Peringatan Pertama

Pagi pagi Aleesya sudah berkutat didapur. Dia sudah lebih segar daripada kemarin. Dia tengah memasak sarapan pagi untuk Alarich.

"Selesai, susunya juga udah, hmm apalagi yah." Aleesya mengecek lagi makanan yang sudah dia tata. Dirasa tidak ada yang terlewat, Aleesya segera mengetuk kamar Alarich.

TOK TOK TOK

"Mas, sarapan udah siap." Ucap Aleesya didepan pintu.

Alarich membuka pintunya dia baru selesai mandi belum pakai baju, dia hanya menyembulkan kepalanya saja.

"Iya nanti aku kesana." Alarich segera menutup pintunya. Aleesya menaikan bahunya. Dia menunggu Alarich di meja makan.

Alarich akhirnya keluar dari kamar. Dia menuju meja makan. Dia juga mengajak Aleesya makan bersama pagi itu.

"Oh iya, aku hari ini pulang malam. Kamu jangan kemana mana yah, tetap di sini. Aku enggak mau kamu terluka lagi kayak kemarin." Ucap Alarich dengan lembut. Aleesya mengangguk patuh.

"Dan ini ponsel baru untuk kamu." Aleesya kaget untuk apa dia memberinya ponsel. "Tapi aku punya mas." Aleesya dengan hati hati menolak pemberian Alarich.

"Ponsel kamu jadul, pakai ini yang baru, disana cuma ada nomer aku. Satu lagi, om dan tante kamu enggak perlu tahu nomer kamu yang baru. Satu lagi, nanti Bastian akan jemput kamu siang, untuk bertemu dokter Kayla." Ucapnya, sambil mengelus kepala Aleesya.

"Iya mas." Jawab Aleesya lembut dia juga akhirnya menerima ponsel baru itu.

Alarich mengecup ubun-ubun Aleesya "Aku pergi ke kantor dulu yah." Alarich pamit kerja dulu. Aleesya yang di perlakukan seperti itu jelas saja merasa sangat bahagia. Dia tersipu malu dan kembali ke dalam melanjutkan kegiatannya.

-

-

-

Diperjalanan menuju kantor "Gimana bas, kamu sudah tarik beberapa persen saham kita dari perusahaan Lukman?"

Bastian yang sedang menyetir menoleh ke arah kaca spion. "Sudah Boss. Sepertinya Lukman akan datang ke kantor."

"Dia pasti akan murka hahaha! Baik...kita tunggu saja kedatangannya." Seringai Alarich.

"Benar bos, tindakan Lukman sangat keterlaluan. Dia tidak tahu diri, setelah mengambil perusahaan itu dia juga membiarkan istrinya menyiksa nona Aleesya!"

Bastian sangat geram ketika mendapatkan video penyiksaan Aleesya dari orang suruhannya. "Kamu benar, ditambah lagi dia bermain curang diperusahaan!" Lanjut Alarich dengan smirknya.

-

-

Sampailah mereka berdua di perusahaan yang sangat besar milik Alarich. Orang tua Alarich sendiri menetap di Aussie. Biasanya sebulan sekali kembali ke Indo. Jadi Alarichlah penerus perusahaan itu. Ditangannya perusahaan itu berkembang pesat, dan sudah membuka cabang di mana mana.

Sesuai perkiraan Bastian, benar Lukman datang dengan wajah yang penuh amarah. Alarich dan Bastian lewat begitu saja ke ruangannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Lukman.

Lukman diantar sekertarisnya bernama Rani. "Maaf Tuan ada pak Lukman dari perusahaan Subagyo Grup!" Kata Rani. Lalu Alarich memberikan kode tangannya.

"Tuan langsung saja. Kenapa anda menarik 50% saham dari perusahaan saya?" Geram om Lukman.

"Hmmm di minum dulu tuan Lukman." Alarich malah berbasa basi. Lukman semakin geram. Dia meminum segelas air putih itu dengan sekali tenggak.

"Bukankah terdapat dana aliran gelap? Ini lihat sendiri." Alarich melemparkan amplop coklat besar. Berupa laporan keuangan di perusahaan Lukman. Alarich tidak ingin uangnya dibawa kabur Lukman.

