Luka Batin dan Fisik

Selesai bekerja, Aleesya pulang berjalan gontay menuju rumah neraka itu. Sebelum pulang Alee menuju pemakaman orang tuanya.

Saat kecelakaan itu terjadi, polisi menghubungi nomer om Lukman yang ada di ponsel papahnya Aleesya. Lalu dengan terpaksa om Lukman memakamkan orang tuanya Aleesya.

-

-

-

Aleesya berjongkok menyingkirkan daun-daun kering diatas pusara kedua orang tuanya. Aleesya tak menyadari bahwa ada yang mengikutinya yaitu Alarich.

Diam-diam Alarich mengikuti Alee dari sepulang bekerja itu. Dia juga sengaja agak dekat dari makam orang tua Aleesya.

"Mah, pah, Alee kangen. Hiks... Hiks ... Hidup Alee hancur, kenapa mamah sama papah pergi engga bawa Alee ? Alee lebih baik mati, daripada hidup seperti dineraka."

Alee terus saja menangis hidungnya sudah memerah dan juga kepalanya terasa pening. Hingga ia tertidur di pinggir batu nisan mamahnya. Ia sudah lelah menjalani hidup ini. Ingin rasanya dia mati saja.

Alarich mencoba mendekati karena sedari tadi tak ada pergerakan dari Aleesya. Dia coba menggoyangkan badan Aleesya, namun sepertinya Aleesya tak bergeming, dia tak bergerak sama sekali. Alarich reflek menepuk pipi Alee.

Ia meraba kening Alee, suhu badannya panas sepertinya Alee demam. "Bas, panggil dokter ke apartment sekarang !" Titah Alarich cepat.

-

-

-

Alarich membawa Alee dalam gendongannya menuju mobil lalu pergi ke apartment mewah miliknya. Didalam mobil Alee masih belum sadar juga terlihat wajahnya yang sembab dan pucat.

Sampai di apartment, Alarich membaringkan Alee ditempat tidurnya, ia menyelimuti Alee. Tapi saat dia melangkah keluar kamar, ia mendengar Alee mengigau.

"Pah, mah, Alee takut. Alee mau ikut papah mamah! Alee enggak kuat pah, mah, bawa Alee ! Alee mau ikut mamah papah !" Aleesya terus saja mengigau membuat Alarich khawatir.

Padahal ini pertama kali mereka bertemu. Tapi seperti ada sengatan listrik yang membawa Alarich ingin lebih dekat lagi dengan Aleesya.

"Boss ...Dokter Kayla sudah datang." Dokter itu langsung memeriksa Alee. Ternyata Aleesya juga demam tinggi dan mengalami stress berat. Alarich juga meminta Dokter Kayla mengganti baju Alee.

Saat dokter Kayla membuka baju Alee, ia melotot lebar, ada banyak bekas luka lebam dibagian punggungnya bahkan ada luka baru yang mengeluarkan sedikit da-rah dan juga ditangannya seperti bekas sayatan bu**h diri.

"Astaga apa yang terjadi sama kamu? Ini seperti luka cambukan. Siapa yang menyiksa kamu?" Gumam dokter Kayla. Ia pun cepat-cepat mengganti baju Alee.

"Tuan Alarich, sepertinya dia harus di visum. Ada banyak bekas luka dipunggungnya ,dan juga...ada bekas sayatan di pergelangan tangannya seperti orang mau bu**h diri. Saya khawatir, dia adalah korban kekerasan."

Dokter Kayla tadi sempat memotret punggung dan tangan Alee sebagai bukti penguat di kepolisian nanti. Dokter Kayla memperlihatkan photo punggung Alee dan tangannya.

Alarich sontak terkejut mengetahui fakta itu.

Tangannya bahkan tremor saat memegang ponsel Dokter Kayla. Dia tidak menyangka dibalik kecantikan dan kepolosan Aleesya menyimpan luka yang cukup berat dipundaknya.

"Bas, cari tahu apa yang terjadi pada Aleesya." Titah Alarich. Bastian segera pergi menghubungi detektive handal bernama Ethan untuk mengorek informasi mengenai Aleesya.

-

-

-

Besok paginya Aleesya terbangun dari tidurnya. Dia baru sadar kalau itu bukan kamarnya. Dia melihat ke sekeliling ini seperti kamar lelaki.

Pandangan Aleesya terhenti ketika melihat seorang pria tengah meringkuk di sofa panjang. Tangan Aleesya terulur menyentuh tubuh pria itu. Dengan sedikit takut, Aleesya menepuk pundak kokoh pria itu.

