11 ( Sudah revisi )

Sementara itu tanpa ara tahu, ada seorang pria yang sedang memikirkannya di sebuah mansion megah yang terletak di atas bukit, seorang pria duduk dengan tenang di ruang kerjanya yang luas. Ruangan itu dipenuhi perabotan mahal dan dihiasi dengan jendela besar yang menghadap ke taman yang terawat dengan indah. Suasana hening, hanya terdengar denting jam antik di sudut ruangan.

Pria itu, yang tak lain adalah sosok yang tidak sengaja berbenturan di pantai, memegang selembar kertas yang baru saja diberikan oleh bawahannya. Matanya yang tajam mengamati setiap detail informasi yang tertera di kertas itu. Identitas seorang gadis yang telah memenuhi pikirannya sejak pertemuan tak terduga mereka di pantai.

“Arabella Paramita Darpa,” dia mengulang nama itu dengan lirih, seakan ingin memahami lebih dalam siapa gadis ini.

Di tempat lain, di sebuah rumah besar yang nyaman, Ara berbaring di tempat tidurnya sambil memandangi langit-langit. Pikirannya dipenuhi dengan berapa lama dia akan berada didunia ini, tanpa pusing memikirkan pria yang berbenturan tadi saat berjalan. Sedangkan pria yang berbenturan memikirkan ara, ara mah bodoamat soalnya mikirin takut tiba tiba jadi maura lagi wkwk.

Kembali ke mansion, pria itu melanjutkan pembacaan informasi yang telah dikumpulkan oleh bawahannya. Dia menemukan lebih banyak detail tentang Arabella.

Nama: Arabella Paramita Darpa

Tanggal Lahir: 21 November 2004

Usia: 17 tahun

Sekolah: Rosewood International School

Kelas: 11 MIPA 1

Putri tunggal dari pasangan Amaar Barra Darpa dan Farah Gamila Darpa, keluarga terkaya kedua di dunia. Identitas Ara disembunyikan.

Pria itu, Kairi Jett Evans, mengernyitkan alisnya saat membaca informasi tersebut. “Ternyata dia bersekolah di sekolah yang sama denganku,” gumamnya, sedikit bingung. “Namun, mengapa aku tidak pernah melihatnya? Padahal jarak kelasku ke kelasnya hanya dua kelas saja.”

Kairi duduk di kelas 11 MIPA 4, dan dengan jadwal yang cukup padat, dia sering kali tidak memperhatikan siswa-siswa dari kelas lain. Tapi kini, dia merasa harus dekat dengan arabella. Ada sesuatu tentang ara yang membuatnya penasaran dan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Dia berpaling ke arah bawahannya yang berdiri dengan hormat di dekat pintu. “Pastikan kau menyelidiki lebih lanjut. Aku ingin tahu segala sesuatu tentangnya, dan juga mengapa identitasnya disembunyikan.”

Bawahannya mengangguk cepat dan segera berlalu untuk melaksanakan perintah tersebut. Kairi kembali duduk, berpikir keras. Nama Arabella Paramita Darpa kini tertanam dalam pikirannya.

Malam itu, kairi tak bisa tidur. Ia memikirkan ara, bagaimana cara bisa bertemu lagi dengannya. Rasa penasaran dan ketertarikan bercampur, membuatnya bertanya-tanya apakah ini takdir.

Kairi bahkan memandangi poto ara yang berada dimedia sosialnya, berharap bisa terus melihatnya.

Sementara itu, ara sama sekali tak memikirkannya. Baginya, itu hanya pertemuan biasa di tengah kesibukan harinya. Setelah pulang, ia menjalani rutinitasnya seperti biasa, menikmati waktu tenang di kamarnya, dan tidur nyenyak tanpa memikirkan kejadian di Pantai tadi sama sekali. Bagi dia, pertemuan itu hanyalah peristiwa kecil yang cepat terlupakan.

Kairi melirik ke arah jendela, pandangannya teralihkan oleh keindahan taman yang diterangi cahaya bulan. Dia merasakan dorongan yang aneh untuk melihat Ara sekali lagi, untuk mengetahui lebih banyak tentang gadis yang secara tak terduga memasuki hidupnya.

Kairi tersenyum tipis, sebuah rencana mulai terbentuk di benaknya. Malam yang sunyi ini mungkin hanya awal dari sesuatu yang besar dan tak terduga bagi keduanya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!