Malam sudah sangat larut, diri ku di bangunkan oleh rasa ingin buang air kecil. ku buka sedikit pintu tenda untuk melihat keluar berharap masih ada orang yang belum tertidur namun nyatanya di luar sangat sunyi tak ada orang sama sekali.
Ku lihat wajah teman teman ku tertidur begitu pulas. ingin segera ku bangunkan mereka untuk menemani ku pergi ke toilet tapi tak tega rasanya melihat wajah letih mereka. Mengumpulkan semua keberanian ku buka pintu tenda, tak ada pilihan lain lagi selain pergi ke toilet.
Sembari membawa senter aku berjalan menuju toilet, benar-benar sunyi sekali. Karena rasa takut ku putuskan untuk berlari kecil agar cepat sampai di toilet.
Setelah sampai aku segera masuk ke dalam toilet, usai buang air kecil tanpa berlama lama aku segera keluar dari dalam toilet. meski ada lampu dalam toilet tetap saja aku merasa takut sebab sendiri.
Di tengah perjalanan berlari menuju tenda, telinga ku seperti menangkap suara yang tak terdengar jelas. Bukan Azura namanya jika tak penuh rasa penasaran. Melawan semua rasa takut ku, bermodalkan insting dan telinga aku berjalan mencari sumber suara itu
Ku dengar suara itu berasal dari belakang ruangan yang di gunakan oleh panitia yang berjaga malam, semakin dekat dengan ruangan itu semakin jelas suara yang ku dengar.
Memilih berdiri di belakang pohon bak sampah aku mengintip apa yang terjadi.
"Dasar kating nggak punya otak!" ucap pria yang tengah di pukul itu
Ku sipitkan mata ku demi melihat jelas, Orang-orang yang tengah memukul pria itu. sedikit syok melihat 3 orang yang memukul itu adalah tamu penting di Bar tempat ku bekerja, aku sedikit dengan 1 orang lainnya yang tak ku kenal itu
"Main keroyokan bisanya, 1 lawan 1 dong kalau berani!" tantang pria yang di pukul itu. Ku akui pria yang di pukul itu punya keberanian yang besar
"Yaudah sini sama gua!" Ucap Bryan
"Ayok!" Ucap pemuda itu.
"Brukk (suara benda jatuh)
pergerakan mereka yang mulai tak jelas membuat ku maju hingga tak sengaja aku menabrak sebuah pot bunga.
" Sial bagaimana ini mereka pasti akan segera ke sini." lirih ku sebab panik.
Benar saja salah seorang dari mereka berjalan ke arah ku, tak ingin tertangkap basah aku segera berlari menjauh dari tempat itu.
"Kamu kenapa?" tanya Angel menyadari kedatangan ku
"Kamu dari mana?" tanyanya sementara aku masih ngos-ngosan sebab berlari
"Aku dari toilet." ucap ku padanya
Merasa tak nyaman jika menyimpannya sendiri, aku memutuskan bercerita pada Angela
"Kamu tahu nggak?"
"Apa?" tanyanya penasaran. sebelum memberi tahu Angela, lebih dulu aku memastikan semua teman teman ku tertidur agar hanya aku dan Angela yang tahu ini. Entahlah di antara teman kelompok ku hanya Angela yang ku percaya padahal aku dan dia baru saja berkenalan
"Tadi aku balik dari toilet, aku melihat Presiden mahasiswa dan beberapa orang yang nggak aku kenal. Mereka lagi mukul pria yang kayaknya mahasiswa baru juga." cerita ku padanya
"Udah kamu mending pura-pura nggak tahu aja, kita masih baru disini." ucapnya
"Daniel dan teman temannya anak orang penting jadi jangan cari masalah sama mereka." tutur Angela, responnya sangat berbeda dengan respon yang ku sangka
"T-tapi kegiatan buly seperti ini salah," ucap ku
"Diam aja, yuk tidur udah tengah malam besok kita musti bangun subuh!" ucap Angela
"Nggak usah di pikirin." ucapnya lembut
"Nggak bisa! coba gimana perasaan kamu kalau yang di bully itu adek? atau keluarga kamu?" ucap ku padanya
"Jangan mencari gara-gara dengan mereka kalau kamu pengen hidup mu baik-baik aja!" ucap Angela lalu menarik selimutnya
Untuk beberapa saat aku terdiam memikirkan maksud perkataan Angela
"Memangnya mereka siapa?" tanya ku pada Angela tapi ternyata dia sudah tertidur pulas
"Mengapa semua orang mengatakan mereka orang penting sedangkan mereka hanya kating dan pengurus mahasiswa saja." pikir ku
Memilih untuk tak lagi memikirkan itu, aku segera memejamkan mata ku mengejar teman teman di alam mimpi.
**************************************************
"BANGUN SEMUANYA!"
"BANGUN!"
Belum puas rasanya tidur kami sudah di bangunkan seseorang yang berdiri di luar tenda
Meski masih ingin terpejam ku paksakan mata ku terbuka.
"Iya!" ucap ku sembari membuka pintu.
Alangkah kagetnya aku dan Angela, saat membuka pintu tenda semuanya telah berpakaian lengkap dan siap hanya kami sekelompok yang baru saja bangun, ternyata bukan sekelompok hanya aku dan Angela yang terlambat.
Malu sekali rasanya di lihat begitu banyak orang kami yang baru bangun
"Ini jam berapa?" Tanya Daniel pada kami
"Ja-jam be-berapa?" tanya ku pada Angela karena jaraknya yang paling dekat dengan alarm
"jam 6." jawab Angela membuat ku kaget.
"Mengapa mereka tak membangunkan kami?" lirih ku pelan hanya aku dah Angela yang mendengar
"Awas aja Rani." ucap Angela seraya melototkan matanya pada Rani.
Bukannya merasa bersalah Rani justru terlihat menahan tawa.
"Aku ingin menonjok mu sekarang juga Ran!" Lirih Angela pelan namun bisa ku dengar.
"MIMPI APA KALIAN SAMPAI BANGUN JAM SEGINI?" Ucap Daniel.
"Ma-af kak!" lirih ku
"MAAF LAGI UDAH BERAPA KALI KAMU TELAT." Ucapnya karena hari pertama ospek aku juga terlambat
Bukan marah, tapi malu rasanya di tegur depan banyak orang di tambah penampilan kami yang acak acakan karena baru bangun tidur
"Saya kasih waktu 15 menit dari sekarang kalian harus siap!" titahnya membuat ku dan Angela syok. Bagaimana bisa kami bersiap dalam waktu 15 menit
"Kak tambahan waktu dong!" ucap ku
"TIDAK CEPAT LAKUKAN ATAU SAYA AKAN MENYURUH KALIAN PULANG!" Ancamnya membuat ku dan Angela terdiam
"Baik kak!" ucap ku lalu segera bersiap. bersama dengan Angela aku berlomba masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti baju saja sebab dalam 15 menit tak mungkin sempat untuk mandi
"Aku dulu Gel!" ucap ku
"Aku dulu yah Zur!" ucapnya. kami berdebat tentang siapa yang lebih dulu masuk
"Cepetan waktu kalian cuman 15 menit saja!" ucap seseorang. kami langsung menoleh melihat siapa yang berbicara
"Salah satu dari kalian ikut saya," ucapnya. Aku dan Angela saling menatap
"Ganti pakaian di kamar saya!" ucapnya membuat Angela segera mengikutinya dan aku segera masuk ke dalam kamar mandi
Ku maafkan waktu sebaik-baiknya dengan berganti pakaian, mengikat rambut serta memakai make up tipis-tipis.
"15 MENIT SUDAH SELESAI KEMBALI KE LAPANGAN SEKARANG JUGA." Ucap Daniel. suaranya sangat nyaring sebab mengunakan pembesar suara. belum sempat memakai sepatu. aku segera berlari menuju lapangan dengan memegang sepatu ku.
Untung saja kondisi lapangan di penuhi rerumputan hijau jadi kaki ku tak kan kotor.
"Pakai sepatu mu sekarang!" titah seorang pria bertubuh tinggi,berkulit kuning langsat, berbola mata coklat
"Baik kak terima kasih!" ucap ku pada pria itu
dari pakaiannya bisa di tebak dia adalah salah seorang panitia ospek ini.
Selang beberapa menit aku sampai di lapangan, Angela pun sampai juga.
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments