Sembari menutup wajahnya dengan buku Azura berlari menuju kelasnya menghindari tatapan orang-orang yang melihatnya keluar dari mobil Bryan
"Kenapa buru buru banget si!" tanya Bryan seraya mempercepat langkahnya mendekati Azura
"Malu diliatin orang-orang." tutur Azura
"Ngapain malu harusnya kamu bangga bisa jalan berdua sama cowok incaran mahasiswi." ucap Bryan dengan sombongnya
"Idih,"
"Bangga kok jalan sama kang buly dan buaya." ketus Azura lalu berbelok masuk ke dalam kelasnya sedang Bryan melanjutkan perjalanannya entah ke mana
"Naik apa ke sini?" tanya Angela saat Azura melepaskan ranselnya
"Nebeng sama Bryan!"
"JADI KAMU YANG MEREKA GOSIPKAN!" ucap Angela
"Santai aja kenapa si!"
"Nyawa kamu diujung tanduk!"
"Kenapa?"
"Kalau sampai Anita and the geng tahu kamu bakal kena bully." jelas Angela dengan raut wajah khawatirnya
"Toh! Bryan yang maksa bukan aku yang nyuruh orang tiap hari juga dia datang ke rumah." ucap Azura tanpa mem filter ucapannya
"Jadi setiap hari Bryan ke rumah mu?" syok Angela
"Nggak g-gi-gitu!" gelapan Azura sebab sadar hal salah apa yang telah ia katakan
"Terus maksud kamu gimana?"
"Iya Bryan sering main ke rumah buat nyuruh aku ngerjain tugasnya." jelas Azura mencoba menghapus kecurigaan dari sahabatnya itu
"Oh kirain ngapain!" ucap Angela sembari menata bukunya dimeja
"Iya!" ucap Azura tersenyum simpul
Disela sela percakapan mereka, seorang dosen masuk memulai pelajaran di kelas
Sedang disisi lain Bryan bersama gengnya yang hanya beranggotakan empat orang itu tengah berada di ruang kelas yang hanya ada mereka
"Udahlah gua mau balik!" ucap Zero hendak beranjak dari duduknya namun dicegah oleh Alvaero
"Ngapain sih buru buru pulang kayak ada yang nunggu aja!" ketus Alva
"Ngapain juga kita disini cuman jadi nyamuk yang ngeliatin mereka pacaran aja!" ucap Zero
"Iri bilang aja!" ucap Bryan dengan tatapan yang masih fokus pada handphonenya
"Ngapain iri gua juga punya pacar." jawab Zero seraya mengangkat kedua bahunya
"Kali aja!"
"Gimana kabar Angga?" tanya Bryan
"Dia udah berubah jadi mahasiswa yang taat pada aturan!" ucap Daniel
"syukur deh kalau gitu!"
"SAYANG, KAMU NGAPAIN DISITU?" teriak Anita yang kebetulan lewat didepan kelas tempat Bryan dan teman temannya berada
"Kita lagi masak disini!" ketus Alva dengan tatapan sinis
"Jangan di ambil hati omongan Alvaero, dia cuman bercanda kita disini lagi main basket." canda Zero membuatnya mendapat tatapan tajam dari Bryan
"Kamu punya mata dan bisa lihat kita lagi ngapain jadi nggak usah banyak nanya!" jutek Amel
"Jangan judes gitu sayang!" bisik Daniel dengan tangan yang menggenggam tangan Amel
"Apasih yang Bryan suka dari Anita?" tanya Amel dengan nada suara rendah hingga hanya Daniel yang dapat mendengar ucapannya
"Mungkin sesuatu yang hanya Bryan yang tahu." ucap Daniel
"Gua pulang dulu ya!" pamit Alva seraya mengambil tasnya
"Ngapain buru buru banget?" tanya Zero
"Istri gua lagi nunggu takut diambil sama orang lain." ucap Alvaero
"Istri dari mana?"
" kapan lu punya istri?"
"Istri kucing?" ejek Zero
"Pacar aja nggak punya!" tambah Bryan
"Nanti juga lu pada tahu, gua pulang dulu ya!" ucap Alvaero sambil berjalan menuju keluar kelas
Setelah Alvaero pergi suasana kembali hening, semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Zero dan Bryan sibuk bermain game, Amel dan Daniel sibuk mengerjakan tugas sambil pacaran.
"Kalian udah makan?" tanya Anita bermaksud menghancurkan kesunyian
Namun, niat baiknya tak direspon sama sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments