Sesampainya di sekolah, mobil berhenti di depan lobi. Maura, yang kini berada dalam tubuh Ara, terpesona oleh kemewahan gedung sekolah ini. Rasanya seperti berada di dunia baru, berbeda dari apa yang pernah dia alami sebelumnya. Dia merasa kecil di antara kemegahan ini, meskipun sebenarnya orang tua Ara adalah salah satu yang terkaya di negara ini atau mungkin dunia.
Setelah mobil berhenti, Maura menoleh ke arah Daddy.
"Daddy, aku berangkat dulu ya," kata Maura dengan suara lembut sambil mencium pipi dan tangan Daddy.
"Iya, sayang. Jangan terlalu memaksakan diri. Daddy dan Mami nggak nuntut kamu terlalu banyak," kata Daddy dengan lembut, memberikan dorongan semangat.
"Iya, Daddy. Aku nggak akan," jawab Maura dengan meyakinkan.
Dia pun keluar dari mobil setelah satpam membukakan pintu. Merasa seperti seorang putri, Maura menikmati sejenak momen ini. Dia berpikir mungkin semua siswa diperlakukan sama oleh satpam, padahal hanya Ara yang mendapatkan perlakuan istimewa ini.
Setelah melambai ke arah Daddy yang mulai pergi, Maura berjalan masuk ke dalam gedung sekolah, mencoba beradaptasi dengan rutinitas Ara. Dia menuju ke kelas Ara, 11 MIPA 1, sesuai dengan informasi yang ada di buku ara. Saat dia berjalan melewati koridor, tiba-tiba sebuah suara dari belakang memanggil namanya dengan keras.
"ARA!"
"ARA!"
"WOI, ARA! TUNGGUIN GW!" teriak seseorang sambil berlari ke arahnya.
Maura menoleh dan melihat seorang gadis yang tampaknya mengenalinya dengan baik. Gadis itu adalah Saskia Arunika Sion, sahabat Ara yang biasa dipanggil Kia.
"Lo gimana sih, gw panggil-panggil kok nggak nyaut?" tanya Kia sambil terengah-engah setelah mengejar Maura yang berada dalam tubuh Ara.
"Ya mana gw tau kalau lo yang manggil, Kia," jawab Maura sambil mencoba menyamai cara bicara Ara, mengenali nama pada nametag sahabatnya.
"Seneng deh gw lo udah sembuh. Tau nggak, dari kemarin gw sendirian terus," curhat Kia dengan nada sedikit merajuk.
"Kasian," kata Maura dengan nada menggoda.
"Yah, lo malah begitu," kata Kia sambil memasang muka cemberut.
"Kita mau di sini terus atau mau ke kelas?" tanya Maura, yang mulai kesal karena Kia terus-menerus mengajaknya bicara di tengah keramaian.
"Hehe, iya juga, yaudah ayo," kata Kia sambil menggandeng tangan Maura dengan penuh semangat.
Mereka berjalan bersama menuju kelas yang berada di lantai dua. Setelah sampai di kelas, Maura mengikuti Kia duduk di bangku yang kosong. Dia belum tahu di mana Ara biasanya duduk, jadi dia mengikuti Kia yang sudah lebih familiar dengan tempat itu.
Di dalam kelas, Maura merasa sedikit gugup. Kehidupan Ara mulai terasa nyata di sekitarnya. Kelas dipenuhi dengan siswa-siswa yang tampak sibuk dengan urusan masing-masing. Maura menatap sekeliling, mencoba mengenali teman-teman baru yang akan dia temui sebagai Ara.
"Lo duduk di sini aja, Ara," kata Kia sambil menunjuk ke bangku di sebelahnya.
Maura mengangguk dan duduk dengan tenang. Hari ini adalah awal yang baru baginya, meskipun dalam tubuh Ara. Dia bertekad untuk melakukan yang terbaik dan menikmati pengalaman ini.
Melihat ke arah jendela, Maura merasa yakin bahwa dia bisa menemukan tempatnya di sini, di dunia Ara yang penuh dengan cerita dan petualangan baru. Hari ini, dia akan menjalani kehidupan Ara sebaik mungkin dan menemukan kebahagiaannya sendiri di antara teman-teman barunya.
...****************...
Saskia
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Keisya Dilla
saranin pakai satu nama aja thor,,karna dah ditubuh Ara jadi pakai nama Ara aja thor,,jangan kadang Ara kadang Maura yg baca biar gak bingung Thor
2024-07-20
2
Ibuk'e Denia
kok nggak di bekali ingatan pemilik tubuh
2024-06-28
3