Ke Bar

Usai menenangkan kekasihnya, Daniel pergi menemui Bryan mengecek apa emosi sahabatnya itu sudah reda

"Gimana?" tanya Daniel sambil berjalan ia memasuki ruangan tempat Zero, Bryan dan Alvaero berada sekarang

"Kasih dia pelajaran supaya nggak berani ke kita lagi!" ucap Bryan

"Oke! gua setuju." ucap Daniel, sontak saja jawaban Daniel membuat teman temannya keheranan sebab tak biasanya Daniel setuju dengan pikiran jahat mereka.

"Tumben, lu setuju bro biasanya selalu jadi penasehat buat kami," ucap Alvaero seraya menepuk pundak Daniel

"Gua juga nggak suka sama anak tadi." ucap Daniel

"Namanya siapa?" Tanya Bryan

"Namanya Azof," ucap Daniel karena tadi Daniel sudah berhasil mengetahui nama pemuda itu.

"Dia pangeran kerajaan." lanjut Daniel

"pantas aja sombong." ucap Bryan

"Dia belum kenal siapa kita!"

"Kapan ospek luar kampus akan di laksanakan?" tanya Alvaero

"Besok," Jawab Daniel

"Besok kita kasih pelajaran bermakna buat hidupnya!" ucap Bryan seraya membakar rokoknya

"mau rokok?" tawar Bryan pada teman temannya.

Zero dan Alvaero langsung mengambil rokok itu

"Bro lu nggak ngerokok?" tanya Zero pada Daniel sebab tak mengambil rokok yang di berikan Bryan

"nggak!"

"Kenapa takut Amel tahu?" Canda Zero

"Iya!"

"Dasar penakut!" ejek Zero

"Dia nggak suka bau rokok." tutur Daniel

"Gitu aja takut." ejek Zero

"Emang lu berani? gimana kalau gua ngelapor sama cewek lu?" ancam Daniel

"Jangan gitu dong, mending gabung ngerokok sama kita."

"Amel nggak bakal tahu!" ucap Alvaero

"Gimana nggak tahu kalau kita ci*man baunya pasti ketahuan!" tutur Daniel keceplosan membuat teman temannya tertawa

"Ci*man? pantas aja tadi lu nggak angkat telepon kita ternyata lagi pacaran." canda Bryan

"Nggak gitu guys." Daniel mencoba menjelaskan pada teman temannya yang sedang tertawa

"Eh guys, maaf banget tapi gua balik duluan ya." pamit Zero

"ke mana?" Tanya Alvaero

"Cewek gua mau ketemuan!" ucap Zero

"Yaudah have fun." ucap Bryan. usai itu Zero pun pergi.

"Bosan banget, ke Bar yuk." ajak Bryan

"Yuk!" ucap Bryan seraya menarik tangan Daniel. terlihat ada keraguan di wajah Daniel untuk pergi ke bar."

Dengan mengendarai mobil mereka masing-masing. Bryan, Alvaero dan Daniel menuju ke Bar. jarak antara bar dan kampus yang tidak cukup jauh membuat mereka cepat sampai ke bar.

Setelah sampai mereka segera memberikan kunci mobilnya pada security untuk di parkiran. bar ini salah satu aset milik keluarga Alvaero jadi ketika datang mereka akan di layani dengan sangat baik

Dari depan bar terlihat begitu banyak orang yang keluar masuk.

"Suasana malam memang pas untuk ke bar." ucap Alvaero seraya menyerahkan kunci mobilnya pada seorang security

"Buat orang-orang yang kesepian tempat ini sangat menyenangkan." lanjut Bryan

"Buat kalian aja soalnya gua nggak kesepian." ketus Daniel

Usai menyerahkan kunci mobil, mereka langsung masuk ke dalam bar

terlihat suasana bar sangat ramai di penuhi orang-orang dewasa dengan usia yang berbeda

sambil berbincang mereka berjalan menuju meja bar favorit mereka

Brukkkk (suara benda jatuh)

seorang pegawai bar yang tengah membawa beberapa botol minuman menabrak tubuh tinggi Bryan

"Woy!" teriak Bryan membuat semua orang berbalik. bagaimana Bryan tak emosi kemeja putih yang ia kenakan sekarang terkena noda minuman

"maaf tuan." ucap wanita itu.

"Gimana sekarang, baju saya jadi kotor seperti ini." ucap Bryan

"Panggil managernya sekarang!" titah Alvaero

beberapa menit setelah Alvaero memerintahkan hal tersebut. seorang pria berkemeja putih, berjas hitam datang menghampiri mereka

"Ada apa tuan?" tanya manager itu pada Bryan

"Pelayan mu menabrak tamu saya dan membuat kemeja tamu saya kotor seperti ini." Jelas Alvaero seraya memperlihatkan kemeja yang masih di pakai Bryan

"Maaf tuan, saya benar-benar minta maaf atas kelalaian pegawai saya ini mungkin karena dia pegawai baru jadi dia tidak mengenali anda tuan." jelas manager tersebut

"Untuk kemeja tamu anda, kami akan ganti rugi silahkan ikuti pelayan ini dia akan mengarahkan anda untuk ruang ganti." lanjut manager itu seraya memerintah pelayan yang mengotori kemeja Bryan, membawa Bryan ke ruang ganti.

"Mari tuan saya antar!" ucap pelayan wanita itu

Saat berjalan menuju ruang ganti, mereka melewati sebuah kamar mandi. langkah Bryan berhenti tepat di depan kamar mandi

"Ada apa tuan? mengapa Anda berhenti?" tanya pelayan itu. Bryan berdiri diam hanya sorot matanya yang bergerak

"Ada apa tuan?" tanya wanita itu seraya mendekat ke arah Bryan

seperti sekian detik Bryan diam sampai kemudian dia menarik tangan pelayan wanita itu membawanya masuk ke dalam kamar mandi

"A-ada apa tuan? ini kamar mandi wanita." ucap pegawai itu gelapan

"Bersihkan kemeja ku disini!" titah Bryan seraya berbisik di telinga pegawai wanita itu

"Kita ke ruang ganti saja tuan!" ucap pegawai itu gelagapan, sembari mencoba keluar dari kurungan kedua tangan Bryan

"Disini saja!" ucap Bryan sambil menghalang pegawai tersebut yang ingin keluar

"Tuan saya mohon tolong biarkan saya keluar pikirkan bagaimana tanggapan orang-orang melihat kita berada di dalam satu ruangan seperti ini

"Aku tidak peduli!" ucap Bryan membuat pegawai tersebut ketakutan

"Bagi tuan tidak masalah tapi bagi saya itu masalah," ucap pegawai itu menahan tanggisnya

melihat pegawai wanita yang hampir menangis itu Bryan tertawa membuat pegawai itu terdiam

"Kenapa tuan tertawa?" tanya pegawai itu dengan lirih

"Kau begitu polos!" ucap Bryan

"Keluarlah, aku akan ke ruang ganti sendiri." ucap Bryan sembari tersenyum

"Terima kasih tuan!" ucap pegawai wanita itu hendak beranjak pergi namun Bryan kembali menahan tangannya

"Nama mu siapa?" tanya Bryan

"Azura!" ucap wanita itu seraya tersenyum kikuk

"Kamu boleh keluar!" ucap Bryan seraya melepas tangan Azura yang sebelumnya ia pegang

"Terima kasih tuan!" ucap Azura seraya keluar dari kamar mandi

setelah Azura keluar, Bryan segera keluar menuju ruang ganti mengambil kemeja yang bisa ia gunakan. setelah berganti pakaian Bryan kembali ke meja tempat Alvaero dan Daniel duduk menikmati minuman mereka

"Lama banget, kayaknya bukan sekedar ganti baju nih!" ejek Alvaero

"Niatnya mau lebih dari ganti baju tapi gadis itu hampir menangis." ucap Bryan sembari tertawa kecil

"Dia nangis?" tanya Daniel

"Mungkin dia nggak kenal kamu jadi dia berani nolak." ucap Alvaero

"Dia masih lugu!" ucap Bryan

"Boleh tuh di mainin." ucap Alvaero

"Janganlah justru cewek yang kayak gitu cocok di jadikan istri!" ucap Bryan seraya meneguk minumannya

"Jadi lu mau sama dia? kalau mau gua bisa minta nomornya sama manager," Ejek Alvaero

"Jangan just kidding aja!" ucap Bryan

"Cewek itu cantik nggak?" tanya Alvaero sebab tadi Azura memakai masker

"Cantik!" lirih Bryan

Saat mereka tengah asik menikmati minumannya beberapa orang wanita datang merayu mereka

"Hadiah buat kalian!" ucap Alvaero

"Jangan ke gua nanti Amel lihat bisa mampus gua!" ucap Daniel menyuruh wanita yang mendekatinya menjauh. wanita-wanita itu pun menjauh dari Daniel. mereka semua merayu Alvaero dan Bryan.

