13 ( sudah revisi )

Sementara itu, bisikan-bisikan terus berlanjut di sekeliling mereka. Para siswa tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari trio yang paling populer di sekolah ini. Kehadiran Kairi di kantin adalah peristiwa langka yang menambah semangat pagi yang biasanya suram di hari Senin.

Kairi, dengan sikap dingin dan pandangan tajamnya, tetap fokus pada satu hal yang tidak diketahui oleh orang lain di ruangan itu. Pikiran dan perasaannya masih tertuju pada sosok yang dia temui di pantai, dan perasaan penasaran serta ketertarikan yang mendalam terhadap Ara semakin kuat setiap detiknya.

Setelah upacara bendera yang terasa lama, ara menghela napas lega dan melirik sahabatnya, kia. Tanpa berkata apa-apa, keduanya langsung saling memahami—saatnya ke kantin!

Dengan langkah cepat, mereka menyelinap keluar dari kerumunan barisan yang bubar dan berjalan cepat menuju kantin, berharap bisa sampai sebelum kantin dipenuhi siswa lain. Tawa kecil terdengar saat mereka menuruni tangga, masih merasakan semilir angin pagi yang menyegarkan setelah berdiri lama di bawah matahari.

Begitu sampai di kantin, ara dan kia langsung mengincar meja kosong di sudut, tempat favorit mereka. Mereka segera memesan jajanan hangat dan minuman dingin, sambil saling berbagi cerita tentang betapa panasnya upacara tadi. Suasana kantin mulai ramai, tetapi mereka menikmati momen itu—saat-saat singkat yang terasa spesial, di mana mereka bisa melepaskan penat bersama sambil menyantap makanan ringan kesukaan mereka.

Namun, hari ini kantin terasa berbeda meskipun masih cukup pagi. Ara melihat ke sana kemari, mencoba mencari tahu apa yang membuat kantin terlihat begitu ramai dibandingkan biasanya. Begitu banyak siswi berkumpul, berbisik-bisik sambil sesekali melirik ke arah meja di tengah kantin yang diisi oleh tiga laki-laki.

Ara mengerutkan kening, merasa penasaran. Ada sesuatu yang tak biasa dari keramaian ini, dan ketiga laki-laki itu tampak menjadi pusat perhatian.

Sementara itu, kairi duduk di tengah kantin bersama teman-temannya. Kantin yang biasanya sepi di pagi hari kali ini terasa lebih ramai dan berisik karna para siswi sedang memperhatikannya dan kedua sahabatnya. Saat melihat sekeliling, matanya tiba-tiba tertuju pada seorang gadis di ujung sana yang tak lain adalah ara. Ara tampak cantik dengan senyum tipis, rambutnya tergerai lembut, dan tatapannya ceria namun penuh rasa ingin tahu.

Kairi memperhatikan Ara sambil tersenyum kecil, apalagi melihat ekspresinya yang terlihat kebingungan dengan suasana kantin yang tak biasa. Ia celingukan, tampak bingung sambil bertanya-tanya pada sahabatnya, mungkin tentang apa yang sedang terjadi. Ada sesuatu yang menggemaskan pada caranya melihat ke sekeliling dengan rasa penasaran itu.

Kairi tak bisa menahan diri untuk terus mencuri pandang, mencoba menebak-nebak apa yang sedang ia pikirkan. Sesekali tatapan mereka berpapasan, dan kairi segera berpaling, namun tak lama kemudian ia kembali melirik, merasa bahwa pagi itu menjadi lebih ceria hanya dengan melihat gadis itu di ujung sana.

Tiba-tiba, kantin sekolah yang biasanya ramai dengan tawa dan obrolan riang tiba-tiba terasa tegang. Di salah satu sudut, Raina berdiri di hadapan Ruby dengan ekspresi tak sabar. Ruby tampak lebih diam dan cenderung menghindari tatapan Raina, tubuhnya tampak kaku dan lemah saat Raina berbicara dengan nada sinis.

"Kenapa kamu terus dekat-dekat dengan Arya, Ruby? Bukannya kamu sudah tahu dia pacarku?" ujar Raina, suaranya tajam namun terkontrol.

Ruby, yang biasanya ceria dan penuh percaya diri, kini hanya bisa menggigit bibir, jelas tak tahu bagaimana harus merespons. "Raina, aku nggak punya maksud apa-apa... Aku cuma...," kata Ruby pelan, suaranya hampir tenggelam di antara suara gaduh kantin. Matanya tampak sedikit berkaca-kaca, namun ia berusaha terlihat tegar.

Namun, Raina tak peduli. Ia mendekat lebih jauh, membuat Ruby semakin tersudut, seolah ingin mengunci gadis itu di posisinya. "Kalau nggak ada maksud apa-apa, sebaiknya kamu tahu batasan, Ruby. Arya bukan sahabatmu," ujar Raina dengan nada yang dingin, suaranya hanya cukup keras untuk membuat beberapa siswa di sekitarnya mulai memperhatikan.

Ruby tampak semakin gelisah, jelas merasa terintimidasi oleh cara Raina menatap dan menekannya. Ia ingin membela diri, namun rasa takut dan ragu membuatnya tak mampu berkata apa-apa. Tepat saat itu, Arya tiba-tiba muncul dari arah pintu kantin.

Melihat Raina berdiri di hadapan Ruby dengan ekspresi tegas, Arya salah paham. Ia mengira Raina sedang menindas sahabatnya. Tanpa berpikir panjang, Arya langsung menghampiri mereka dan menegur Raina dengan nada kecewa.

"Raina, kamu nggak perlu seperti ini ke Ruby," katanya tegas, membuat Raina tersentak.

Raina terdiam, tak percaya Arya malah berpihak pada Ruby tanpa mendengar penjelasannya. "Arya, ini bukan seperti yang kamu pikirkan…,” ujar Raina mencoba menjelaskan, tapi Arya memotongnya.

"Aku kecewa, Raina. Kamu pacarku, tapi ini nggak berarti kamu bisa bersikap seperti ini ke orang lain," kata Arya, menatapnya dengan pandangan dingin.

Sementara itu, Ruby menunduk, tampak seperti gadis lemah yang baru saja diselamatkan, meski senyum tipis yang tak terlihat oleh Arya tampak di sudut bibirnya. Raina akhirnya hanya bisa menatap Arya dengan perasaan terluka, tak mampu membela diri lebih jauh di depan teman-teman yang mulai memperhatikannya.

Arya, tanpa menyadari kebenaran, pergi meninggalkan kantin bersama Ruby, meninggalkan Raina yang terdiam dalam kesalahpahaman dan kekecewaan.

...****************...

Menurut kalian visual yang cocok buat s arya siapa ya? Bingung hehe

Terpopuler

Comments

Retno Isma

Retno Isma

yg jelas jgn cha eun woo thorr....

2024-12-16

0

Kartika Lina

Kartika Lina

si ruby ini ratu drama sepertinya,, pura pura polos lemah lembut padahal licik

2024-07-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!