Pulang Ke Rumah

Hari ini Aleesya sudah diperbolehkan pulang. Mbok Inem datang pagi-pagi sekali membereskan barang barang majikannya di ruang rawat itu.

"Non Aleesya gimana sudah baikan?" Tanya si mbok. Beliau memijat tangan Aleesya dengan lembut. "Alhamdulillah mbok saya udah baikan, makasih ya mbok." Ucap Aleesya dengan nada lembut.

Alarich baru selesai mandi dia menghampiri sang istri yang sedang di pijit. "Makasih ya mbok." Sahut Alarich. Mbok Inem pamit beliau menunggu di ruang tamu.

"Sudah siap sayang? Kita pulang yah mamah sama papah jadinya menunggu dirumah." Alarich membelai wajah sang istri. "Iya mas." Alarich dan Aleesya berjalan pulang. Di ikuti mbok inem. Bastian yang dikabari tadi subuh datang menjemput bossnya

Mereka berempat pulang kerumah orangtua Alarich. Di mobil Alarich memegang erat istrinya. "Sayang ...mau beli makanan enggak? Atau kamu ngidam apa gitu?" Tanya Alarich.

"Hmm sebenarnya pengen rujak yang deket toko kue mas, di sana enak rujaknya. Kalau di bolehin sama mas itu juga!" Aleesya memasang wajah sendunya.

"Eumm boleh... Tapi jangan pedas yah. Bas, kita ke toko kue dulu. Sekalian kita beli kue yah, buat cemilan kamu. Pokoknya anak papih ini harus sehat." CUP Alarich mencium perut istrinya itu

"Telima kacih papih...!" Aleesya menirukan suara anak kecil. Mbok Inem dan Bastian tersenyum kecil melihat kemesraan majikannya. "Ekhem...selamat ya Non Aleesya, semoga nona selalu sehat dan bahagia." Ucap Bastian dari kemudi supirnya

"Amin!" Alarich dan Aleesya menjawab bersamaan.

-

-

Mobil Alarich telah sampai di depan tukang rujak yang hanya berjarak beberapa meter ke toko kue milik Alarich. Aleesya dan suaminya turun. Mereka membeli rujak itu. Alarich memberikan 3 lembar uang seratus ribuan untuk tukang rujak itu

"Masya Allah, terima kasih banyak pak. Semoga selalu di mudahkan rezekinya Amin." Ucap bapak penjual rujak itu yang usianya mungkin sudah 60 tahunan. "Amin pak." Alarich tersenyum pada bapak itu.

Aleesya memakan buah rujak itu dengan lahap. Suaminya menggelengkan kepalanya sejak kapan istrinya ini makan belepotan.

"Sini sayang pelan pelan, aku enggak akan minta kok hehehe!" Alarich mengelap bumbu rujak yang ada di sudut bibir istrinya. "Seger banget mas. Sini aaa...!" Aleesya menyuapi suaminya rujak buah itu. "Enak juga yah, baru loh aku makan rujak."

"Iya mas, mas kan orang kaya enggak biasa pasti makan makanan begini!" Ucap Aleesya lembut. "Enggak kok sayang yang kaya orang tua aku!" Alarich mencubit pipi istrinya gemas.

Selesai makan rujak di pinggir jalan. Keduanya masuk ke toko, semua memberi hormat pada Alarich dan Aleesya. Karena mereka semua tahu jika Aleesya sudah menjadi nyonya Alarich Dewantara, semua staff disana di undang ke acara resepsi pernikahan Alarich dan Aleesya.

"Selamat pagi tuan Alarich dan nona Aleesya." Sapa Kevin yang juga manager di toko itu. "Aleesya aja pak Kevin." Sahut Aleesya yang tak enak di sebut Nona oleh mantan managernya. "Sayang aku ke atas dulu yah ambil file sekalian. Bastian sama si mbok nanti juga ke dalam!" Alarich mengecup kening istrinya dan pergi ke lantai atas.

"Nyonya Aleesya!" Sapa Tania. "Tania...aku kangen!" Aleesya dan Tania saling berpelukan melepas rindu. "Jangan panggil nyonya, Alee aja kayak biasa." Tania dan Aleesya mengobrol sebentar, pegawai yang lain sedang membungkus kue kue dan cemilan ringan untuk di bawa Aleesya.

Alarich sudah turun bersama Bastian yang menenteng beberapa file di tangan Bastian. "Ayo sayang!"

"Tunggu! Oh iya Kevin, nanti pas acara resepsi, tolong liburkan 2 hari yah. Dan saya akan memberikan bonus untuk kalian! Itu karena istri saya pernah bekerja disini dan kalian memperlakukannya dengan baik." Ucap Alarich sambil melirik satu persatu pegawainya.

Kevin mengangguk patuh. Semua pegawai disana bersorak gembira, bagaimana tidak? Tuan Alarich yang terkenal dingin akhirnya luluh juga ketika menemukan pawangnya.

"Terima kasih tuan!" Ucap serentak para pegawai itu. "Sama sama, semangat ya semuanya!" Alarich dan Aleesya pergi dari sana.

-

-

Mereka sekarang menuju rumah utama kediaman orang tua Alarich. Mamah dan papahnya Alarich telah menunggu di depan pintu masuk rumah itu. "Lama sekali...kemana dulu?" Mamah Winda langsung merangkul lengan menantunya. "Beli rujak dulu mah." Ucap Aleesya dengan nada lembutnya.

"Nanti biar mbok Inem yang buatin rujak, iya kan mbok?" Mata mamah Winda melirik si mbok yang membawa koper majikannya. "Beres nyonyah!"

"Ayo makan dulu udah siang, lihat mamah kamu masak banyak udah seperti orang mau hajatan saja!" Sahut papah Arya. "Engga apa apa pah, nanti bisa di bagi juga ke pelayan yang lain. Al juga udah laper banget."

Mereka berempat makan siang bersama. Sehari lagi mereka akan menggelar resepsi. Alarich membawa istrinya ke kamar. Mereka tengah di kasur beristirahat.

"Mas, eumm apa om dan tante di undang?" Tanya Aleesya. "Iya sayang, harus. Supaya mereka tidak semena-mena lagi sama kamu." Jawab Alarich. Dia membelai wajah istrinya yang teduh.

"Mas...apa benar, kakekku masih hidup?" Aleesya menunduk dia sebenarnya ragu menanyakan itu. Tapi dia agak sedikit kepikiran. "Masih, dia juga aku undang. Tapi belum saatnya kamu tahu dia siapa. Biarkan mereka berjuang dulu."

"Kenapa baru sekarang mereka mencariku? Kenapa tidak dari dulu mas saat aku menderita? Apa karena aku menikah dengan mas, jadi mereka mencariku?" Hati Aleesya sangat rapuh, dia menitikan air matanya.

"Mas juga tidak tahu sayang, mas akan menyelidikinya. Kamu enggak usah pikirin itu yah. Kamu harus happy cukup mikirin aku dan anak kita, mengerti?" Tegas Alarich pada istrinya.

"Iya mas, aku akan happy asal mas ada di sampingku. Mas segalanya untukku. Aku sayang sekali sama mas Al."

"Mas juga sayang. Sehat sehat ya anak anak papih." Alarich mengelus perut istrinya dari dalam piyama istrinya. "Badan kamu hangat sayang, aku balur dulu yah!" Alarich membalurkan minyak telon ke perut istrinya yang putih itu.

Mereka kembali tidur. Aleesya menelusup ke dada suaminya. Ada kehangatan dan kenyamanan setiap tidur diatas dada suaminya. Aleesya sangat mencintai suaminya ini. Baginya, Alarich adalah penyelamat hidupnya dari penderitaan yang dia alami selama ini.

Bertahun tahun hidup bersama om dan tantenya membuat Aleesya bagai hidup di neraka. Tapi sekarang Tuhan menjawab semua doa dan tangisan Aleesya.

Aleesya menikah dengan lelaki yang mencintainya, dan juga memiliki mertua yang sangat menyayanginya.

Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!