Di tengah banyaknya orang yang terlihat rapi, bersih dan wangi. Hanya aku dan Angel yg terlihat sangat buluk semua ini ulah Rina yang sengaja tak membangunkan ku dan Angela.
Kami semua berdiri mendengar hal-hal yang di sampaikan oleh Daniel dan teman-temannya. Merasa bosan, aku mengedarkan pandangan ku ke sekitar. Tanpa sengaja mata ku menyorot beberapa orang yang ku lihat semalam.
"Namanya Bryan!" Ucap Angela melihat sorot mata ku yang tertuju pada pria yang tak sengaja ku tumpahkan minuman di bar malam itu
Bryan tersenyum saat mendapati ku melihat ke arahnya.
Bukannya salah tingkah, aku malah teringat kejadian semalam saat ia bersama dengan teman-temannya memukul seseorang
"Kok kamu bisa kenal namanya?" Tanya ku
Sebab Angela dan aku kan sama sama mahasiswa baru
"Mereka kakak kelas ku saat sma." Ujarnya
"Pantas saja kamu kenal." Lirih ku
Kembali ku edarkan pandangan ku melihat sekitar dan tak disengaja lagi aku menemukan dia, dialah pria yang semalam di pukuli itu.
Ku lihat penampilannya sangat berantakkan, di wajahnya tak ada bekas pukulan tapi ku yakini di bagian tubuhnya yang lain pasti penuh dengan memar.
"Kalau itu namanya Azof." Bisik Angela.
"Kamu kenal juga?" Tanya ku
"Dia kan yang di keroyok semalam?" Tanya Angela. Aku semakin heran bagaimana bisa Angela bisa tahu sedang semalam hanya diri ku yang melihat itu
"Iya!" Jawab ku lirih
"Kamu tahu kenapa dia di keroyok?" Tanyanya pada ku . Aku mengerutkan dahi mendengar pertanyaaannya.
"Bagaimana aku bisa tahu?" Tanya ku, lalu dia tersenyum simpul.
"HY! KALIAN BERDUA LAGI MEMBICARAKAN APA?" Ucap Daniel di depan, aku tak memperdulikan ucapannya itu sebab tak mengira yang ia tegur adalah aku dan Angela
"Kamu kok diam?" Tanya ku pada Angela. Angela tak menjawab ia justru menundukkan pandangannya
"HY KAMU TULI YA!" Teriak Daniel lagi. Aku tak memperdulikan teriakan Daniel sampai ku lihat sorot mata Angela bergerak melihat ku kemudian melihat Daniel seperti menyuruh ku berbalik
"Apa sih?" Ketus ku berbalik melihat ke arah Daniel.
Deg
Daniel menatap ku dengan sorot mata yang seakan menikam, ternyata yang sejak tadi ia tegur adalah aku dan Angela. Sedikit tak menyangka sebab sebelum Daniel menegur kami juga ada beberapa orang yang sibuk bergosip bahkan sambil tertawa jadi ku pikir bukan kami yang di tegurnya
"MAU GANTIKAN SAYA DI DEPAN SINI?" Ucapnya. Ku lihat semua orang tengah menahan tawa melihat ku di tegur seperti itu. Aku tak menjawab pertanyaannya, sesekali ku lirik wajahnya yang memerah karena menahan amarahnya
"Oke, kita lanjutkan." ucapnya melanjutkan perkataannya yang sebelumnya terjeda
"Jangan ada yang berbicara selagi dosen kita berbicara." ucapnya menyindir ku. lalu memberikan mic yang ia pegang kepada seorang pria tua
"Pak apa saya boleh bertanya?" tanya ku pada pria tua yang ada di hadapan kami semua
"Bagaimana tanggapan bapak seandainya ada petugas organisasi kampus yang melakukan perundungan atau bullying di kampus?" tanya ku sontak membuat semuanya berbalik.
Angela langsung mencubit lengan ku. Penasaran dengan ekspresi mereka ku edarkan pandangan ku melihat wajah Bryan, Daniel dan kedua temannya itu. namun di wajah mereka tak ada ekspresi takut hanya ada ketenangan di ekspresi mereka
"Akan kami proses!" jawabnya singkat
"Kamu akan merasakan neraka kampus!" ucap seseorang yang tak ku kenal
"Kamu bodoh!" ucap Angela
Dahi ku mengerut menunjukkan ekspresi kebingungan mengapa mereka semua menatap ku seperti ingin memakan ku dan mengapa Angela terlihat takut hanya Azof yang tersenyum sumringah mendengar pertanyaan ku
"Ada apa ini?" tanya ku pada Angela
"Kau akan sangat menyesal melakukan itu, sudah ku bilang diam dan lihat saja tapi kau malah membuat masalah." ucapnya
"Memang kenapa? aku kan hanya bertanya."
"Pertanyaan bodoh mu itu membuat geng Badvuer tahu kamu melihat yang mereka lakukan." Ketusnya
Aku tersadar hal bodoh apa yang ku lakukan
"Tapi tak apa aku hanya mengatakan kebenaran." pikir ku
***************************************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments