"Azura sebelum keluar dengarkan ini," titah Bryan sembari menyodorkan handphonenya pada Azura yang hampir melangkah keluar dari lapangan itu
"Ha-halo tuan tolong ja-jangan hancurkan usaha saya," ucap seorang wanita di handphone sambil terisak
"I-ibu?" lirih Azura lembut tak terdengar oleh wanita di telepon itu
"Kamu hebat cuman mendengar suaranya kamu langsung mengenalnya." Ucap Bryan sembari mengambil handphonenya dari tangan Azura
"Ka-k aku mohon jangan sakiti orang tua ku," ucap Azura sembari berlutut di depan Bryan yang berdiri dengan congkaknya
"Jangan seperti ini kak! Aku yang melakukan kesalahan bukan orang tua ku." jelas Azura masih berlutut dihadapan Bryan disaksikan oleh begitu banyak orang yang seakan sedang menonton pertunjukan teater
"Baiklah aku tidak akan menyakiti orang tua tapi!" ucap Bryan terpotong
"Tapi apa kak?" tanya Azura, Bryan tersenyum sumringah lalu mendekat ke telinga Azura seakan membisikkan sesuatu
"Jadilah pelayan ku." Bisik Bryan
"SYARAT MACAM APA ITU?" tegas Azura membuat semua orang penasaran tentang apa yang Bryan bisikkan
"Apa yang dia katakan?" Tanya Angela yang sejak tadi memperhatikan dialog Bryan dan Azura.
"Dia ingin aku menjadi pelayannya." ujar Azura pelan hanya dia, Angela dan Bryan yang bisa dengar
"Pilihan ditangan mu setuju atau tidak!" ucap Bryan dengan santainya dia memainkan handphonenya
"WAH ADA PESTA APA DISINI?" teriak Zero dari hadapan pintu masuk
"Dia siapa?" Ucap Alvaero sambil berjalan santai ia masuk ke lapangan itu
"Jadi.. KAMU YANG BERANI SAMA KITA!" ucap Zero, menatap tajam ke arah Azura
Tep²( suara tepuk tangan)
"Semua orang tahu kami sering memukul orang yang kami benci tapi mereka diam, cuman kamu yang berani!" ucap Alvaero usai menepuk tangan sebelumnya
"Tapi kalian memang salah!"
"Kenapa harus memukul mahasiswa baru tanpa alasan yang jelas?" bantah Azura membuat Zero dan Alvaero murka sampai mereka memukul meja
Brakkk"( suara pukulan meja)
"Angela suruh temen kamu diam!" Titah Alvaero pada Angela. sejenak Azura terdiam menatap Angela dan Alvaero secara bergantian
"Angel apa kalian saling mengenal?" tanya Azura pada sahabatnya itu
"Dia teman kakak ku!" ucap Angela
"Hei teman teman ku, kenapa kita harus mengotori tangan kita dengan memukul seorang wanita?" ucap Bryan dengan santainya serta gaya yang dibuat-buat
"Halo bakar semuanya!" titah Bryan ditelepon
"Tuan jangan bakar kedai saya!" teriak seorang wanita ditelepon. Suara ditelepon itu membuat Azura yang kembali berlutut memohon
"Baiklah tuan, saya bersedia mengikuti perintah mu!" ucap Azura menahan tangisnya. Angela terdiam sejak tadi sebab tak bisa melakukan apapun, Angela tahu bagaimana kekuatan geng yang beranggotakan Bryan, Zero, Daniel serta Alvaero jadi dia tak banyak berkutik
"Kamu bersedia jadi apa?" Tanya Bryan sembari tersenyum pada temannya ia mengangkat sebelah alisnya
"Kamu menyuruhnya menjadi apa Bryan?" tanya Alvaero sambil tertawa mengejek
"Aku bersedia menjadi pelayan mu dengan syarat jangan usik keluarga ku." ucap Azura membendung air matanya, Angela mengelus pundak Azura mencoba memberikan kekuatan pada sahabatnya. sedang Bryan dan kedua temannya itu tersenyum saling memandang.
"Bagus sekali," ucap Bryan lalu menyuruh Azura yang berlutut agar kembali berdiri
"Aku selalu suka pada gadis penurut." ucap Bryan
"setiap pria menyukai wanita penurut benarkan Alvaero?" ucap Zero melirik kearah Alvaero
"BAIKLAH KALIAN SEMUA SUDAH DENGAR MULAI HARI INI AZURA AKAN MENJADI PELAYAN PRIBADI KU DI KAMPUS DAN ISTANA!" ucap Bryan mengumumkannya di depan semua orang
"Di istana maksudnya?" tanya Azura mendengar pengumuman yang disampaikan Bryan
"Bryan adalah seorang pangeran." jawab Angela
"Jadi itulah alasan mengapa semua orang tunduk padanya?" tanya Azura dan dijawab anggukan oleh Angela
"keempat anggota geng Badvuer bukanlah anak biasa seperti kita, mereka adalah anak bangsawan dan konglomerat di negara ini." jelas Angela
Azura syok mendengar penuturan Angela sebab ia tak mengira lawannya adalah orang-orang hebat
"Itulah alasan mu mengatakan aku jangan mencari masalah dengan mereka?" tanya Azura, lagi lagi Angela menganggukkan kepalanya
"Inikah yang mereka maksud!" lirih Azura pelan hingga tak terdengar oleh Angela
"BAIKLAH TEMAN TEMAN PERTUNJUKAN HARI INI AKAN SELESAI BAGUSNYA KITA TUTUP DENGAN KEGIATAN APA?" tanya Bryan pada semua yang menonton kejahatannya barusan
"BAIKLAH TEMAN TEMAN KALIAN BEBAS MELAKUKAN APAPUN, AKU AKAN MEMINGGIR SEBENTAR!" ucap Bryan lalu menjauh di ikuti Zero dengan Alvaero yang Angela menjauh dari Azura. meninggalkan Azura sendirian di hadapan banyak orang
Setelah Bryan, Zero, Alvaero dan Angela menjauh dari Azura, semua orang mulai melempari Azura dengan berbagai macam hal. ada yang melempar dengan tomat, telur busuk juga saos cabai.
Sedang yang di lempari hanya diam memasang tubuhnya yang terlihat sangat berantakan, Azura menangis membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu.
Setelah puas mengerjai Azura semuanya pergi, Azura menangis mengira sudah tak ada orang. sampai sebuah semprotan air menyadarkannya
"Cepat bersihkan tubuh mu lalu ikut aku." titah Bryan melemparkan sebuah selang air pada Azura
"Bukannya ini yang kamu inginkan?" ucap Azura
"Cepat bersihkan diri mu lalu temui aku di belakang kampus jam 2 siang," titah Bryan meninggalkan Azura sendirian
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments