Pengeroyokan

"Gua ke sana." ucap Bryan di telepon

Jarum jam tepat menunjukkan pukul 2 dini hari, memakai celana jeans hitam serta kaos hitam yang tertutupi oleh jaketnya membuat penampilan Bryan terlihat keren.

"Iya!" ucap Bryan pada seseorang di telepon lalu kembali ia masukkan handphonenya ke dalam saku celananya

Sembari menutupi tubuh dan wajahnya menggunakan sarung hitam ia berjalan melewati semua penjaga istana

"Siapa?" tanya Zero membuka kaca mobilnya

"Gua!" jawab Bryan lalu masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil ia melepas sarung yang menutupinya

"Daniel mana?" tanya Bryan melihat di dalam mobil hanya ada mereka bertiga tanpa keberadaan Daniel

"Dia pemain inti, jangan biarkan dia terlibat." jelas Alvaero

"Maksudnya?" tanya Bryan

"Seperti biasa, biarkan dia tetap tersembunyi agar bisa menyelamatkan kita." ucap Zero

"Siapa dia?" tanya Bryan lalu tersenyum

"Seorang pengintai," jawab Zero

Masalah kali ini adalah masalah Zero. Bella pacar Zero beberapa hari yang lalu hampir mengalami celakaan. Setelah mencari tahu sumbernya ternyata ban mobil milik Bella sengaja di buat tak berfungsi. Dan yang melakukan itu adalah seorang penguntit.

Bagi seorang Zero mencari tahu identitas seseorang tidaklah sulit. Dalam waktu tak sampai 24 jam Zero langsung mendapatkan informasi tentang pengintai itu

Di tengah malam dengan jalan yang sunyi mobil sport merah milik Zero melaju dengan cepat menuju sebuah apartemen di pinggiran kota

"Kamar nomor berapa?" tanya Bryan

"Nomor 103," jawab Alvaero lalu mengangkat kunci cadangan apartemen yang di bawahnya

"Untung aja lu ngasih tahu nama apartemennya." ucap Alvaero

"Milik bokap lo?" tanya Bryan sembari menunjuk apartemen

"Iya, gua juga nggak tahu ternyata bokap gua punya apartemen kumuh kayak gini dan fun factnya ini adalah apartemen pertama yang bokap gua punya." jelas Alvaero

"Bokap lu tajir bener." ucap Bryan sembari menggelengkan kepalanya

"Oke brother berdasarkan info yang gua dapet sekarang si pengintai ini udah masuk ke dalam apartemennya." ucap Zero sambil berjalan menuju ke arah kedua temannya usai dirinya memarkirkan mobil miliknya

"Jadi kita langsung masuk aja nih?" tanya Bryan sembari mengangkat bahunya

"Iyalah mau nunggu apa disini?" ketus Alvaero

Dengan beriringan mereka bertiga berjalan masuk

"Ini nggak ada liftnya?" tanya Bryan saat berjalan mendaki tangga

"Lu berharap apa dengan apartemen murah kayak gini!" ucap Alvaero

"Yakali aja gitu!"

"Kamar nomor 103 ada di lantai berapa?" tanya Zero

"Lantai 4." jawab Alvaero santai

"Waduh!"

Mengetahui jaraknya tuju mereka masih jauh mereka mempercepat langkahnya

"Kalau kejahatan gua kali ini ketahuan sama bokap gua gimana?" tanya Bryan. Bagaimana pun sikap Bryan di luar di istana dia tetap seorang pangeran yang takut pada raja alias ayahnya sendiri

"Lemes banget, kayak baru nakal aja."

"Tapi gimana kalau ada yang melaporkan kelakuan kita, rakyat pasti marah. Dan mau tidak mau kita bakal di hukum. Gua juga bakal gagal jadi penerus bokap gua." tutur Bryan mengeluarkan kekhawatirannya

"Nggak mungkin siapa yang berani menghukum gua." sombong Alvaero

"Bokap gua mungkin tega kalau gua di hukum tapi nyokap gua nggak bakal ngebiarin itu terjadi." jelas Alvaero

"Bener banget!" potong Zero seraya memetik daun dari vas bunga yang ia lewati

Asik berbicara membuat mereka tak menyadari langkahnya yang semakin dekat dengan tujuan mereka

"Ketuk atau dobrak nih?" canda Bryan

Tok²(ketukan pintu)

"PAKET!" Teriak Alvaero dengan suara khasnya yang berat dan tegas

Beberapa lama menunggu akhirnya pintu terbuka menampakkan seorang pria memakai baju kaos putih serta celana pendek hitam, bertubuh sedang dengan kulit berwarna sawo matang

"Saya tidak memesan apapun." jawab pria yang kira-kira umurnya 25 tahun itu

"Kamu yakin tidak memesan sesuatu?" tanya Zero dengan tatapan menikamnya ia berjalan masuk mendorong pria itu

"Ada apa ini?" tanya pria itu keheranan saat Alvaero dan Bryan ikut masuk ke dalam rumahnya.

