Menikah Dadakan

Aleesya masih terdiam, Alarich juga memeluk pinggang Aleesya dan mengeratkannya. "Gimana heum mau?" Tanya lagi Alarich.

"Apa aku boleh minta waktu? Maaf mas, ini semua terlalu membingungkan buat aku. Mas tiba tiba datang nawarin pekerjaan untukku. Terus mas juga menolong aku dan bawa aku kesini." Lirih Aleesya.

"Aku serius Aleesya, tatap aku!" Alarich memegang kedua lengan Aleesya menegaskan bahwa Alarich memang serius ingin menikahinya.

Aleesya menatap lekat bola mata itu dia ingin mencari kebohongan dimata Alarich. Tapi yang dia temukan hanya ketulusan dari seorang Alarich.

Aleesya berpikir apa mungkin Alarich adalah penyelamat hidupnya yang dikirim Tuhan? Mungkin dengan menikah dengan Alarich, dia bisa terbebas dari om dan tantenya. Itulah yang dipikirkan Aleesya saat ini.

Aleesya mengangguk pelan, dia setuju. Entah bagaimana nantinya Aleesya akan pasrah dengan keadaan. Semoga ini menjadi pernikahan dengan penuh kebahagiaan.

Sudah cukup Aleesya mengeluarkan air matanya. Sudah saatnya dia bahagia walau badai pasti akan datang dalam pernikahan.

Alarich senang sekali wanita pujannya mau menerimanya. Dia akan menikahi Aleesya tanpa sepengetahuan om dan tantenya. Dia tidak ingin dua cecunguk itu memanfaatkan Aleesya karena menikahi dirinya.

Alarich menarik tengkuk kepala Aleesya dia mencium bibir mungil itu dengan lembut. Bibir yang kini candu untuknya. Alarich merapatkan pinggang keduanya.

Aleesya juga mulai membalas ciuman itu. Sungguh dia merasa nyaman ada di sisi Alarich. Tangan Aleesya mengalung ke leher Alarich.

Alarich menciumnya semakin dalam, dia melumat dan menyesapnya. Aleesya juga mulai terbawa suasana di sore menjelang gelap itu hari itu.

Ciuman Alarich menelusuri daun telinga Aleesya juga ke leher putih Aleesya. "Eughh ...mas... Ssshh." Aleesya mulai mendesah kecil.

Membuat Alarich tersenyum kemenangan. Dia mendorong Aleesya ke dalam tanpa melepaskan ciumannya. Dia membaringkan Aleesya di sofa ruang tamu.

Alarich kembali lagi menciumi seluruh wajah Aleesya. Dia menggigit kecil leher Aleesya. Wajah Aleesya merah padam sungguh dia malu sekali sekarang.

Tapi tubuhnya seakan tidak menolak sentuhan Alarich. Aleesya pasrah sepertinya. Ini pengalaman pertamanya bersama pria.

Ketika Alarich ingin membuka kancing baju wanita itu, Aleesya menahan tangan Alarich. "Maaf mas...Kita belum sah kan?" Rengek Aleesya.

Alarich menetralkan kepalanya yang sudah nafsu. Hasrat untuk menyentuh Aleesya sangat tinggi. Dia meminta maaf karena sudah lancang.

Dia juga segera ke kamarnya meninggalkan Aleesya sendirian di sofa. Aleesya mengerut kan dahinya.

"Aneh sekali... Dia kenapa?"

-

-

-

Malamnya Aleesya tengah memasak makan malam untuk Alarich. Sejak kejadian ciuman tadi, Alarich belum juga keluar kamar. Aleesya sangat khawatir. Selesai menata makanan, dia ke kamarnya Alarich.

TOK TOK TOK

"Mas, makanannya sudah siap." Panggil Aleesya. Tapi yang dipanggil belum juga keluar. Aleesya sudah mengetuk lagi pintu kamar itu. "Apa mas Alarich sakit?"

"Mas, sakit? Mas keluar donk, mas enggak kenapa kenapa kan? Mas jangan bikin aku khawatir." Lirih Aleesya dia tiba tiba menitikan air matanya.

Alarich tak kunjung keluar juga, dia menyandarkan dirinya di depan pintu kamar Alarich. Dia berjongkok sembari menutupi wajahnya.

Tak berselang lama 15 menit kemudian, pintu kamar terbuka, Aleesya hampir jatuh ke belakang. Tapi Alarich keburu menahannya.

"Astaga, kamu kenapa dibawah Aleesya?" Alarich membantu Aleesya berdiri. Dia mengecek tubuh Aleesya takutnya ada yang luka. "Kenapa diam hmm?" Tanya Alarich. Sedari tadi Aleesya hanya menunduk.

"Aku punya salah ya mas? Kenapa pintunya enggak dibuka? Apa mas sakit? Aku minta maaf ya mas kalau aku buat salah. Mas enggak apa-apa kan? Mas tadi tidur?" Lirih Aleesya.

