Maura merasakan pusing yang amat sangat. Dia berusaha menyesuaikan cahaya di ruangan dan menatap sekelilingnya. Setelah penglihatannya kembali jelas, ia menyadari dirinya berada di sebuah kamar yang mewah.
"Di mana ini?" gumam Maura, kebingungan melihat sekelilingnya.
Dia merasakan ada kain basah di dahinya—tanda bahwa dia mungkin demam. Dengan susah payah, Maura melepaskan kain itu dan mencoba duduk meski rasa pusing masih menyelimuti kepalanya.
"Aku di mana? Bukankah tadi aku kecelakaan?" bisiknya pelan, mencoba mengingat kejadian terakhir sebelum semuanya gelap. "Apa aku koma dan kemudian dibawa pergi, atau... diculik?" spekulasi Maura semakin liar. "Tapi siapa juga yang gabut menculikku?"
Maura pun bangkit berdiri dengan hati-hati, ingin melihat penampilannya di cermin. Saat dia berdiri di depan cermin, bayangan seorang perempuan cantik menatapnya. Wajah itu memiliki fitur yang menawan: kulit halus, mata besar yang memikat, hidung mancung, dan bibir tipis yang membentuk senyuman lembut dengan rambut
"Siapa dia?" Maura menunjuk cermin, merasa asing dengan wajah cantik yang terpantul di sana.
"Benar-benar cantik," pikir Maura kagum, belum pernah melihat wanita secantik ini. Namun, perasaan aneh melintas saat gadis cantik di cermin terus mengikuti setiap gerakannya.
Maura mencubit pipinya, dan rasa sakit yang muncul membuatnya sadar. "Ini tubuhku?" Serunya, terkejut. Jadi, Maura menyimpulkan bahwa dia masih hidup, tetapi dalam tubuh orang lain.
"Aaaa! Bagaimana ini bisa terjadi? Aku di mana sekarang, dan ini siapa?" Maura mulai frustasi dengan situasi yang tak masuk akal ini.
Dengan pusing yang tak kunjung hilang, Maura mulai mencari sesuatu yang bisa memberikan petunjuk tentang identitas tubuh ini. Dia beralih ke meja belajar yang tertata rapi di dekatnya. Saat mencari, Maura menemukan sebuah nametag dengan nama "Arabella Paramita Darpa."
Nama itu sama sekali tidak dikenal olehnya. Kepala Maura yang masih pusing semakin berat, dan dengan enggan, dia kembali merebahkan diri di atas kasur, mencoba memproses apa yang baru saja terjadi..
...****...
Saat tertidur, tiba-tiba Maura merasakan ada yang menyentuh dahinya dengan lembut. Sentuhan itu membuatnya terbangun. Di hadapannya berdiri seorang wanita dewasa yang masih terlihat cantik dan anggun, menatapnya dengan penuh perhatian.
"Ara sayang, bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah sudah merasa lebih baik atau masih merasa tidak nyaman?" tanya wanita itu dengan suara lembut dan penuh kekhawatiran.
"Aku merasa sedikit lebih baik, meski kepala masih terasa pusing," jawab Maura, bingung menatap wanita yang sepertinya sangat mengenalnya.
"Baiklah, sekarang duduk dulu ya, sayang. Kita makan dulu. Biar Mami yang suapi," kata wanita itu, membantu Maura—atau lebih tepatnya Arabella—duduk dengan hati-hati. Tampak jelas betapa pedulinya wanita ini terhadap gadis yang dia panggil 'Ara'.
"Eum," Maura hanya bisa menggumam sambil berusaha menyesuaikan diri dengan situasi ini. Dia menerima bantuan dari wanita yang mengaku sebagai 'Mami' dengan tatapan kebingungan.
"Mmm, aaaa," suara lembut 'Mami' terdengar saat dia menyuapi Maura yang kini berada dalam tubuh Arabella.
Dengan telaten dan penuh perhatian, Mami terus menyuapi Arabella sambil tersenyum lembut, tampak gemas melihat putrinya yang menurut dan makan dengan lahap. Sesekali, wanita itu mencium pipi Arabella yang tampak mengembung karena penuh makanan, dengan bunyi kecupan lembut, "Mwah."
"Kamu kalau sakit gini kenapa jadi lucu banget, Ara. Biasanya kan kamu badas, tapi Mami suka lihat kamu begini," ujar Mami sambil tertawa kecil. Wajahnya tampak penuh kasih sayang dan kebahagiaan, melihat 'Ara' yang sekarang terlihat bingung dan terdiam. Maura, yang berada dalam tubuh Arabella, belum pernah merasakan kasih sayang ibu seperti ini sebelumnya.
Setelah selesai makan, Mami dengan lembut membantu Arabella minum obat. Dia memastikan bahwa putrinya mendapatkan perawatan terbaik.
"Baiklah, sekarang tidurlah kembali, sayang. Biar cepat sembuh," kata Mami sambil membelai lembut rambut Arabella. Rasa kantuk segera menyerang Maura, dan dia pun tertidur kembali, merasa sedikit lebih tenang dengan kehadiran wanita itu.
Setelah memastikan Arabella tertidur dengan nyaman, Mami membenarkan selimut dan mencium keningnya dengan lembut. Dia memandangi putrinya dengan penuh cinta sebelum akhirnya keluar dari kamar, meninggalkan Arabella untuk beristirahat dengan tenang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
ibu nya penuh kasih sayang
2024-07-19
0
kalea rizuky
baru mulai
2024-07-17
0
Ayu Dani
masih nyimak
2024-07-12
0