Alarich Dewantara

Keesokan harinya seperti biasa kegiatan Alee dari hari kehari, apalagi kalau bukan dijadikan art dirumah omnya itu. Dan selalu saja mendapat omongan pedas dari tante Mira.

Alee tengah menyiapkan sarapan pagi ia juga setelah ini akan berangkat kerja.

"Gimana tuan puteri tidurnya? Enak donk yah semalem enggak buatin makan malem! Bukannya masak malah tidur!" Ujar tante Mira ketus lalu melempar serbet ke muka Alee.

Aleesya tidak kaget lagi mendapat perlakuan kasar dari tantenya itu sudah menjadi makanan Alee sehari-hari. Alee pun tak menjawab omongan tante Mira itu.

"Ayoo sarapan, Alee kamu duduk disana." Titah om Lukman.

"Pah ... Kok dia disuruh duduk disini? Mamah alergi pah !" Sinis tante Mira. Namun om Lukman menghiraukan tante Mira. Ada hal yang lebih penting untuk dibahas bersama Alee.

"Alee nanti kamu tanda tangani berkas yah, karena masih atas nama mamah kamu, mengerti ?" Alee mengangguk pasrah jika memang perusahaan itu diambil oleh omnya.

-

-

Alee menuju tempat kerjanya seperti biasa dengan berjalan kaki. Ditengah jalan saat Alee hendak menyebrang, naasnya dia malah diserempet mobil asing berwarna hitam.

BUGH

"Auwwww..."

Alee reflek teriak hingga tersungkur ke bawah mobil. Lutut dan telapak tangannya perih. Driver mobil itu keluar melihat keadaan Alee.

"Non, tidak apa-apa? Apa ada yang luka?" Tanya pak Slamet sembari melihat Alee.

"Ti-tidak pak, cuma lecet aja sedikit. Lain kali hati-hati yah pak!" Alee dibantu berdiri oleh pak Slamet. Alee pun pamit meninggalkan mobil itu tanpa bicara lagi ia malas jika berdebat dengan orang orang kaya.

Terlihat Alee jalan sedikit pincang, sepertinya Alee keseleo saat hampir ditabrak tadi. Didalam mobil itu ada seorang pria melirik ke arah Alee. Pria yang mempesona dengan rahang yang tegas juga tampan.

"Cantik juga! Tapi sayang sepertinya dia bodoh!" Ucap pria itu.

"Jalan pak! Kita ke Rich Bakkery sekarang."

-

-

-

Alee berjalan kaki ke tempat kerjanya sedikit telat. Karena kakinya yang sedikit kesakitan. Demi mencari uang Alee rela harus menderita seperti ini.

Ketika Alee masuk, semua karyawan sedang breefing pagi. Alee meminta maaf karena telat. Terlihat lutut Alee sedikit ada cairan merah. Dan cara berjalan Alee sedikit pincang.

"Alee kenapa telat ? Kaki kamu itu kenapa?" Tanya Kevin yang bertubi-tubi. Ia adalah manager disana. Dia melihat lutut Alee merah dan ada sedikit luka.

"Maaf pak, tadi dijalan ada musibah sedikit." Ucap Alee sambil menunduk lemas juga meremas ujung bajunya

Dibelakang Kevin, ada seorang pria yang tadi mobilnya sempat menyerempet Alee. Ternyata wanita itu adalah pegawainya. Pria itu merasa bersalah karena kelalaian supirnya sehingga Alee harus telat dan sedikit terluka.

"Atas nama Aleesya, saya minta maaf Tuan Alarich, lain kali hal ini tidak akan terulang!" Ucap Kevin pada bossnya itu.

"Alee, ini pak Alarich Dewantara pemilik Rich Bakkery." Kevin memperkenalkan Alarich pada Alee.

Alee menunduk hormat. Ia tidak terlalu memperhatikan muka Alarich. Sebenarnya Alee menahan perih di telapak tangannya. Tapi Alee tidak mungkin bilang pada pak Kevin

"Lain kali, saya tidak akan mentolerir pegawai yang telat, mengerti?" Tegas Alarich memandang Alee dengan tatapan mautnya.

"Dan kamu...ikut keruangan saya!" Sentak Alarich pada Alee.

Kesan pertama membuat Alee terkejut, ia sungguh takut akan kehilangan pekerjaannya karena ia baru pertama kali telat itupun tidak sengaja.

Semua pegawai disana kaget saling melirik, bahkan Tania kasihan melihat Alee yang harus kena semprot oleh pemilik toko ini.

"Alee...kamu yang sabar yah, pokoknya kalau kamu nanti dimarahin disana, tutup mata aja yah." Ucap Tania berbisik ke telinga Alee.

Aleesya sendiri tidak menanggapi Tania. Ia lebih fokus ketika Alarich bossnya pergi. Ia takut akan dipecat.

-

-

-

Diruangan Alarich, Alee berdiri didepan meja Alarich. Ia terus saja menunduk, ia gugup sekali dan khawatir.

"DUDUK." Sentak Alarich pada Alee yang terlihat lemah

Alee duduk didepan meja Alarich. Ia meremas ujung bajunya ia bahkan tidak mau melihat wajah Alarich.

Meskipun tampan tapi sifat dingin Alarich membuat orang disekitarnya ketar-ketir. Alarich menghubungi asistennya Bastian. "Bas...Kemari."

Bastian tak lama masuk kedalam ruangan bossnya ia menunggu perintah selanjutnya.

"Bas, mulai besok dia akan bekerja di apartmentku." Tegas Alarich tak ingin dibantah.

Alee mendongak menatap heran bossnya itu. Maksudnya apa? "Maaf pak maksdunya gimana?" Tanya Alee dengan hati-hati.

"Sebagai hukuman buat kamu, karena kamu telat! Tidak ada bantahan!" Jawab Alarich dengan tampang yang sedikit arogan.

"Saya membutuhkan orang yang bisa mengurus apartment saya, pastinya dengan gajih yang besar. Lebih besar daripada gaji kamu sekarang. Sepertinya kamu bisa mengurus rumah!" Alarich terus menelisik setiap inchi wajah Alee.

"Saya kerja dari jam berapa sampai jam berapa pak?"

"Kamu akan tinggal disana, sebulan sekali kamu boleh pulang kerumah kamu, gimana? Deal?"

Alee tidak langsung menjawab, ia berpikir sejenak. Ada bagusnya Alee keluar dari rumah tantenya yang seperti neraka itu. Setidaknya, Alee tidak mengontrak rumah, jadi uang yang dia tabung bisa untuk dia kuliah nantinya.

"Ba-baik pak, saya setuju. Tapi saya harus ijin dulu sama om dan tante saya." Ucap Alee yang gelapan itu.

"Silahkan. Kamu boleh kembali bekerja." Ucap Alarich menyuruh Alee keluar dengan jarinya.

-

-

-

Setelah Alee keluar, Alarich melirik Bastian. "Bas ... Cari tahu siapa wanita itu, sedetail mungkin, jangan sampai ada yang terlewat, mengerti?"

"Baik Boss siap." Bastian segera pergi.

Alarich Dewantara, ia adalah seorang Dosen yang juga kepala yayasan dari universitas swasta dan juga Alarich adalah seorang pengusaha terkenal, yang memiliki bisnis diberbagai bidang.

Toko Rich Bakkery ini adalah salah satu cabang usahanya. Alarich sangat misterius, pribadinya sangat tertutup dan dikenal kejam oleh para pesaing bisnisnya dan juga para mahasiswanya. Meskipun dia tampan, tapi jika sudah mode galak, semua mata tunduk padanya.

Alarich memandangi punggung Aleesya yang semakin jauh. Ia semakin penasaran pada gadis cantik itu. Hatinya berdesir seolah telah mengenal lama Aleesya. Alarich memegang dadanya rasanya jantungnya seakan mau copot. Pertama kalinya dia merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Ahhh tidak! Aku hanya kasihan melihat wanita itu, tidak lebih!"

Seolah menolak kehadiran Aleesya, dia menjadi salah tingkah mengingat betapa gugupnya dia ketika berada di depan Aleesya.

"Tapi dia lucu sekali !" Gumam Alarich batinnya.

"EHM TUAN..."

Bastian berteriak karena sedari tadi tuannya itu tidak menjawab panggilannya. Alarich kaget ia reflek mengelus dadanya. Sin-ting memang asistennya satu ini.

"Kenapa teriak huh memangnya aku budek?"

"Tadi saya sudah panggil pelan, tapi tuan tidak jawab!" Ujar Bastian dengan malasnya menghadapi Tuannya yang satu ini.

Terpopuler

Comments

Ferfi Risma Uli

Ferfi Risma Uli

boleh saya koment, SONTOLOYO!!!!

2024-11-16

0

lihat semua
Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!