Happy reading
...****************...
Tepat pukul 12 siang, Ara terbangun dari tidurnya. Matanya masih sedikit sembab akibat menangis tadi malam.
Dengan langkah berat, Ara menuju kamar mandi. Tubuhnya lengket karena belum mandi sejak kemarin.
Ara merendam dirinya di bak mandi. Setelah selesai, ia berjalan ke walk-in closet. Tatapan terpana melihat deretan pakaian rapi.
Ara memilih sebuah dress rumahan dan melap bibirnya dengan lipstik agar tidak terlihat pucat.
Ketika keluar dari kamar, Ara penasaran dengan tempat tinggal barunya.
Setelah menutup pintu kamar, Ara terdiam. Rumah ini begitu mewah.
Ia menjelajahi lorong-lorong yang elegan, mengagumi dinding yang dihiasi dengan indah.
Ara terus berjalan hingga sampai di tangga yang menuju lantai bawah.
Di lantai bawah, panggilan seorang pria mengagetkannya.
"Ara sayang," ucap pria itu, ternyata ayahnya.
"Sekarang sudah lebih baik, kan? Kamu tidak sedih lagi sekarang, ada Daddy," ujar ayahnya sambil memeluk Ara dengan penuh kasih.
"Iya daddy, aku ga sedih kok, tadi itu mataku cuman kelilipan aja" Kata Ara berdalih.
"Iya deh daddy percaya" Ujar ayahnya karna tau putrinya berbohong
Ara hanya tersenyum, membalas pelukan ayahnya.
"Yuk, sekarang kita makan. Pasti kamu lapar. Mami sudah menyiapkan makanan untuk putrinya yang cantik ini," kata ayahnya.
Mereka berjalan ke ruang makan dan menemui ibunya yang sibuk menata hidangan.
"Ah, sayangnya mami sudah sembuh. Ayo, mami sudah masak makanan kesukaanmu," kata ibunya melihat Ara yang datang digandeng oleh ayahnya.
"Iya, mami," jawab Ara.
Mereka duduk bersama di meja makan, Ara di antara ayah dan ibunya.
Ibu Ara dengan bahagia menyajikan makanan kesukaan putrinya ke dalam piring. Ia senang melihat Ara yang kembali sehat.
"Ayo makan banyak, besok kamu bisa sekolah lagi," ucap ibunya.
Mereka makan dalam keheningan, sambil sesekali ibu dan ayah melihat ke arah Ara yang sedang makan dengan pipi yang sedikit mengembung.
Setelah makan, ibu dan ayah sibuk dengan urusan masing-masing. Ara melanjutkan untuk menjelajahi isi mansion yang indah ini.
Ia berjalan ke taman belakang yang menakjubkan, dipenuhi dengan bunga-bunga yang berwarna-warni dan pepohonan rindang.
Ara duduk di bangku taman di bawah pohon yang menyejukkan.
Di situlah dia teringat pada kehidupannya yang dulu.
Dulu, dia bahagia dengan keluarga yang lengkap. Namun, kebahagiaan itu sirna saat usianya menginjak 17 tahun, ketika orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Masa itu mengubah segalanya. Rumahnya dijual oleh saudara ayahnya, dan kekayaan keluarganya lenyap begitu saja.
Ara tinggal di kos kecil dan mulai bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia menempuh pendidikan dengan beasiswa, dan berkat kecerdasannya, dia berhasil menyelesaikan sekolah hingga perguruan tinggi.
Setelah lulus, Ara bekerja di kantor dan akhirnya mendapatkan penghasilan yang cukup untuk pindah ke apartemen yang lebih nyaman.
Dan sekarang, dia menemukan dirinya kembali pada usia 17 tahun, dalam kehidupan yang lebih berkecukupan, dengan orang tua yang hangat.
Sekarang, Ara memikirkan bagaimana dia bisa bertahan di sini. Apakah dia hanya perlu mengikuti alur hidupnya, bersama keluarga yang juga pintar dan memiliki tingkah laku yang sama, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari orang lain?
Mari berdoa semoga dia bisa bertahan di dunia yang begitu berantah ini.
To be continued.....
...****************...
Arabella
Mami
Daddy
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
ini itu hadiah mu, ara yaitu kehidupan baru
2024-07-19
1
Kartika Lina
mami nya cantik banget
2024-07-18
0
Ayu Dani
wow cantik...
2024-07-12
0