Benarkah Bryan cemburu?

"Azura!" teriak Angela

Azura yang baru saja keluar dari kelasnya berbalik mencari sumber suara

"Aku yang manggil." ucap Angela menepuk pundak sahabatnya

"Gimana hari mu kemarin?" tanya Angela

"Baik baik aja!" ucap Azura sambil berjalan

"Di rumah terjadi sesuatu nggak?" tanya Angela. Azura mengerutkan dahinya

"Nggak ada apapun." jawab Azura

"Nggak ada something atau nggak ada yang bertamu?" tanya Angela

"Kenapa sih, kamu khawatir sama aku?"

"Aku baik baik aja." ucap Azura menghentikan langkahnya

"Syukurlah kalau kamu baik baik aja." ucap Angela sambil memainkan jarinya

"Oh iya kemarin Bryan membawa gengnya ke rumah ku." ucap Azura melanjutkan perjalanannya

"Ngapain?" tanya Angela lagi

"Makan."

"Siapa siapa aja selain mereka yang datang?" tanya Angela lagi

"Pacar mereka!" ucap Azura.

"Kenapa berhenti?" tanya Azura melihat langkah kaki sahabatnya iu berhenti

"Pacar siapa aja?" tanyanya lagi

"Pacar semuanya." jawab Azura.

Angela terdiam tak melanjutkan pertanyaan sampai Azura kembali berbicara

"Hanya Alvaero yang tidak punya pacar." lirih Azura

"Siapa yang tak punya pacar?" tanya Angela. Ekspresinya kali ini berbeda seperti sedang bahagia

"Alvaero." jawab Azura santai.

"Azura ayo ke kantin aku akan memtraktir mu!" ajak Angela tersenyum sumringah

"Kenapa kamu begitu bahagia?" tanya Azura sebab tak biasanya Angela bersikap seperti itu

"Ramai banget!" keluh Azura melihat suasana kantin yang sangat ramai

"Kita terobos aja!" ucap Angela menarik tangan Azura.

Di tengah banyaknya orang Angela dan Azura masuk.

"Minggir gua mau lewat." ucap Alvaero entah angin apa Alvaero yang biasanya makan di restauran kini datang berbelanja di kantin kampus

Semua mahasiswa yang mengantri mundur mempersilahkan Alvaero masuk duluan

"Senang banget berdempetan sama cowok." lirih Alvaero entah untuk siapa

"Uang mu kurang buat makan di restauran." lirihnya lagi tapi kali ini sorot matanya tertuju pada Angela

"Saya mau ini sama ini di bungkus." ucap Alvaero

"Mereka yang bayar." ucap Alvaero menunjuk ke arah Angela dan Azura

"Dasar!" lirih Alvaero membuat Azura mengerutkan dahi sebab bingung

"Berapa mbak?" tanya Angela membayar belanjaan Alvaero

"Ngapain kamu bayar diakan kaya!" ucap Azura memukul lengan sahabatnya pelan

"Kamu juga ambil yang kamu pengen aku bayar sekalian." titah Angela. Tak ingin membuang kesempatan Azura segera mengambil beberapa buah kue

Usai membeli jajanan yang mereka inginkan Angela kembali ke kelasnya sedang Azura berniat untuk pulang tetapi sebelum itu Azura harus ke perpustakaan meminjam beberapa buku yang ia perlukan

Sambil berjalan Azura memainkan game di handphonenya, hal itu ia lakukan agar para pemuda tak mengusiknya.

Duarrr

Tanpa sengaja Azura menabrak seseorang.

"Maaf kak!" ucap Azura mengambil buku yang berserakan di lantai

"Ini buku mu!" ucap Azura memberikan buku seseorang yang ia tabrak

"Terima kasih!" ucap orang itu. Azura mengangkat kepalanya melihat orang yang ia tabrak ternyata seorang pria berkaca mata, bertubuh tinggi nampak seperti pria culun

"Maaf ya kak!" ucap Azura tersenyum simpul

"Tidak masalah." ucap pria itu

"Ini bukunya mau di bawa ke perpustakaan?"

"Iya!" lirih pemuda itu

"Aku bantu ya kak." ucap Azura dengan sangat sopan ia mengambil buku dari pemuda itu

"Nama mu siapa?" tanya Azura pada pemuda itu

"A-arka." jawab pemuda itu

"Kenalkan nama ku Azura." ucap Azura

"Ini disusunnya di rak ini kan kak?" tanya Azura sambil menyusun buku yang ia bawa

Setelah menyusun buku itu, Azura mulai mencari buku buku yang akan ia pinjam

Setelah itu Azura pergi ke penjaga perpustakaan

"Saya mau pinjam ini." ucap Azura menyerahkan buku yang ia pinjam untuk di cap oleh penjaga perpustakaan

"Kembalikan paling lambat seminggu."

"Baik bu!" ucap Azura lalu berjalan kelaur dari kampus

Saat hendak keluar Azura sedikit terkejut, dia tak menyangka Arka menunggunya di depan perpustakaan

"Kamu tinggal di apartemen beasiswa kan?" tanya Arka dengan sangat lembut

"Iya!"

"Aku juga tinggal di daerah situ, barengan yuk pulangnya." ucap Arka

"Aku naik motor ke sini jadi bisa bonceng kamu." ucap Arka sedikit gagap mungkin sebab grogi

"Boleh!" jawab Azura.

Lalu bersamaan mereka berjalan menuju parkiran. Sepanjang perjalanan mereka berbincang dan tertawa.

Azura menunggu di depan gerbang sedang Arka mengeluarkan motornya dari parkiran

"Bry itu Azura ngapain?" tanya Alva. Geng Badvuer tengah duduk tak jauh dari tempat Azura berdiri. Namun, Azura tak menyadari itu

"Eh si cupu jangan-jangan."

"Nah benerkan mereka boncengan." ucap Zero

Bryan dari tadi diam hanya sorot matanya yang menyala, wajahnya memerah menyiratkan amarah terpendam

"Mau ke mana bro?" tanya Daniel menahan pergelangan tangan Bryan

"Mau kasih pelajaran buat si cupu dan pelayan pribadi gua!" ucap Bryan

"Tapi.." belum selesai Daniel berbicara Bryan sudah berlari masuk ke dalam mobilnya

"Dia kenapa?"

"Seperti kekasihnya saja yang di bawa kabur."

"Dia cemburu." lirih Daniel

"Bagaimana dia bisa cemburu itu bukan pacarnya dan dia juga punya Anita."

"Tapi Bryan udah berapa kali ganti cewek dan baru kali ini gua ngeliat dia cemburu kayak gini."

"Ini beneran dia cemburu?"

"Seorang Bryan cemburu."

Seperti itulah percakapan antar anggota geng Badvuer melihat kelakuan Bryan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!