Terlihat Bryan dan Alvaero menikmati rayuan wanita-wanita itu. Azura yang saat itu mengantar minuman di meja Bryan melihat kelakuan mereka itu

"Ini yang tadikan Bryan?" ucap Alvaero menunjuk Azura yang sedang menata minuman mereka.

Azura tidak menanggapi Alvaero, Ia hanya diam lalu pergi setelah tugasnya selesai

Saat berjalan pergi sesekali Azura berbalik melirik Bryan yang juga menatapnya,

"Dia putra kerajaan Alfyr." ucap seorang pegawai di telinga Azura.

"Dia seorang pangeran?" tanya Azura tak menyangka

"Iya mereka bertiga tamu istimewa!" ucap pegawai itu

"Salah satu dari mereka adalah pemilik tempat ini makanya pak manager sangat menghargai mereka." jelas pegawai itu membuat Azura paham

"Jangan macam-macam sama mera Zur!" titah pegawai itu dan Azura hanya menganggukkan kepala lalu berjalan masuk di dalam kitchen bar.

"Daniel kamu sangat mencintai Amel ya?" tanya Alvaero di tengah mabuknya mereka

"Sangat melebihi apapun!" jawab Daniel

"Udah jam berapa sekarang?" tanya Bryan

"Jam 2 pagi!" jawab seorang pegawai yang tengah membersihkan meja mereka

"Balik yuk!" ajak Bryan

"Lu bawa pil penghilang mabukkan?" tanya Daniel

"Iya ada nih!" ucap Bryan mengeluarkan beberapa pil obat dari dalam sakunya

"Gila kalian ini minuman mahal dan khusus jadi pil itu nggak bisa mengatasi mabok kita." ucap Alvaero

"Gila lu, gua harus pulang gimana kalau Amel tahu gua habis minum." kesal Daniel

"Lu kan pulang ke rumah lu bukan rumah Amel, jadi gimana Amel bakal tahu?" tanya Bryan

"Atau jangan-jangan kalian tinggal serumah?" curiga Alvaero

"nggaklah mana boleh tinggal serumah belum nikah!" ucap Daniel

"Yaudah sekarang gimana? kalau gua pulang dalam keadaan mabok kayak gini bokap gua pasti menghukum gua!" ucap Bryan

"Gua juga sama kalau pulang dalam keadaan mabok bisa hancur reputasi gua sebagai cowok baik-baik!" canda Daniel

"Yaudah kalian ke rumah gua aja!" saran Alvaero

"Oke kita nginep di rumah lu!" ucap Bryan. setelah menyepakati untuk tidur di rumah Alvaero mereka pun pulang di antar oleh seorang security. karena mabuk mereka tak boleh membawa mobil masing-masing. sebabnya, mereka menyimpan mobil mereka di bar dan mobil mereka akan di antar oleh pegawai bar.

"Zero jadi lupa temen kalau lagi sama Bella!" ucap Daniel sambil berjalan masuk ke dalam apartemen milik Alvaero.

"Lu jga gitu kalau sama Amel pasti lupa sama kita!" ketus Alvaero

"nggak gitu guys," elak Daniel

"Aku selalu sibuk jadi aku usahakan punya waktu berdua sama Amel!" jelas Daniel

"Kalau sama Amel ngapain aja bro?" tanya Alvaero memanfaatkan ketidaksabaran Daniel

"Pacaran, pelukan dan." belum sempat melanjutkan ucapannya Daniel langsung tertidur di atas sofa ruang tamu

"Belum selesai ngomong udah tidur aja!" ucap Daniel sembari membaringkan tubuhnya di atas sofa

"Tuan kamar buat teman teman tuan sudah siap!" ucap pelayan Alvaero

"Terima kasih!" ucap Alvaero singkat

"Woy! kamar buat kalian udah siap masuk gih!" ucap Alvaero menyuruh teman temanya

"Gua mau tidur disini aja!" ucap Daniel melantur

merasa lelah dan kantuk akhirnya Alvaero ikut tertidur di sofa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!