten Kaiyang
48 Dimana kau sembunyikan dia?
49 Mereka bukan pengemis Fu Qin!
50 Surat undangan
51 Paman anda salah paham!
52 Berusaha kabur
53 Apa kamu mau menunggu ?
54 Jaga diri mu baik-baik
55 Tanpa sadar menjadi akrab
56 Mengapa menjadi terbalik?
57 Kenangan masa lalu
58 Kakek cemburu
59 Maksud kedatangan kami
60 Hari spesial telah tiba
61 End; Musim semi itu milik ku
62 Pengumuman
63 Promosi karya baru
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Nasib nya terlalu buruk
2
Langkah awal; Menjual Kunyit dan Jahe
3
Lelaki itu datang
4
Perkara Daging!
5
Aniang, aku akan menjelaskan
6
Semua Orang Menunggu Mu
7
Bukankah itu sangat banyak?
8
Ayah mertua, jangan membebaninya
9
Makan malam ini sangat spesial
10
Membuat mie panjang umur
11
Selamat ulang tahun Lao Ye
12
Langkah kedua: sesuatu dalam daun pisang
13
Mengapa begitu mahal?
14
Telaga bening Fen Xiang terlanjur terluka
15
Aku membencinya, bolehkah aku memukulnya?
16
Hari terakhir berjualan rempah
17
Niat buruk mereka
18
Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi?
19
Aniang, maaf...
20
Aku tidak sedang bermain-main
21
Dia sudah bertobat,Dage
22
Bertemu kembali
23
Itu Hadiah untuk mu Hui'er
24
Jadi siapa yang dekat dengannya?
25
Bermainlah seperti anak seusia mu
26
Menyulam itu membosankan
27
Mengapa begitu sulit menjumpai mu
28
Mereka membawa Aniang pergi
29
Fu Qin aku tidak mau mengikat mu lagi
30
Dia sangat kekanakan
31
Paman Kusir itu sangat mencurigakan
32
Gong nya telah ditabuh
33
Kobaran api itu memakan salah satunya
34
Mereka terlalu banyak
35
Jadi semua ini ulah mu?
36
Hari ini, hari spesial mu
37
Fu Qin menangis
38
Bawa dia kemari
39
Merasa bimbang
40
Malam tahun baru
41
Jangan menolak
42
Suratnya telah sampai
43
Soda ini untuk mu
44
Lepas kendali
45
Desa Shushu; amarah Pemimpin utama
46
Ini lebih buruk dari bubur tanpa rasa
47
Pergi ke kabupaten Kaiyang
48
Dimana kau sembunyikan dia?
49
Mereka bukan pengemis Fu Qin!
50
Surat undangan
51
Paman anda salah paham!
52
Berusaha kabur
53
Apa kamu mau menunggu ?
54
Jaga diri mu baik-baik
55
Tanpa sadar menjadi akrab
56
Mengapa menjadi terbalik?
57
Kenangan masa lalu
58
Kakek cemburu
59
Maksud kedatangan kami
60
Hari spesial telah tiba
61
End; Musim semi itu milik ku
62
Pengumuman
63
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!