Lukman sendiri kaget bagaimana bisa Alarich tahu jika dia melakukan kecurangan?

"Ini ...Ini tidak benar tuan, anda salah sangka!" Lukman takut jika sumber uangnya ini benar benar mencabut semua sahamnya. Baru saja 50% tapi Lukman sudah ketar ketir.

"Silahkan dibawa. Dan...silahkan keluar dari sini. Saya ada meeting penting." Alarich memberi kode mata pada Bastian.

Bastian dengan sigap membawa Lukman keluar. Lukman sendiri kesal dengan sikap arogan tuan Alarich. Kalau saja dia tidak butuh, dia tidak akan mengemis seperti ini.

-

-

-

Didalam mobil Lukman marah marah dia memukul-mukul setir mobilnya dengan penuh emosi.

"BRENGSEK !!! Gimana bisa dia tahu? Ini pasti gara gara mamah seenaknya ambil uang tanpa persetujuanku!" Geram Lukman segera menyalakan mesin mobilnya dan pergi ke perusahaannya.

Sampainya di ruangan kerja, Lukman menyandarkan dirinya di kursi kebesarannya. Lalu sekertarisnya masuk dan mengunci pintu itu. Dia adalah Anita. Sekertaris juga sekaligus pemuas nafsu bossnya.

"Kenapa om kok marah-marah?" Ucap Anita dengan manja.

"Aku lagi pusing, Tuan Alarich menarik 50% sahamnya!"

Anita duduk dipangkuan Lukman. Dia juga melonggarkan dasi bossnya itu. "Om kayanya butuh di charge deh!"

"Kamu tahu aja sayang... !" Lukman langsung menyambar bibir seksi itu, dan memainkan gunung kembar sekertarisnya.

Dia membawa sekertarisnya ke dalam kamar yang ada diruangan itu. Disanalah Lukman melampiaskan hasratnya pada sekertarisnya yang sangat seksi.

"Ahhhh ... Om ... Lebih dalam." Anita terus mendesah dibawah Lukman. Sungguh menjijikan kelakuan omnya Aleesya ini. Sudah tua juga tapi masih doyan selingkuh.

"Begini sayang...ahhh...ouch.. Kamu seksi sekali." Lukman terus menghentakan miliknya makin dalam. Suara desahan keduanya menggema di kamar pribadi Lukman.

"Jangan lupa transfer om...!" Anita terus meracau, dia tidak peduli jadi simpanan om-om yang penting dia mendapatkan uang yang banyak. Setelah memakai Anita, Lukman akan langsung transfer ke Anita.

"Pasti cantik...!" CUP

Lukman terus memompa wanita itu hingga laharnya keluar di atas perut Anita. Begitupun wanita itu yang melakukan pelepasannya. "Ahhh ...om enak banget ...!" Anita lemas om Lukman pun ambruk di atas Anita.

"Minggir om berat!" Om Lukman tertawa pelan, sungguh menggemaskan sekali Anita dimatanya. Beda dengan istrinya yang setiap hari hanya marah-marah dan arisan sana sini tanpa pernah memperdulikan suaminya ini.

Itulah kenapa om Lukman mencari kesenangan diluar bersama Anita. Om Lukman juga sering bermain di club bersama wanita wanita lain. Tante Mira hanya tahu kalau suaminya ini bekerja dan bekerja

"Sudah aku transfer ya sayang!" Anita segera mengecek mbanking ponselnya, benar sudah masuk 50juta.

"Terima kasih om...makin sayang deh." CUP Anita mengecup pipi Om Lukman.

Sebenarnya Anita juga agak jijik sih dengan om Lukman yang sudah tua itu, tapi dia butuh duitnya. Tidak peduli tua atau muda, yang penting bisa memberikan uang dan kepuasan.

Anita sendiri wanita yang cukup agresif jika dekat dengan lelaki. Hanya kenalan sejam di club saja, Anita bisa langsung tidur dengan pria itu. Sungguh memalukan!!

Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!