"Tidak kami hanya ingin bertamu!" ucap Bryan menutup pintu dengan kakinya

"Kamu Angga seorang wartawan juga PENGINTAIKAN?" ucap Zero tepat di telinga pria itu membuat pria itu sontak terkaget

"Apa maksud anda tuan?" tanya Angga

"Anda pangeran Bryan kan?" pria itu menunjuk Bryan

"Kamu juga anak seorang konglomerat?" Lalu menunjuk Alvaero

"Kamu siapa?" tanya pria itu pada Zero

"Aku juga seorang pangeran dan aku kekasih wanita yang ingin kamu buat kecelakaan." tutur Zero lalu memukul perut pria itu

"Apa alasan mu ingin mencelakai Bella?" tanya Zero mendekat pada pria itu

"Kalian salah paham, saya tidak mengerti siapa yang ingin saya celakai?" elak pria itu lalu hendak berlari namun Alvaero mencegah dengan menendang kaki pria itu

"KAMU PIKIR SAYA BEGO?" teriak Zero lalu memukul wajah pria itu

"Kenapa kamu memotong remnya? Kamu ingin dia meninggal?" tanya Zero lalu memukul perut dan wajah pria itu secara bergantian

"Atau kamu ingin dia lumpuh?" tanya Zero lalu menendang kaki pria itu.

Beberapa kali pria itu ingin melawan namun selalu kalah dengan cepatnya pukulan Zero

Membiarkan Zero memukul hingga puas. Bryan dan Alvaero hanya duduk di sofa memakan cemilan sambil menonton aksi sahabatnya itu

Beberapa kali terpukul akhirnya pria itu ambruk ke lantai

"Dia pingsan?" tanya Bryan

"Lemah banget," ejek Alvaero lalu tertawa puas

"Ingat jangan pernah lagi berani buat nyakitin cewek gua atau cewek lain di luar sana!" ucap Zero dengan jari menunjuk pria yang sedang setengah sadar itu

"Balik yok!"

"Nggak ada serunya." ucap Bryan beranjak dari duduknya

"Ini duit buat pengobatan lu," ucap Bryan melempar beberapa lembar uang pada pria yang terbaring lemas itu

"Ngapain lu ngasih duit?" tanya Alvaero

"Buat berobat." jawab Bryan singkat lalu berjalan pergi

"Kenapa lu mau ambil duit itu?" tanya Bryan saat Zero menahannya

"Ogah!"

"Gua juga punya duit." ucap Zero lalu mengikuti Bryan berjalan keluar dari apartemen pria itu

"Bawa mobil." titah Zero pada Alvaero

Melewati beberapa tangga, akhirnya mereka tiba di parkiran mobil mereka. Sesaat sebelum menyalakan mobil, Alvaero menghubungi seseorang

"Halo! Lu dimana?" tanya Alvaero pada seseorang di telepon. Bryan dan Zero mengerutkan dahi

"Siapa?" tanya Bryan

"Seseorang!" jawab Alvaero lalu melajukan mobilnya.

Tak jauh dari apartemen itu, Alvaero menepikan mobilnya

"Ngapain?" tanya Bryan

Alvaero membuka kaca mobil melihat sekeliling seakan mencari sesuatu. Melihat Alvaero seperti itu Bryan dan Zero penasaran, mereka pun ikut membuka kaca mobil di sampingnya mencoba mencari apa yang Alvaero cari

Dari pintu belakang Apartemen terlihat seorang pria berpakaian hitam, topi hitam serta masker hitam memikul tas hitam yang ukurannya cukup besar.

Alvaero melambaikan tangan seakan memberi petunjuk tentang keberadaan dirinya. Pria itu melihat tangan Alvaero dan berlari menuju mobil Alvaero

"Siapa?" tanya Zero melihat pria bertopi itu berlari mendekat kearah mobil mereka

"Masa nggak kenal!" jawab Bryan santai

"Gimana bro?" tanya Alvaero saat pria itu masuk di mobil tepat disampingnya yang sedang mengemudi

"Aman!" jawab pria itu membuka masker dan topinya

"Ternyata lu bro!" ucap Zero lalu menepuk pundak Daniel.

"Kenapa lu bisa disini?"

"Alvaero menghubungi gua." jawab Daniel mengeluarkan benda pipih berukuran besar itu dari tasnya

"Tadi di parkiran gua ngelihat ada CCTV dan gua chat managernya ternyata CCTV di ruang parkiran bisa di akses oleh semua penghuni apartemen makanya gua menghubungi teman kita yang cerdas ini buat bantu kita." jelas Alvaero sambil menepuk pundak Daniel

"Jadi gimana sekarang?" tanya Bryan

"Aman gua udah menghubungkan CCTV parkiran dengan laptop gua jadi gua bisa menghapus atau melakukan editing!" jelas Daniel

"Makasih banyak bro!" ucap Zero

Setelah itu mereka kembali melajukan mobilnya mengantar satu persatu dari mereka menuju kediaman masing-masing

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!