Selamat ulang tahun Lao Ye

Malam ini rumah tua sangat ramai, kedua anaknya merayakan ulang tahun Fen Jiao. Putera keduanya Fen Gu membawakan bebek peking sebagai hadiah. Isterinya memasak bebek itu dengan hati-hati, dia juga membawa kedua anak kembarnya Fen Sue dan Fen Xie. Anak perempuan kembar itu duduk di samping Ibunya Ji Aling.

"Ho...dimana adik ipar Fen Hua?"tanya Fen Li, di keluarga nya hanya dirinya yang belum menikah.

Entahlah meskipun Pak tua Fen Jiao, mencarikan wanita berlatarbelakang bagus. Anak itu menolaknya, berapa kali dia menolak? 30 kali! Pak tua akhirnya menyerah tidak mau lagi mengurus anaknya.

"Dia pasti akan datang."ucap Liu Meng Yi.

Bertepatan dengan ucapannya, suara pintu diketuk terdengar. Fen Li bergegas membuka pintu, Fen Qian muncul bersama ke 4 anak nya, membawa satu panci mie panjang umur. Dan semangkuk tembikar besar saus jamur, Fen Li mempersilahkan mereka semua masuk.

"Lao Ye, selamat ulang tahun!"ucap Fen Hui dan Fen Mei secara bersamaan.

"Selamat ulang tahun Lao Ye, semoga umur mu semakin panjang dan di berikan kesehatan serta berkah dari tuhan."Fen Qian dan Fen Xiang ikut memberikan ucapan selamat pada Kakeknya.

"Ohoho.. cucu-cucu ku terimakasih, Lao Ye sangat senang kalian datang kemari."Pak tua Fen Jiao memberi isyarat agar ke empat anak itu duduk di salah satu meja.

Meja khusus anak-anak dan orang dewasa di pisah, ini berguna agar anak-anak tidak bingung dengan pembicaraan orang dewasa. Mereka bisa berinteraksi dengan anak-anak lainnya.

"Lao Lao, Aniang membuat kan Mie panjang umur dengan telur rebus sebanyak dua biji khusus Lao Ye!"Fen Mei menatap Neneknya penuh antusias.

Liu Meng Yi tertawa senang,"benarkah? Terimakasih sudah memberitahu, duduk bersama Tang jie dan saudara- saudari mu. Lao Lao sudah menyiapkan hidangan lezat disana."

"Umm, terimakasih cucu ini akan pergi ke meja sebelah sana!"Fen Mei berjalan pergi menghampiri ketiga Kakak nya dan kedua sepupunya.

Fen Hui menatap bingung Fen Su dan Fen Xiu, dia tidak tau memiliki saudara lain dari pihak ayah.

"Fen Su lama tidak bertemu, kau terlihat semakin berisi."Fen Xiang menyapa sepupunya.

"Huh, kenapa kau mengatakan ku semakin berisi? Tidak sopan!"Fen Su membuang muka kesal.

Baru bertemu sepupunya sudah mau mengajak ribut, Fen Xiang semakin gencar ingin menggoda sepupunya. Akan tetapi Fen Qian menepuk bahunya, memberitahu untuk menjaga sikap saat berada dirumah tua.

"Tang Jie, aku sangat senang bertemu dengan kalian lagi."Fen Mei menatap kedua anak kembar itu.

"Mei'er kita tidak bertemu dalam beberapa bulan saja, tapi aku senang mendengar nya."Fen Xiu tersenyum tipis.

Gadis kecil itu duduk disampingnya, memperlihatkan tatapan memuja. Dia mendengar Fen Xiu memiliki keterampilan menyulam sangat baik, dia tertarik dengan menyulam.

"Oh siapa dia?"Fen Su menatap Fen Hui asing dimatanya.

Wajar saja Fen Su tidak mengenali Fen Hui, gadis itu tidak pernah datang kemana pun selama beberapa tahun. Terakhir kali mereka bertemu diusia 6 tahun saat tahun baru, penampilan Fen Hui jauh berubah.

"Kau sungguh tidak tahu?"Fen Qian terkejut.

Yah, mengingat kedua sepupunya tidak pernah bertemu dengan adiknya. Dia bisa memakluminya, Fen Xiu memperhatikan Fen Hui dengan serius. Seakan sedang mencoba mengingat garis wajah yang familiar.

"Aku Fen Hui, lama tidak bertemu sepupu."Fen Hui memperkenalkan dirinya.

