Honeymoon

Sorenya mereka pulang, Alarich membawa mobil mamahnya. Lalu Kenny membawa mobil Alarich pulang. Mereka telah sampai dirumah. Papah Arya pulang telat karena masih ada sedikit pekerjaan. Karena besok Alarich dan Aleesya akan bulan madu jadi papah Arya yang menghandle pekerjaan anaknya.

Alarich membawa sang istri ke kamarnya, Aleesya hanya menurut tidak membantah. "Beli apa aja tadi?" Tanya Al penasaran, dia ingat omongan mamahnya tadi.

Aleesya mengeluarkan beberapa lingerie, dia agak malu sebenarnya tapi mau gimana lagi. Memang sudah seharus nya kan tugas istri melayani suaminya. "Ini mas!" Aleesya nampak ragu memperlihatkan lingerie yang sangat transparan itu.

Mata suami Aleesya itu berbinar "Terima kasih mamah, aku akan segera memberi mamah cucu...yessss!". Alarich tersenyum kecil.

"Cobain !"

"Hah? Se-sekarang mas?" Otak Aleesya mendadak ngeblank dengan perintah sang suami. "Apa? Pakai baju tipis gini? Malu banget aku!". Wajah Aleesya mendadak pucat.

"Iya sayang sekarang ayo !" Alarich mendorong pelan istrinya ke walk in closet. Dia menunggu di sofa depan kasur. Tak lama Aleesya perlahan jalan ke suaminya. Dia sungguh malu sekali, dia juga menarik narik baju itu kebawah, sungguh sangat minim sekali hanya sejengkal dari pinggang.

"Mm-mas aku udah!" Ucap Aleesya menunduk malu.

Alarich berdiri dia bagaikan melihat bidadari walaupun belum tahu bentuk bidadari seperti apa. Lingerie merah yang membalut tubuh sang istri membuat Alarich panas. Alarich juga merapatkan pinggang mereka. "Cantik sayang!"

Dia mulai menciumi wajah sang istri dengan lembut, dia juga menciumi leher jenjang istrinya. Aleesya melenguh nikmat, tangannya sudah mengalung ke leher suaminya. Pertempuran panas itu terjadi. Alarich menggempurnya hingga 2 jam lamanya. Dia banyak mengeluarkan benih cintanya ke rahim istrinya.

Sungguh permainan panas yang menyenangkan bagi pengantin baru itu. "Mas aku laper!" Lirih Aleesya yang memang kelaparan sejak tadi sore tapi karena Alarich jadi dia tahan. "Ya ampun maafin aku sayang, kita mandi dulu yah nanti aku bawain makanan ke atas!" Alarich langsung menggendong istrinya ala bridal ke kamar mandi.

-

-

Alarich turun duluan ke bawah, sementara Aleesya tengah ganti baju. Alarich membawakan makanan untuk dirinya dan Aleesya.

"Astaga mbok! Ngagetin aja!" Alarich mengusap ngusap dadanya, mbok Inem tiba tiba muncul di depan Alarich.

"Hehehe lagian Aden ngapain malem-malem? Laper?" Tanya si mbok. "Itu mbok tahu, istriku lapar mbok!" Ucap Al yang masih menyiapkan makanan di atas nampan

"Kebanyakan aden, nanti si mbok aja yang bawa. Aden bawa minumannya aja gimana?" Tawar si mbok. Al sudah biasa dengan tingkah mboknya yang agak absurd ini. "Oke deh!" Al membawa nampan berisi minuman dan cemilan itu.

-

-

Alarich ke kamarnya bersama si mbok yang mengekor di belakangnya. Keduanya masuk menyimpan makanan dan minumannya di atas meja. Si mbok pamit keluar.

"Banyak banget mas." Mata Aleesya berbinar melihat banyak makanan yang menggoda. "Kita makan dulu, habis itu tidur yah, besok kita berangkat pagi. Bastian sudah siapkan private jet." Ucap Alarich datar.

UHUK UHUK UHUK Aleesya tetiba tersedak. "Apa?? Private Jet? Jadi dia punya pesawat pribadi.". Alarich menepuk punggung istrinya itu dia memberikan segelas air putih

"Kenapa sayang keselek lagi hmm?" Al nampak khawatir. "Engga apa apa mas, iya sedikit hehehe!" Mereka makan berdua dikamar hingga kekenyangan. Tak lama mbok inem ke kamar tuannya mengambil piring piring itu.

