Di?

"Rasanya lelah sekali hari ini!" ucapnya langsung membaringkan tubuhnya di sofa ketika baru sampai, sedang aku masih membuka sepatu

"Aku lapar!" ucapnya lagi lalu bangun dari baring

"Kamu masak apa?" tanyanya sembari membuka tudung saji

Merasa berat dengan tas ku, aku segera melepasnya lalu masuk ke kamar. didalam kamar aku segera menutup pintu lalu menganti pakaian ku dengan baju kaos dan celana pendek.

usai menganti pakaian aku kembali ke luar dari kamar menuju kamar mandi berniat mencuci wajah ku. di dalam kamar mandi handphone ku berdering

Tanpa memperdulikan sering itu aku mulai melakukan langkah langkah membersihkan wajah.

"JANGAN HUBUNGI Azura!" teriak kak Bryan membuat lu panik. aku segera membilas wajah ku lalu kelaur dari kamar mandi

"Siapa kak?" tanya ku

"KAKAK KESAYANGAN MU! DIA LAGI NUNGGU KAMU!" ucap Bryan menekan kata katanya. aku menyadari kebodohan ku tak memberi kunci layar pada ponsel ku membuat siapapun bisa membukanya

"Kak Arka?" tanya ku. ku lihat rahangnya mengeras, wajahnya memerah, pelipisnya berkeringat, di dahinya nampak beberapa urat, tanganya mengepal sempurna. dia benar-benar marah sekarang

"KAK KIK KUK, KALAU DIA AJA KAMU SOPAN DAN LEMBUT!" keluhnya dengan emosi yang menyala nyala.

"Maaf!" ucap ku sembari menyentuh lengannya

"Aku dan dia hanya teman." ucap ku berusaha meredam amarahnya

"TEMEN ATAU SUKA?"

"temenan Bryan!" ucap ku selembut mungkin. dia mendekat

"Dia udah ngasih apa ke kamu? cara mainnya bagus?" tanya Bryan di telinga ku

"MAKSUD KAMU APA?" tanya ku, emosi tak terbendung mendengar ucapannya

"SEJAK TADI AKU BERUSAHA BIKIN KAMU NGGAK MARAH."

"TAPI KAMU MALAH MAKIN SEENAKNYA!"

"MEMANGNYA KENAPA KALAU AKU JALAN SAMA DIA?"

"NGGAK TERIMA KAMU?"

"KITA PUNYA HUBUNGAN APA SAMPAI KAMU BERANI NGATUR NGATUR AKU!" ucap ku beruntun. aku marah aku bahkan sangat marah mengapa dia mengeluarkan kata kata yang tak pantas untuk ku. aku selalu berusaha agar dirinya tak marah. namun, bukannya mereda dia justru membuat ku ikut emosi

"MULAI SEKARANG KAMU PACAR KU!" ucap Bryan

"Aku nggak mau!" jawab ku

"Mau nggak mau kamu harus mau!" jawabnya kali ini dengan nada yang merendah

"Umur kita beda jauh aku masih 19 tahun apa kamu nggak malu punya cewek yang lebih muda?" ucap ku

"NGGAK." jawabnya aku mulai frustasi memikirkan bagaimana hidup ku akan berlanjut sekarang

"Aku suka sama kak Arka!" ucap ku. namun, kali ini wajahnya mulai memerah. dia mengeluarkan handphonenya dari dalam saku

"Halo tuan!" ucap seseorang ditelepon

"Habisi Arka!" ucapnya membuat ku panik. aku segera menunduk dihadapannya. sambil memohon ku raih tangannya

"Aku bercanda, aku dan kak Arka nggak punya hubungan apapun!" ucap ku

"Arka siapa tuan?" tanya seorang pria ditelepon

"Tidak bukan siapa-siapa, tolong belikan stok makanan untuk ku dan antar di alamat yang bakal aku kirim di pesan!" ucap Bryan lalu mematikan ponselnya

"Suapi aku!" ucap Bryan kembali duduk di meja makan

"Kamu punya tangan jadi makan sendiri!" ketus ku

"Siapin atau?" ancamnya lagi. tak ada yang bisa ia lakukan selain mengancam ku

"Bryan tampan aku musti membersihkan wajah ku dulu."

" Sekarang nama panggilannya kita ganti menjadi sayang!" ucapnya dengan ekpresi seperti menahan tawa

"Kamu nggak usah bersihin wajah karena mau di bersihin gimana pun wajah kamu tetep jelek!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!