Fen Su dan Fen Xiu terkejut setengah mati, Fen Hui? Mereka ingat! Gadis kecil Kumal, dengan rambut lengket dan bau. Mereka dulu merengek dan menangis tidak mau mendekati nya sama sekali. Tapi sekarang wajah putih pucat tanpa noda, rambut hitam nya terlihat tidak lengket dan ringan. Pakaian nya tidak sekumal dulu, terlihat jelas bahwa itu dicuci dengan baik. Tidak ada bau tidak enak menguar dari tubuhnya, benar-benar berubah 180 derajat.

"Fen Hui? Ya ampun, aku tidak mengenali mu sama sekali kau dulu sangat Kum..."mulut Fen Su di tutup oleh tangan Fen Xiu.

Gadis itu membisikkan sesuatu pada Kakak nya,"jangan mengatakan itu, dia akan tersinggung."

Suaranya begitu rendah nyaris tidak bisa didengar, mata Fen Su mengerjai beberapakali. Dia paham dan berdeham sedikit membetulkan posisi duduknya.

"Kami ingat, kita dulu pernah bertemu."Fen Xiu tersenyum manis.

Fen Su mengangguk saja,"karena kita sudah saling menyapa, mengapa tidak makan sekarang?"

"Ya, mari kita makan."angguk Fen Xiang.

Ada beberapa hidangan diatas meja, nasi beras merah, tumis sayur, dan tumis daging. Beberapa camilan enak seperti Fa Gao kue keberuntungan.

Beberapa sumpit melayang menjepit hidangan-hidangan yang disajikan, Fen Hui makan dengan tenang, sementara Fen Mei makan dengan heboh karena berebut dengan kedua Tang jie nya.

Malam semakin larut, Fen Qian menggendong Fen Mei. Gadis itu tertidur didekapannya, selesai merayakan ulang tahun Lao Ye mereka semua membubarkan diri. Dan pulang kerumah, kecuali keluarga Fen Gu, mereka menginap dirumah tua karena pergi ke desa sebelah saat malam hari sangat berbahaya.

Begitu sampai dirumah, Fen Mei diletakkan keatas kasur jerami, Fen Hui mencuci kaki dan tangannya lalu duduk di atas karpet anyaman. Menyalakan minyak dan mengeluarkan isi dari tabung bambu, ratusan tembaga keluar dari dalam tabung itu.

Fen Hui menatap uang yang di kumpulkan nya, dia menghitung nya kali ini karena sebelumnya sisa uang yang tidak pernah dia gunakan dimasukkan kedalam tabungan. Menghitung dengan teliti dan menumpuk uang koin.

Setelah di hitung semuanya berjumlah sekitar 30 Jiao artinya ada 300 sen. 3 Yuan nya memang terlihat banyak tapi untuk membantu ibunya sangat kurang, meskipun permintaan pelanggan menaik pesat. Dia tidak berani untuk menerima permintaan lebih banyak lagi, kunyit, jahe dan lengkuas liar sekarang terbatas. Dia mengeruk banyak rempah itu, makannya gadis itu tidak berani menerima permintaan lebih tinggi dan kembali menjual seperti biasanya.

Jari jemari nya mengetuk tabung bambu beberapa kali, dahinya mengerut. Apa yang harus gadis itu jual lagi? Kali ini dia harus memeras otaknya, barang selanjutnya yang akan di jual dan memiliki peminat banyak.

Sayangnya otaknya tidak mau diajak bekerja sama, membuat gadis itu merasa pusing. Dia memasukkan semua sen kedalam tabung bambu dan menyimpan nya hati-hati. Mematikan lampu minyak, pergi ke kamar menyusul adiknya untuk tidur bersama Dajie.

Sepertinya di keluarga mereka hanya Fen Hui seorang memikirkan banyak hal untuk keluarga nya sendiri. Melihat Fen Hui terlelap, Fen Qian bangun dari tidurnya. Membuka lemari mengambil peralatan sulam, pergi ke ruang tengah dan menyalakan lampu minyak. Menyulam sesuatu diatas kain, dia berencana untuk pergi kekabupaten bersama adiknya besok. Tapi dia tidak akan menunggu adiknya berjualan, ada yang perlu dia lakukan.

...****************...

*Lao Ye > Kakek dari pihak Ayah

*Lao Lao > Nenek dari pihak Ayah

*Tang Jie > Sepupu dari pihak Ayah

Terpopuler

Comments

Zahra Lamira

Zahra Lamira

lanjutkan Thor

2024-08-22

1

Murni Dewita

Murni Dewita

carzy up thor

2024-07-05

1

lihat semua
Episodes
1 Nasib nya terlalu buruk
2 Langkah awal; Menjual Kunyit dan Jahe
3 Lelaki itu datang
4 Perkara Daging!
5 Aniang, aku akan menjelaskan
6 Semua Orang Menunggu Mu
7 Bukankah itu sangat banyak?
8 Ayah mertua, jangan membebaninya
9 Makan malam ini sangat spesial
10 Membuat mie panjang umur
11 Selamat ulang tahun Lao Ye
12 Langkah kedua: sesuatu dalam daun pisang
13 Mengapa begitu mahal?
14 Telaga bening Fen Xiang terlanjur terluka
15 Aku membencinya, bolehkah aku memukulnya?
16 Hari terakhir berjualan rempah
17 Niat buruk mereka
18 Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi?
19 Aniang, maaf...
20 Aku tidak sedang bermain-main
21 Dia sudah bertobat,Dage
22 Bertemu kembali
23 Itu Hadiah untuk mu Hui'er
24 Jadi siapa yang dekat dengannya?
25 Bermainlah seperti anak seusia mu
26 Menyulam itu membosankan
27 Mengapa begitu sulit menjumpai mu
28 Mereka membawa Aniang pergi
29 Fu Qin aku tidak mau mengikat mu lagi
30 Dia sangat kekanakan
31 Paman Kusir itu sangat mencurigakan
32 Gong nya telah ditabuh
33 Kobaran api itu memakan salah satunya
34 Mereka terlalu banyak
35 Jadi semua ini ulah mu?
36 Hari ini, hari spesial mu
37 Fu Qin menangis
38 Bawa dia kemari
39 Merasa bimbang
40 Malam tahun baru
41 Jangan menolak
42 Suratnya telah sampai
43 Soda ini untuk mu
44 Lepas kendali
45 Desa Shushu; amarah Pemimpin utama
46 Ini lebih buruk dari bubur tanpa rasa
47 Pergi ke kabupaten Kaiyang
48 Dimana kau sembunyikan dia?
49 Mereka bukan pengemis Fu Qin!
50 Surat undangan
51 Paman anda salah paham!
52 Berusaha kabur
53 Apa kamu mau menunggu ?
54 Jaga diri mu baik-baik
55 Tanpa sadar menjadi akrab
56 Mengapa menjadi terbalik?
57 Kenangan masa lalu
58 Kakek cemburu
59 Maksud kedatangan kami
60 Hari spesial telah tiba
61 End; Musim semi itu milik ku
62 Pengumuman
63 Promosi karya baru
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Nasib nya terlalu buruk
2
Langkah awal; Menjual Kunyit dan Jahe
3
Lelaki itu datang
4
Perkara Daging!
5
Aniang, aku akan menjelaskan
6
Semua Orang Menunggu Mu
7
Bukankah itu sangat banyak?
8
Ayah mertua, jangan membebaninya
9
Makan malam ini sangat spesial
10
Membuat mie panjang umur
11
Selamat ulang tahun Lao Ye
12
Langkah kedua: sesuatu dalam daun pisang
13
Mengapa begitu mahal?
14
Telaga bening Fen Xiang terlanjur terluka
15
Aku membencinya, bolehkah aku memukulnya?
16
Hari terakhir berjualan rempah
17
Niat buruk mereka
18
Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi?
19
Aniang, maaf...
20
Aku tidak sedang bermain-main
21
Dia sudah bertobat,Dage
22
Bertemu kembali
23
Itu Hadiah untuk mu Hui'er
24
Jadi siapa yang dekat dengannya?
25
Bermainlah seperti anak seusia mu
26
Menyulam itu membosankan
27
Mengapa begitu sulit menjumpai mu
28
Mereka membawa Aniang pergi
29
Fu Qin aku tidak mau mengikat mu lagi
30
Dia sangat kekanakan
31
Paman Kusir itu sangat mencurigakan
32
Gong nya telah ditabuh
33
Kobaran api itu memakan salah satunya
34
Mereka terlalu banyak
35
Jadi semua ini ulah mu?
36
Hari ini, hari spesial mu
37
Fu Qin menangis
38
Bawa dia kemari
39
Merasa bimbang
40
Malam tahun baru
41
Jangan menolak
42
Suratnya telah sampai
43
Soda ini untuk mu
44
Lepas kendali
45
Desa Shushu; amarah Pemimpin utama
46
Ini lebih buruk dari bubur tanpa rasa
47
Pergi ke kabupaten Kaiyang
48
Dimana kau sembunyikan dia?
49
Mereka bukan pengemis Fu Qin!
50
Surat undangan
51
Paman anda salah paham!
52
Berusaha kabur
53
Apa kamu mau menunggu ?
54
Jaga diri mu baik-baik
55
Tanpa sadar menjadi akrab
56
Mengapa menjadi terbalik?
57
Kenangan masa lalu
58
Kakek cemburu
59
Maksud kedatangan kami
60
Hari spesial telah tiba
61
End; Musim semi itu milik ku
62
Pengumuman
63
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!