-

-

-

Pagi pagi sekali supir dan si mbok sudah memasukan 2 koper ke dalam bagasi mobil. Orangtua Alarich pun ikut mengantar anak dan menantunya ke bandara. Bastian tetap ikut, dia janji akan diberikan bonus dari papah Arya.

"Mah, pah kami pergi dulu." Alarich memeluk papah dan mamahnya ,begitu juga dengan Aleesya sama.

"Semoga nanti pulang kalian bawa kabar baik ya sayang!" Mamah Winda memeluk erat menantu kesayangannya itu. Dia sungguh sangat menyayangi Aleesya. Sama seperti mamah Winda yang menyayangi Nania sahabatnya.

"Iya mah terima kasih mah, pah!" Ucap Aleesya lembut sekali.

Keduanya pun sudah masuk pesawat pribadi keluarga Dewantara. Terdapat kamar pribadi di dalam pesawat itu. Ini pertama kalinya untuk Aleesya. Dia sangat cemas dan takut. Dia juga merapalkan doa ketika duduk di kursi.

Tangan Alarich menggenggam tangan sang istri. "Jangan takut ada aku!" Suara bariton dan berat itupun membuat hati Aleesya sedikit lega. Alarich mengajak istrinya ke dalam kamar, dia mengajaknya tidur agak tidak takut. Aleesya menurut patuh.

-

-

Belasan jam mereka mengudara akhirnya mereka sampai di negara Eropa. Alarich membawa istrinya bulan madu kesana. Mereka menuju hotel mewah bintang 5 dengan fasilitas lengkap di dalamnya.

Ketika masuk ke dalam kamar mewah itu, Aleesya menganga. Dia terkejut melihat kamar itu, dia tertarik keluar balkon, dia membuka pintu balkon kamar itu, dia juga merentangkan kedua tangannya. Memandang indah gedung gedung aesthetic itu. Tangan Alarich melingkar diperut istrinya. Dia mengecup pipi istrinya.

"Suka sayang?" Tanya Alarich

"Suka banget mas, makasih ya mas. Aku...bahagia mas. Terima kasih mas untuk semuanya. Aku ...mencintaimu mas!" Ucapan itu telontar dari bibir mungil Aleesya dia juga menitikan air mata bahagianya.

Alarich terharu mendengar ucapan cinta istrinya. Dia sangat bahagia. Siapa sangka, ternyata Aleesya adalah anak dari sahabat mamahnya. itulah takdir. Alarich percaya jika Aleesya adalah jodohnya ketika pertama berjumpa.

"Nanti besok kita jalan jalan yah, kita akan lama disini selama 2 minggu. Kamu prioritas aku sekarang sayang. Apapun yang terjadi kedepannya, percaya padaku." Tegas Alarich pada istrinya.

Aleesya mengerti dia akan menjadi istri yang penurut untuk suaminya. Dia bahagia sekali hari ini. Suaminya sangat meratukan dirinya. Hal kecil pun diperhatikan suaminya. Aleesya sangat beruntung di peristri Alarich

Keduanya kini tengah menikmati bulan madu, mereka bercocok tanam berjam jam dan tak keluar kamar. Sedari tadi pegawai hotel sudah 2x balikan membawakan makanan untuk pengantin baru ini.

"Ahhh mas ... Ahhh sssh...!" Aleesya makin mendesah di atas suaminya. Aleesya sudah mulai bisa memimpin permainan sesuai arahan suaminya.

Alarich dengan cepat membalikan posisi mereka. Kini istrinya sudah ada di bawah kukungan suaminya. Alarich memompa lembah nirwana itu tanpa henti. Mereka sangat menikmati hari itu. Seharian hanya dikamar saja.

"Ouch... Kamu sempit sekali sayang, padahal sudah ke gempur berkali kali nikmat sekali ahhh ahhh...!" Alarich terus mendesah nikmat.

Pakaian mereka sudah berserakan di lantai. Bahkan Alarich merobek baju istrinya ketika ingin bercinta.

"Kau canduku sayang!" Ucap Alarich.

"I LOVE YOU MY WIFE ahhhhhh ....!" Alarich menyemburkan lahar panas hasil percintaan mereka. Alarich ambruk diatas ceruk leher istrinya. Aleesya juga sama lelahnya melayani nafsu suaminya yang tinggi. Dia perlahan mengimbangi juga permainan panas itu.

Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!