"Ehm! Maaf pak bangun pak sudah siang." Ucap Aleesya yang menepuk lagi pundak pria itu. Pria itu terbangun, dan dia pun berbalik ke arah Aleesya.

Mata Aleesya sontak terkejut, ternyata pria yang tidur itu adalah bossnya pemilik Rich Bakkery. "Pp-Pak Alarich?"

Alarich perlahan membuka matanya mendengar suara nan lembut itu. "Kamu sudah bangun? Apa masih pusing?" Tanya Alarich dia berusaha bangkit dari tidurnya.

"Su-sudah pak, maaf pak kenapa saya bisa disini yah? Terus ini baju siapa?"

"Hmmm kamu kemarin pingsan, saya yang bawa kamu kesini. Itu baju untuk kamu, asisten saya Bastian yang bawa. Itu dipinggir kasur di meja ada baju baru buat kamu ganti hari ini. Maaf kalau ukurannya tidak pas, saya enggak tahu ukuran kamu."

Alarich berdiri mengikis jarak dengan Aleesya. Tetapi mata Aleesya hanya menunduk ke bawah dia tidak sanggup kalau harus menatap mata indah bossnya itu.

Alarich mengangkat dagu Aleesya. Tatapan mata keduanya bertemu, deru nafas hangat gadis itu bahkan terasa di wajah Alarich.

"Siap siap, sudah itu kita sarapan!" Suara bariton itu menusuk jantung Aleesya. Alarich keluar kamar.

BLUSH

Pipi Aleesya merah bak tomat. Aleesya reflek memegang dadanya. Tapi tiba-tiba Aleesya teringat om dan tantenya, dia segera mencari tasnya. Tapi dia tidak menemukannya dikamar itu.

"Tas aku dimana yah? Om sama tante pasti cariin aku." Lirih Aleesya yang terduduk lemas di ujung kasur itu.

Akhirnya, Aleesya berjalan gontay menuju kamar mandi, dia membersihkan dirinya. Selesai itu dia keluar dari kamar Alarich. Dia berjalan menuju ruang makan.

"Rumah yang indah." Aleesya tersenyum tipis melihat sekeliling rumah itu alias apartment sebenarnya

Alarich baru keluar dari kamar satunya. Dia menghampiri Aleesya "Ayo aku siapkan makan dulu. Kamu duduk disini." Ajak Alarich pada Aleesya.

Aleesya pun menurut ia duduk dikursi meja makan. "Maaf pak, saya aja yang masak." Aleesya buru-buru berdiri dan menghampiri Alarich.

Alarich mengangguk dia duduk manis menunggu Aleesya masak. Alarich menopang dagunya memandang gadis cantik yang kini tengah ada di hadapannya.

TING TONG

Alarich berdiri membuka pintu. Bastian datang membawa amplop besar, informasi mengenai Aleesya. "Ini boss, semuanya lengkap ada disini."

"Baik ...Kamu enggak apa-apa kan sarapan dibawah? "

"Aman boss." Bastian yang paham sikonnya dia pamit dari hadapan bossnya. Alarich menuju kamarnya, dia membuka amplop itu.

Alarich membeku hatinya terasa sakit, Aleesya mendapatkan luka itu 2 hari yang lalu dipukul oleh tante mira. Dan ternyata, perusahaan Om Alessya bekerja sama dengan perusahaan Alarich.

Alarich mengeraskan rahangnya, dia bersumpah akan membalas perbuatan om dan tantenya Aleesya. Dia pun keluar kamar menuju ruang makan lagi.

Terlihat Aleesya tengah menata masakannya di meja makan. Senyuman manis Aleesya mampu menyihir seorang Alarich yang dingin bak kutub utara.

"Silahkan pak." Aleesya mempersilahkan bossnya itu untuk makan, Aleesya malah mematung berdiri.

"Kamu juga makan Aleesya, ayo duduk." Titah Alarich. Aleesya menurut. Dia ikut bergabung makan bersama boss tampannya itu.

"Wahh enak sekali, kamu jago juga ternyata!" Puji Alarich.

BLUSH

Wajah Aleesya memerah lagi, dia tersipu malu mendapat pujian dari bossnya. "Ternyata pak Alarich enggak seseram yang ku kira, dia baik juga." Gumam Aleesya dalam hatinya.

Aleesya tersenyum simpul ketika Alarich memujinya. Keduanya sarapan bersama, tanpa ada yang bicara lagi. Hanya bunyi dentingan sendok dan garpu.

Terpopuler

Comments

Anita Nita

Anita Nita

ayo arich bantu aleesya ambil kembali perusahaan peninggalan orang tuanya

2025-01-03

0

Haila Bsisb

Haila Bsisb

ayo arich

2024-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!