Pagi itu, Ara bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Dengan mata berbinar, dia menatap seragam sekolahnya yang baru, terpesona oleh keindahannya. Setelah mengenakan seragam dengan rapi, Ara merias wajahnya sedikit agar terlihat segar dan tidak terlalu pucat.
Ara kemudian bercermin dan mengagumi penampilannya yang sudah tertata. Sambil menyambar tas sekolahnya, dia bergegas turun ke bawah untuk sarapan.
"Selamat pagi, Mami, Daddy," sapa Ara sambil mencium pipi kedua orang tuanya.
"Selamat pagi juga, Ara," balas Mami yang sedang sibuk menata makanan di atas meja.
"Pagi, Putri Daddy. Wah, kamu kelihatan segar dan cantik sekali pagi ini," kata Daddy sambil tersenyum memuji penampilan Ara.
"Tentu saja, harus dong," jawab Ara dengan bangga.
"Sayang, kamu mau sarapan apa? Roti atau nasi goreng?" tanya Mami sambil memberikan segelas susu kepada Ara.
"Aku mau roti saja, seperti biasa, Mami," jawab Ara sambil mengambil gelas dan meletakkannya di meja.
"Baiklah, dengan selai coklat, kan?" kata Mami yang sudah mengerti kebiasaan Ara.
"Benar," angguk Ara.
Mami pun mengoleskan selai coklat pada roti, sementara Ara melihat sekeliling ruang makan. Matanya tertuju pada Daddy yang sedang sibuk mengunyah sarapannya, sesekali tersenyum padanya.
"Ternyata begini rasanya punya keluarga yang utuh," pikir Ara dalam hati, senyum tipis menghiasi wajahnya sambil meringis. "Sudah lama sekali aku tak merasakannya sejak Ayah dan Ibu meninggal."
"Nih, roti selai coklatmu. Jangan lupa habiskan susunya juga, ya," kata Mami sambil memberikan roti dan mengingatkan Ara.
"Iya, Mami. Terima kasih," jawab Ara penuh kasih.
Mereka menikmati sarapan bersama dalam keheningan yang nyaman. Setelah selesai makan, Ara pun bersiap untuk berangkat ke sekolah. Jantungnya berdegup kencang, mungkin karena ini pertama kalinya dia akan bertemu dengan orang-orang asing di sekolah baru.
Saat tiba di depan pintu utama, Ara berpamitan.
"Mami, aku berangkat dulu, ya," kata Ara sambil mencium pipi dan tangan Mami.
"Mas juga ya, Sayang," tambah Daddy sambil mencium pipi dan kening Mami.
"Hati-hati di jalan kalian berdua. Jangan lupa kabari Mami kalau sudah sampai di tujuan, oke?" pesan Mami dengan hangat.
"Iya, pasti. Sampai jumpa!" jawab Ara sambil melangkah keluar, siap menghadapi hari barunya dengan semangat.
Ara merasakan keberanian dan kehangatan dari keluarganya yang baru. Dia tahu, hari ini akan menjadi awal yang baik.
...****************...
Ada sesuatu yang berbeda kali ini. Di dalam dirinya, Maura, jiwa baru yang menempati tubuh Ara, merasakan getaran kegugupan. Hari ini adalah hari pertamanya merasakan kehidupan sekolah Ara. Bisa saja, Ara berangkat dengan Mang Surya, sopir keluarga mereka, tetapi Daddy ingin mengantarnya sendiri hari ini.
Maura sebenarnya bisa saja pergi sendiri dengan mobil Ara, tetapi karena belum hafal rute ke sekolah, dia beralasan malas membawa mobil. Mungkin besok dia akan mencoba mengendarai mobil sendiri setelah hari ini mengingat jalan terlebih dahulu.
Di dalam mobil, Daddy menatapnya dengan penuh perhatian.
"Nanti kalau sudah pulang sekolah, telepon Daddy saja, biar Daddy yang jemput," kata Daddy dengan nada penuh kasih sayang.
"Apa nggak ganggu Daddy? Aku nggak apa-apa kok kalau dijemput Mang Surya," jawab Maura dengan rasa sungkan.
"Nggak apa-apa, Daddy lagi pengen jemput kamu," kata Daddy sambil tersenyum hangat.
"Tapi kalau Daddy ada meeting gimana?" tanya Maura khawatir.
"Nanti Daddy akan kosongin jadwal pas jam pulang sekolah kamu. Jadi, nggak ada alasan buat nolak Daddy lagi," ujar Daddy dengan tegas.
Maura tersenyum kecil, merasa terhibur oleh perhatian Daddy. "Iya, iya deh, aku ngalah."
Daddy pun mengelus rambut Ara dengan lembut, merasa gemas dengan putrinya yang penuh perhatian ini.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
alurnya sangat enk untuk di baca
2024-07-19
0
Ayu Dani
like
2024-07-12
0