"Nanyanya satu-satu donk sayang, aku bingung jawab yang mana hehehe, kamu lucu sekali, ayo makan, setelah makan ikut aku, Bastian sebentar lagi akan kesini."

Alarich menggandeng tangan Aleesya ke meja makan. Mereka berdua makan malam dulu sebelum pergi.

TING TONG

Alarich pamit ijin buka pintu, pasti Bastian, dan ternyata benar. Bastian membawa Jas dan Kebaya untuk bossnya. Bastian juga masuk menunggu di ruang tamu.

"Ayo sayang, sudah kan makannya? Nanti saja diberesinnya. Kita buru-buru, ayo kamu pakai ini dulu." Alarich memberikan paper bag hitam berisikan kebaya putih yang elegan dan mevah.

Aleesya masuk ke dalam kamar. Dia membuka paper bag itu dan ternyata, isinya adalah seperti kebaya pengantin tapi lebih simple. Mungkin bisa dipakai ke acara lain juga.

Aleesya memakai kebaya itu, dia juga memoles mukanya tipis. Tanpa polesan pun wajah Aleesya sudah sangat paripurna. Begitupun dengan Alarich yang tengah bersiap. Alarich sangat tampan sekali dengan jasnya.

Alarich keluar duluan dari kamar, dia menghampiri Bastian. "Gimana Bas?" Alarich memutarkan badannya di depan Bastian.

"Keren Boss, anda yang terbaik!" Bastian memberikan 2 jempolnya.

CEKLEK

Kamar Aleesya terbuka. JENG JENG JENG....Aleesya bak bidadari. Kulitnya sangat putih seperti kapas, ditambah memakai kebaya warna putih kecantikannya semakin terpancar. Alarich dan Bastian menganga tak berkedip.

Bastian menepuk pipinya "Ya ampun non Aleesya...bening banget woy. Warna kulit sama bajunya menyatu. Cantik banget !". Gumam Bastian batinnya. Alarich melirik Bastian dengan kesal.

"EHM ...Kau mau masuk kuburan hah?" Gerutu Alarich. Aleesya sendiri tersipu malu. Dia juga melihat penampilan Alarich, sangat tampan sekali. Dia tersenyum manis.

"Ayo sayang, semua sudah menunggu!" Aleesya mengerutkan dahinya. "Semua? Memang ada acara apa?" Tanya Aleesya dalam hatinya. Tapi dia tidak membantah dia menurut saja kemana Alarich akan membawanya.

-

-

-

Alarich membawa Aleesya ke rumah utama orang tuanya. Disana ternyata sudah di dekor, banyak bunga-bunga mawar putih. Aleesya menduga-duga sepertinya akan ada acara pernikahan. Aleesya makin degdean, Alarich terus menautkan jarinya pada Aleesya.

"Jangan takut, ada aku. Tetap disisi aku, percaya sama aku yah!" Sebelum masuk pintu, Alarich mengecup kening Aleesya lama sekali. Aleesya juga memejamkan matanya dia merasakan ketulusan Alarich. "Ayo sayang!"

Ketika masuk ke dalam, disana sudah ada penghulu dan orang tua Alarich. Tadinya Alarich dan orangtuanya memiliki perjanjian 1 bulan, tapi Alarich berubah pikiran.

Malam ini juga dia akan menikahi Aleesya. Dia tidak ingin kehilangan Aleesya. "Halo sayang jadi ini yang namanya Aleesya?" Ucap bu Winda mamahnya Alarich.

Dia menghampiri calon mantunya ini. Entah kenapa bu Winda merasa, kalau Aleesya mirip sahabatnya yang meninggal dalam kecelakaan puluhan tahun lalu.

Bu Winda menyentuh pipi Aleesya seperti ada magnet yang menarik dirinya untuk dekat dengan Aleesya. "Sini nak, kita mulai ijab Qobulnya."

Aleesya membulatkan matanya "Jadi mas Alarich serius mau nikahin aku?" Aleesya masih bertanya tanya dalam hatinya. Sungguh hidupnya bagai roller coaster. Aleesya tersenyum kikuk mengikuti arahan bu Winda.

Penghulu, saksi, sudah siap. Begitupun Alarich dan Aleesya.

Aleesya duduk di samping Alarich dengan perasaan degdegan. Menikah dadakan tanpa adanya persiapan dari dirinya. Om dan tantenya pun tidak hadir. Kak Miko juga sama.

"Baik kita mulai !" Ucap penghulu itu. Memulai acara ijab Qobul.

"SAH . Alhamdulillah !"

Akhirnya Alarich dan Aleesya resmi menikah. Mereka hanya kenal beberapa hari tapi sudah mengambil langkah sejauh ini. Alarich mencium kening istrinya. Dia sangat bahagia bisa memperistri Aleesya.

Terpopuler

Comments

Triya_3004

Triya_3004

sat set bgt ya al 🤭

2024-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!