09

Tak terasa sudah satu minggu sejak Maura berada di dunia ini dan dalam tubuh Ara. Hari ini, Ara memutuskan untuk menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Dia ingin menjelajahi dunia baru yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Meskipun dunia ini terasa mirip dengan dunianya yang lama, ada sentuhan kemewahan yang mencolok. Mungkin karena lingkungan tempat tinggalnya yang elit, yang membuat segalanya tampak lebih istimewa.

Ara mengenakan dress hitam selutut dengan motif polkadot, dan rambutnya dibiarkan tergerai dengan alami. Setelah selesai bersiap dan berdandan, dia pun segera turun ke bawah untuk berpamitan dengan ibunya.

"Mamiii!" panggil Ara, sambil celingukan mencari maminya di rumah besar mereka.

"Mami di dapur, sayang," jawab daddy-nya dari ruang TV, sementara dia berjalan santai ke arah sofa.

"Terima kasih, Dad," jawab Ara sambil berlalu menuju dapur.

"Mami, aku mau berangkat dulu," kata Ara dengan senyum lebar setelah melihat maminya yang sedang sibuk membuat jus.

"Oke, sayang. Selamat menikmati waktunya!" jawab maminya dengan lembut, sambil memeluk dan mencium wajah Ara.

"Iya, Mami, terima kasih," balas Ara, mencium kedua pipi maminya dengan penuh kasih.

"Kamu sangat cantik hari ini," kata mami, memperhatikan penampilan putrinya yang mempesona.

"Iya dong, kan aku anaknya Mami," jawab Ara dengan bangga.

"Haha, iya juga ya. Ya sudah, berangkat sana. Tapi jangan pulang terlalu malam, ya, Mami khawatir karena kamu sendiri," pesan maminya dengan lembut namun penuh perhatian.

"Tenang saja, Mami. Aku nggak akan terlalu malam kok. Sekarang aku pamit ke Daddy dulu," kata Ara sambil melangkah keluar menuju ruang TV.

"Daddy, aku mau pergi dulu, mau me time," kata Ara, berpamitan sambil mencium pipi dan tangan daddy-nya.

"Putri Daddy terlihat sangat cantik hari ini," puji daddy-nya sambil membalas mencium kedua pipi Ara.

"Iya dong, kan Ara anak Mami dan Daddy," jawab Ara dengan senyum lebar.

"Haha, iya ya. Kamu masih ada uang? Cukup nggak? Atau mau Daddy transfer saja?" tanya daddy, memastikan semuanya baik-baik saja.

"Enggak usah, Daddy. Ini kayaknya sudah cukup kok," jawab Ara dengan yakin.

"Baiklah, hati-hati bawa mobilnya. Kalau ada apa-apa, kabari Daddy, ya," pesan daddy-nya dengan tegas tapi penuh kasih sayang.

"Siap, Daddy. Bye-bye," kata Ara sambil berlalu menuju luar, ke arah mobilnya yang sudah disiapkan oleh Mang Surya.

Untungnya, Ara di dunia yang dulu sudah terbiasa menyetir mobil, jadi sekarang pun dia merasa percaya diri untuk mengemudi. Akan sangat aneh kalau tiba-tiba dia tidak bisa mengemudi, bukan?

Mobil Ara melaju menuju mall. Karena dia belum tahu arah jalan, dia menggunakan aplikasi peta di ponselnya. Jangan salah, Ara sangat mahir menggunakan peta digital.

Setelah beberapa saat, mobil Ara sampai di mall. Dia langsung menuju area parkir bawah tanah dan memarkir mobilnya dengan cekatan. Ara turun dari mobil dan memulai petualangan hari itu dengan tujuan pertama: makan sushi. Dia sangat menantikan untuk menjelajahi mall ini, dan setelah itu, dia ingin berjalan-jalan ke pantai terdekat.

Ara menikmati waktunya di mall, menghabiskan beberapa jam di Timezone, kemudian berkeliling membeli pakaian dan mencicipi berbagai makanan. Ketika sudah merasa cukup, Ara memutuskan untuk mengendarai mobilnya menuju pantai. Dia ingin melihat matahari terbenam, dan kebetulan sekarang waktu baru menunjukkan pukul 16.00 sore. Dengan santai, Ara mengemudi menuju pantai terdekat.

Setibanya di pantai, Ara menggelar tikar untuk duduk dan menata makanan yang dia beli tadi. Pemandangan pantai yang indah membuatnya merasa tenang. Dia siap menikmati saat-saat damai sambil menunggu matahari terbenam.

Namun, saat akan duduk, Ara baru menyadari bahwa dia lupa membawa ponselnya dan tertinggal di dalam mobil. Dengan sedikit rasa kesal, dia bangkit dan berjalan kembali menuju mobilnya.

Saat berjalan kembali ke arah mobil, tanpa sengaja Ara menabrak seseorang. Dia menabrak seorang laki-laki dengan perawakan tinggi. Keduanya sama-sama terkejut dan mematung, saling memandang untuk beberapa detik yang terasa lama.

Siapakah pria ini? Apakah pertemuan ini akan membawa perubahan besar dalam hidup Ara? Semua akan terungkap seiring berjalannya waktu

...****************...

.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!