Resepsi Aleesya dan Alarich

Malam ini tepat acara resepsi di gelar di hotel bintang 5. Hotel itu salah satu hotel terbesar dan termewah milik keluarga Dewantara. Alharhum kakek buyutnya Alarich adalah pendiri sekaligus pemilik hotel itu.

Dekorasi yang mewah, ditambah bunga bunga cantik yang mengelilingi pelaminan. Semua makanan lengkap. Juga WO dan para pengawal sudah di sebar setiap sudut ballroom hotel itu. Semua tamu mulai dari kerabat dekat, jauh, para kolega, juga para pegawai dari yang jabatan paling tinggi sampai OB pun hadir disana.

Aleesya tengah di make up. Wajahnya sudah cantik natural ditambah riasan make up memancarkan aura kencantikan bak seorang princess. Aleesya memakai gaun berwarna white silver yang menjuntai panjang ke belakang bertahtakan taburan krystal swarovski dan permata di bagian atasnya juga ditambah mahkota kecil di kepalanya.

Alarich juga tak kalah mempesona dia memakai jas yang senanda dengan warna gaun istrinya. Wajah Alarich yang bagaikan pahatan patung sangat tampan. Bulu halus yang ada di sekitar rahangnya sudah dia cukur. Terlihat lebih fresh dan gagah. Aura kekuasaan dan kekayaan tercium.

Pasangan baru ini berjalan berdampingan menuju lantai dansa. Semua mata tertuju pada mereka. Bagaikan Raja dan Ratu sehari. Sorot lampu hanya menyinari pasangan romantis ini.

Tangan Alarich memeluk pinggang istrinya, begitu pun sang istri mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya. Mereka berdansa di temani alunan musik yang syahdu.

"Beautiful..!"

BLUSH ... Pipi Aleesya merah, dia tersipu malu. "Mas juga tampan sekali. Suaminya aku!" Aleesya memandang dengan penuh kasih sayang.

Semua bersorak melihat pengantin baru nan romantis itu. "Cium cium cium!" Mereka berteriak gemas menyuruh Alarich mencium istrinya.

CUP

Alarich mencium bibir istrinya dengan lembut. Tidak ada nafsu disana, mereka berciuman lembut penuh kasih sayang. Alarich mencium lagi kening istrinya lama sekali.

Suara tepuk tangan dari para tamu dan kerabat menggema di ruangan ballroom itu. "Mereka serasi sekali." Ucap salah satu tamu disana.

"Betul...pak Alarich kelihatan sangat mencintai Aleesya." Celetuk salah satu pegawai toko kue itu

Pengantin baru itu kini sudah duduk di pelaminan. Alarich tak melepaskan genggamannya sedari tadi. "Capek sayang?" Tanya Alarich yang khawatir istrinya kelelahan. "Eum lumayan mas, makasih ya mas." Aleesya sudah ber kaca kaca dia tak menyangka akan ada di tahap ini. Menikah dengan pria tampan dan mapan. Bahkan lebih dari mapan.

Alarich mengganti heels istrinya dengan flat shoes. Dia tidak mau kaki sang istri pegal ketika di acara. Apalagi Aleesya tengah hamil muda. Alarich tidak mau ambil resiko. Untungnya designer ternama itu pintar mengakali gaunnya agar menutupi flatshoes yang dipakai Aleesya. Jadi tamu tamu tidak akan tahu jika Aleesya memakai flatshoes.

Banyak kolega yang datang ke pelaminan, menyelamati pasangan ini. "Selamat ya pak Alarich. Anda ini benar benar mengejutkan kami semua, tahu tahu sudah menikah!" Ucap salah satu kolega Alarich. "Thanks pak, silahkan menikmati hidangannya.!"

Om dan tante Mira juga datang bersama Miko. Mereka menemui pengantin baru itu di atas pelaminan. "Halo Aleesya, selamat ya kamu sudah resmi menjadi nyonya Dewantara. Dari upik abu sekarang menjadi ratu hahaha" ucap om Lukman yang sedikit sinis. Aleesya melirik suaminya dan menunduk. Alarich menggenggam tangan sang istri yang sudah keringat dingin dan menatap tajam om Lukman.

"Silahkan nikmati hidangannya om Lukman dan...tante Mira." Seringai Alarich dengan tangannya yang mengusir halus kedua cecunguk itu. Om dan tantenya Aleesya langsung ke bawah lagi pergi dari sana. Tatapan tante Mira sangat sinis pada Aleesya.

"### Selamat ya Alee, kakak senang akhirnya kamu menikah." Ucap Miko yang menyalami Aleesya. "Terima kasih kak sudah datang!" Jawab Aleesya. Alarich dan Miko saling berjabat tangan juga.

-

Acara resepsi pasutri itu sangat meriah, di hadiri juga beberapa penyanyi terkenal yang mengisi acara itu. Juga di siarkan Live di beberapa media TV.

"RESEPSI PERNIKAHAN ALARICH DEWANTARA ANAK KONGLOMERAT TERNAMA DI NEGERI INI"

Begitulah headline beritanya !!!

Seorang pria paruh baya datang dengan tongkatnya bersama asistennya, Erick. Tuan Abimana Bagaskara, beliau adalah kakek dari Aleesya, ayahnya dari papahnya Aleesya. Namun Aleesya sendiri belum mengetahui siapa yang ada di hadapannya.

"Selamat ya tuan Alarich atas pernikahan kalian!" Ucap Abimana menyalami Alarich dan Aleesya.

Abimana menatap cucunya dengan senyuman manisnya. "Cucuku cantik sekali." gumam Abimana dalam hatinya.

"Terimakasih pak !" Ucap Aleesya lembut sekali. Dia bahkan menyalami punggung tangan Abimana. Membuat Abimana tersentuh. "Semoga kamu selalu bahagia, Nak." Sahut Abimana.

-

-

"Mas, wajah beliau tadi mirip dengan almarhum papahku." Ucap Aleesya. Sang suami tersenyum, Alarich sudah tahu bahwa beliau adalah kakek kandung Aleesya. Tapi Alarich belum bisa memberitahukan istrinya

"Perasaan kamu aja sayang."

"Masa mas? Mirip mas." Rengek Aleesya. "Sini duduk, kamu lelah sayang." Alarich menarik istrinya duduk. Aleesya menatap sendu pria paruh baya tadi.

-

Acara resepsi pun selesai di gelar tanpa hambatan. Aleesya dan Alarich ke kamar mereka. Orang tua Alarich dan para kerabatnya pun juga menginap di hotel itu.

Tanpa di minta, Alarich membantu sang istri membuka gaunnya. Punggung Aleesya sangat putih dan mulus. Tangan Alarich menyentuh punggung itu dengan sen su al.

Aleesya sendiri sudah polos. Dia malu sebenarnya. Dia menutupi bagian sen sitiv tubuhnya dengan kedua tangannya. "Jangan di tutup sayang, aku udah lihat semuanya. Kita mandi yah!" Ucap Alarich yang membawa istrinya ke bathub mereka mandi bersama.

Tidak ada penyatuan malam ini, mengingat Aleesya tengah hamil muda. Alarich mengalah demi anak-anaknya. Meski pun sebenarnya Alarich sudah on_fire dia berusaha menahannya. Tubuh istrinya sangat menggoda.

Alarich sudah membaringkan istrinya di kasur. Dia sangat memanjakan Aleesya. Bahkan Alarich juga memakai kan piyama sang istri. Aleesya merasa kasihan melihat raut wajah suaminya yang kusut. "Mas mau?" Tanya Aleesya dengan tangan yang menyentuh lembut wajah suaminya.

Alarich menganga sang istri menawarkan duluan, seperti mendapat lampu hijau dari istrinya, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. "Boleh sayang?" Tanya Alarich memastikan lagi dengan mata yang berbinar.

"Boleh mungkin, tapi pelan pelan aja ya mas." Jawab Aleesya lembut sekali. Alarich mengangguk cepat. Dia membuka lagi selimut tebal yang sudah menutupi istrinya.

Dia mencium bibir istrinya dengan penuh kasih sayang. Malam romantis pun akhirnya terlaksana. Tidak terlalu lama hanya 1 jam saja. Alarich tidak ingin istrinya kelelahan akibat ulahnya.

Masih dalam keadaan polos, Alarich membawa sang istri dalam dekapannya. "Terima kasih sayang. Pelan pelan kan aku tadi? Sakit enggak sayang?" Tanya Alarich sembari menggoda istrinya dan memegang lembah istrinya yang di tutup selimut.

"Mas ahh ... Malu !" Aleesya tersipu malu dia menutup mukanya yang sudah merah, dan dia sedikit mendesah. Karena tangan suaminya malah mengelus-ngelus miliknya. "Ayo tidur, jangan mendesah sayang. Aku sedang menahannya." Alarich memeluk istrinya erat.

"Aku mencintaimu Aleesya, sangat... Aku akan membahagia kan mu lahir dan batin."

Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!